Peran Guru Kelas Dalam Menanamkan Nilai Kejujuran Pada Siswa di SDN Banjarsari Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus
DOI:
https://doi.org/10.61650/ajme.v2i1.608Keywords:
Peran Guru, Guru Kelas , Nilai Kejujuran, siswaAbstract
Guru mempunyai peranan penting dalam mengajarkan konsep kejujuran kepada siswa karena guru sering berinteraksi langsung dengan siswa selama proses pembelajaran. Guru mempunyai tanggung jawab untuk menanamkan pada diri siswa nilai-nilai kejujuran dalam kegiatan belajar mengajar. Namun guru kelaslah yang lebih dibutuhkan dalam menanamkan prinsip kejujuran pada anak SD. Guru kelas mempunyai kewajiban yang lebih besar karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kelas bersama anak-anak. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Yang dimaksud dengan deskriptif adalah menjelaskan atau menggambarkan sesuatu, misalnya keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan dan sebagainya. Konsep penelitian ini sewenang-wenang mengingat judul masalah dan wilayah konsentrasi. Dalam melaksanakan tugasnya, guru kelas mempunyai beberapa peran yaitu guru kelas berperan sebagai pendidik, guru kelas sebagai Pengajar, dan guru kelas sebagai Pembimbing.Faktor pendukung dalam menanamkan nilai kejujuran pada siswa. a) sarana dan prasarana b) komitmen guru c) dukungan orang tua d) lingkungan yang kondusif. Adapun faktor penghambat dalam menanamkan nilai kejujuran pada siswa. a) faktor internal b) faktor eksternal c) Kerja sama orang tua dan guru d) lingkungan sosial masyarakat. Peran guru kelas dalam menanamkan nilai kejujuran pada siswa di SDN1 Banjarsari, dapat digambarkan sebagai berikut: Peran Guru kelas dalam menanamkan nilai kejujuran pada siswa di SDN1 Banjarsari adalah dengan menggunakan dua metode yaitu langsung dan tidak langsung. Metode langsung yaitu dengan menggunakan metode keteladanan, pembiasaan, pengawasan, nasehat dan hukuman. Sedangkan cara tidak langsung adalah dengan pembelajaran di kelas. Dalam melaksanakan tugasnya, guru kelas mempunyai beberapa peranan, yaitu guru kelas berperan sebagai pendidik, guru kelas sebagai guru, dan guru kelas sebagai pendidik.
Downloads
References
Kurnia, Alex Dwi. 2014. “Implementasi Nilai Kejujuran Di Sekolah Dasar Negeri Kota Gede 5 Yogyakarta.” Universitas Negeri Yogyakarta.Nuni Yusvavera Syatra. 2013. Desain Relasi Efektif Guru Dan Murid. Yogyakarta: Buku Biru.Purwandari, E dan Purwati. 2008. “Pengaruh Pendidikan Nilai Kejujuran Terhadap Kecerdasan Emosi Anak.” Jurnal Penelitian HumanioraVol 9 (No 1): 13–31.Siti Roudhotul Jannah, wahyuni. 2021. “Pera Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Akhlak Siswa Di Smp 03 Baradatu Way Kanan.” Scidac plus: Berkala Ilmia Pendidikan1 No.: 55. kurasinstitute.com.Sugiyono, 2010. “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R D.” Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R D, 13–61.Suhmsimi Arikunto. 2006. “Prosedur Penelitisan Suatu Pendekatan Prakik.” Jakarta: Rineka Cipta.Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. “Metode Penelitian Pendidikan.” Bandung: Remaja Rosdakarya.Sumadi Suryabrata. 2011. “Metode Penelitian.” Jakarta: Raja Grafindo.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Assyfa Journal of Multidisciplinary Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




