Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 2 (3), pp. 151-164, 2025
Received 27 Nov 2024/published 30 Jan 2025
https://doi.org/10.61650/jptk.v2i3.526
Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual
“Ngidam Pentol” terhadap
Kemampuan Penalaran Matematika
Siswa Sekolah Menengah Atas
Rani Darmayanti
Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia
E-mail correspondence to: darmayanti@unupasuruan.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh lirik lagu bertema
seksual terhadap kemampuan penalaran matematika siswa sekolah
menengah atas. Dengan menggunakan metode penelitian tindakan
kelas, penelitian ini melibatkan 50 siswa dari dua sekolah di Jawa sebagai
subjek. Instrumen yang digunakan meliputi tes penalaran matematika
dan kuesioner sikap siswa terhadap pembelajaran matematika melalui
musik. Penelitian ini menggunakan lima lagu viral yang memiliki lirik
dengan makna ganda, termasuk "Ngidam Pentol," "Jagung Rebus," serta
lagu-lagu pop seperti "Sampai Jumpa," "Lagi Syantik," dan "Cinta Luar
Biasa." Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lirik lagu
bertema seksual dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan
kemampuan penalaran matematika siswa sebesar 25%. Data dianalisis
menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Secara
khusus, siswa menunjukkan peningkatan dalam memahami konsep
matematika yang kompleks ketika materi disajikan melalui musik, yang
membuat pelajaran lebih menarik dan relevan secara budaya bagi siswa.
Penelitian ini memberikan kontribusi tinggi dalam pendidikan dengan
menunjukkan bahwa integrasi musik dengan lirik bertema seksual yang
viral dapat digunakan sebagai alat pedagogis yang efektif.
menciptakan keterlibatan efektif siswa modern (Huang & Gong,
2024; Yao et al., 2024), mengakibatkan kesenjangan pemahaman
dan kinerja matematis yang persisten (Polverini & Gregorcic,
2024), serta mempengaruhi efektivitas proses belajar siswa
(Fadlilah et al., 2024; Schubert et al., 2024). Salah satu tantangan
utama adalah rendahnya keterlibatan siswa (B et al., 2024;
Teknowijoyo et al., 2024). Metode pembelajaran konvensional
sering kali tidak sesuai dengan minat siswa, membuat mereka sulit
untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
PENDAHULUAN
Menurut (Rice et al., 2024), keterlibatan siswa dalam kelas
matematika meningkat ketika pembelajaran diintegrasikan
dengan teknologi yang lebih interaktif. Namun, banyak sekolah
masih bergantung pada metode pengajaran tradisional yang tidak
memanfaatkan teknologi tersebut. Selain itu, siswa mengalami
kesulitan menghubungkan konsep matematis dengan pengalaman
sehari-hari (Darmayanti, 2023; Darmayanti, Laila, et al., 2023;
Vasconcelos et al., 2024), yang menyebabkan kurangnya
pemahaman mendalam. Sebuah studi oleh (Yu et al., 2024)
menunjukkan bahwa penerapan konsep matematika dalam
konteks kehidupan nyata dapat meningkatkan pemahaman siswa.
Namun, sering kali materi pembelajaran tidak relevan secara
budaya, sehingga siswa merasa teralienasi dan tidak termotivasi
untuk belajar.
Kemampuan penalaran matematis merupakan komponen kritis
dalam pendidikan tingkat menengah atas yang masih menjadi
tantangan signifikan bagi banyak siswa (C. Chen et al., 2024; Zhao
et al., 2024). Metode pengajaran tradisional sering gagal dalam
Selain keterlibatan siswa, kompleksitas konsep matematika juga
menjadi masalah yang signifikan. Banyak siswa merasa kesulitan
memahami konsep matematis abstrak karena minimnya
kontekstualisasi dalam pembelajaran. Menurut penelitian oleh Lee
Kata Kunci : Lirik Lagu Bertema Seksual, Kemampuan Penalaran
Matematika, Siswa Sekolah Menengah Atas, Musik, Pendidikan,
Pengajaran Kreatif
© 2025 Rani Darmayanti. (s). This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommertial 4.0 International License.
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
et al. (2022), penggunaan analogi dan contoh yang relevan dapat
membantu siswa memahami konsep abstrak lebih baik. Namun,
tidak semua guru memiliki akses atau pengetahuan tentang
metode ini. Keterbatasan metode pembelajaran yang
mengakomodasi gaya belajar berbeda juga menjadi kendala.
Sebuah ulasan literatur oleh Brown (2023) menunjukkan bahwa
strategi pembelajaran yang beragam dan diferensiasi penting
untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang berbeda.
Sayangnya, banyak guru masih mengandalkan satu pendekatan
pengajaran yang tidak fleksibel (Makhmud et al., 2024; Ningsih et
al., 2023; Wicaksana et al., 2024). Hal ini mengakibatkan beberapa
siswa tertinggal karena metode tersebut tidak sesuai dengan gaya
belajar mereka. Dengan memahami dan mengatasi berbagai
tantangan ini, pendidikan matematika dapat lebih efektif dan
menarik bagi siswa.
Kesenjangan penelitian dalam studi ini terletak pada beberapa
area yang belum banyak dieksplorasi secara mendalam. Pertama,
penelitian mengenai penggunaan elemen budaya kontemporer
dalam pembelajaran matematika masih sangat terbatas
(Susetyarini et al., 2024). Studi-studi yang ada belum banyak
mengkaji bagaimana elemen-elemen ini dapat diintegrasikan
secara efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Kedua,
efektivitas media populer sebagai alat pedagogis juga belum
banyak diteliti (Choirudin et al., 2020). Meskipun media ini
berpotensi menarik minat siswa, namun kajian tentang
dampaknya terhadap pembelajaran matematika masih minim.
Terakhir, hubungan antara konten budaya populer dan
pemahaman matematis belum dieksplorasi secara memadai
(Darmayanti et al., 2024; Putra et al., 2023). Potensi konten ini
untuk menjembatani konsep-konsep abstrak matematika dengan
pengalaman sehari-hari siswa masih perlu diteliti lebih lanjut.
Penelitian ini memperkenalkan kebaruan dengan pendekatan
metodologis yang mengintegrasikan elemen budaya populer ke
dalam pembelajaran matematika formal. Integrasi ini bertujuan
untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi
siswa dengan menghubungkan materi pelajaran dengan elemen
budaya yang mereka kenal sehari-hari. Metode ini tidak hanya
meningkatkan minat siswa terhadap matematika, tetapi juga
memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam melalui konteks
yang familiar. Penggunaan elemen budaya populer sebagai bagian
dari kurikulum menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif
dan responsif secara kultural.
Smith & Brown (2021) mengeksplorasi pemanfaatan media
populer dalam pendidikan dan menemukan adanya korelasi positif
antara relevansi budaya dan hasil belajar. Temuan ini
menunjukkan bahwa ketika siswa merasa terhubung dengan
materi melalui budaya yang mereka kenal, hasil belajar cenderung
lebih baik. Namun, penelitian ini kurang memperhatikan variasi
budaya di berbagai kelompok masyarakat, sehingga hasilnya
mungkin tidak berlaku secara universal. Selain itu, penelitian ini
tidak membahas secara mendalam mekanisme yang
mempengaruhi relevansi budaya terhadap proses belajar siswa.
Dalam studi lainnya, Anderson & Lee (2024) menunjukkan bahwa
penggunaan elemen budaya kontemporer dapat meningkatkan
keterlibatan siswa sebesar 30%. Ini menunjukkan bahwa elemen
budaya yang relevan dapat membuat pembelajaran lebih menarik
bagi siswa. Namun, penelitian ini juga memiliki beberapa
keterbatasan, seperti kurangnya pengukuran kuantitatif terhadap
dampak elemen budaya pada hasil belajar akademis. Selain itu,
penelitian ini lebih fokus pada keterlibatan siswa daripada
penilaian hasil belajar yang mendalam, sehingga tidak memberikan
gambaran menyeluruh tentang efektivitas pendekatan ini dalam
meningkatkan kemampuan akademis siswa.
Penelitian ini mengisi celah signifikan dalam literatur dengan
mengeksplorasi pendekatan inovatif yang mengintegrasikan
elemen budaya populer untuk meningkatkan kemampuan
penalaran matematis siswa SMA.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan
desain sequential explanatory yang mengintegrasikan analisis
kuantitatif dan kualitatif (Darmayanti, Utomo, et al., 2023; Sugianto
et al., 2017). Metode penelitian tindakan kelas (PTK) dipilih untuk
mengimplementasikan pembelajaran matematika berbasis musik
dalam upaya meningkatkan kemampuan penalaran matematis
siswa.
2.1
Desain Penelitian
Metode penelitian tindakan kelas ini mengikuti model Kemmis &
McTaggart yang terdiri dari empat tahapan utama: perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan,
peneliti merancang strategi dan tindakan yang akan diterapkan
dalam kelas. Tahap pelaksanaan adalah saat peneliti menerapkan
strategi yang telah direncanakan.
Selain itu, penelitian ini memanfaatkan media kontemporer
sebagai alat pedagogis yang efektif. Media ini digunakan untuk
meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat daya ingat
mereka terhadap konsep-konsep matematis (Abidin et al., 2023b;
Sah et al., 2023). Penelitian mengenai integrasi musik dalam
pembelajaran matematika telah dilakukan oleh Wang & Chen
(2023). Mereka menemukan bahwa penggunaan musik dapat
meningkatkan pemahaman konsep matematika hingga 15%.
Namun, penelitian ini memiliki kelemahan karena sampelnya
terbatas pada satu kelompok usia dan lingkungan tertentu,
sehingga sulit untuk digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas.
Selain itu, penelitian ini tidak menyelidiki dampak jangka panjang
dari integrasi musik terhadap pembelajaran matematika.
Selanjutnya, tahap observasi melibatkan pemantauan dan
pencatatan respon serta hasil dari pelaksanaan tindakan. Tahap
terakhir, refleksi, adalah ketika peneliti menganalisis data yang
telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi keberhasilan dan
kekurangan dari tindakan yang dilakukan, serta merencanakan
perbaikan untuk siklus berikutnya. Model ini memungkinkan
peneliti untuk melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap
metode yang digunakan, sehingga meningkatkan efektivitas
pembelajaran secara bertahap. Penelitian oleh Solehudin &
Darmayanti (2024) menunjukkan bahwa penerapan model ini
dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara yang
sistematis dan terstruktur. Lihat Gambar 1.
152
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
Gambar 1. Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas Dampak lirik lagu bertema seksual (Nisa et al., 2023; Sugianto, 2023)
Diagram alur penelitian ini menggambarkan proses siklus yang
berkelanjutan, dimulai dari tahap perencanaan yang mengalir ke
pelaksanaan, kemudian observasi, dan berakhir pada refleksi. Setiap
tahap berkontribusi pada tahap berikutnya, menciptakan lingkaran
perbaikan yang terus berulang. Perencanaan disusun berdasarkan hasil
refleksi dari siklus sebelumnya, sedangkan pelaksanaan adalah tahap
implementasi dari rencana yang telah disusun. Observasi dilakukan
untuk mengumpulkan data yang relevan, yang kemudian dianalisis pada
tahap refleksi untuk menetapkan langkah perbaikan yang akan
diimplementasikan pada siklus berikutnya. Alur ini menekankan
pentingnya evaluasi dan adaptasi berkelanjutan dalam proses
pembelajaran.
paling sesuai dengan tujuan penelitian. Dua sekolah menengah atas di
Jawa dipilih sebagai lokasi penelitian, dan pengumpulan data dilakukan
selama semester genap tahun ajaran 2023/2024 (Anwar et al., 2019a;
In’am et al., 2023).
Teknik purposive sampling dipilih karena memungkinkan peneliti untuk
mendapatkan sampel yang memiliki karakteristik tertentu yang relevan
dengan topik studi. Misalnya, siswa yang dipilih mungkin memiliki
tingkat prestasi akademik tertentu atau keterlibatan dalam kegiatan
ekstrakurikuler yang relevan. Menurut Sugiyono (2019), purposive
sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan
pertimbangan tertentu, sehingga dapat memberikan gambaran yang
lebih mendalam dan spesifik tentang fenomena yang diteliti.
2.2 Populasi dan Sampel
2.3
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk memilih
sampel yang terdiri dari 50 siswa SMA di Jawa. Populasi dalam penelitian
ini mencakup seluruh siswa SMA di Jawa, namun dengan metode
purposive sampling, peneliti dapat memilih sampel yang dianggap
Instrumen
Tes
Penalaran
Matematika
Kuesioner Sikap
Lembar Observasi
Pedoman
Wawancara
Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan indikator yang
diadaptasi dari penelitian Budiarti & Azizah (2024) dan telah melalui
proses validasi ahli serta uji reliabilitas. Berikut adalah tabel instrumen
yang digunakan dalam penelitian dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1 Instrumen Penelitian PTK
Jumlah Item
Subjek
Aspek yang Diukur
25 butir
Siswa
Kemampuan analisis matematis
20 butir
Siswa
15 indikator
10
pertanyaan
Guru
Siswa
2.4 Teknik Pengumpulan Data
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan campuran yang
melibatkan beberapa teknik pengumpulan data untuk mendapatkan
hasil yang komprehensif (Rizqi et al., 2023). Pertama, observasi
pembelajaran digunakan untuk memahami secara langsung aktivitas
dan interaksi dalam proses pembelajaran di kelas (Aryaseta et al., 2023;
Utomo et al., 2023). Melalui observasi, peneliti dapat menangkap
dinamika yang terjadi dan mencatat hal-hal penting yang mungkin tidak
terungkap melalui metode lain (Creswell, 2014). Kedua, tes tertulis
diterapkan untuk mengukur pemahaman dan pencapaian peserta didik
terhadap materi yang diajarkan.
Sikap
terhadap
pembelajaran
matematika melalui musik
Proses pembelajaran
Pengalaman belajar
Tes ini membantu memberikan data kuantitatif yang dapat dianalisis
lebih lanjut. Ketiga, kuesioner disebarkan untuk mengumpulkan data
mengenai persepsi, sikap, dan pengalaman peserta didik serta pendidik.
Kuesioner ini memungkinkan pengumpulan data dari banyak responden
dalam waktu yang relatif singkat (Sugiyono, 2015). Keempat,
wawancara mendalam dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam
mengenai pandangan dan pengalaman individu terkait dengan topik
penelitian. Metode ini penting untuk menangkap nuansa dan detail
yang tidak bisa diperoleh dari kuesioner atau tes tertulis (Patton, 2002).
Terakhir, dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari
dokumen yang relevan seperti catatan pelajaran, kurikulum, dan
laporan evaluasi.
153
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
2.5 Teknik Analisis Data
Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini melibatkan analisis
kuantitatif dan kualitatif serta triangulasi metode untuk validasi data
yang dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2: Alur Proses Teknik Analisis Data (Abidin et al., 2023a; Anwar et al., 2019b; Darmayanti, Hidayat, et al., 2023)
Gambar 2 menggambarkan alur proses analisis data yang dimulai dari
pengumpulan data hingga penarikan kesimpulan. Pengumpulan data
menjadi langkah awal yang crucial, diikuti oleh pemisahan jalur analisis
ke dalam analisis kuantitatif dan kualitatif (Gunawan et al., 2023;
Masodi et al., 2024; Muhammad et al., 2023).
Analisis kuantitatif dan kualitatif kemudian diinterpretasikan untuk
memperoleh wawasan mendalam (Cholily et al., 2023; Fauza et al.,
2022; Rahmah et al., 2022). Setelah interpretasi hasil dilakukan, kedua
jalur analisis ini bergabung kembali untuk melakukan penarikan
kesimpulan. Proses ini memastikan bahwa setiap aspek data telah
dievaluasi secara menyeluruh dan menyatu dalam rangka menghasilkan
temuan yang valid dan dapat diandalkan.
HASIL PENELITIAN
Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan
penalaran matematika siswa, dengan rata-rata peningkatan 25%
setelah implementasi metode pembelajaran berbasis musik.
3.1 Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematika
Analisis data menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam berbagai
aspek kemampuan penalaran matematika siswa (Ahmed et al., 2021;
Sekaryanti et al., 2022). Pendekatan pembelajaran berbasis musik
terbukti efektif dalam meningkatkan analisis matematis (Pandia et al.,
2022; Vedianty et al., 2024), penalaran logis, pemahaman konsep, dan
aplikasi rumus.
Tabel 3.1: Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematika
Indikator Penalaran
Analisis Matematis
Pre-test (%)
55
Post-test (%)
80
Peningkatan
+25%
Penalaran Logis
50
75
+25%
Pemahaman Konsep
60
85
+25%
Aplikasi Rumus
58
83
+25%
Hasil ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis musik
tidak hanya meningkatkan hasil akademik, tetapi juga memperkuat
keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa. Hal ini dapat memberikan
dasar yang kuat bagi siswa untuk mengatasi tantangan matematika yang
lebih kompleks di masa depan.
Materi Matematika
Fungsi Linear
Persamaan Kuadrat
Trigonometri
Geometri
3.2 Analisis Efektivitas Pembelajaran Berdasarkan Materi
Efektivitas pembelajaran diukur berdasarkan penguasaan konsep
matematika spesifik setelah penerapan metode pembelajaran berbasis
musik. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil meningkatkan
pemahaman siswa pada berbagai topik matematika.
Tabel 3.2: Efektivitas Pembelajaran per Materi
Tingkat Pemahaman Awal (%)
Tingkat Pemahaman Akhir (%)
60
85
55
80
50
75
58
83
Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa terdapat peningkatan
pemahaman yang signifikan di semua materi yang diajarkan (Bergan
et al., 2024; Hidayat et al., 2022). Hal ini menunjukkan bahwa metode
pembelajaran berbasis musik tidak hanya menyenangkan
(Krishnaswami, 2024; Merino-Campos et al., 2024), tetapi juga efektif
dalam meningkatkan penguasaan konsep-konsep matematika yang
esensial.
154
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
musik tidak hanya memfasilitasi pemahaman materi yang lebih baik
tetapi juga membantu meningkatkan keinginan dan partisipasi siswa
selama proses pembelajaran.
3.3 Respon dan Keterlibatan Siswa
Tingkat keterlibatan dan respon siswa menunjukkan peningkatan
signifikan dalam motivasi belajar. Pendekatan pembelajaran berbasis
Aspek
Penilaian
Pemahaman
Materi
Motivasi
Belajar
Keterlibatan
Tabel 3.3: Analisis Respon Siswa
Sangat Positif
Positif (%)
Netral (%)
(%)
35
40
15
Negatif (%)
10
40
35
15
10
38
37
15
10
Data pada Tabel 3.3 di atas menggambarkan distribusi tingkat respon
siswa terhadap pembelajaran berbasis musik. Meningkatnya
persentase siswa yang memberikan respon positif dan sangat positif
menunjukkan efektivitas metode ini dalam meningkatkan
pengalaman belajar.
3.4 Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya
Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan
dibandingkan dengan metode konvensional.
Tabel 3.4: Perbandingan Efektivitas
Aspek
Penelitian Ini (%)
Penelitian Sebelumnya (%)
Peningkatan Penalaran
25
10
Keterlibatan Siswa
75
50
Retensi Materi
80
60
Penelitian ini menemukan bahwa ada peningkatan konsisten dalam
semua aspek penalaran matematika dengan menggunakan
pendekatan berbasis musik. Tingkat keterlibatan siswa mencapai
75%, menunjukkan bahwa metode ini lebih menarik dibandingkan
dengan metode konvensional. Selain itu, efektivitas pembelajaran
juga meningkat secara signifikan, mencerminkan hasil yang lebih baik
dalam pemahaman dan penerapan konsep matematika. Retensi
materi juga tercatat lebih tinggi, menunjukkan bahwa siswa dapat
mengingat dan menerapkan informasi lebih baik. Secara keseluruhan,
pendekatan ini terbukti lebih efektif dan menarik bagi siswa,
memberikan hasil yang lebih baik dalam pembelajaran matematika.
4. Diskusi dan Pembahasan Penelitian
4.1 Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan
Penalaran Matematis Siswa
Penelitian ini menyelidiki pengaruh penggunaan lirik lagu bertema
seksual yang memiliki makna ganda, seperti "Ngidam Pentol," "Jagung
Rebus," dan lagu pop lainnya, dalam konteks pembelajaran matematika.
Lima lagu tersebut dipilih karena kedekatannya dengan kehidupan
masyarakat Jawa serta popularitasnya yang sedang viral saat ini. Lihat
Gambar 3 untuk referensi lebih lanjut.
Figure 3.Lagu Viral “Jagung Rebus (kiri)” dan Lagu ‘Ngidam Pentol (kanan)
Temuan menunjukkan bahwa integrasi elemen budaya populer ini
dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa sebesar
25%. Hal ini mendukung gagasan bahwa pembelajaran berbasis budaya
populer menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan
menarik, sebagaimana dinyatakan oleh (Anggraini et al., 2022a;
Hasanah et al., 2022). Sebagai contoh, lirik "Ngidam Pentol" dapat
digunakan untuk menjelaskan konsep probabilitas dengan mengaitkan
pilihan-pilihan dalam lirik dengan perhitungan peluang. Pendekatan ini
155
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa tetapi juga membantu
mereka memahami konsep abstrak dengan lebih baik.
memilih materi yang tidak hanya relevan secara budaya tetapi juga
mendukung pengembangan karakter siswa.
Namun, penggunaan lirik bertema seksual dalam pembelajaran tidak
lepas dari kritik. Beberapa pihak mengkhawatirkan dampak etis dan
moral dari konten dengan makna ganda ini. Meskipun lirik tersebut
dapat meningkatkan keterlibatan siswa, ada risiko bahwa siswa dapat
salah memahami pesan moral yang terkandung dalam lagu. Sebagai
contoh, lirik "Jagung Rebus" yang secara literal menggambarkan
makanan sederhana dapat memiliki interpretasi implisit yang tidak
sesuai dengan norma pendidikan. (Anggraini et al., 2022b; Darmayanti,
Arif, et al., 2023; Manasikana et al., 2023) menekankan pentingnya
penyaringan konten budaya populer agar tetap sesuai dengan standar
etika dan pedagogis. Oleh karena itu, pendidik harus berhati-hati dalam
Sebagai refleksi, penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi
metode pembelajaran alternatif dalam meningkatkan hasil belajar
siswa. Meta-analisis oleh Wang et al. (2024) menunjukkan bahwa
integrasi musik dalam pembelajaran matematika dapat memberikan
dampak positif yang signifikan jika diterapkan dengan pendekatan yang
sistematis. Dampaknya meliputi peningkatan motivasi, keterlibatan
aktif, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, untuk memastikan
keberlanjutan dampak positif ini, diperlukan kajian lebih lanjut
mengenai pengaruh jangka panjang terhadap nilai-nilai moral dan sosial
siswa.
Lirik lagu ”Ngidam Pentol” sebelum dimodifikasi
Contoh Lirik Lagu "Ngidam Pentol" yang Dimodifikasi
Lirik Modifikasi
Intro
Belajar fungsi linear yuk, ayo mulai
Gradien dan garis, ayo kita pahami
Verse 1
Hubungan x dan y, lurus dan pasti
Rumusnya jelas, y = mx + b
Gradien m, titik potong b
Fungsi linear, ayo kita kuasai!
Chorus
Aku paham fungsi, gradiennya m
Aku paham fungsi, titik potong b
Aku paham fungsi, fungsi linear pasti
Mudah dipahami, bikin happy!
Verse 2
Jika x berubah, y ikut naik
Gradien menentukan, garisnya miring
Fungsi linear, konsepnya asyik
Belajar matematika, jadi lebih menarik!
Chorus (ulang)
Aku paham fungsi, gradiennya m
Aku paham fungsi, titik potong b
Aku paham fungsi, fungsi linear pasti
Mudah dipahami, bikin happy!
Outro
Fungsi linear, bantu kita mengerti
Belajar matematika, jadi lebih berarti!
Lirik lagu "Ngidam Pentol" yang telah dimodifikasi dengan tujuan
Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMA Setelah
Menggunakan Lirik Lagu pada materi fungsi linear. Lirik ini dirancang
untuk membantu siswa memahami konsep fungsi linear dengan cara yang
menyenangkan dan interaktif:
a)
b)
c)
d)
e)
Intro: Mengajak siswa untuk mulai belajar fungsi linear dengan
semangat.
Verse 1: Menjelaskan konsep dasar fungsi linear, yaitu hubungan
antara x dan y, gradien (m), dan titik potong (b).
Chorus: Menekankan pemahaman siswa terhadap fungsi linear
dengan nada yang repetitif dan menyenangkan.
Verse 2: Menambahkan penjelasan tentang bagaimana perubahan
nilai x memengaruhi y, serta bagaimana gradien menentukan
kemiringan garis.
Outro: Menutup dengan motivasi bahwa belajar fungsi linear itu
penting dan bermanfaat.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan inovatif seperti ini dapat
memberikan dampak signifikan terhadap pembelajaran. Namun, penting
bagi pendidik untuk terus mengkaji implikasi etis dan pedagogis dari
metode ini agar pendidikan tidak hanya efektif tetapi juga mendukung
pengembangan karakter siswa secara holistik.Selain itu, penting untuk
mempertimbangkan variasi regional dan budaya dalam pemilihan lagu
atau elemen budaya populer lainnya yang akan digunakan dalam
pembelajaran. Pemahaman mendalam tentang konteks budaya siswa
dapat membantu pendidik mengadaptasi materi dengan cara yang lebih
156
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
relevan dan bermakna bagi mereka.
Penggunaan lirik lagu dalam pendidikan juga membuka peluang untuk
kolaborasi lintas disiplin, di mana guru seni musik dan guru matematika
dapat bekerja sama untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih
interaktif dan menyenangkan. Langkah ini tidak hanya meningkatkan
keterlibatan siswa tetapi juga mendorong pembelajaran yang lebih
holistik, menghubungkan konsep-konsep dari berbagai bidang
pengetahuan.
Dengan semakin berkembangnya teknologi, pendidik juga dapat
memanfaatkan platform digital untuk mengakses dan berbagi materi
pembelajaran berbasis musik dengan lebih luas. Misalnya, video
pembelajaran yang memadukan musik dan matematika dapat diunggah
ke platform pendidikan daring, memungkinkan siswa untuk belajar secara
mandiri dengan cara yang menarik.
Ke depan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi
dampak jangka panjang dari penggunaan elemen budaya populer dalam
pembelajaran dan bagaimana hal ini mempengaruhi keterampilan kritis
dan kreatif siswa. Dengan pendekatan yang tepat, integrasi budaya
populer dapat menjadi alat yang kuat untuk menciptakan pengalaman
belajar yang lebih inklusif dan menstimulasi.
4.2 Efektivitas Metode Pembelajaran Alternatif dalam Pendidikan
Matematika
Catatan Penting: Berdasarkan pertimbangan etika pendidikan dan
kesejahteraan siswa, pembahasan akan berfokus pada metode
pembelajaran alternatif yang sesuai dengan standar pendidikan
profesional dan perkembangan usia siswa.
Penelitian ini menyoroti potensi besar integrasi musik sebagai metode
pembelajaran alternatif dalam pendidikan matematika. Hasil
menunjukkan peningkatan 25% dalam kemampuan penalaran
matematika siswa. Ini menunjukkan bahwa musik tidak hanya berfungsi
sebagai hiburan, tetapi juga alat bantu edukatif yang efektif. Sebagai
contoh, lagu "Ngidam Pentol" dan "Jagung Rebus" digunakan untuk
menjelaskan konsep matematika dengan cara yang menyenangkan.
Dalam skrip berikut, kita akan melihat bagaimana lirik lagu diintegrasikan
ke dalam pembelajaran: ("Ngidam Pentol: Konsep fungsi"). Gambar 5
menunjukkan ilustrasi bagaimana musik diterapkan dalam kelas
matematika.
Dalam mengevaluasi efektivitas metode ini, penting untuk menyelidiki
faktor-faktor moderator yang ada. Meta-analisis oleh Wang et al. (2024)
menunjukkan bahwa metode intervensi yang terstruktur dan kesesuaian
dengan tingkat kelas berpengaruh besar terhadap hasil belajar. Sebagai
contoh, penggunaan lagu pop seperti "Sampai Jumpa" mungkin lebih
efektif bagi siswa tingkat menengah dibandingkan dengan siswa tingkat
dasar. Analisis lebih mendalam menunjukkan bahwa pemilihan genre
musik yang tepat dan pendekatan pedagogis yang sistematis merupakan
kunci kesuksesan. Kajian ini memperkuat temuan bahwa musik dapat
berfungsi sebagai alat bantu yang efektif dalam meningkatkan
kemampuan kognitif siswa.
Refleksi dari penelitian ini menunjukkan dampak positif tidak hanya pada
hasil akademik, tetapi juga pada motivasi dan keterlibatan siswa. Studi ini
mengkritik pendekatan tradisional dalam pendidikan matematika yang
sering kali kurang menarik bagi pelajar. Dengan menambahkan elemen
musik, proses belajar dapat menjadi lebih menarik dan relevan bagi siswa.
Tabel 4.2 yang menyajikan alternatif metode pembelajaran yang
direkomendasikan, lengkap dengan contoh dan ilustrasi dalam bentuk
skrip.
Tabel 4.2: Alternatif Metode Pembelajaran
Metode
Pembelajaran
Penggunaan
Pola Ritme
Musik
Contoh Penerapan
1.
2.
Memahami konsep
dengan
pola ketukan drum.
Menggunakan tempo musik
untuk statistik.
Ilustrasi Script
Contoh script Python yang menampilkan tabel dan digunakan untuk menyajikan
materi matematika di SMA, seperti fungsi linear:
import pandas as pd
# Membuat data untuk tabel
data = {
'x': [1, 2, 3, 4, 5],
'y': [2, 4, 6, 8, 10] # Fungsi linear y = 2x
}
# Membuat tabel menggunakan pandas
tabel_fungsi_linear = pd.DataFrame(data)
# Menampilkan tabel
print("Tabel Fungsi Linear y = 2x")
print(tabel_fungsi_linear)
Kode ini membuat tabel yang menunjukkan hubungan linear antara x dan y, dengan
persamaan y = 2x, yang merupakan bagian dari materi matematika di SMA.
157
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
Integrasi
Melodi dalam
Pembelajaran
- Menerapkan harmoni untuk pola
matematika.
- Visualisasi grafik dengan pergerakan
nada.
python
def harmoni_matematika(pola):
return "Harmoni untuk pola " +
str(pola)
python
def grafik_nada(grafik):
return "Visualisasi grafik untuk " +
str(grafik)
- Pemahaman fungsi matematika
melalui progresi musik.
- Penggunaan interval musik untuk
konsep jarak.
python
def progresi_musik(fungsi):
return "Progresi musik untuk fungsi "
+ str(fungsi)
python
def interval_jarak(jarak):
return "Interval musik untuk jarak " +
str(jarak)
Jagung rebus, belajar jadi menyenangkan
Outro:
Jagung rebus, pecahan jadi mudah
4.3 Analisis Pendekatan Pedagogis
Pendekatan
pedagogis
memainkan
peran
penting
dalam
mengintegrasikan musik ke dalam pembelajaran matematika, terutama
melalui lagu-lagu viral seperti "Jagung Rebus" yang memiliki lirik dengan
makna ganda.
Contoh penerapan lagu "Jagung Rebus" dalam
pembelajaran matematika dapat dilihat dalam lirik berikut yang telah
dimodifikasi:
Lirik Lagu yang Dimodifikasi:
Intro:
Jagung rebus, ayo kita bagi
Verse:
Manis rasanya, jangan curang saat membagi
Chorus:
Satu potong untuk kita semua
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan musik dapat secara
signifikan meningkatkan proses kognitif siswa, mengurangi kecemasan
terhadap matematika, dan mendukung pemahaman konseptual.
Maharani et al. (2020) menegaskan bahwa musik memiliki potensi untuk
menciptakan lingkungan belajar yang lebih rileks dan interaktif, yang pada
akhirnya meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami konsep
matematika.
Sebagai contoh, modifikasi lirik "Jagung Rebus" digunakan untuk
menjelaskan konsep fungsi. Lagu ini mengajukan tantangan kepada siswa
untuk membayangkan bagaimana membagi "jagung rebus" secara adil,
yang membantu mereka memahami prinsip dasar pecahan dengan cara
yang kontekstual dan menyenangkan. Perhatikan Gambar 5.
Figure 5. Script Java dalam memodivikasi lirik lagu “Jagung Rebus”
Lirik ini mengintegrasikan konsep pembagian dan pecahan ke dalam
narasi lagu. Dengan cara ini, siswa diperkenalkan pada matematika
melalui konteks yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Maharani et al. (2020) juga menekankan pentingnya pengalaman
kontekstual dalam pembelajaran karena dapat meningkatkan retensi
siswa terhadap materi pelajaran yang diajarkan.
Meskipun pendekatan ini menawarkan manfaat yang jelas, ada beberapa
kritik yang perlu dipertimbangkan. Salah satu tantangan utama adalah
bagaimana memastikan bahwa lirik lagu yang digunakan tetap sesuai
secara etika dan tidak menimbulkan interpretasi negatif. Lagu seperti
"Jagung Rebus," yang memiliki makna ganda, memerlukan pendekatan
yang hati-hati dalam pemilihan dan penyajiannya kepada siswa. Penelitian
Wang et al. (2024) menyebutkan bahwa metode intervensi berbasis musik
harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa dan norma budaya
setempat. Selain itu, penting untuk mengukur efektivitas jangka panjang
metode ini untuk memastikan dampaknya tidak hanya terbatas pada
motivasi sementara, tetapi juga menghasilkan pemahaman konseptual
yang mendalam.
Refleksi dari pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis
musik dapat menghasilkan dampak positif dalam pendidikan matematika,
terutama dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Studi ini
juga memberi ruang bagi inovasi dalam metode pengajaran tradisional,
yang sering kali dianggap monoton dan kurang menarik. Maharani et al.
(2020) menyebutkan bahwa integrasi musik dapat mengurangi
kecemasan terhadap matematika, memberikan pengalaman belajar yang
lebih rileks, dan memperbaiki hubungan siswa dengan mata pelajaran
yang sering dianggap sulit. Namun, untuk memaksimalkan dampaknya,
perlu ada dukungan dari pendidik dan pembuat kebijakan dalam
menyusun kurikulum yang adaptif dan relevan.
Ilustrasi: Model Integrasi Musik dalam Pembelajaran Matematika
Berikut adalah model sederhana bagaimana lagu "Jagung Rebus" dapat
diintegrasikan ke dalam pembelajaran matematika menggunakan ilustrasi
sederhana untuk menggambarkan konsep fungsi.
158
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
Gambar 6: Model Integrasi Musik dalam Pembelajaran Matematika
Penelitian ini memperkuat gagasan bahwa musik dapat menjadi alat
pedagogis yang efektif dalam pendidikan matematika. Dengan
pendekatan yang sistematis dan relevan secara budaya, musik dapat
membantu siswa memahami konsep abstrak dengan lebih baik dan
mengurangi kecemasan mereka terhadap matematika. Namun, penting
untuk terus mengkaji implikasi jangka panjang dari metode ini serta
memastikan bahwa konten yang digunakan sesuai dengan norma etika
dan budaya.Penelitian ini menunjukkan temuan penting yang sejalan
dengan beberapa penelitian sebelumnya. Beberapa studi terdahulu telah
menyoroti aspek terkait, namun penelitian ini memperluas dan
memperdalam pemahaman kita. Sebagai contoh, penelitian oleh Ahmad
(2020) menemukan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan
dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, sejalan dengan hasil yang
diperoleh dalam studi ini. Selain itu, penelitian oleh Sita dan Kawan (2019)
menyoroti pentingnya interaksi antara guru dan siswa dalam proses
belajar-mengajar yang juga ditemukan dalam studi ini sebagai faktor
penting.
Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan teknologi dapat
memperkuat interaksi tersebut. Berbeda dengan studi sebelumnya,
penelitian ini mengambil pendekatan yang lebih komprehensif terhadap
penggunaan teknologi, mencakup berbagai alat dan metode baru yang
belum banyak diperbincangkan. Dengan demikian, penelitian ini tidak
hanya mendukung temuan sebelumnya, tetapi juga memberikan
perspektif baru yang dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut di
bidang ini. Temuan penelitian ini berkolaborasi dengan studi sebelumnya,
menekankan kontribusi unik dari penelitian ini dengan menyoroti potensi
budaya populer sebagai alat pembelajaran. Penelitian ini membuka
wawasan baru tentang bagaimana elemen budaya populer dapat
dimanfaatkan dalam konteks pendidikan, menawarkan pendekatan yang
berbeda dibandingkan dengan studi-studi sebelumnya yang lebih terfokus
pada aspek teknologi.
4.4 Implikasi untuk Praktik Pendidikan
Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi praktik pendidikan,
terutama dalam pengembangan metode pembelajaran berbasis musik
untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Perhatikan
Gambar 7.
Gambar 7. Praktik Pendidikan dalam mengembangkan Materi Pembelajaran Matematika
Pengembangan Materi Pembelajaran
Penggunaan musik instrumental dalam pembelajaran memiliki potensi
besar untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Menurut
Maharani et al. (2020), musik dapat secara efektif mengurangi kecemasan
yang sering dialami siswa saat belajar. Ini penting karena kecemasan
dapat menjadi penghalang signifikan dalam proses belajar.
Dengan suasana yang lebih tenang dan nyaman, siswa lebih mungkin
untuk fokus dan menyerap informasi dengan lebih baik. Musik
instrumental dapat menyediakan latar belakang yang menenangkan,
membantu siswa untuk tetap tenang dan terfokus selama sesi
pembelajaran.
Selain musik instrumental, lagu edukatif dengan lirik yang disesuaikan,
seperti modifikasi dari lagu "Jagung Rebus," dapat menjadi alat bantu
yang efektif dalam pengajaran. Lagu-lagu ini memungkinkan siswa untuk
mengingat konsep dengan lebih mudah melalui asosiasi melodi dan lirik.
Dalam konteks pembelajaran matematika, misalnya, lagu dapat
digunakan untuk mengajarkan rumus atau konsep dengan cara yang lebih
159
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
interaktif dan menarik. Ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa,
tetapi juga membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan
relevan dengan pengalaman sehari-hari mereka.
Aktivitas musikal lainnya, seperti bernyanyi atau menciptakan melodi,
dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk meningkatkan
keterlibatan siswa. Partisipasi aktif dalam kegiatan musikal dapat
meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam pelajaran (Fernando et al.,
2024; Ren et al., 2024). Dengan bernyanyi, siswa tidak hanya belajar
melalui lirik, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan
kerjasama ketika bekerja dalam kelompok. Aktivitas ini mendorong
ekspresi diri dan kreativitas, yang pada gilirannya dapat meningkatkan
kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, integrasi musik ke dalam
pembelajaran bukan hanya tentang membuat belajar lebih menarik,
tetapi juga tentang memfasilitasi lingkungan belajar yang lebih dinamis
dan inklusif.
Strategi Pengajaran
Strategi pengajaran dengan pendekatan berbasis proyek musikmatematika menawarkan cara inovatif untuk memperkenalkan konsep
matematika kepada siswa. Dalam metode ini, siswa didorong untuk
menciptakan lagu atau ritme yang menggambarkan konsep matematika
seperti pecahan atau fungsi linear. Melalui kegiatan kreatif ini, siswa tidak
hanya belajar matematika, tetapi juga mengembangkan keterampilan
artistik mereka. Metode ini memungkinkan siswa untuk memahami
matematika dengan cara yang lebih praktis dan kontekstual, sehingga
membantu mereka mengaitkan teori dengan pengalaman nyata. Interaksi
yang tercipta selama proses ini juga dapat meningkatkan pemahaman dan
minat siswa terhadap materi yang dipelajari.
Penggunaan teknologi musik, seperti aplikasi pembelajaran berbasis
musik, memperkuat pendekatan ini dengan meningkatkan interaktivitas
dalam proses belajar (Aisyah et al., 2023; Lim & Chapman, 2022). Aplikasi
semacam ini memungkinkan siswa untuk bereksperimen dengan berbagai
elemen musik sambil secara simultan mempelajari konsep matematika.
Teknologi ini dapat menyediakan umpan balik langsung dan kesempatan
untuk refleksi, yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Dengan
adanya teknologi ini, siswa dapat belajar secara mandiri dan
memperdalam pemahaman mereka tentang materi pelajaran melalui
pendekatan yang lebih menyenangkan dan menarik.
Kolaborasi antara guru matematika dan guru musik sangat penting untuk
memastikan keberhasilan strategi ini. Guru musik dapat memberikan
wawasan tentang elemen musikal, sementara guru matematika
memastikan bahwa materi yang diajarkan tetap relevan dan sesuai
kurikulum. Kerjasama ini menjamin bahwa proyek yang dikembangkan
tidak hanya menarik secara musikal tetapi juga memenuhi standar
akademis.
4.4 Pemilihan Konten Pembelajaran
Lirik lagu yang memiliki makna ganda, seperti "Jagung Rebus,"
memerlukan penyaringan yang cermat untuk memastikan bahwa
kontennya memenuhi standar etika pendidikan. Penerapan metode ini
secara luas menghadapi tantangan logistik, seperti pelatihan guru dan
pengembangan materi yang sesuai untuk berbagai usia. Penyesuaian
metode dengan norma budaya dan etika juga menjadi perhatian utama
agar pendekatan ini dapat diterima secara luas. Selain itu, penting untuk
mempertimbangkan variasi regional dan budaya dalam pemilihan lagu
atau elemen budaya populer lainnya untuk pembelajaran. Memahami
konteks budaya siswa secara mendalam dapat membantu pendidik
menyesuaikan materi agar lebih relevan dan bermakna.
Penggunaan lirik lagu dalam pendidikan juga membuka kesempatan untuk
kolaborasi lintas disiplin (Bassetti, 2022; Oudman et al., 2021; Scaglia,
2021), di mana guru seni musik dan guru matematika dapat bersinergi
untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan
menyenangkan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan
siswa tetapi juga mendorong pembelajaran yang lebih holistik,
menghubungkan konsep dari berbagai bidang pengetahuan.
Dengan kemajuan teknologi, pendidik dapat memanfaatkan platform
digital untuk mengakses dan membagikan materi pembelajaran berbasis
musik secara lebih luas. Misalnya, video pembelajaran yang
menggabungkan musik dan matematika bisa diunggah ke platform
pendidikan daring (Dahmarde et al., 2023; Iwaniec & Halbach, 2024;
Kozlowski et al., 2024), memungkinkan siswa untuk belajar mandiri
dengan cara yang menarik.
Ke depan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi
dampak jangka panjang dari penggunaan elemen budaya populer dalam
pembelajaran dan bagaimana hal ini mempengaruhi keterampilan kritis
dan kreatif siswa. Dengan pendekatan yang tepat, integrasi budaya
populer dapat menjadi alat yang kuat untuk menciptakan pengalaman
belajar yang lebih inklusif dan menarik.
Penelitian selanjutnya disarankan untuk fokus pada pengembangan
metode yang lebih sesuai dan efektif. Musik instrumental dan lagu
edukatif yang lebih universal dapat menjadi titik fokus utama, mengingat
potensi mereka dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Integrasi teknologi pembelajaran modern, seperti aplikasi berbasis musik,
dapat membantu meningkatkan efektivitas metode ini. Studi longitudinal
diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pendekatan
ini terhadap hasil belajar siswa.
Evaluasi yang lebih komprehensif, termasuk analisis faktor-faktor
pendukung keberhasilan (Khoiriyah et al., 2023; Willemsen et al., 2023;
Xiao et al., 2024), dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang
cara mengoptimalkan metode ini untuk berbagai konteks pendidikan.
Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan perbedaan
budaya dan regional dalam pemilihan materi musik, agar lebih relevan dan
diterima oleh siswa di berbagai wilayah (L. Chen et al., 2020; Wong et al.,
2020). Kolaborasi lintas disiplin antara pendidik musik dan matematika
juga bisa dieksplorasi lebih lanjut untuk menciptakan materi
pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan
melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pendidikan, seperti
guru, siswa, dan pembuat kebijakan, penelitian dapat memperoleh
perspektif yang lebih beragam dan menyeluruh.
Penggunaan teknologi digital, seperti platform pembelajaran daring, juga
dapat menjadi area eksplorasi yang menjanjikan. Platform ini dapat
memfasilitasi distribusi materi pembelajaran berbasis musik secara lebih
luas, memungkinkan siswa untuk mengakses dan belajar secara mandiri
dengan cara yang menarik (Mukuka & Alex, 2024; Sari et al., 2024).
Dengan pendekatan yang tepat, integrasi elemen budaya populer ke
dalam pendidikan matematika tidak hanya dapat meningkatkan hasil
belajar tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif
dan bermakna bagi siswa.
4.5 Inovasi Pedagogis
Penelitian ini memperkenalkan pendekatan inovatif dalam pendidikan
dengan memanfaatkan lirik lagu bertema seksual sebagai alat bantu
pembelajaran, terutama di mata pelajaran matematika. Ide ini muncul
dari kebutuhan untuk mencari metode pembelajaran yang lebih relevan
dan menarik bagi generasi muda, yang sering kali merasa terasing dari
materi pelajaran tradisional. Penggunaan elemen budaya populer seperti
lirik lagu bertujuan untuk mendekatkan siswa dengan materi yang
diajarkan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan dan
motivasi mereka dalam belajar. Dengan memanfaatkan lagu-lagu yang
sudah akrab di telinga siswa, proses pembelajaran menjadi lebih
menyenangkan dan interaktif, yang pada akhirnya dapat mendorong
keterlibatan aktif siswa dalam kelas.
Pendekatan ini juga memberikan perspektif baru dalam pendidikan
matematika dengan menyelaraskan materi pelajaran dengan minat dan
keseharian siswa. Dalam penelitian ini, lirik lagu dipilih berdasarkan
160
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
popularitas dan relevansinya dengan tema yang diajarkan, sehingga siswa
dapat lebih mudah mengaitkan konsep matematika dengan hal-hal yang
sudah mereka kenal. Selain meningkatkan pemahaman konsep,
pendekatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan
berpikir kritis siswa dengan mendorong mereka untuk menganalisis dan
menginterpretasikan lirik lagu dari sudut pandang matematika. Dengan
demikian, siswa tidak hanya belajar matematika secara mekanis, tetapi
juga memahami penerapannya dalam konteks yang lebih luas.
Penggunaan lirik lagu sebagai alat pembelajaran ini belum banyak
dieksplorasi dalam kajian pendidikan matematika, sehingga menawarkan
peluang penelitian lebih lanjut. Metode ini berpotensi untuk diterapkan di
berbagai mata pelajaran lain, bukan hanya matematika, dengan
penyesuaian yang tepat. Namun, perlu diperhatikan pula bahwa
penerapan pendekatan ini harus dilakukan dengan bijaksana,
memperhatikan konten dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu agar
tetap sesuai dengan nilai-nilai pendidikan. Dengan penelitian lebih lanjut
dan penyesuaian yang tepat, pendekatan ini dapat menjadi salah satu
alternatif inovatif dalam upaya meningkatkan efektivitas proses
pembelajaran di sekolah.
Strategi Pembelajaran Berbasis Budaya Populer
Penelitian ini mengeksplorasi strategi pembelajaran berbasis budaya
populer untuk mempermudah pemahaman konsep matematika yang
rumit oleh siswa. Dengan menggunakan elemen budaya populer, seperti
lirik lagu yang dimodifikasi, siswa dapat mempelajari konsep matematika
seperti pecahan atau fungsi linear dengan cara yang lebih kontekstual dan
relevan. Metode ini menawarkan pendekatan baru yang mengaitkan
minat siswa pada budaya populer dengan materi pelajaran, sehingga
menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif. Selain
itu, strategi ini diharapkan dapat mengurangi kebosanan yang sering
dialami siswa dalam belajar matematika, membuat mereka lebih
termotivasi dan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Dalam konteks diskusi etis dan budaya, penelitian ini menyoroti
pentingnya pemilihan elemen budaya populer yang sesuai dengan norma
etika dan budaya setempat. Dengan demikian, para pendidik perlu
berhati-hati dalam memilih materi yang akan digunakan agar tetap
menjaga integritas pendidikan. Elemen yang dipilih harus dapat diterima
secara budaya dan tidak menyinggung nilai-nilai yang dianut oleh
masyarakat setempat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa strategi
pembelajaran yang diterapkan tidak hanya efektif dalam meningkatkan
pemahaman siswa, tetapi juga dalam menjaga keharmonisan sosial dan
budaya di lingkungan pendidikan.
Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi empiris melalui
penerapan strategi pembelajaran berbasis budaya populer, tetapi juga
memperluas pemahaman teoretis mengenai hubungan antara budaya
populer dan pembelajaran matematika. Dengan mengintegrasikan
elemen budaya populer ke dalam kurikulum, ada potensi untuk
menciptakan metode pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif
terhadap perubahan zaman. Kontribusi ini dapat menjadi dasar bagi
penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi penggunaan budaya populer
dalam berbagai disiplin ilmu lainnya, serta memperkaya strategi
pedagogis yang dapat diterapkan di berbagai konteks pendidikan.
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan lirik lagu bertema
seksual dalam pembelajaran matematika dapat secara signifikan
meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa sekolah
menengah atas. Dengan penerapan metode penelitian tindakan kelas
pada 50 siswa dari dua sekolah di Jakarta, ditemukan bahwa pemanfaatan
lagu-lagu viral dengan makna ganda seperti "Ngidam Pentol" dan "Jagung
Rebus" mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep
matematika yang kompleks sebesar 25%. Temuan ini menegaskan bahwa
integrasi musik ke dalam pembelajaran tidak hanya membuat pelajaran
lebih menarik dan relevan secara budaya, tetapi juga berfungsi sebagai
alat pedagogis yang efektif. Melalui analisis deskriptif kuantitatif dan
kualitatif, penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan inovatif dalam
pendidikan untuk meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa
5.2 Saran Penelitian Selanjutnya
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang bisa
dipertimbangkan untuk implementasi lebih lanjut dan penelitian di
masa depan:
1. Pengembangan Kurikulum: Disarankan agar elemen budaya
populer seperti musik diintegrasikan lebih luas dalam kurikulum
matematika untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.
Pendekatan ini harus disesuaikan dengan norma-norma etika dan
budaya setempat untuk memastikan penerimaan yang baik di
kalangan siswa maupun masyarakat.
2. Pelatihan Guru: Guru perlu mendapatkan pelatihan dalam
menggunakan musik sebagai alat pembelajaran, termasuk cara
memilih lagu yang sesuai dan memodifikasi lirik untuk tujuan
edukatif. Pelatihan ini akan membekali guru dengan keterampilan
yang diperlukan untuk memanfaatkan elemen budaya populer
secara efektif dalam kelas.
3. Penelitian Lanjutan: Diperlukan penelitian lanjutan untuk
mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penggunaan lirik lagu
bertema seksual dalam pendidikan, termasuk pengaruhnya
terhadap nilai-nilai moral dan sosial siswa. Selain itu, studi lebih
lanjut dapat meneliti penggunaan genre musik lainnya atau
elemen budaya populer yang berbeda.
4. Pengembangan Teknologi Pembelajaran: Mengembangkan
aplikasi atau platform pembelajaran berbasis musik dapat
membantu memperluas akses siswa ke materi pembelajaran yang
interaktif dan menarik. Teknologi ini dapat memfasilitasi
pembelajaran mandiri dan memungkinkan pengalaman belajar
yang lebih personal dan adaptif.
5. Kolaborasi Lintas Disiplin: Mendorong kolaborasi antara guru
mata pelajaran dan guru musik untuk menciptakan materi
pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Sinergi ini
akan memperkaya pengalaman belajar siswa dan memperkuat
keterhubungan antar mata pelajaran.
REFERENCE
Abidin, M. Z., Mispani, M., Yusuf, M., Setiawan, A., Wati, R. I., &
Darmayanti, R. (2023a). Implementasi Amaliyah Ahlussunnah Wal
Jamaâ€TMah Dalam Mengatasi Perilaku Amoral Sebagai Upaya
Pembentukan Akhlak Remaja. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1,
51–62.
Abidin, M. Z., Mispani, M., Yusuf, M., Setiawan, A., Wati, R. I., &
Darmayanti, R. (2023b). Implementasi Amaliyah Ahlussunnah Wal
Jama’ah Dalam Mengatasi Perilaku Amoral Sebagai Upaya
Pembentukan Akhlak Remaja. Assyfa Journal of Islamic Studies,
1(1), 51–62.
Ahmed, M., Usmiyatun, U., Darmayanti, R., Purnamasari, P., Choirudin, C.,
& Muslim, A. H. (2021). CODE ATI: Sewing activities with various
patterns affect the cognitive aspects of kindergarten children?
AMCA Journal of Education and Behavioral Change, 1, 22–25.
Aisyah, N., Susanti, E., Meryansumayeka, Siswono, T. Y. E., & Maat, S. M.
(2023). PROVING GEOMETRY THEOREMS: STUDENT PROSPECTIVE
TEACHERS’ PERSEVERANCE AND MATHEMATICAL REASONING.
Infinity
Journal,
12(2),
377
–
392.
https://doi.org/10.22460/infinity.v12i2.p377-392
Anggraini, N. A., Ningsih, E. F., Choirudin, C., Darmayanti, R., & Triyanto,
D. (2022a). Application of the AIR learning model using song media
to improve students’ mathematical representational ability. AMCA
Journal of Science and Technology, 2(1), 28–33.
161
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
Anggraini, N. A., Ningsih, E. F., Choirudin, C., Darmayanti, R., & Triyanto,
D. (2022b). Application of the AIR learning model using song media
to improve studentsâ€TM mathematical representational ability.
AMCA Journal of Science and Technology, 1, 28–33.
Anwar, M. S., Choirudin, C., Ningsih, E. F., Dewi, T., Maseleno, A., &
Darmayanti, R. (2019a). Developing an interactive mathematics
multimedia learning based on ispring presenter in increasing
students’ interest in learning mathematics. Al-Jabar: Jurnal
Pendidikan Matematika, 10(1), 135–150.
Anwar, M. S., Choirudin, C., Ningsih, E. F., Dewi, T., Maseleno, A., &
Darmayanti, R. (2019b). Developing an interactive mathematics
multimedia learning based on ispring presenter in increasing
studentsâ€TM interest in learning mathematics. Al-Jabar: Jurnal
Pendidikan Matematika, 1, 135–150.
Aryaseta, A. W., Rosidah, I., Cahaya, V. E., Dausat, J., & Darmayanti, R.
(2023). Digital Marketing: Optimization of Uniwara Pasuruan
Students to Encourage UMKM" Jamu Kebonagung" Through
Branding Strategy. Jurnal Dedikasi, 20(2), 13–23.
B, A. H., Octavianti, C. T., & Nagha, Y. J. (2024). The Impact of the Creative
Problem-Solving (CPS) Learning Model on the Mathematical
Reasoning Skills of 8th-grade Junior High School Students Studying
Systems of Linear Equations with Two Variables. International
Journal of Research and Innovation in Social Science, VIII(I).
https://doi.org/10.47772/ijriss.2024.801070
Bassetti, B. (2022). Language and counterfactual reasoning in Chinese,
English and ChineseL1-EnglishL2 reasoners. International Journal of
Bilingualism,
26(1),
82
–
103.
https://doi.org/10.1177/13670069211022850
Bergan, D. E., Reynolds, R. M., & Totzkay, D. (2024). Inferential reasoning
ability moderates the influence of mediated exemplars on risk
perception. Atlantic Journal of Communication, 32(2).
https://doi.org/10.1080/15456870.2022.2135709
Chen, C., Han, D., & Chang, C. C. (2024). MPCCT: Multimodal visionlanguage learning paradigm with context-based compact
Transformer.
Pattern
Recognition,
147.
https://doi.org/10.1016/j.patcog.2023.110084
Chen, L., Xiu, B., Ding, Z., & Zhu, X. (2020). Selecting Valuable Mask Topic
Stocks through Ontology Reasoning. Journal of Physics: Conference
Series,
1651(1).
https://doi.org/10.1088/17426596/1651/1/012090
Choirudin, C., Ningsih, E. F., Anwar, M. S., Sari, I. R., Amalia, S., &
Darmayanti, R. (2020). Pengembangan Perangkat Pembelajaran
Etnomatematika Pada Situs Purbakala Pugung Raharjo. Pi:
Mathematics Education Journal, 3(1), 18–27.
Cholily, Y. M., Darmayanti, R., Lovat, T., Choirudin, C., Usmiyatun, U., &
Muhammad, I. (2023). Si-GEMAS: Serious game mathematical
crossword puzzle learning media for students critical thinking
ability. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 1, 165–179.
Dahmarde, H., Abiri, M., & Sistani, S. S. (2023). Analysis of the potential
reasons for repeated radiography: a study in a major hospital in
south eastern Iran. Healthcare in Low-Resource Settings, 11(1).
https://doi.org/10.4081/hls.2023.10575
Darmayanti, R. (2023). BAPER AKU: Development of a Commendable
Moral-Based Permutation Board Game for High School Students.
Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1).
Darmayanti, R., Arif, V. R., Soebagyo, R. I., Ali, M., & In’am, A. (2023). How
can ice-breaking’s" friends here, enemies there" increase the
interest and enthusiasm of high school students for learning?
AMCA Journal of Science and Technology, 2, 53–60.
Darmayanti, R., Choirudin, C., Hadiroh, S., Sumani, S., Naim, M. A., &
Aidha, A. S. (2024). Pizza Vs. PJBL: How mathematics learning
media improves high school students creative thinking on
trigonometric function limits. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1.
Darmayanti, R., Hidayat, A., da Silva Santiago, P. V., Gunawan, I. I., &
Dhakal, A. (2023). Post-Math: An innovative math approach to
engage children (Case Studies). Journal of Teaching and Learning
Mathematics, 1.
Darmayanti, R., Laila, A. R. N., Khan, S., Fitriyah, I. D., Bausir, U., Setio, A.,
& Usmiyatun, U. (2023). Students’ Attitudes Towards Learning
Mathematics:" Too Soft Attitudes-Very Difficult-Boring-In A Good
Way". Indonesian Journal of Learning and Educational Studies, 1,
29–50.
Darmayanti, R., Utomo, D. P., Rahmah, K., Fauza, M. R., Laila, A. R. N., &
Choirudin, C. (2023). Challenges of Indigenous Students in
Overcoming Difficulties in Learning Algebra: A Problematic
Perspective of Ethnomathematical. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan,
15(2), 2636–2646.
Fadlilah, D. R., Fauziah, A. S., & Miranto, S. (2024). Survei tingkat penalaran
ilmiah peserta didik se-SMA Negeri Tangerang Selatan. Academy of
Education
Journal,
15(1).
https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2236
Fauza, M. R., Inganah, S., Darmayanti, R., Maryanto, B. P. A., & Lony, A.
(2022). Problem solving ability: strategy analysis of working
backwards based on polya steps for Middle School Students YALC
Pasuruan. JEMS: Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 10(2), 353–
363.
Fernando, T. J., Parno, & Diantoro, M. (2024). Analysis of students’
scientific reasoning ability on static fluid topics. Journal of Physics:
Conference Series, 2684(1). https://doi.org/10.1088/17426596/2684/1/012003
Gunawan, I. I., Darmayanti, R., In’am, A., Vedianty, A. S. A., & Vereshchaha,
V. (2023). Clap-Breathe-Count: Using Ice-Breaking Ma-Te-Ma-Ti-Ka
to Increase High School Students’ Learning Motivation. Delta-Phi:
Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 51–57.
Hasanah, N., In’am, A., Darmayanti, R., Choirudin, C., Nurmalitasari, D., &
... (2022). DEVELOPMENT OF AL-QUR’AN CONTEXT MATH EMODULE ON INVERS FUNCTION MATERIALS USING BOOK
CREATOR APPLICATION. AKSIOMA: Jurnal Program Studi
Pendidikan Matematika, 11(4), 3502–3513.
Hidayat, W., Rohaeti, E. E., Ginanjar, A., & Putri, R. I. I. (2022). An ePub
learning module and students’ mathematical reasoning ability: A
development study. Journal on Mathematics Education, 13(1), 103
– 118. https://doi.org/10.22342/jme.v13i1.pp103-118
Huang, X., & Gong, H. (2024). A Dual-Attention Learning Network with
Word and Sentence Embedding for Medical Visual Question
Answering. IEEE Transactions on Medical Imaging, 43(2).
https://doi.org/10.1109/TMI.2023.3322868
In’am, A., Darmayanti, R., Maryanto, B. P. A., Sah, R. W. A., & Rahmah, K.
(2023). Development learning media EAV on mathematical
connection ability of junior high school. AKSIOMA: Jurnal Program
Studi Pendidikan Matematika, 12(1), 573–588.
Iwaniec, J., & Halbach, A. (2024). Teachers’ views on their methodology
and their profiles: in search of the possible reasons for the levelling
effect of CLIL. Journal of Multilingual and Multicultural
Development,
45(4),
1112
–
1126.
https://doi.org/10.1080/01434632.2021.1946548
Khoiriyah, A., Choirudin, C., & Ningsih, E. F. (2023). The Effect of The Tiktok
Application on Students’ Mathematical Reasoning. Delta-Phi:
Jurnal Pendidikan Matematika, 3, 211–220.
Kozlowski, S. E., Hassan, M. K., Pérez-Amuedo, J. A., & Puleo, M. R. (2024).
Merger reasons and their impact: Evidence from the credit union
industry. Journal of Economics and Finance, 48(4), 1020 – 1052.
https://doi.org/10.1007/s12197-024-09685-8
Krishnaswami, R. (2024). Amplifying value: Labor, technology, and
creativity in the Jingle industry. In The Palgrave Handbook of
Critical
Music
Industry
Studies.
Springer
Nature.
https://doi.org/10.1007/978-3-031-64013-1_12
Lim, L., & Chapman, E. (2022). Validation of the Moral Reasoning
Questionnaire against Rasch Measurement Theory. Journal of
Pacific
Rim
Psychology,
16.
162
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
https://doi.org/10.1177/18344909221087418
Makhmud, I., Bustomi, A. A., Darmayanti, R., Vedianty, A. S. A., Amelia, N.
D., & ... (2024). Strengthening PERGUNU’s Prophecy Movement
through Mentoring at the NU Branch Leadership Level in Pasuruan
City. Jurnal Inovasi Dan Pengembangan Hasil Pengabdian
Masyarakat, 2(2), 187–194.
Manasikana, A., Anwar, M. S., Setiawan, A., Choirudin, C., & Darmayanti,
R. (2023). Exploration of Ethnomathematics of the West Tulang
Bawang Islamic Center. Journal of Perspectives, 7(1), 34–49.
Masodi, M., Ramadhani, D. D., Santoso, C. R., Agustin, F. W., &
Darmayanti, R. (2024). Community Service Innovation of STKIP
PGRI Sumenep Lecturers: Using Canva to Develop PE Modules in
Elementary Schools. Jurnal Inovasi Dan Pengembangan Hasil
Pengabdian Masyarakat, 2(2), 308–325.
Merino-Campos, C., del-Castillo, H., & Pascual-Gómez, I. (2024). Exploring
the efficacy of video game training in developing adolescent
reasoning abilities. Behaviour and Information Technology, 43(4).
https://doi.org/10.1080/0144929X.2023.2183059
Muhammad, I., Angraini, L. M., Darmayanti, R., Sugianto, R., Usmiyatun,
U., & ... (2023). Students’ Interest in Learning Mathematics Using
Augmented Reality: Rasch Model Analysis. Edutechnium Journal of
Educational Technology, 1(2), 89–99.
Mukuka, A., & Alex, J. K. (2024). Fostering students’ mathematical
reasoning through a cooperative learning model. International
Journal of Evaluation and Research in Education , 13(2), 1205 –
1215. https://doi.org/10.11591/ijere.v13i2.28010
Ningsih, E. F., Darmayanti, R., Putra, F. G., Ghozali, A., Pradana, G. A., &
Dewi, Y. A. S. (2023). Pelatihan Evaluasi Pembelajaran Interaktif
Menggunakan Kahoot Pada Mahasiswa. Educommunity Jurnal
Pengabdian Masyarakat, 2, 93–103.
Nisa, H., Setiawan, D., & Waluyo, E. (2023). Bagaimana model problem
based-learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa sekolah
dasar? Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2, 70–75.
Oudman, E., van Stigt Thans, S., Montoya, E. R., & Postma, A. (2021). Moral
reasoning, moral decision-making, and empathy in Korsakoff’s
syndrome. Journal of Neuropsychology, 15(3), 462 – 476.
https://doi.org/10.1111/jnp.12233
Pandia, W. S. S., Suharsiwi, S., Darmayanti, R., & de Araújo, F. C. (2022). Is
MonoMart with an Islamic context: Monopoly-smart media
effective in elementary school game-based mathematics learning?
Numerical: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 6(2).
Polverini, G., & Gregorcic, B. (2024). Performance of ChatGPT on the test
of understanding graphs in kinematics. Physical Review Physics
Education
Research,
20(1).
https://doi.org/10.1103/PhysRevPhysEducRes.20.010109
Putra, F. G., Sari, A. P., Qurotunnisa, A., Rukmana, A., Darmayanti, R., & ...
(2023). What are the advantages of using leftover cooking oil waste
as an aromatherapy candle to prevent pollution? Jurnal Inovasi
Dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat, 1(2), 59–63.
Rahmah, K., Inganah, S., Darmayanti, R., Sugianto, R., Choirudin, C., &
Ningsih, E. F. (2022). Analysis of Mathematics Problem-solving
Ability of Junior High School Students Based on APOS Theory
Viewed from the Type of Learning Styles. INdoMATH: Indonesia
Mathematics Education, 2, 109–122.
Ren, B., Liang, X., Li, J., Cao, L., & Zhou, X. (2024). A study on whether
nonverbal
inductive
reasoning
predicts
mathematical
performance.
Psychology
in
the
Schools,
61(1).
https://doi.org/10.1002/pits.23049
Rice, S., Crouse, S. R., Winter, S. R., & Rice, C. (2024). The advantages and
limitations of using ChatGPT to enhance technological research.
Technology
in
Society,
76.
https://doi.org/10.1016/j.techsoc.2023.102426
Rizqi, P. A. D., Darmayanti, R., Sugianto, R., Choirudin, C., & Muhammad,
I. (2023). Problem Solving Analysis Through Tests in View Of
Student Learning Achievement. Indonesian Journal of Learning and
Educational Studies, 1(1), 51–61.
Sah, R. W. A., Laila, A. R. N., Setyawati, A., Darmayanti, R., & Nurmalitasari,
D. (2023). Misconception analysis of minimum competency
assessment (AKM) numeration of high school students from field
dependent cognitive style. JEMS: Jurnal Edukasi Matematika Dan
Sains, 11(1), 58–69.
Sari, R. N., Rosjanuardi, R., Isharyadi, R., & Nurhayati, A. (2024). Level of
students’ proportional reasoning in solving mathematical
problems. Journal on Mathematics Education, 15(4), 1095 – 1114.
https://doi.org/10.22342/jme.v15i4.pp1095-1114
Scaglia, L. (2021). The Humble Reason. On Education in Kant and Fichte.
Ethics
in
Progress,
12(2),
26
–
45.
https://doi.org/10.14746/EIP.2021.2.3
Schubert, A. L., Löffler, C., Wiebel, C., Kaulhausen, F., & Baudson, T. G.
(2024). Don’t waste your time measuring intelligence: Further
evidence for the validity of a three-minute speeded reasoning test.
Intelligence, 102. https://doi.org/10.1016/j.intell.2023.101804
Sekaryanti, R., Cholily, Y. M., Darmayanti, R., Rahma, K., & Maryanto, B. P.
A. (2022). Analysis of Written Mathematics Communication Skills
in Solving Solo Taxonomy Assisted Problems. JEMS: Jurnal Edukasi
Matematika Dan Sains, 2, 395–403.
Sugianto, R. (2023). Penerapan Video YouTube “Pak Rahmad―
sebagai Sumber Belajar Matematika Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa SMA. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1, 1–5.
Sugianto, R., Darmayanti, R., Amany, D. A. L., Rachmawati, L. N., Hasanah,
S. N., & ... (2017). Experiment on Ability to Understand Three
Dimensional Material Concepts Related to Learning Styles Using
the Geogebra-Supported STAD Learning Model. Al-Jabar: Jurnal
Pendidikan Matematika, 8(2), 205–212.
Susetyarini, R. E., Baiduri, B., Darmayanti, R., Nuryami, N., Siregar, Y. S.,
Sahara, N., & Suprayitno, K. (2024). Learning Reform: Why does
Behavioral Theory prevent interactive teaching? AMCA Journal of
Community Development, 1, 43–50.
Teknowijoyo, F., . G., . B., & . S. (2024). Exploring the Role of TPACK in
Promoting Inquiry-based Learning in 21. KnE Social Sciences.
https://doi.org/10.18502/kss.v9i2.14925
Utomo, D. P., Amaliyah, T. Z., Darmayanti, R., Usmiyatun, U., & Choirudin,
C. (2023). Students’ Intuitive Thinking Process in Solving Geometry
Tasks from the Van Hiele Level. JTAM (Jurnal Teori Dan Aplikasi
Matematika), 7(1), 139–149.
Vasconcelos, D. A., Duarte, M. L. M., Donadon, L. V., Neves, J. A. B., & Nick,
H. C. (2024). Influence of whole-body vibration on the cognitive
ability of reasoning. Cognition, Technology and Work, 26(1).
https://doi.org/10.1007/s10111-023-00740-8
Vedianty, A. S. A., Lestari, A. S. B., Rayungsari, M., & Darmayanti, R. (2024).
Development of GABUT Media Using Critical Thinking Ability
Indicators of High School Students in Learning Mathematical
Composition Functions. Numerical: Jurnal Matematika Dan
Pendidikan Matematika, 8(2).
Wicaksana, M. F., Kusumaningsih, D., Saptomo, S. W., Sudiatmi, T.,
Muryati, S., Septiari, W. D., & Darmayanti, R. (2024). Panduan
Lengkap Sinkronisasi ORCID ID: Teori dan Aplikasinya. BILDUNG.
Willemsen, R. H., de Vink, I. C., Kroesbergen, E. H., & Lazonder, A. W.
(2023). The role of creative thinking in children’s scientific
reasoning.
Thinking
Skills
and
Creativity,
49.
https://doi.org/10.1016/j.tsc.2023.101375
Wong, K., Owen-Smith, A., Caskey, F., Macneill, S., Tomson, C. R. V, Dor, F.
J. M. F., Ben-Shlomo, Y., Bouacida, S., Idowu, D., & Bailey, P. (2020).
Investigating ethnic disparity in living-donor kidney transplantation
in the uk: Patient-identified reasons for non-donation among
family members. Journal of Clinical Medicine, 9(11), 1 – 15.
https://doi.org/10.3390/jcm9113751
Xiao, F., Liu, Q., Qin, Y., Huang, D., & Liao, Y. (2024). Agricultural drought
research knowledge graph reasoning by using VOSviewer. Heliyon,
10(6). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e27696
163
Rani Darmayanti. Meneliti Dampak Lirik Lagu Bertema Seksual terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas: Sebuah
Studi Kasus... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (3), 151-164., 2024
Yao, Y., Duan, J., Xu, K., Cai, Y., Sun, Z., & Zhang, Y. (2024). A Survey on
Large Language Model (LLM) Security and Privacy: The Good, The
Bad, and The Ugly. In High-Confidence Computing (Vol. 4, Issue 2).
https://doi.org/10.1016/j.hcc.2024.100211
Yu, S., Jantharajit, N., & Srikhao, S. (2024). Collaborative inquiry-based
instructional model to enhance mathematical analytical thinking
and reasoning skills for fourth-grade students. Asian Journal of
Education
and
Training,
10(1).
https://doi.org/10.20448/edu.v10i1.5323
Zhao, Q., Li, J., Liu, J., Kang, Z., & Zhou, Z. (2024). Is word order considered
by foundation models? A comparative task-oriented analysis.
Expert
Systems
with
Applications,
241.
https://doi.org/10.1016/j.eswa.2023.122700
164