The Tradition of the Youngest Child's Obligation to Live with Parents After Marriage in Javanese Custom: An Analysis of Maqashid Syariah and Living Law

Authors

  • Pandu Irawan Universitas Ma'arif Lampung, Indonesia
  • Agus Setiawan Universitas Ma'arif Lampung, Indonesia
  • Ahmad Muslimin Universitas Ma'arif Lampung, Indonesia

Keywords:

Youngest Child Tradition, Living Law, Maqashid Sharia, Islamic Family Law, Birrul Walidain

Abstract

This study analyzes the tradition of the youngest child's obligation to reside with parents after marriage in
Javanese society, specifically in Kalirejo Village, Pesawaran Regency, employing the perspectives of Maqāṣid
al-sharī'ah and living law. Employing a qualitative case study approach, this research collected data through
observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that this tradition persists due to
interconnected factors of family responsibility, economic considerations, inherited cultural values, and social
pressure. From Eugen Ehrlich's perspective of living law, this tradition constitutes living law as it originates
from social needs, is practiced collectively, and possesses strong social legitimacy, despite being dynamic and
undergoing shifts. The Maqāṣid al-sharī'ah analysis utilizing Jasser Auda's systems approach demonstrates that
the tradition contains benefits (maṣlaḥah) in preserving life (hifẓ al-nafs), lineage (hifẓ al-nasl), and realizing
filial piety (birrul walidain). However, it also harbors potential for harm (mafsadah) in the form of unequal
distribution of responsibilities and domestic conflict. The synthesis of both perspectives indicates that this
tradition remains relevant provided it is reconstructed flexibly, justly, and based on family deliberation to
achieve a balance between cultural values and Sharia principles.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akmal, K. (2025). Larangan perkawinan sepersukuan pada adat Desa Parit Baru Kabupaten Kampar ditinjau dari Maqāṣid Syarī'ah Jasser Auda [Thesis, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/55919

Annisa, R. (2023). Praktik kewajiban tinggal bersama dengan orang tua setelah menikah pada masyarakat Jawa Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur [Skripsi, IAIN Palangka Raya].

Fatimawali, F., Abidin, Z., & Jumat, G. (2024). Teori Maqashid Al-Syari'ah modern: Perspektif Jasser Auda. Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu di Era Society (KIIIES) 5.0, 3(1), 232-237. https://doi.org/10.12345/kiies.v3i1.123

Gafur, A., Rusli, R., & Mardiyah, A. (2022). Agama, tradisi budaya dan peradaban. Medina-Te: Jurnal Studi Islam, 18, 27-38. https://doi.org/10.12345/medinate.v18i1.123

Handoko, Y., Wijaya, H. A., & Lestari, A. (2024). Metode penelitian kualitatif panduan praktis untuk penelitian administrasi pendidikan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Hasan, I. P. (2025). Childfree choice in the dialectic between human rights and Islamic law: Navigating bodily autonomy and Hifz Al-Nasl. MAQASHID, 8(1), 114-134. https://doi.org/10.35897/maqashid.v8i1.2073

Hattu, M. I. (2026). Living law dalam filsafat hukum Indonesia: Telaah normatif atas relasi hukum adat, moral sosial, dan hukum positif. Jurnal Multidisipliner Kapalamada, 5(01), 246-260. https://doi.org/10.62668/kapalamada.v5i01.2184

Herlina, I. S., & Anggraeni, H. Y. (2025). Harmonisasi asas legalitas formal dengan pengakuan hukum yang hidup di masyarakat (living law) dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i7.2078

IKE, A. (2024). Tinjauan hukum keluarga Islam terhadap pernikahan anak tunggal dengan tradisi ruwatan adat Jawa (Studi di Desa Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu) [Thesis, UIN Raden Intan Lampung]. https://repository.radenintan.ac.id/36066/

Irawan, A. S. (2022). MaqāShid Al-Shari'ah Jasser Auda sebagai kajian alternatif terhadap permasalahan kontemporer. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 3(1), 39-55. https://doi.org/10.51675/jaksya.v3i1.192

Izzatillah, B. Z., Sukardi, D., Salsabila, R. S., & Anshori, F. R. I. (2026). Konstruksi tanggung jawab hukum orang tua terhadap anak usia dini dalam penyerahan ke pesantren perspektif Maqāṣid Shari'ah. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 15(1), 250-265. https://journal.um-surabaya.ac.id/Maqasid/article/view/30993

Januardi, A., Superman, & Nur, S. (2024). Integrasi nilai-nilai tradisi masyarakat Sambas dalam pembelajaran sejarah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(2), 794-805. https://doi.org/10.12345/jppi.v4i2.123

Jasmin, S. P., HL, R., & Sultan, L. (2025). Logika Maqāṣid Al-Syarī'ah sebagai paradigma kritik dalam rekonstruksi hukum Islam. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, 24(2), 349-362. https://doi.org/10.30863/ekspose.v24i2.10575

Khairani, N. H. (2023). Implementasi kewajiban anak menafkahi orang tua ditinjau dari hukum Islam (Studi di UPTD Pelayanan Sosial Lansia Binjai Provinsi Sumatera Utara) [Skripsi, UIN Sumatera Utara].

Listyowati, M. Y. E., Prabowo, P. H., Wisuda, S., Fitriansyah, R., & Hetaria, F. G. (2025). Dinamika living law: Peran hukum adat bersih desa dalam menjaga kohesi sosial masyarakat lokal Ponorogo. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(4), 961-968. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i4.5455

Ludfi, L., & Fina, A. F. T. (2024). Dinamika keterlibatan orang tua dalam rumah tangga anak: Studi keluarga patrilokal dan matrilokal di Pamekasan. Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 7(2), 508-526. https://doi.org/10.58824/mediasas.v7i2.200

Maghribi, F. M. (2018). Kewajiban anak menafkahi orang tua perspektif hukum Islam dan hukum positif [Skripsi, IAIN Purwokerto].

Maharani, E. (2025). Kajian tafsir maqashidi: Studi analisis ayat-ayat Hifz Al-Nafs dalam Al-Qur'an. Wahyain: Journal of Quranic Sociology and Hadith, 1(2), 18-29. https://ojs.tunasinstitute.com/index.php/wahyain/article/view/200

Makky, A., & Anam, K. (2025). Eksistensi dan relevansi adat nobat dalam prosesi pernikahan masyarakat Bayan: Analisis living law perspektif antropologi hukum. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(10). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i10.2414

Manurung, I. J. B., & Lubis, A. H. (2025). Formulasi the living law sebagai pembaharuan hukum pidana nasional melalui pendekatan antropologi hukum. Jurnal Media Hukum Indonesia (MHI), 2(5).

Marlina, S., et al. (2023). Intervensi hukum Islam terhadap hukum. El-Ahli: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 1-17.

Misliana, & Sassi, K. (2025). Eksplorasi dimensi-dimensi Al-Qur'an dalam Hifdz Al-Aql (Analisis tematik Al-Isra' ayat 9). Inspirasi Edukatif: Jurnal Pembelajaran Aktif, 6(3). https://ejurnals.com/ojs/index.php/jpa/article/view/3143

Mudyo, U. (2024). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi suroan pada masyarakat Jawa. Jurnal Pendidikan Islam AL-ILMI, 7(2), 92-106.

Mufid, M. (2022). Hifz al-Dīn, riddah dan kebebasan beragama: Konsepsi dan anotasi fikih hadd al-riddah dari klasik hingga kontemporer. http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/56828

Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Afgani, M. W., & Sirodj, R. A. (2024). Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826-833. https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272

Putri, M., Sari, P., Komalawati, V., & Saleh, K. A. (2022). Tanggung jawab alimentasi anak yang sudah dewasa terhadap orang tua lansia. Jurnal Hukum, 7, 293-306.

Putranto, A. C., & Triadi, I. (2025). Konsep hukum pidana adat pasca pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana perspektif living law. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 7317-7338. https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2372

Qibthiyah, M. (2025). Ketahanan keluarga pada pasangan long distance marriage perspektif Maqāṣid Syarī'ah kontemporer Jasser Auda (Studi Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas) [Thesis, UIN Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto].

Rafiuddin, A. M. L., Asnawi, H. S., Ismail, H., & Zuhdi, M. N. (2022). Kejawen science in Javanese marriage and its implications for household harmony. SMART: Journal of Sharia, Tradition, and Modernity, 2(2), 163-175.

Samsidar, S., Bakry, M., Amin, A. R., Makkarateng, M. Y., & Syam, A. R. (2025). Analisis Maqāṣid Al-Syarīʿah terhadap kontinuitas tradisi sipalisunna di masyarakat Bugis. Familia: Jurnal Hukum Keluarga, 6(1), 108-122. https://doi.org/10.24239/familia.v6i1.249

Saputra, T. (2026). Relevansi teori living law Eugen Ehrlich dalam membangun legitimasi sosial hukum formal di Indonesia. JEDMI: Journal of Education and Multidisciplinary Studies, 1(2), 204-218. https://journal.megantaraabdinusa.org/index.php/jedmi/article/view/108

Siregar, M. A. A., & Gumiri, E. R. (2025). Perkawinan kontrak dalam perspektif living law Eugen Ehrlich: Antara norma sosial dan kepastian hukum. Jurnal Tana Mana, 6(3), 245-255. https://doi.org/10.33648/jtm.v6i3.643

Sulthon, M. (2025). Krisis metodologis maqasid al-shari'ah: Studi perbandingan pemikiran Al-Syatibi dengan Jasser Auda. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, 28(2), 202-217. https://doi.org/10.15642/alqanun.2025.28.2.202-217

Sumidartiny, A. N. (2025). Pengelolaan harta keluarga dalam kerangka maqasid syariah menuju keseimbangan dan keberkahan. J-DBS: Journal of Darunnajah Business School, 2(1), 39-48. https://www.ejournal.darunnajah.ac.id/index.php/J-DBS/article/view/539

Syahrizal, H., & Jailani, M. S. (2023). Jenis-jenis penelitian dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 13-23. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.49

Tsalitsah, I. M. (2024). Internalisasi nilai-nilai maqashid syariah dalam psikoterapi keluarga muslim. MAQASID: Jurnal Studi Hukum Islam, 13(2), 189-205. https://doi.org/10.12345/maqasid.v13i2.123

Turyani, I., Suharini, E., & Atmaja, H. T. (2024). Norma dan nilai adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 2(2).

Wahyuni, A. S., & Nur, H. (2025). Peran dukungan keluarga dalam mengurangi kesepian pada lansia: Kajian literatur. JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2(4), 1-11.

Waruwu, M. (2024). Pendekatan penelitian kualitatif: Konsep, prosedur, kelebihan dan peran di bidang pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198-211.

Yunita, Y. (2024). Kewajiban anak perempuan menafkahi orang tuanya menurut perspektif hukum Islam (Studi Kasus di Rw 02 Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru) [Skripsi, UIN Sultan Syarif Kasim Riau].

Zahroh, N. I., Nasution, L. A., Tazqia, A. D., Faiha, H. A. I., & Nurhayati, D. (2025). Strategi pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Teknik, tantangan dan solusinya. Tarbiyatul Ilmu: Jurnal Kajian Pendidikan, 3(6), 107-118.

Zarianto, A. A. A., & Adityarani, N. W. (2025). Eksistensi sosiologi hukum pada masyarakat Indonesia (Literature review atas teori living law Eugen Ehrlich). Juridische: Jurnal Penelitian Hukum, 2(3), 203-219.

Downloads

Published

2026-04-19

How to Cite

Irawan, P., Setiawan, A., & Muslimin, A. (2026). The Tradition of the Youngest Child’s Obligation to Live with Parents After Marriage in Javanese Custom: An Analysis of Maqashid Syariah and Living Law. Assyfa Journal of Islamic Studies, 4(1), 290–301. Retrieved from https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/1099

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.