Keywords: Member Death, Risk Management, Multi-Service Ijarah Financing
Abstract
This study aims to analyze the risk management implementation system in handling Ijarah Multijasa financing for deceased members at BMT Artha Buana Metro, considering that problematic financing cases due to death are still found based on the results of the pre-survey. The background of the study emphasizes the importance of risk mitigation mechanisms to maintain the stability of Islamic financial institutions, especially in Ijarah Multijasa contracts that are vulnerable to the risk of members' inability to fulfill obligations. The study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation of BMT leaders, AO and CS staff, and member heirs. The results show that BMT Artha Buana Metro implements financing risk management through four main stages, namely identification, measurement, monitoring, and risk control. Identification is carried out by analyzing risk characteristics in multi-service financing, while measurement is carried out by evaluating procedures, assumptions, and data used in assessing the level of risk. Monitoring is carried out through periodic evaluations of financing conditions, while risk control is carried out through policies such as cooperation with insurance or takaful institutions, discussions with heirs, and assessment of financing feasibility based on the 5C principle. The research results show that implementing systematic procedures, such as member data verification, coordination with heirs, prompt administrative resolution, and the use of risk protection programs, can minimize the occurrence of problem financing and maintain institutional stability despite the risk of member death.
References
Anwar, M. S., Farida, A., Khotamin, N. A., & Rahmawati, R. (2025). Mitigasi risiko pembiayaan mudharabah studi BMT Assyafiiyah Berkah Nasional Kotagajah perspektif Veithzal Rivai tahun 2024. Moderasi: Journal of Islamic Studies, 5(1).
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Arwani, A. (2016). Akuntansi perbankan syariah. Deepublish.
Ascarya. (2016). Akad & produk bank syariah. Rajawali Press.
Creswell, J. W. (2020). Pendekatan metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan campuran (Edisi Bahasa Indonesia). Pustaka Pelajar.
Djojosoedarso, S. (2019). Prinsip-prinsip manajemen risiko dan asuransi. Salemba Empat.
DSN–MUI. (2000). Fatwa DSN-MUI No. 09/DSN-MUI/IV/2000 tentang Ijarah.
Hamdani, F., & Rahayu, L. (2019). Implementasi prinsip 5C dalam pengendalian risiko pembiayaan pada lembaga keuangan syariah. Jurnal Manajemen Syariah, 4(2), 98–110.
Hidayat, M., & Purwati, S. (2019). Strategi monitoring risiko pembiayaan pada lembaga keuangan syariah. Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis, 4(2), 122–135.
Izrina, I. K., Farida, A., Santoso, H., Nugroho, D. K. A., Irawan, Y., & Muhtarom, A. (2022). Monitoring dan pengawasan pembiayaan. Jurnal Tana Mana, 3(2), 268–274.
Karim, A. A. (2014). Bank Islam: Analisis fiqih dan keuangan. RajaGrafindo Persada.
Maulana, A., & Ningsih, T. (2021). Efektivitas monitoring pembiayaan melalui kunjungan lapangan pada BMT. Jurnal Manajemen Keuangan Syariah Indonesia, 6(1), 45–57.
Marzuki, A., & Wijayanti, D. (2020). Analisis identifikasi risiko pembiayaan pada lembaga keuangan mikro syariah. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 8(1), 45–58.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muljono, D. (2015). Perbankan dan lembaga keuangan syariah. Andi.
Mulyani, R. (2021). Manajemen risiko pembiayaan ijarah pada BMT Bina Ummat Sejahtera. Jurnal Ekonomi Syariah, 9(2).
Nawatri, M. N., Topowijono, & Husaini, A. (2020). Efektivitas proses manajemen risiko perbankan dalam mengendalikan risiko kredit. Jurnal Administrasi Bisnis, 25(1).
Nurlaeli. (2020). Mitigasi risiko pembiayaan dalam perspektif fiqh muamalah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah.
Nurlatifah, I., & Nurhayati, S. (2021). Identifikasi risiko pembiayaan ijarah pada BMT di Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis, 5(2), 112–123.
Pratiwi, L. (2020). Pengaruh monitoring angsuran terhadap pencegahan pembiayaan bermasalah. Jurnal Perbankan Syariah Nusantara, 5(3), 87–98.
Putra, B. M. (2021). Konstruksi hukum sistem akuntansi dalam ekonomi Islam di Indonesia. Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/36274
Qomariah, N., Hasanah, U., & Pratiwi, R. (2019). Analisis pengukuran risiko pembiayaan pada lembaga keuangan syariah. Jurnal Manajemen Keuangan Syariah, 3(2), 101–114.
Rahmadani, S., & Putra, A. (2022). Efektivitas skema angsuran dalam mengurangi risiko pembiayaan bermasalah. Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, 7(1), 54–67.
Rahmawati, S., & Hidayat, A. (2020). Analisis manajemen risiko pembiayaan ijarah pada BMT Syariah Mandiri. Jurnal Perbankan Syariah, 12(1).
Ridwan, A. H. (2013). Manajemen Baitul Maal wat Tamwil. Pustaka Setia.
Satori, D., & Komariah, A. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.
Soim, A. N. (2018). Strategi penyelesaian pembiayaan bermasalah multi jasa ijarah KSPPS BTM Surya Umbulharjo Yogyakarta berdasarkan analisis 5C. STIE Widya Wiwaha.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryani, H. (2020). Analisis pengendalian risiko pembiayaan ijarah pada Baitul Maal wat Tamwil. Jurnal Ekonomi Islam Nusantara, 5(3), 112–124.
Suryani, N. (2019). Mitigasi risiko kematian anggota dalam pembiayaan syariah. Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, 4(2), 89–97.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Wahyudi, S., & Adistana, D. (2021). Efektivitas pengukuran risiko dalam mitigasi pembiayaan ijarah. Jurnal Keuangan Syariah Indonesia, 5(3), 134–146.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dimas Yuda Irawan, Haris Santoso, Nur Alfi Khotamin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


