Islamic Educational Values in the Asy-Syuro Tradition: A Case Study of Bumi Rahayu Village

Authors

  • Bima Wisnu Gunawan Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
  • Dedi Setiawan Universitas Ma'arif Lampung, Indonesia
  • M. Saidun Anwar Universitas Ma'arif Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61650/ajis.v4i1.1150

Keywords:

Asy-Syuro Tradition, Islamic Education, Aqidah Values, Worship Values, Moral Values

Abstract

This study aims to examine and analyze the Islamic educational values contained in the Asy-Syuro tradition in Bumi Rahayu Village, Bumi Ratu Nuban District, Central Lampung Regency. The Asy-Syuro tradition is a religious-cultural practice carried out every night of the 1st of Muharram and has become an integral part of the local community's life. This tradition not only functions as a religious ritual but also serves as a medium for internalizing Islamic educational values that are passed down from generation to generation. This research employs a qualitative approach using an ethnographic method, aiming to understand the meanings and values contained in the traditional practices from the community's perspective. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants consist of religious leaders, community leaders, and residents of Bumi Rahayu Village who are directly involved in the implementation of the tradition. The data obtained were analyzed descriptively through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the Asy-Syuro tradition contains three main values of Islamic education: aqidah (faith), ibadah (worship), and akhlak (morality). The value of aqidah is reflected in strengthening faith through collective prayers, dhikr, and the recitation of Surah Yasin. The value of ibadah is seen in the implementation of religious rituals performed congregationally with solemnity. Meanwhile, the value of akhlak is manifested in attitudes of togetherness, mutual cooperation, social care, and the tradition of sharing through takiran. In addition, this tradition functions as an effective non-formal Islamic educational medium in shaping the religious and social character of the community across generations. Thus, the Asy-Syuro tradition can be understood as a form of integration between local culture and Islamic teachings, serving as a medium for education based on local wisdom.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, A. M. (2021). Pendidikan moral dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Jurnal Paris Langkis, 2(1), 57–67.

Abidin, Z. (2019). Makna tradisi suran (kegiatan malam satu sura) dalam menjalin ukhuwah islamiyah di Desa Sriwijaya Mataram Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah [Skripsi, UIN Raden Intan Lampung].

Abrori, M. S., Raharjo, F. F., & Lailiy, N. (2019). Muatan Islam moderat dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Prodi Teknik Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta. Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 227–245.

Adhitama, S. (2022). Implementasi ajaran kejawen oleh Paguyuban Budaya Bangsa. Dharma Smrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 22(2), 35–44.

Albar, M. K., & Sari, E. L. (2021). Values of Islamic education in the 'Suran' tradition of the Salamerta Village community, Kab. Banjarnegara. Jurnal At-Tarbiyat: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2).

Ani, N. M. (2023). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Asy-Syuro di Desa Karangtengah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas [Skripsi, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto].

Ariyadi, S. (2021). Resepsi Al-Qur'an dan bentuk spiritualitas Jawa modern: Kajian praktik mujahadah dan semaan Al-Qur'an Mantab Purbojati Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Penerbit AN-Empath.

Aryanti, R., & Zafi, A. A. (2020). Tradisi satu suro di Tanah Jawa dalam perspektif hukum Islam. AL IMAN: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 4(2), 342–361.

Asyari, N. (2023). Pendidikan tauhid: Sarana pembinaan karakter rabbani. CV. Bildung Nusantara.

Fadilla, A. R., & Wulandari, P. A. (2023). Literature review analisis data kualitatif: Tahap pengumpulan data. Mitita Jurnal Penelitian, 1(3), 34–46.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54.

Fernando, E., Wanto, D., & Yanuarti, E. (2022). Nilai-nilai pendidikan Islam tradisi tolak balak dalam 1 Muharram di Desa Pekalongan Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang [Skripsi, IAIN Curup].

Hadi, I. P. (2020). Penelitian media kualitatif. PT. RajaGrafindo Persada.

Hadi, S. (2022). Peranan guru PAI dalam penanaman nilai-nilai karakter Islami melalui pembiasaan pada siswa SMP Negeri 10 Mukomuko-Bengkulu. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan KeIslaman, 11(1), 81–96.

Ibrahim, M. B., Sari, F. P., Kharisma, L. P. I., Kertati, I., Artawan, P., Sudipa, I. G. I., Simanihuruk, P., Rusmayadi, G., Muhammadiah, M., & Nursanty, E. (2023). Metode penelitian berbagai bidang keilmuan (Panduan & referensi). PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Inanna. (2024). Peran profesi kependidikan dalam membangun nilai-nilai karakter. Penerbit Tahta Media.

Islamiati, I. N., & Musthofa, C. (2024). Tradisi pembacaan surat Yasin di Ponpes Panggung Tulungagung: Dampak terhadap nilai sosial kemasyarakatan dan keagamaan. PROGRESIF: Jurnal Dakwah, Sosial, dan Komunikasi, 1(2), 125–137.

Jaenullah, J., Setiawan, D., Subandi, S., Laili, N., & Rahma, U. H. (2023). Penguatan nilai-nilai moderasi beragama bagi guru Pendidikan Agama Islam di lingkungan lembaga pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Kota Metro Lampung. Wisanggeni: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 143–150.

Jamaly, Z. (2024). Bulan Suro dalam perspektif Islam dan tradisi bulan Suro di Pulau Jawa. Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya, 2(1), 7–15.

Krismoniansyah, R., Warsash, & Abdu. (2021). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi suroan: Studi di Desa IV Suku Menanti, Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong.

Mahfudoh, S. A., & Badiâ, U. (2020). Relevansi konsep pendidikan sosial anak perspektif Abdullah Nasih Ulwan dengan tujuan pendidikan nasional. Fikrotuna: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam, 9(2).

Mardia, L., Sutarto, S., & Maryati, A. (2025). Pelaksanaan pengajian dalam meningkatkan pemahaman nilai–nilai pendidikan akidah dan ibadah pada jamaah Majlis Ta'lim Nurul Falah, Desa Muara Ketayu, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong [Skripsi, IAIN Curup].

Marhamah, M., Ripai, A., & Murywantobroto, M. (2026). Nilai pendidikan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata sebagai alternatif pembelajaran di SMA Negeri 1 Lasem. Sasindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 14(1), 30–37.

Masrin, S. (2021). Sedekah Kampung Peradong; Sebuah tradisi di Tanah Bangka. Guepedia.

Mekarisce, A. A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151.

Niam, M. F., Rumahlewang, E., Umiyati, H., Dewi, N. P. S., Atiningsih, S., Haryati, T., Magfiroh, I. S., Anggraini, R. I., Mamengko, R. P., & Fathin, S. (2024). Metode penelitian kualitatif.

Nur, M. I., Jannah, F., & Setiawan, A. (2023). Internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam membentuk kepribadian Islami di Madrasah Aliyah Al Arsyadi Samarinda. Borneo Journal of Islamic Education, 3(2), 253–268.

Nursalim, E., Satriah, S., & Hasan, H. (2024). Pendampingan tradisi yasinan dan tahlilan dalam membentuk sikap berbakti kepada orang tua di Musholla Miftahul Ulum Sangatta. Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 68–80.

Qibtiyah, L. (2020). Perbandingan pendidikan moral perspektif Islam dan Barat. Goresan Pena.

Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara.

Ramdhani, M. A., et al. (2021). Integrasi moderasi beragama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Dirjen PAI RI.

Ratnaningtyas, E. M., et al. (2023). Metodologi penelitian kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Rizqi, A. A. S., & Fauzi, A. M. (2025). Makna dan peran tradisi Nyadran dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat Jawa: Studi kasus di Sidoarjo. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 9(2), 238–253.

Romah, C. A. J., Khiyarotuzzaho, N., Rahayu, R. S., Mawardi, M. A., & Nur, D. M. M. (2025). Nilai-nilai kearifan lokal tradisi Lamporan dalam penguatan pendidikan sosial dan keagamaan masyarakat Desa Soneyan Kabupaten Pati. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(04).

Salam, M. B. (2025). Pemikiran pendidikan Islam Asy-Syaibani dan relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 4(1), 40–55.

Sari, M. P., Wijaya, A. K., Hidayatullah, B., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Penggunaan metode etnografi dalam penelitian sosial. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(01), 84–90.

Sari, S. P., Nurfadhillah, S. A., Wibowo, T. S. S., & Syifa, Y. N. (2023). Memperkokoh keimanan kepada Allah. In Gunung Djati Conference Series (Vol. 22, pp. 439–449).

Sodikin, S., Subandi, S., & Jaenullah, J. (2021). Nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam pengamalan Tareqat Naqsabandiyah Khalidiyah. Berkala Ilmiah Pendidikan, 1(3), 98–102.

Sumilih, D. A., Jaya, A., Fitrianingsih, A. D. R., Nugrohowardhani, R. L. K., Irawan, E. P., Dirna, F. C., Rachmaningtyas, N. A., Ras, A., Pujiriyani, D. W., & Setyorini, N. (2025). Metode penelitian kualitatif. PT. Star Digital Publishing.

Suparlan, S. (2021). Penguatan pendidikan karakter dengan menggunakan metode imtaq dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Dasar/MI. MASALIQ, 1(3), 17–32.

Suryana, R. R. (2020). Hubungan penggunaan media sosial dengan akhlak siswa kelas IX di MTsN 1 Kota Bogor. Inspiratif Pendidikan, 9(1), 269–286.

Susanto, D., Rosidah, A., Setyowati, D. N., & Wijaya, G. S. (2020). Tradisi keagamaan sebagai bentuk pelestarian budaya masyarakat Jawa pada masa pandemi. SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 2(2), 107–118.

Utari, L., Kurniawan, K., & Fathurrohman, I. (2020). Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak peserta didik autis. JOEAI (Journal of Education and Instruction), 3(1), 75–89.

Wahyudi, W. E., Asyha, A. F., & Murniasih, A. (2024). Nilai-nilai pendidikan akhlak Ali Bin Abi Thalib dan relevansinya terhadap tujuan pendidikan Islam. Journal Khafi: Journal of Islamic Studies, 2(1), 13–27.

Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (mixed method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.

Wibowo, A. S., Wigena, I. B. W., Sulistyosari, Y., & Sultan, H. (2024). Buku ajar dasar dan konsep pendidikan moral. Penerbit Tahta Media.

Winata, F. A., Alfiansyah, M., Khairani, L., Iraya, P., & Hamdani, H. (2023). Istilah pendidikan Islam (Ta'lim) dalam QS. Al-Baqarah: 31 menurut tafsir Al-Munir. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(4), 6105–6116.

Wulandari, E., & Anwar, M. S. (2024). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi panggih manten pada upacara pernikahan adat Jawa (Studi kasus Desa Tulung Itik Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah). An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan), 3(2), 18–26.

Zubaidillah, M. H. (2025). Konsep doa menurut Imam Ghazali dalam kitab Mukasyafat Al-Qulub. Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan, 3(01), 31–54.

Published

2026-04-30

How to Cite

Gunawan, B. W., Setiawan, D., & Anwar, M. S. (2026). Islamic Educational Values in the Asy-Syuro Tradition: A Case Study of Bumi Rahayu Village. Assyfa Journal of Islamic Studies, 4(1), 445–461. https://doi.org/10.61650/ajis.v4i1.1150

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.