Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 2 (2), pp. 57-66, 2024 Received 16 July 2024 / published 28 Sept 2024 https://doi.org/10.61650/jptk.v2i2.689 Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Media Instagram Stories untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial Siswa Asrofi1 dan Miftachul Amin2 1. Universitas Merdeka Malang, Indonesia 2. Universitas Nahdlatul Ulama’ Pasuruan, Indonesia E-mail correspondence to: asrofi@unmer.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Instagram Stories dalam konteks pembelajaran berbasis proyek yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi sosial siswa SMA dalam kerangka Kurikulum Merdeka Belajar. Dengan pendekatan campuran, penelitian ini melibatkan siswa dari berbagai daerah di Indonesia. Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner, wawancara, dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kompetensi sosial siswa, terutama dalam aspek kolaborasi dan komunikasi. Analisis kualitatif juga mengungkapkan bahwa siswa merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya peran media sosial dalam strategi pembelajaran, yang dapat menumbuhkan keterampilan sosial di era digital. Namun, penelitian ini juga menggarisbawahi perlunya eksplorasi lebih lanjut mengenai faktor-faktor kontekstual yang dapat mempengaruhi hasil. Oleh karena itu, studi lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan geografis dan demografis serta mempertimbangkan penggunaan alat digital lainnya dalam pembelajaran interaktif. Integrasi teknologi dalam pendidikan diharapkan dapat memberikan potensi besar untuk pengembangan kompetensi sosial sesuai dengan tuntutan zaman.. Keywords: Pembelajaran Berbasis Proyek, Instagram Stories, Kompetensi Sosial, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Digital. PENDAHULUAN Dalam beberapa dekade terakhir, pendidikan telah mengalami transformasi besar seiring dengan perkembangan teknologi digital(Nasution, 2022; Waljinah, 2020; Widodo et al., 2023). Tantangan utama yang dihadapi dalam penelitian sebelumnya adalah kurangnya integrasi teknologi yang efektif dalam proses pembelajaran, terutama dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa(Kazemi, 2024; Poulou, 2023; Ura, 2022). Banyak penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi telah diadopsi secara luas dalam pendidikan, penggunaannya sering kali terbatas pada alat bantu pengajaran konvensional tanpa benar-benar mengubah pendekatan pedagogis yang ada (Alves, 2013 Azid, 2021). Sebuah studi oleh (Ainin, 2021; Bui, 2022; Kajamaa, 2020) menunjukkan bahwa penggunaan teknologi, seperti media sosial, dalam pendidikan masih minim, terutama dalam konteks pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kompetensi sosial. Penelitian mereka menyoroti bahwa media sosial memiliki potensi besar untuk meningkatkan interaksi dan kolaborasi sosial jika diintegrasikan dengan benar ke dalam kurikulum. Namun, kebanyakan guru belum memiliki keterampilan atau pengetahuan yang memadai untuk memanfaatkan platform ini secara optimal. Selain itu, penelitian oleh (An, 2021; Dreyer, 2003; Guraya, 2020) mengungkapkan bahwa pendekatan tradisional dalam pembelajaran sering kali mengabaikan aspek kolaboratif dan komunikasi yang penting dalam pembentukan kompetensi sosial. Hal ini menyebabkan siswa kurang terampil dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain, yang merupakan keterampilan esensial di dunia kerja modern (Malemnganbi, 2022; Root, 2021; You, 2023). Pembelajaran berbasis proyek dengan media Instagram Stories menawarkan berbagai kelebihan yang relevan dalam konteks pendidikan modern, terutama dalam meningkatkan kompetensi sosial siswa (Fatra et al., 2024a; Lin, 2022; Maros, 2023). Salah satu kelebihannya adalah kemampuan media sosial untuk menarik minat dan motivasi siswa dalam belajar. Instagram Stories, dengan format visualnya yang menarik dan interaktif, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam pendidikan dapat meningkatkan partisipasi siswa dan mendorong kolaborasi yang lebih aktif (Chien-Chi, 2020; Fatra et al., 2024b; Zahroh, Darmayanti, et al., 2023). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Media Instagram Stories... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 57-64, 2024 Selain itu, pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung dan praktik, yang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial seperti komunikasi dan kerjasama tim. Studi oleh (Budiarti, 2024; Jacobsen, 2022; J. Lee, 2020) mengungkapkan bahwa pendekatan pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja sama dan berkomunikasi secara efektif dalam kelompok. Penggunaan Instagram Stories sebagai media dalam pembelajaran berbasis proyek juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan digital yang penting di era teknologi saat ini (Dai, 2024; Hagge, 2021; Schöttler, 2023). Kelebihan lainnya adalah fleksibilitas dan aksesibilitas yang ditawarkan oleh media sosial (Bouchillon, 2021; S. Li, 2023; Yulianeta et al., 2024). Siswa dapat mengakses materi pembelajaran dan berpartisipasi dalam proyek kapan saja dan di mana saja, sehingga memperluas kesempatan belajar di luar kelas tradisional. Penelitian oleh (Vital-Soto, 2020, 2023; Zhang, 2021) menunjukkan bahwa fleksibilitas ini dapat membantu siswa mengatur waktu belajar mereka dengan lebih baik dan meningkatkan keterampilan manajemen waktu. Selain itu, penelitian ini juga berupaya untuk mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang mungkin dihadapi dalam implementasi Instagram Stories sebagai media pembelajaran (Alexandre, 2022; Rozgonjuk, 2020; Salhab, 2024a). Hambatan tersebut dapat berupa keterbatasan akses teknologi di kalangan siswa, kurangnya pelatihan bagi guru dalam memanfaatkan fiturfitur media sosial secara optimal, dan potensi distraksi yang ditimbulkan oleh penggunaan media sosial. Dengan mengatasi hambatan-hambatan ini, diharapkan pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan Instagram Stories dapat diimplementasikan dengan lebih efektif dan efisien (Gross, 2022; Radojevic, 2020; Salhab, 2024b). Penelitian ini akan menggunakan metode campuran untuk mendapatkan data yang komprehensif (Bernardi, 2022; HagenGates, 2024; S. E. Lee, 2023). Survei dan wawancara mendalam akan dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif mengenai pengalaman siswa dan guru dalam menggunakan Instagram Stories sebagai alat pembelajaran (Daher, 2023; Maemonah, 2022; Strijker, 2020). Sementara itu, pengumpulan data kuantitatif akan dilakukan melalui eksperimen yang mengukur peningkatan keterampilan sosial siswa sebelum dan sesudah penggunaan media ini (Abedi, 2024; Ryhtä, 2020; Saki, 2023). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berharga dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan solusi atas kesenjangan dalam literatur yang ada, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran di era Merdeka Belajar (saad, 2021). METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen untuk mengukur efektivitas pembelajaran berbasis proyek melalui media Instagram Stories. Berikut adalah langkah-langkah yang diambil dalam penelitian ini: Gambar 1 langkah langakah penelitian 1. Desain Eksperimen (Karim & Zoker, 2023): a. Memilih desain eksperimen acak terkontrol untuk memastikan validitas hasil penelitian. b. Mengidentifikasi kelompok eksperimen yang menggunakan Instagram Stories dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. 2. Pemilihan Sampel (Santiago et al., 2023; Syaifuddin et al., 2022): a. Menggunakan teknik random sampling untuk memilih 100 siswa SMA di Yogyakarta. b. Memastikan kesetaraan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam hal karakteristik demografis dan akademis. 3. Pengembangan Instrumen (Muhammad et al., 2023): a. Menyusun kuesioner terstruktur yang mencakup indikator kompetensi sosial seperti kolaborasi, komunikasi, dan interaksi. b. Melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen untuk memastikan kualitas data yang diperoleh. 4. Pelaksanaan Intervensi (Rizki et al., 2022): a. Kelompok eksperimen diberi tugas proyek yang harus diselesaikan dan dipresentasikan melalui Instagram Stories. b. Kelompok kontrol menjalankan proyek serupa namun dipresentasikan dengan metode tradisional. 5. Pengumpulan Data (Solehudin & Darmayanti, 2018): a. Menggunakan observasi partisipatif untuk mencatat interaksi sosial siswa selama proses pembelajaran. b. Mengumpulkan data sebelum dan sesudah intervensi untuk analisis komparatif. 6. Analisis Data (Choirudin et al., 2023): a. Menggunakan analisis statistik (ANOVA atau t-test) untuk membandingkan perubahan dalam kompetensi sosial antara kelompok eksperimen dan kontrol. b. Menginterpretasikan hasil untuk menilai efektivitas penggunaan Instagram Stories. 7. Interpretasi Hasil (Winson et al., 2024a): a. Menganalisis peningkatan rata-rata sebesar 20% pada indikator kolaborasi dan komunikasi dalam kelompok 59 Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Media Instagram Stories... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 57-64, 2024 eksperimen. b. Mengaitkan temuan dengan literatur sebelumnya yang menunjukkan media sosial dapat meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi siswa (Smith & Brown, 2020; Johnson, 2019). Tabel 1 langkah langakah metode penelitian No 1 Langkah Desain Eksperimen 2 3 5 Pemilihan Sampel Pengembangan Instrumen Pelaksanaan Intervensi Pengumpulan Data 6 Analisis Data 7 Interpretasi Hasil 4 Deskripsi Memilih dan mengidentifikasi kelompok eksperimen dan kontrol Memilih 100 siswa secara acak dari SMA di Yogyakarta Menyusun dan menguji validitas serta reliabilitas kuesioner Melaksanakan proyek dengan media Instagram Stories dan metode tradisional Menggunakan kuesioner dan observasi untuk mengumpulkan data Melakukan analisis statistik untuk membandingkan hasil antara kelompok Menyajikan dan menginterpretasikan hasil penelitian Bukti-bukti empiris dari penelitian sebelumnya mendukung bahwa penggunaan media sosial dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi siswa, yang sejalan dengan temuan penelitian ini. Penelitian seperti yang dilakukan oleh (Schabas, 2023; Sungkawati & Uthman, 2024) menunjukkan hasil yang sebanding dalam konteks penggunaan teknologi digital dalam pendidikan. mereka merasa lebih nyaman untuk berinteraksi satu sama lain, yang pada akhirnya memupuk kepercayaan dan keterbukaan dalam kelompok. 3.1 Pengaruh Penggunaan Instagram Stories terhadap Kolaborasi Siswa Diskusi lebih lanjut mengungkapkan bahwa fitur-fitur interaktif dari Instagram Stories, seperti polling, pertanyaan, dan komentar, memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi kontributor aktif dalam proses pembelajaran. Keterlibatan aktif ini mendorong rasa memiliki terhadap proyek yang dikerjakan, sehingga meningkatkan motivasi dan partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Instagram Stories sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kolaborasi antar siswa (Duncan, 2020; Hansen, 2022; S. Li, 2021). Hal ini disebabkan karena platform tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk berbagi ide dan saling memberikan umpan balik secara real-time. Dengan menggunakan sebuah media yang sudah akrab bagi siswa, seperti Instagram, Selain itu, penggunaan Instagram Stories memfasilitasi pembelajaran sosial di mana siswa dapat belajar dari satu sama lain, berbagi pengetahuan, dan memecahkan masalah secara kolaboratif. Interaksi sosial yang terjadi melalui platform ini membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih baik, yang merupakan komponen penting dari kompetensi sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 2. Penggunaan media instagram stories terhadap kolaborasi siswa Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa efektivitas platform ini juga bergantung pada bagaimana guru merancang dan memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Peran guru sangat krusial dalam memastikan bahwa penggunaan Instagram Stories dapat mendukung tujuan pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu, pelatihan dan dukungan bagi guru dalam mengintegrasikan teknologi ini ke dalam kurikulum sangat diperlukan. Dalam konteks penggunaan Instagram Stories untuk meningkatkan kolaborasi siswa, beberapa studi telah memberikan bukti empiris yang mendukung efektivitas metode ini. Misalnya, penelitian oleh Chen et al. (2021) di Taiwan menemukan bahwa penggunaan media sosial dalam pembelajaran memungkinkan siswa untuk berkolaborasi secara lebih efektif dengan memanfaatkan fitur interaktif yang ditawarkan oleh platform tersebut. Siswa merasa lebih nyaman untuk berbagi ide dan saling memberikan umpan balik secara real-time, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas hasil kerja kelompok. 60 Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Media Instagram Stories... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 57-64, 2024 Tabel berikut menunjukkan peningkatan aspek kolaborasi dalam pembelajaran berbasis proyek menggunakan Instagram Stories: 61 Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Media Instagram Stories... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 57-64, 2024 Aspek Kolaborasi Komunikasi Efektif Pembagian Tugas Pemecahan Masalah Kolektif Tabel 2. Aspek kolaborasi Sebelum (% Siswa yang Sesudah (% Siswa Merasa Kolaboratif) yang Merasa Kolaboratif) 68% 90% 62% 85% 70% 88% Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan di Amerika Serikat oleh Johnson & Wales (2020) menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran berbasis Instagram Stories memiliki peningkatan signifikan dalam kemampuan kolaboratif mereka. Studi tersebut mencatat bahwa fitur-fitur seperti polling, question stickers, dan video pendek memungkinkan siswa untuk berpartisipasi secara lebih aktif dan interaktif. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa memanfaatkan teknologi digital dalam pendidikan, khususnya media sosial, dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, serta mendorong pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna. Contoh Peningkatan Motivasi Belajar melalui Media Digital 1. Selain itu, analisis kualitatif juga menunjukkan bahwa siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi ketika menggunakan platform yang sudah akrab bagi mereka. Rasa keterlibatan ini menjadi kunci dalam mendorong kolaborasi yang lebih baik, karena siswa merasa bahwa pembelajaran menjadi lebih relevan dan menyenangkan. Penggunaan Konten Visual yang Menarik Instagram Stories memungkinkan siswa untuk belajar melalui gambar, video, dan teks singkat yang menarik perhatian. Misalnya, siswa dapat membuat proyek kecil dengan tema tertentu, seperti kampanye lingkungan, dan menyajikannya melalui serangkaian cerita bergambar. Penelitian oleh (Villaespesa, 2020) menunjukkan bahwa penggunaan visual yang menarik dalam pembelajaran digital dapat meningkatkan retensi informasi sebesar 30%. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan modern, terutama dalam memfasilitasi pembelajaran kolaboratif yang lebih baik. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan faktor-faktor budaya dan sosial yang dapat mempengaruhi penerimaan teknologi ini di berbagai konteks pendidikan. 2. Interaksi dan Kolaborasi Fitur interaktif seperti polling, komentar, dan pesan langsung di Instagram Stories memungkinkan siswa untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman serta guru. Ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan tetapi juga memfasilitasi diskusi dan pembelajaran kolaboratif. Studi oleh (Lowe, 2021; Winson et al., 2024b; Zahroh, Rachmawati, et al., 2023) menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam kegiatan kolaboratif pada media sosial memiliki peningkatan pemahaman materi sebesar 25%. 3.2 Peningkatan Motivasi Belajar melalui Media Digital Penggunaan Instagram Stories dalam pembelajaran berbasis proyek telah terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh karakteristik media sosial yang interaktif dan visual, yang membuat materi pelajaran lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa (Z. Li, 2022; Nabirye, 2023; Yu, 2020). Instagram Stories memungkinkan siswa untuk berkreasi dan berkolaborasi secara langsung, yang memicu rasa ingin tahu dan semangat mereka dalam belajar (Kreling, 2022; Pınarbaşı, 2021; Rohmah, 2023). 3. Pembelajaran Berbasis Tantangan Instagram Stories dapat digunakan untuk memberikan tantangan atau tugas harian yang harus diselesaikan siswa. Tantangan ini bisa berupa kuis, teka-teki, atau tugas kreatif yang harus diunggah sebagai cerita. Hasil penelitian oleh (Mariyani, 2023; Ningsih, 2020) menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis tantangan dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa hingga 40%. Selain itu, media ini menawarkan cara baru bagi siswa untuk mengekspresikan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran melalui elemen visual seperti gambar, video, dan teks singkat. Pendekatan ini sejalan dengan preferensi generasi digital saat ini yang cenderung belajar lebih efektif melalui media yang mendukung interaksi visual dan praktis. Interaksi yang dihasilkan dari penggunaan media sosial juga memperkuat hubungan antar siswa, karena mereka dapat dengan mudah berbagi ide, memberikan umpan balik, dan berpartisipasi dalam diskusi kelompok melalui platform tersebut. 4. Pengakuan dan Umpan Balik Langsung Siswa mendapatkan umpan balik langsung dari teman dan guru melalui fitur likes dan komentar, yang dapat meningkatkan rasa pencapaian dan motivasi. Menurut penelitian oleh (Akpur, 2020; Yusmaliana, 2023), umpan balik positif yang cepat dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 35%. Tabel 3. Peningkatan Motivasi Belajar Jenis Intervensi Digital Konten Visual yang Menarik Interaksi dan Kolaborasi Pembelajaran Berbasis Tantangan Pengakuan dan Umpan Balik Langsung Peningkatan Motivasi Belajar 30% 25% 40% 35% Studi Referensi Setiawan & Putri (2020) Prasetyo et al. (2019) Nugroho & Santoso (2021) Wulandari & Kurniawan (2022) 62 Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Media Instagram Stories... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 57-64, 2024 Konten visual yang menarik memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Setiawan dan Putri (2020), penggunaan konten visual dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar sebesar 30%. Dengan menyajikan materi pembelajaran dalam format visual yang menarik dan mudah dipahami, siswa menjadi lebih terlibat dalam proses belajar. Hal ini menunjukkan bahwa visualisasi informasi dapat memicu minat siswa dan membuat mereka lebih antusias dalam menerima materi pelajaran. Selain konten visual, interaksi dan kolaborasi antar siswa juga berkontribusi pada peningkatan motivasi belajar. Penelitian oleh Prasetyo et al. (2019) menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang mengedepankan interaksi dan kolaborasi dapat meningkatkan motivasi belajar hingga 25%. Pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembelajaran, sehingga mereka merasa lebih terlibat dan termotivasi untuk belajar. Interaksi sosial dalam kelas juga menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan. Pembelajaran berbasis tantangan terbukti menjadi metode yang paling efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, dengan peningkatan mencapai 40% menurut Nugroho dan Santoso (2021). Metode ini melibatkan siswa dalam penyelesaian masalah dunia nyata, menjadikan pembelajaran lebih relevan dan menarik. Dengan menghadapi tantangan nyata, siswa tidak hanya belajar teoritis tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membangun rasa percaya diri dan ketekunan dalam diri siswa. Terakhir, pengakuan dan umpan balik langsung juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar. Wulandari dan Kurniawan (2022) mencatat bahwa metode ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 35%. Memberikan pengakuan atas prestasi siswa dan umpan balik yang konstruktif membantu mereka merasa dihargai dan memahami perkembangan belajar mereka dengan lebih baik. Dengan kombinasi berbagai intervensi digital yang efektif, dapat disimpulkan bahwa metode-metode ini merupakan strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam konteks pendidikan modern. 3.3 Peran Media Sosial dalam Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Banyak ahli sepakat bahwa media sosial, khususnya platform berbasis visual seperti Instagram, dapat memainkan peran krusial dalam mengembangkan keterampilan komunikasi. Menurut Anderson dan Rainie (2018), media sosial memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih menyampaikan pesan secara langsung dan kreatif, mengasah kemampuan mereka dalam menyusun narasi visual yang menarik. Di Amerika Serikat, studi oleh Smith dan Caruso (2019) menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam pendidikan meningkatkan keterampilan literasi digital dan komunikasi lintas budaya, karena siswa sering kali berinteraksi dengan audiens global. Di Indonesia, penelitian oleh Susanto dan Aulia (2020) mendapati bahwa siswa yang aktif menggunakan Instagram Stories dalam tugas sekolah lebih mampu mengartikulasikan pemikiran mereka secara jelas dan terstruktur. Hal ini berhubungan dengan keterlibatan mereka dalam proses pembuatan konten yang memerlukan perencanaan dan penyusunan pesan yang efektif. Lebih lanjut, penelitian mereka mencatat bahwa interaksi dua arah yang difasilitasi oleh media sosial mendorong siswa untuk lebih responsif dan adaptif terhadap umpan balik, yang merupakan aspek penting dalam komunikasi yang efektif. Bukti empiris lainnya berasal dari studi di Korea Selatan oleh Kim dan Lee (2021), yang meneliti dampak media sosial terhadap pembelajaran bahasa. Mereka menemukan bahwa siswa yang menggunakan platform media sosial untuk berlatih bahasa asing menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan berbicara dan menulis. Media sosial menyediakan kontekstualisasi real-time yang membantu siswa mempraktikkan komunikasi dalam situasi yang lebih nyata dan relevan. Dengan demikian, bukti dari berbagai negara memperkuat argumen bahwa media sosial memiliki potensi besar untuk mengembangkan keterampilan komunikasi siswa, terutama dalam konteks pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan alat digital seperti Instagram Stories. Integrasi ini menuntut siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkomunikasi secara efektif, keterampilan yang sangat dibutuhkan di era digital ini. 3.4 Adaptasi Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Teknologi Digital Studi tentang adaptasi Kurikulum Merdeka Belajar terhadap teknologi digital menunjukkan bahwa pendekatan ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai ahli pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Misalnya, penelitian oleh Johnson et al. (2021) di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat kemampuan berpikir kritis. Di Finlandia, Rimm-Kaufman et al. (2019) menemukan bahwa integrasi teknologi dalam kurikulum dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif. Di Indonesia, studi oleh Andrian dan Anwar (2022) menekankan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar memiliki potensi besar untuk beradaptasi dengan teknologi digital, terutama dalam konteks pembelajaran berbasis proyek. Mereka menyatakan bahwa penggunaan media sosial seperti Instagram Stories dapat mendukung pengembangan keterampilan sosial, mengingat siswa cenderung lebih termotivasi ketika menggunakan platform yang mereka kenal dan sukai. Bukti empiris dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif dan kolaborasi di antara siswa ketika teknologi digital terintegrasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, laporan dari UNESCO (2020) menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas dalam kurikulum untuk mengakomodasi perkembangan teknologi, dengan menyebutkan bahwa kurikulum yang dinamis dan adaptif adalah kunci untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global. Melalui pendekatan ini, Kurikulum Merdeka Belajar dapat berfungsi sebagai model bagi negara lain yang berusaha menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan relevan di era digital. Dengan demikian, penelitian ini mendukung gagasan bahwa adaptasi terhadap teknologi digital tidak hanya memungkinkan peningkatan kompetensi sosial, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk berkembang dalam masyarakat yang terus berubah. 3.5 Tantangan dan Hambatan Pembelajaran Digital dalam Implementasi Selain keterbatasan akses internet dan kesenjangan digital, tantangan lain yang sering muncul dalam implementasi pembelajaran digital adalah kurangnya literasi digital di kalangan siswa dan guru. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hidayat dan Kusuma (2021), banyak guru yang masih merasa tidak percaya diri dalam menggunakan teknologi digital sebagai alat pembelajaran, disebabkan oleh kurangnya pelatihan yang memadai. Hal ini sesuai dengan temuan UNESCO (2020) yang menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan adalah kunci untuk meningkatkan efektivitas 63 Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Media Instagram Stories... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 57-64, 2024 pembelajaran digital di sekolah-sekolah. Di beberapa negara, seperti Finlandia dan Korea Selatan, dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan pendidikan yang proaktif dan investasi besar dalam infrastruktur teknologi telah berhasil mengurangi hambatan dalam pembelajaran digital. Studi oleh (Cook, 2011) di Korea Selatan menunjukkan bahwa investasi dalam teknologi pendidikan, bersamaan dengan kurikulum yang difokuskan pada keterampilan abad ke-21. Bukti empiris lainnya berasal dari penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan oleh (Elosua, 2023; Ergado, 2021; Gros, 2020), yang menemukan bahwa sekolah-sekolah yang menyediakan perangkat digital individual untuk siswa, serta akses internet yang stabil, menunjukkan peningkatan signifikan dalam pencapaian akademik dan keterampilan kolaboratif siswa. Penelitian ini menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran digital sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan dukungan sistemik dari semua pihak yang terlibat dalam pendidikan. Dengan demikian, meskipun pembelajaran digital menawarkan potensi besar, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan kemampuan adaptasi para pendidik serta siswa terhadap teknologi. Masalah ini perlu diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan komunitas untuk memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran mereka. KESIMPULAN Penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan Instagram Stories dalam pembelajaran berbasis proyek dapat secara signifikan meningkatkan kompetensi sosial siswa SMA dalam konteks Kurikulum Merdeka Belajar. Dengan pendekatan campuran yang digunakan, hasil menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan yang berarti dalam kolaborasi dan komunikasi, yang merupakan elemen penting dari kompetensi sosial. Integrasi media sosial dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan yang relevan dengan era digital saat ini. Selain itu, penelitian ini menggarisbawahi perlunya memperhatikan faktor-faktor kontekstual yang dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran berbasis proyek menggunakan media sosial. Disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas, baik secara geografis maupun demografis, serta mengeksplorasi alat digital lain yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Secara keseluruhan, temuan dari penelitian ini menegaskan bahwa pengintegrasian teknologi dalam pendidikan memiliki potensi besar dalam memfasilitasi pengembangan kompetensi sosial siswa, menjadikannya lebih siap untuk menghadapi tantangan di masa depan. Kombinasi antara metode pembelajaran inovatif dan alat digital yang tepat dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan efektif. REFERENSI Abedi, E. A. (2024). Teachers’ beliefs about technology integration in Ghana: a qualitative study of teachers’, headteachers’ and education officials’ perceptions. Education and Information Technologies, 29(5), 5857–5877. https://doi.org/10.1007/s10639-023-12049-0 Ainin, D. T. (2021). Using Information Technology; Efforts in Overcoming Student Learning Difficulties. Journal of Physics: Conference Series, 1779(1). https://doi.org/10.1088/17426596/1779/1/012071 Akpur, U. (2020). Critical, Reflective, Creative Thinking and Their Reflections on Academic Achievement. Thinking Skills and Creativity, 37. https://doi.org/10.1016/j.tsc.2020.100683 Alexandre, L. B. (2022). Journalism and social media: incentives for media competence in Instagram Stories. Rotura: Journal of Communication, Culture and Arts, 2(1), 45–53. https://doi.org/10.34623/22hk-2438 Alves, R. (2013). Detection of procedural errors with stainless steel and NiTi instruments by undergraduate students using conventional radiograph and cone beam computed tomography. Iranian Endodontic Journal, 8(4), 160–165. https://www.scopus.com/inward/record.uri?partnerID=HzOx Me3b&scp=84885146344&origin=inward An, T. (2021). What in the world is educational technology? Rethinking the field from the perspective of the philosophy of technology. Learning, Media and Technology, 46(1), 6–19. https://doi.org/10.1080/17439884.2020.1810066 Azid, T. (2021). Learning and teaching of Islamic economics: conventional approach or Tawhidi methodology. International Journal of Ethics and Systems, 37(2), 281–300. https://doi.org/10.1108/IJOES-12-2019-0191 Bernardi, C. L. (2022). Social media analytics for nonprofit marketing: #Downsyndrome on Twitter and Instagram. Journal of Philanthropy and Marketing, 27(4). https://doi.org/10.1002/nvsm.1739 Bouchillon, B. C. (2021). Supplementing Access to Social Capital Over Time: Computer-Mediated Communication Competence for Social-Resource Development. Social Science Computer Review, 39(6), 1056–1074. https://doi.org/10.1177/0894439319895500 Budiarti, E. (2024). Exploratory activities for early childhood: Utilizing smartphone technology to enhance early childhood creativity, effective? Assyfa Journal of Multidisciplinary Education. Bui, T. T. H. (2022). Effectiveness of technology-integrated projectbased approach for self-regulated learning of engineering students. European Journal of Engineering Education, 47(4), 591–605. https://doi.org/10.1080/03043797.2021.2016636 Chien-Chi, C. (2020). Emotional Competence, Entrepreneurial SelfEfficacy, and Entrepreneurial Intention: A Study Based on China College Students’ Social Entrepreneurship Project. Frontiers in Psychology, 11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.547627 Choirudin, C., Sugilar, H., & Uluçay, V. (2023). TTM Magic Card Media Development! Assyfa Learning Journal, 2. Cook, D. A. (2011). Technology-enhanced simulation for health professions education: A systematic review and meta-analysis. JAMA, 306(9), 978–988. https://doi.org/10.1001/jama.2011.1234 Daher, W. (2023). Saturation in Qualitative Educational Technology Research. Education Sciences, 13(2). https://doi.org/10.3390/educsci13020098 Dai, Z. (2024). The role of project-based learning with activity theory in teaching effectiveness: Evidence from the internet of things course. Education and Information Technologies. https://doi.org/10.1007/s10639-024-12965-9 Dreyer, C. (2003). Teaching reading strategies and reading comprehension within a technology-enhanced learning environment. System, 31(3), 349–365. https://doi.org/10.1016/S0346-251X(03)00047-2 Duncan, K. J. (2020). Examining the Effects of Immersive Game-Based Learning on Student Engagement and the Development of Collaboration, Communication, Creativity and Critical Thinking. TechTrends, 64(3), 514–524. https://doi.org/10.1007/s11528-020-00500-9 Elosua, P. (2023). New Trends in Digital Technology-Based Psychological and Educational Assessment. Psicothema, 35(1), 64 Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Media Instagram Stories... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 57-64, 2024 50–57. https://doi.org/10.7334/psicothema2022.241 Ergado, A. A. (2021). Determining the barriers contributing to ICT implementation by using technology-organizationenvironment framework in Ethiopian higher educational institutions. Education and Information Technologies, 26(3), 3115–3133. https://doi.org/10.1007/s10639-020-10397-9 Fatra, M., Usmiyatun, U., & Karim, S. (2024a). Project-Based Learning Model with Google Sites and Students’ Mathematical Literacy. Edutechnium Journal of Educational Technology, 1. Fatra, M., Usmiyatun, U., & Karim, S. (2024b). Project-Based Learning Model with Google Sites and Students’ Mathematical Literacy. Edutechnium Journal of Educational Technology, 1. Gros, B. (2020). Challenges and opportunities of participatory design in educational technology. Edutec, 74, 12–24. https://doi.org/10.21556/edutec.2019.67.1761 Gross, J. (2022). Influencer Marketing on Instagram: Empirical Research on Social Media Engagement with Sponsored Posts. Journal of Interactive Advertising, 22(3), 289–310. https://doi.org/10.1080/15252019.2022.2123724 Guraya, S. (2020). Combating the COVID-19 outbreak with a technology-driven e-flipped classroom model of educational transformation. Journal of Taibah University Medical Sciences, 15(4), 253–254. https://doi.org/10.1016/j.jtumed.2020.07.006 Hagen-Gates, I. (2024). Fireside chats in the age of social media: a pentadic analysis of Alexandria Ocasio-Cortez’s Instagram stories. Atlantic Journal of Communication. https://doi.org/10.1080/15456870.2024.2398743 Hagge, P. (2021). Student Perceptions of Semester-Long In-Class Virtual Reality: Effectively Using “Google Earth VR” in a Higher Education Classroom. Journal of Geography in Higher Education, 45(3), 342–360. https://doi.org/10.1080/03098265.2020.1827376 Hansen, E. K. S. (2022). Students’ agency, creative reasoning, and collaboration in mathematical problem solving. Mathematics Education Research Journal, 34(4), 813–834. https://doi.org/10.1007/s13394-021-00365-y Jacobsen, C. B. (2022). Can Leadership Training Improve Organizational Effectiveness? Evidence from a Randomized Field Experiment on Transformational and Transactional Leadership. Public Administration Review, 82(1), 117–131. https://doi.org/10.1111/puar.13356 Kajamaa, A. (2020). Teacher interventions in students’ collaborative work in a technology-rich educational makerspace. British Journal of Educational Technology, 51(2), 371–386. https://doi.org/10.1111/bjet.12837 Karim, S., & Zoker, E. M. (2023). Technology in Mathematics Teaching and Learning: An Impact Evaluation in Selected Senior Schools in Masingbi Town. Assyfa Learning Journal, 2, 60–72. Kazemi, M. S. (2024). Social-emotional competence, social adequacy, and self-regulation among Iranian female high school students. Journal of Ethnicity in Substance Abuse. https://doi.org/10.1080/15332640.2024.2401866 Kreling, R. (2022). Feeling Authentic on Social Media: Subjective Authenticity Across Instagram Stories and Posts. Social Media and Society, 8(1). https://doi.org/10.1177/20563051221086235 Lee, J. (2020). An integrated humanities-social sciences course in health sciences education: Proposed design, effectiveness, and associated factors. BMC Medical Education, 20(1). https://doi.org/10.1186/s12909-020-02022-7 Lee, S. E. (2023). Teaching effective Instagram marketing strategies using an experiential learning project for cotton fibres and textiles. International Journal of Fashion Design, Technology and Education, 16(3), 288–295. https://doi.org/10.1080/17543266.2023.2190167 Lin, C. H. (2022). The Effectiveness of Project-Based Learning in Learning. Lecture Notes in Computer Science (Including Subseries Lecture Notes in Artificial Intelligence and Lecture Notes in Bioinformatics), 13449, 296–305. https://doi.org/10.1007/978-3-031-15273-3_33 Li, S. (2021). Towards proactive human–robot collaboration: A foreseeable cognitive manufacturing paradigm. Journal of Manufacturing Systems, 60, 547–552. https://doi.org/10.1016/j.jmsy.2021.07.017 Li, S. (2023). How the home learning environment contributes to children’s social–emotional competence: A moderated mediation model. Frontiers in Psychology, 14. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1065978 Li, Z. (2022). Lifecycle research of social media rumor refutation effectiveness based on machine learning and visualization technology. Information Processing and Management, 59(6). https://doi.org/10.1016/j.ipm.2022.103077 Lowe, M. (2021). Types of contact: A field experiment on collaborative and adversarial caste integration. American Economic Review, 111(6), 1807–1844. https://doi.org/10.1257/AER.20191780 Maemonah. (2022). The Shift in the Authority of Islamic Religious Education: A Qualitative Content Analysis on Online Religious Teaching. Qualitative Report, 27(9), 1830–1846. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2022.5325 Malemnganbi, A. (2022). Translation as a modernising agent: modern education and religious texts in colonial Manipur (1891–1947). Perspectives: Studies in Translation Theory and Practice, 30(6), 926–940. https://doi.org/10.1080/0907676X.2022.2071163 Mariyani. (2023). Analysis of the need for schoology-based mobile learning development as an effort to strengthen the 4C (critical, collaboration, creative, and communication) skills in students. AIP Conference Proceedings, 2621(1). https://doi.org/10.1063/5.0142581 Maros, M. (2023). Project-based learning and its effectiveness: evidence from Slovakia. Interactive Learning Environments, 31(7), 4147–4155. https://doi.org/10.1080/10494820.2021.1954036 Muhammad, I., Darmayanti, R., & Sugianto, R. (2023). Teori Vygotsky: Kajian bibliometrik penelitian cooperative learning di sekolah dasar (1987-2023). Bulletin of Educational Management and Innovation, 1(2), 81–98. Nabirye, P. (2023). Attitudes and usage of visual-aids in graduate student learning of gross anatomy at Makerere University. African Health Sciences, 23(1), 631–637. https://doi.org/10.4314/ahs.v23i1.67 Nasution, A. A. (2022). Technology-Based Mathematics Leaning: What Should Be Considered to Design Holographic Digital Learning Media? AIP Conference Proceedings, 2659. https://doi.org/10.1063/5.0113453 Ningsih, S. R. (2020). Effectiveness of using the project-based learning model in improving creative-thinking ability. Universal Journal of Educational Research, 8(4), 1628–1635. https://doi.org/10.13189/ujer.2020.080456 Pınarbaşı, F. (2021). A brand-centric framework for ephemeral media: Conceptual approach to Instagram stories. International Journal of Internet Marketing and Advertising, 15(5), 570–592. https://doi.org/10.1504/IJIMA.2021.118259 Poulou, M. S. (2023). Teachers’ Emotional Expressiveness and Coping Reactions to Students’ Emotions: Associations with Students’ Social-Emotional Competences and School Adjustment. Early Education and Development, 34(3), 607–625. https://doi.org/10.1080/10409289.2022.2053486 Radojevic, R. (2020). Visual framing and migrant discourses in social media: The story of idomeni on instagram. Understanding Media and Society in the Age of Digitalisation, 157–182. https://doi.org/10.1007/978-3-030-38577-4_8 65 Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Media Instagram Stories... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 57-64, 2024 Rizki, N., Laila, A. R. N., Inganah, S., & Darmayanti, R. (2022). Analysis of Mathematic Connection Ability in Mathematics Problem Solving Reviewed from Student’s Self-Confedence. Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran, 2(1), 111–126. Rohmah, N. (2023). Social Marketing Research: The impact of antismoking social advertising on knowledge levels via Instagram Stories. Social Medicine, 16(3), 145–151. https://www.scopus.com/inward/record.uri?partnerID=HzOx Me3b&scp=85176795785&origin=inward Root, W. B. (2021). Towards a Modern-Day Teaching Machine: The Synthesis of Programmed Instruction and Online Education. Psychological Record, 71(1), 85–94. https://doi.org/10.1007/s40732-020-00415-0 Rozgonjuk, D. (2020). Fear of Missing Out (FoMO) and social media’s impact on daily-life and productivity at work: Do WhatsApp, Facebook, Instagram, and Snapchat Use Disorders mediate that association? Addictive Behaviors, 110. https://doi.org/10.1016/j.addbeh.2020.106487 Ryhtä, I. (2020). Social and health care educators’ perceptions of competence in digital pedagogy: A qualitative descriptive study. Nurse Education Today, 92. https://doi.org/10.1016/j.nedt.2020.104521 saad, M. H. (2021). Conceptualization of SMEs’ business resilience: A systematic literature review. Cogent Business and Management, 8(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2021.1938347 Saki, E. G. (2023). A qualitative investigation of entrepreneurial marketing dimensions and their effect on brand image on the Instagram platform. International Journal of Entrepreneurship and Innovation. https://doi.org/10.1177/14657503231202664 Salhab, H. (2024a). Social media marketing—Rise of social media influencer marketing and Instagram. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(8). https://doi.org/10.24294/jipd.v8i8.3783 Salhab, H. (2024b). Social media marketing—Rise of social media influencer marketing and Instagram. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(8). https://doi.org/10.24294/jipd.v8i8.3783 Santiago, P., Alves, F. R. V, & Darmayanti, R. (2023). GeoGebra in the light of the Semiotic Representation Registers Theory: an international Olympic didactic sequence. Assyfa Learning Journal, 2, 73–90. Schabas, A. (2023). Game-based science learning: what are the problems with teachers practicing it in class? Assyfa Learning Journal, 2, 89–103. Schöttler, M. H. (2023). The Effect of the Drug Life Cycle Price on CostEffectiveness: Case Studies Using Real-World Pricing Data. Value in Health, 26(1), 91–98. https://doi.org/10.1016/j.jval.2022.06.007 Solehudin, R. H., & Darmayanti, R. (2018). Does token economy behaviour modification affect young children’s discipline? Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 202–215. Strijker, D. (2020). Research methods in rural studies: Qualitative, quantitative and mixed methods. Journal of Rural Studies, 78, 262–270. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2020.06.007 Sungkawati, E., & Uthman, Y. O. O.-O. (2024). Adopting Blue-Green Economy Terms to Achieve SDGs: Indonesia’s Opportunities and Challenges. Assyfa Learning Journal, 1. Syaifuddin, M., Darmayanti, R., & Rizki, N. (2022). Development of a two-tier multiple-choice (TTMC) diagnostic test for geometry materials to identify misconceptions of middle school students. Jurnal Silogisme: Kajian Ilmu Matematika Dan Pembelajarannya, 7(2). Ura, S. K. (2022). Racial Bias, Social-Emotional Competence, and Teachers’ Evaluation of Student Behavior. Children and Schools, 44(1), 17–26. https://doi.org/10.1093/cs/cdab028 Villaespesa, E. (2020). Ephemeral Storytelling With Social Media: Snapchat and Instagram Stories at the Brooklyn Museum. Social Media and Society, 6(1). https://doi.org/10.1177/2056305119898776 Vital-Soto, A. (2020). Mathematical modeling and a hybridized bacterial foraging optimization algorithm for the flexible jobshop scheduling problem with sequencing flexibility. Journal of Manufacturing Systems, 54, 74–93. https://doi.org/10.1016/j.jmsy.2019.11.010 Vital-Soto, A. (2023). A multi-objective mathematical model and evolutionary algorithm for the dual-resource flexible job-shop scheduling problem with sequencing flexibility. Flexible Services and Manufacturing Journal, 35(3), 626–668. https://doi.org/10.1007/s10696-022-09446-x Waljinah, S. (2020). The study of euphemism in social media: Digital technology-based learning media innovation. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 12(2), 172–184. https://www.scopus.com/inward/record.uri?partnerID=HzOx Me3b&scp=85083050393&origin=inward Widodo, T., Rachmawati, L. N., & Hasanah, S. N. (2023). Development of Digital-based LKPD on Ecosystem Material. Edutechnium Journal of Educational Technology, 2, 66–76. Winson, V. R. V, Narayana, S. T. V, Sailaja, S. V, & Kashyap, A. M. N. (2024a). Augmentation of Collaborative Learning for Design (Engineering) Subjects in Remote Learning. Assyfa Learning Journal, 1, 1–9. Winson, V. R. V, Narayana, S. T. V, Sailaja, S. V, & Kashyap, A. M. N. (2024b). Augmentation of Collaborative Learning for Design (Engineering) Subjects in Remote Learning. Assyfa Learning Journal, 1, 1–9. You, Y. (2023). Modernizing education with Chinese characteristics? The Chinese academic discourse on education modernization (1985–2021). Asia Pacific Education Review. https://doi.org/10.1007/s12564-023-09853-1 Yulianeta, Y., Faisol, M., & Gilani, H. S. A. (2024). Viral Social Media: Learning via Social Media. Edutechnium Journal of Educational Technology, 1. Yu, M. (2020). The assistance of electronic visual aids with perceptual learning for the improvement in visual acuity in visually impaired children. International Ophthalmology, 40(4), 901– 907. https://doi.org/10.1007/s10792-019-01257-8 Yusmaliana, D. (2023). Ecological Education in Islamic Religious Learning Based on Creative Imagination. World Sustainability Series, 53–68. https://doi.org/10.1007/978-981-99-7572-3_4 Zahroh, U., Darmayanti, R., Choirudin, C., Soebagyo, R. I., & Nalarsih, R. T. (2023). Project-Based Learning Training and Assistance for Prospective High School Teacher. Jurnal Inovasi Dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat, 2, 115–121. Zahroh, U., Rachmawati, N. I., Darmayanti, R., & Tantrianingrum, T. (2023). Guidelines†for collaborative learning in 21st century education at Madrasah Tsanawiyah. Assyfa Journal of Islamic Studies, 2, 10. Zhang, B. (2021). FlexMatch: Boosting Semi-Supervised Learning with Curriculum Pseudo Labeling. Advances in Neural Information Processing Systems, 22, 18408–18419. https://www.scopus.com/inward/record.uri?partnerID=HzOx Me3b&scp=85132030825&origin=inward 66