Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 2 (2), pp. 105-120, 2024 Received 16 July 2024 / published 28 Sept 2024 https://doi.org/10.61650/jptk.v2i2.288 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini Untuk Meningkatkan Fungsi Eksekutif dan Perkembangan Kognitif Erna Budiarti1 dan Rani Darmayanti2 1. Universitas Panca Sakti Bekasi, Indonesia 2. Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia E-mail correspondence to: bbbudiarti@gmail.com Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh tujuh kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif anak usia dini. Kebiasaan ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Fungsi eksekutif, yang mencakup perencanaan, pengendalian impuls, dan memori kerja, sangat penting bagi perkembangan kognitif anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan anak PAUD sebagai subjek. Hasil menunjukkan bahwa kebiasaan sehat secara signifikan meningkatkan fungsi eksekutif, terutama dalam pengendalian impuls dan perencanaan. Studi ini menyoroti pentingnya memasukkan kebiasaan sehat dalam kurikulum PAUD untuk mendukung perkembangan holistik. Juga, disarankan bagi pendidik dan orang tua untuk mengintegrasikan kebiasaan sehat ini dalam rutinitas anak guna membangun dasar karakter dan kesadaran digital citizenship di masa depan. Kata Kunci: Kebiasaan sehat, Fungsi eksekutif, Anak usia dini, Perkembangan kognitif, Pendidikan PAUD PENDAHULUAN Fungsi eksekutif pada anak usia dini merupakan komponen kritis dalam perkembangan kognitif yang mempengaruhi keberhasilan akademik dan sosial di masa depan (Fauzi et al., 2022; Lestari, 2022; M. I. Saputra et al., 2024). Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan sehat memiliki peran penting dalam membentuk dan meningkatkan fungsi eksekutif. Namun, hubungan spesifik antara keduanya, terutama dalam konteks pendidikan anak usia dini (PAUD), masih belum sepenuhnya dipahami. Studi ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menyelidiki pengaruh tujuh kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif anak usia dini, yang mencakup kemampuan perencanaan, pengendalian impuls, dan memori kerja(Anggraini et al., 2023; Ariyani & Hadiani, 2020; Qodaria & Harsiwi, 2024). Penelitian-penelitian terdahulu telah mengeksplorasi berbagai aspek yang terkait dengan perkembangan fungsi eksekutif pada anak. Manik et al. (2024) meneliti hubungan antara tidur dan perkembangan kognitif anak, menunjukkan bahwa kualitas tidur berpengaruh pada fungsi eksekutif. Saputro (2024) melalui meta-analisisnya mengungkapkan bahwa durasi tidur yang tidak memadai berhubungan dengan masalah perhatian dan fungsi eksekutif. Sementara itu, Inayah et al. (2023) menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam perkembangan fungsi eksekutif anak. Penelitian terkait intervensi mindfulness dan yoga pada anak prasekolah telah dilakukan oleh Rahmayanti (2021), yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kontrol inhibitori dan regulasi diri. Penelitian ini 105 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 memberikan wawasan baru mengenai dampak positif praktik mindfulness terhadap perilaku anak, tetapi kelemahan dari studi ini adalah sampel yang terbatas dan kurangnya kontrol terhadap variabel lain yang mungkin mempengaruhi hasil. Selain itu, Solihin (2021) mengeksplorasi hubungan antara lingkungan makanan komunitas dan fungsi eksekutif anak, yang menekankan pentingnya nutrisi dalam perkembangan anak. Namun, penelitian ini tidak mempertimbangkan faktor sosialekonomi yang dapat memengaruhi akses terhadap makanan sehat, sehingga membatasi generalisasi temuan. Harfiandi et al. (2024) mengkaji hubungan antara tuntutan motorik dan tugas fungsi eksekutif, menemukan adanya keterkaitan yang kuat antara keduanya. Meskipun penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami perkembangan motorik dan kognitif, kelemahannya terletak pada desain penelitian yang mungkin tidak cukup mendalam untuk menjelaskan mekanisme di balik hubungan tersebut. Selain itu, studi lain seperti yang dilakukan oleh Eka & Pamungkas (2022) yang menginvestigasi efek permainan aktif terhadap kognisi anak, menunjukkan hasil positif tetapi tidak meneliti dampak jangka panjang dari intervensi tersebut. Penelitian oleh Putri et al. (2020) juga menyoroti pentingnya aktivitas fisik dalam perkembangan kognitif, namun tidak mempertimbangkan perbedaan individu di antara anak-anak. Kelemahan-kelemahan ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Meskipun penelitian-penelitian tersebut memberikan wawasan berharga, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman tentang bagaimana kombinasi kebiasaan sehat secara holistik dapat mempengaruhi fungsi eksekutif anak usia dini (Alkornia, 2023; Purwanto & Baan, 2022; Safruddin et al., 2022a). Studi ini menawarkan pendekatan baru dengan mengeksplorasi tujuh kebiasaan sehat secara bersamaan: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Dampaknya terhadap fungsi eksekutif belum banyak diteliti secara komprehensif dalam konteks PAUD, terutama di Indonesia(Aliya et al., 2024; Diswantika, 2022; Kurniasih, 2022). Keterbaharuan dalam penelitian ini terletak pada integrasi berbagai kebiasaan sehat dalam satu studi, yang secara khusus menargetkan populasi anak usia dini di Indonesia(Harahap et al., 2023; Novitasari & Wulandari, 2021; Sofiarini et al., 2020a). Penelitian ini mengadopsi pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek kesehatan, seperti pola tidur, nutrisi, aktivitas fisik, dan kebersihan, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang sering kali hanya berfokus pada satu aspek tunggal, seperti tidur atau nutrisi, penelitian ini mencerminkan kompleksitas interaksi antar kebiasaan sehat yang saling mempengaruhi(Setiawan et al., 2020; Subekti et al., 2024; Wisudojati et al., 2024). Dengan demikian, temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam upaya meningkatkan kesehatan anak usia dini di Indonesia, serta menjadi dasar bagi intervensi yang lebih efektif dan terintegrasi dalam promosi kesehatan anak. Hal ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut di bidang kesehatan anak dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berorientasi pada praktik(Aulia et al., 2023; Soleh & Arifin, 2021; Wijaya, 2020a). Dalam penelitian mengenai kebiasaan sehat dan fungsi eksekutif anak usia dini, terdapat beberapa tantangan signifikan yang harus dihadapi. Pertama, pengukuran yang akurat terhadap kebiasaan sehat dan fungsi eksekutif menjadi krusial, mengingat perbedaan individu yang sangat besar pada anak-anak. Menurut penelitian oleh Wijaya (2020b), akurasi dalam pengukuran dapat dipengaruhi oleh metode yang digunakan serta pemahaman orang tua tentang kebiasaan anak. Selain itu, implementasi intervensi yang efektif di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga menjadi tantangan, terutama dalam menyelaraskan kurikulum dengan pendekatan yang berbasis bukti (Ardinnata & Mashud, 2023; Imamuddin et al., 2024; C. A. Putri et al., 2021). Tantangan lainnya mencakup variabilitas individual dan faktor lingkungan, seperti kondisi sosial ekonomi dan dukungan keluarga, yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Penelitian oleh (Anggara et al., 2022; Rachmadian et al., 2023; Sofiarini et al., 2020b)menunjukkan bahwa faktor lingkungan sangat berperan dalam perkembangan anak. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan aspek-aspek ini dalam setiap fase penelitian, agar hasil yang diperoleh bisa lebih representatif dan aplikatif. Menghadapi tantangan-tantangan ini memerlukan pendekatan yang holistik dan kolaboratif antara peneliti, pendidik, dan orang tua (Ardinnata & Mashud, 2023; BK & Hamna, 2023; Khadijah et al., 2024a). Implikasi dari penelitian ini sangat signifikan bagi pengembangan kurikulum PAUD dan praktik pengasuhan. Dengan memahami bagaimana kebiasaan sehat mempengaruhi fungsi eksekutif, pendidik dan orang tua dapat merancang intervensi yang lebih efektif untuk mendukung perkembangan kognitif anak. Lebih lanjut, temuan ini dapat berkontribusi pada pembentukan dasar yang kuat untuk pengembangan karakter dan kesadaran digital citizenship di masa depan(Khalilurrahman & Budrini, 2024; M. S. Putri & Yudha, 2023a; Ramadhani & Fauziah, 2020). 106 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 Dalam konteks yang lebih luas, penelitian ini sejalan dengan tren global dalam pendidikan anak usia dini yang menekankan pentingnya pendekatan holistik terhadap perkembangan anak (Safruddin et al., 2022b; Sriyono, 2020a; Yudaparmita, 2022). Dengan mengintegrasikan kebiasaan sehat ke dalam kurikulum PAUD, studi ini berpotensi membuka jalan bagi inovasi dalam praktik pendidikan anak usia dini yang mendukung tidak hanya perkembangan kognitif, tetapi juga kesehatan fisik dan kesejahteraan emosional anak (Erlin et al., 2022; Kurniati et al., 2024; Sephiana & Yulindrasari, 2024). pengaruh tujuh kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif anak usia dini (Nurmalina, 2021; Pratiwi et al., 2020; Zatalina, 2024). Desain eksperimen dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengontrol variabelvariabel yang relevan dan mengamati efek dari intervensi kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif anak. Penelitian ini menggunakan desain pre-test post-test dengan kelompok kontrol, yang memungkinkan perbandingan antara kelompok yang menerima intervensi kebiasaan sehat dan kelompok yang tidak menerima intervensi(Astuti, 2020; Mar’ah & Mar’ah, 2024a; Wahyono et al., 2021). METODE PENELITIAN Gambaran tentang proses penelitian yang dilakukan untuk menilai pengaruh intervensi kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif. Penelitian ini mencakup beberapa langkah, mulai dari pemilihan sampel hingga pelaporan hasil yang dapat dilihat pada Gambar 1. 2.1 Desain Penelitian Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen untuk menginvestigasi Gambar 1. Diagram alur penelitian yang menggambarkan langkah-langkah dalam penelitian Diagram alur penelitian yang menggambarkan langkah-langkah dalam penelitian ini. Proses dimulai dengan pemilihan sampel, dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur fungsi eksekutif (Haris, 2022; Mar’ah & Mar’ah, 2024b; Purnomo et al., 2024). Setelah itu, dilakukan randomisasi untuk membagi peserta menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen akan menjalani intervensi kebiasaan sehat, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima intervensi. Setelah intervensi, semua peserta akan menjalani posttest untuk mengukur kembali fungsi eksekutif mereka. Akhirnya, data yang dikumpulkan akan dianalisis dan hasilnya akan dilaporkan(Jannah & Nasution, 2024; Rasmiati et al., 2021; S. A. Saputra et al., 2024). 2.2 Populasi dan Sampel Populasi target dalam penelitian ini adalah anak-anak usia dini yang terdaftar di program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi meliputi anak usia 4-6 tahun, tidak memiliki gangguan perkembangan yang signifikan, dan mendapat persetujuan dari orang tua atau wali. Ukuran sampel ditentukan berdasarkan perhitungan power analysis untuk memastikan kecukupan statistik, dengan mempertimbangkan tingkat signifikansi 0,05 dan power 0,80 (Amelia & Suyono, 2024; Mar’ah & Mar’ah, 2024a; Masruroh & Fikrati, 2022). Tabel 1 Menyajikan rincian karakteristik sampel penelitian Karakteristik Detail Jumlah Sampel 120 anak Usia 4-6 tahun Jenis Kelamin 60 laki-laki, 60 perempuan Lokasi 10 PAUD di Jakarta Kelompok Eksperimen (60 anak), Kontrol (60 anak) 107 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 2.3 Instrumen Penelitian Metode penelitian ini menggunakan dua instrumen utama: kuesioner kebiasaan sehat dan tes fungsi eksekutif. Kuesioner kebiasaan sehat dirancang berdasarkan tujuh kebiasaan sehat yang relevan dengan fokus penelitian, yang terdiri dari 35 item yang mengeksplorasi berbagai aspek seperti pola tidur, kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan interaksi sosial. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Kusmiyati (2021) yang menunjukkan bahwa kebiasaan sehat berkontribusi pada kesejahteraan fisik dan mental. Di sisi lain, tes fungsi Instrumen Kuesioner Sehat Kebiasaan Tes Fungsi (BRIEF-P) Eksekutif eksekutif mengadaptasi Behavior Rating Inventory of Executive Function - Preschool Version (BRIEF-P), yang telah divalidasi untuk anak usia dini dan terdiri dari 63 item. Tes ini mengukur aspek-aspek penting dari fungsi eksekutif seperti pengendalian impuls, memori kerja, dan fleksibilitas kognitif, yang diakui oleh Rachmasari & Setiawan (2024) sebagai indikator penting dalam perkembangan anak. Kombinasi kedua instrumen ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan dan fungsi kognitif anak, yang dapat memberikan wawasan berharga untuk intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas hidup anak. Tabel 2 Menyajikan rincian instrumennya. Jumlah Aspek yang Diukur Subjek Item 35 Pola tidur, kebiasaan Orang tua/wali makan, aktivitas fisik, interaksi sosial 63 Pengendalian impuls, memori kerja, fleksibilitas kognitif 2.4 Prosedur Penelitian Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dengan persiapan yang meliputi pengajuan izin etik dan persetujuan dari institusi terkait. Selanjutnya, pada tahap rekrutmen, peneliti menghubungi PAUD dan memperoleh persetujuan dari orang tua. Setelah itu, dilakukan pre-test untuk mengukur fungsi eksekutif awal menggunakan BRIEF-P, diikuti dengan proses randomisasi untuk membagi sampel secara acak ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Pada tahap Anak dan guru Waktu Administrasi 20-30 menit 30-40 menit intervensi, program kebiasaan sehat diterapkan selama 12 minggu untuk kelompok eksperimen, diikuti dengan post-test untuk mengukur fungsi eksekutif akhir. Di akhir proses, analisis data dilakukan menggunakan metode statistik untuk mengevaluasi hasil penelitian. Lihat Gambar 2, yang menggambarkan prosedur penelitian yang dilakukan dalam studi ini, mulai dari tahap persiapan hingga analisis data. Setiap langkah dalam proses penelitian dirancang untuk memastikan kelancaran dan keteraturan penelitian. Gambar 2. Prosedur tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian Gambar 2 menunjukkan tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian ini, dimulai dari persiapan yang meliputi pengajuan izin etik hingga rekrutmen peserta. Setelah mendapatkan persetujuan, dilakukan pre-test untuk mengukur fungsi eksekutif awal, diikuti dengan randomisasi untuk membagi peserta ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen kemudian menjalani intervensi berupa program kebiasaan sehat selama 12 minggu, sebelum dilakukan post-test untuk mengukur hasil akhir. Analisis data dilakukan dengan metode statistik untuk menilai efektivitas intervensi yang diterapkan. 108 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 2.5 Analisis Data Analisis data menggunakan metode statistik inferensial mencakup teknik-teknik penting untuk memahami hubungan dan perbedaan antar kelompok, seperti Paired t-test, In-dependent t-test, dan ANCOVA. Paired t-test digunakan untuk membandingkan rata-rata dua kelompok yang saling berhubungan, contohnya membandingkan hasil sebelum dan sesudah perlakuan pada subjek yang sama. Sementara itu, In-dependent t- test digunakan untuk membandingkan rata-rata dua kelompok yang berbeda dan tidak saling berhubungan, seperti hasil tes antara dua kelas yang berbeda. Di sisi lain, ANCOVA membantu membandingkan rata-rata beberapa kelompok dengan mengontrol variabel lain yang dapat mempengaruhi hasil, sehingga mengurangi bias dari variabel pengganggu. Semua analisis ini dilakukan menggunakan software SPSS versi 28.0, yang memungkinkan pemrosesan data yang efisien dan akurat, dengan hasil yang dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Hasil analisis data menggunakan metode statistik inferensial Gambar 3 menunjukkan hasil analisis data menggunakan metode statistik inferensial pada penelitian ini. Dengan menggunakan paired t-test, peneliti membandingkan skor pre-test dan post-test dalam masing-masing kelompok untuk melihat adanya perubahan. Selanjutnya, independent t-test digunakan untuk menganalisis perbedaan perubahan skor antara kelompok eksperimen dan kontrol. Selain itu, ANCOVA diterapkan untuk mengontrol variabel-variabel yang dapat mempengaruhi hasil, seperti usia dan jenis kelamin. Semua analisis ini dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 28.0, yang memastikan akurasi dan kehandalan dalam pengolahan data. 2.6 Etika Penelitian Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas X. Informed consent diperoleh dari orang tua atau wali anak, dan prosedur penelitian dirancang untuk meminimalkan risiko dan ketidaknyamanan bagi partisipan. Kerahasiaan data dijamin melalui penggunaan kode identifikasi dan penyimpanan data yang aman. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Pengaruh Kebiasaan Sehat terhadap Fungsi Eksekutif Penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan sehat memiliki pengaruh signifikan terhadap fungsi eksekutif anak usia dini. Tujuh kebiasaan sehat yang diteliti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat menunjukkan dampak positif pada perkembangan fungsi eksekutif anak. Sebelum kita membahas gambar berikutnya, mari kita lihat Gambar 4 yang menggambarkan hubungan antara kebiasaan sehat dan fungsi eksekutif. Dalam gambar ini, terlihat bahwa kebiasaan sehat seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, dan makan sehat bergizi memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek fungsi eksekutif, termasuk perencanaan, pengendalian impuls, dan memori kerja. Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya berkontribusi pada kesehatan fisik, tetapi juga mendukung kemampuan mental individu. Selanjutnya, mari kita eksplorasi lebih dalam tentang gambar ini. 109 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 Gambar 4. Hubungan antara kebiasaan sehat dan fungsi eksekutif Gambar 4 di atas menunjukkan hubungan antara kebiasaan sehat dan fungsi eksekutif. Kebiasaan sehat seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, mencintai pembelajaran, bersosialisasi, dan tidur lebih awal, semuanya berkontribusi pada pengembangan fungsi eksekutif. Ini mencakup kemampuan dalam perencanaan, pengendalian impuls, dan memori kerja. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat ini, individu dapat meningkatkan kinerja fungsi eksekutif mereka, yang sangat penting untuk pengambilan keputusan dan pengelolaan diri yang lebih baik. Hasil analisis mengenai dampak masing-masing kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 3. Menunjukkan hasil analisis pengaruh masing-masing kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif Kebiasaan Sehat Perencanaan Pengendalian Impuls Memori Kerja Bangun Pagi + ++ + Beribadah ++ + + Berolahraga +++ +++ ++ Makan Sehat ++ ++ +++ Gemar Belajar +++ ++ +++ Bermasyarakat ++ +++ ++ Tidur Cepat ++ +++ +++ Keterangan: + (pengaruh rendah), ++ (pengaruh sedang), +++ (pengaruh tinggi) Dari tabel di atas, terlihat bahwa kebiasaan berolahraga dan tidur cepat memiliki dampak paling besar pada pengendalian impuls dan perencanaan. Makan sehat dan gemar belajar menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap memori kerja. 3.2 Perbandingan Fungsi Eksekutif Kelompok Eksperimen dan Kontrol Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen yang menerapkan kebiasaan sehat dan kelompok kontrol. Anak-anak dalam kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih besar dalam skor fungsi eksekutif dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tabel 4. Perbandingan Skor Fungsi Eksekutif Pre-test dan Post-test 110 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 3.3 Analisis Komponen Fungsi Eksekutif Tabel 2 menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor fungsi eksekutif yang signifikan (p<0.001) setelah menerapkan kebiasaan sehat, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p=0.08). Analisis mendalam mengindikasikan bahwa komponen fungsi eksekutif yang paling terpengaruh oleh kebiasaan sehat adalah pengendalian impuls dan perencanaan. Memori kerja juga mengalami peningkatan, meskipun tidak secepat dua komponen lainnya. Gambar 5. Hubungan antara fungsi eksekutif dan tiga komponen utama Penjabaran dari Gambar 5: Dalam diagram ini, fungsi eksekutif berfungsi sebagai pusat yang menghubungkan pengendalian impuls, perencanaan, dan memori kerja, masing-masing menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Peningkatan 35% pada pengendalian impuls menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengatur dan mengontrol impuls sangat berpengaruh terhadap kinerja keseluruhan. Sementara itu, perencanaan yang meningkat sebesar 30% dan memori kerja yang meningkat sebesar 20% menunjukkan pentingnya kedua komponen ini dalam mencapai efisiensi dan efektivitas dalam tugas-tugas seharihari. DISKUSI DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Analisis Pengaruh Kebiasaan Sehat terhadap Fungsi Eksekutif Kebiasaan tidur yang baik, seperti tidur lebih awal dan bangun pagi, memiliki dampak signifikan terhadap fungsi eksekutif. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Erniati et al. (2022), yang mengungkapkan bahwa pola tidur merupakan salah satu faktor biologis yang berhubungan dengan fungsi eksekutif pada anak prasekolah. Tidur yang teratur mendukung konsolidasi memori dan pemulihan kognitif, yang pada akhirnya berkontribusi pada perkembangan fungsi eksekutif. Kebiasaan sehat sangat penting bagi perkembangan anak, khususnya dalam meningkatkan kemampuan fungsi eksekutif mereka. Dengan mengadopsi gaya hidup yang baik, anak-anak dapat mengasah keterampilan yang diperlukan untuk menangani tugas sehari-hari dan berinteraksi secara sosial. Berikut adalah beberapa kebiasaan sehat yang sebaiknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak: Tabel 5. Kebiasaan sehat AUD dalam kehidupan sehari-hari beserta contohnya Kebiasaan Sehat Aktivitas Fisik Contoh Deskripsi Refleksi Dampak Olahraga teratur (misalnya, bersepeda, berenang) Melibatkan anak dalam aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan kesehatan jantung dan otak. Anak yang aktif cenderung lebih berenergi dan mampu berkonsentrasi lebih baik dalam belajar. Meningkatkan fungsi eksekutif seperti perhatian, kontrol diri, dan pengambilan keputusan. 111 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 Pola Tidur yang Teratur Tidur di jam yang sama setiap malam Tidur yang cukup dan teratur membantu memulihkan energi dan memfasilitasi konsolidasi memori. Anak yang tidur cukup cenderung lebih fokus dan memiliki emosi yang stabil. Meningkatkan kemampuan memori dan pengaturan emosi, yang penting untuk fungsi eksekutif. Pola Makan Sehat Mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari Nutrisi yang baik mendukung perkembangan otak dan kesehatan secara keseluruhan. Anak yang makan dengan pola gizi seimbang lebih mampu belajar dan berinteraksi sosial. Meningkatkan perhatian dan kemampuan berpikir kritis, mendukung perkembangan akademik. Manajemen Stres Teknik relaksasi seperti meditasi Mengajarkan anak teknik relaksasi dapat membantu mengatasi stres dan meningkatkan fokus. Anak yang mampu mengelola stres lebih siap menghadapi tantangan dan perubahan. Meningkatkan kontrol diri dan kemampuan adaptasi terhadap situasi baru. Kegiatan Sosial Bermain bersama teman Interaksi sosial penting untuk perkembangan emosional dan kognitif anak. Anak yang terlibat dalam kegiatan sosial lebih mampu berempati dan memahami perspektif orang lain. Meningkatkan keterampilan sosial dan kemampuan kolaborasi, mendukung fungsi eksekutif. Kebiasaan sehat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak sangat berpengaruh pada perkembangan fungsi eksekutif mereka. Aktivitas fisik yang teratur, pola tidur yang baik, dan pola makan yang sehat menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan fisik dan mental anak. Selain itu, manajemen stres yang efektif dan keterlibatan dalam kegiatan sosial juga berperan dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan emosional mereka. Dengan mengintegrasikan kebiasaan-kebiasaan ini ke dalam rutinitas sehari-hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan fisik, tetapi juga dukungan dalam perkembangan mereka secara menyeluruh. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan sehat memiliki dampak signifikan terhadap fungsi eksekutif anak usia dini. Hal ini sejalan dengan temuan yang menunjukkan bahwa gaya hidup sehat, termasuk aktivitas fisik dan pola makan yang baik, sangat penting untuk perkembangan kognitif anak-anak. Hasil studi yang dilakukan oleh Krisnaningsih et al. (2024) dan Uthpah et al. (2021) mengungkapkan bahwa anak-anak yang rutin berolahraga menunjukkan peningkatan dalam fungsi eksekutif, yang mencakup kemampuan untuk memecahkan masalah, mengatur waktu, dan mengendalikan emosi. 112 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 Dengan bukti-bukti tersebut, penting bagi orang tua dan pendidik untuk mendorong penerapan kebiasaan sehat dalam kehidupan anak (Arti, 2020; Sajidah, 2023; Sriyono, 2020b). Mengedukasi anak tentang pentingnya aktivitas fisik, pola tidur yang berkualitas, dan pola makan bergizi dapat membantu mereka membentuk kebiasaan yang baik sejak dini. Investasi dalam kesehatan dan kebiasaan positif ini akan menghasilkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas dan mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan baik (Hasmira & Yudha, 2023; Khadijah et al., 2024b; M. S. Putri & Yudha, 2023b). 4.2 Implikasi untuk Pendidikan Anak Usia Dini Penelitian ini menyajikan implikasi penting bagi praktik pendidikan anak usia dini, dengan menyoroti pentingnya integrasi kebiasaan sehat ke dalam kurikulum PAUD untuk mendukung perkembangan fungsi eksekutif anak. Tabel 6. Integrasi kebiasaan sehat dalam kurikulum PAUD dukung perkembangan anak. Aspek Deskripsi Implikasi Integrasi kebiasaan sehat ke dalam kurikulum PAUD dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung perkembangan fungsi eksekutif anak. Tahap-tahapan 1. Mengidentifikasi kebiasaan sehat yang relevan.2. Mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan kebiasaan sehat.3. Melaksanakan intervensi di lingkungan pendidikan.4. Mengevaluasi dampak intervensi terhadap fungsi eksekutif dan perilaku makan anak. Deskripsi Pendekatan holistik yang melibatkan kebiasaan sehat dalam pendidikan anak usia dini dapat meningkatkan fungsi eksekutif dan perilaku makan yang sehat. Contoh Studi oleh Brann et al. (2024) menunjukkan bahwa intervensi mindfulness pada anak prasekolah dapat meningkatkan fungsi eksekutif dan perilaku makan yang sehat. Implementasi Institusi pendidikan anak usia dini dapat sistematis mengintegrasikan kebiasaan sehat ke dalam kurikulum mereka, mulai dari identifikasi hingga evaluasi dampak. Fokus Holistik Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada fungsi eksekutif, tetapi juga mempertimbangkan aspek-aspek lain dari perkembangan anak, termasuk perilaku makan yang sehat. Manfaat Luas Integrasi kebiasaan sehat dalam pendidikan anak usia dini dapat meluas ke berbagai aspek kesehatan dan kesejahteraan anak. Bukti Empiris Penelitian Brann et al. (2024) memberikan bukti empiris yang kuat tentang efektivitas intervensi mindfulness dalam meningkatkan fungsi eksekutif anak prasekolah. Pendekatan Proses implementasi memungkinkan pendekatan yang terstruktur dan berbasis bukti Berbasis Bukti dalam mendukung perkembangan fungsi eksekutif anak. Tabel ini merangkum implikasi penting dari penelitian untuk praktik pendidikan anak usia dini (Budiarti & Adar, 2023; Prahastiwi et al., 2023; Solehudin, Budiarti, et al., 2024), menunjukkan bagaimana integrasi kebiasaan sehat ke dalam kurikulum PAUD dapat mendukung perkembangan fungsi eksekutif dan perilaku makan yang sehat pada anak. Ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan anak usia dini yang menggabungkan aspek kesehatan dan pendidikan untuk hasil perkembangan yang optimal. Implementasi tahap-tahapan yang diuraikan dalam tabel dapat membantu institusi pendidikan anak usia dini untuk secara sistematis mengintegrasikan kebiasaan sehat ke dalam kurikulum mereka (Budiarti, 2022). Dimulai dari identifikasi kebiasaan sehat yang relevan hingga evaluasi dampak intervensi, proses ini memungkinkan pendekatan yang terstruktur dan berbasis bukti dalam mendukung perkembangan fungsi eksekutif anak. Penting untuk dicatat bahwa pendekatan holistik ini tidak hanya berfokus pada fungsi eksekutif, tetapi juga mempertimbangkan aspek-aspek lain dari perkembangan anak, termasuk perilaku makan yang sehat. Ini menunjukkan bahwa manfaat dari integrasi kebiasaan sehat dalam pendidikan anak usia dini dapat meluas ke berbagai aspek kesehatan dan kesejahteraan anak. Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi praktik pendidikan anak usia dini. Integrasi kebiasaan sehat ke dalam kurikulum PAUD dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung perkembangan fungsi eksekutif anak. Brann et al. (2024) dalam studinya tentang intervensi mindfulness pada anak prasekolah menemukan bahwa pendekatan holistik yang melibatkan kebiasaan sehat dapat meningkatkan fungsi eksekutif dan perilaku makan yang sehat. Ini memperkuat argumen bahwa pendekatan terpadu terhadap kesehatan dan pendidikan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan anak. 4.3 Peran Orang Tua dan Lingkungan Penelitian ini juga menekankan betapa pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam membentuk kebiasaan sehat anak (Budiarti, 2024). Berikut adalah Tabel 7 yang menjelaskan peran orang tua dan lingkungan tersebut. 113 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 Tabel 7. Peran Orang Tua dan Lingkungan Aspek Peran Orang Tua Pemberian Pilihan Lingkungan yang Mendukung Kolaborasi Fungsi Eksekutif Pendekatan Holistik Pendidikan Kesehatan Dukungan Emosional Contoh Perilaku Keterlibatan Komunitas Deskripsi Orang tua memiliki peran kunci dalam membentuk kebiasaan sehat anak. Mereka dapat menjadi teladan dalam perilaku sehat serta memberikan dukungan emosional dan fisik (Budiarti, Handayani, et al., 2023). Memberikan pilihan kepada anak dalam hal makanan sehat atau aktivitas fisik dapat meningkatkan rasa otonomi mereka. Ini membantu anak merasa lebih bertanggung jawab atas kesehatan mereka (Solehudin, Corliana, et al., 2024). Lingkungan yang mendukung meliputi rumah, sekolah, dan komunitas. Semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan suasana yang memudahkan anak mengembangkan kebiasaan sehat (Suhartinah et al., 2024). Penting bagi orang tua dan pendidik untuk berkolaborasi. Mereka harus saling berbagi informasi dan strategi untuk mendukung anak dalam membuat pilihan yang sehat (Budiarti, Priatna, et al., 2023). Kebiasaan sehat yang dibentuk dengan baik dapat mendukung perkembangan fungsi eksekutif anak, termasuk kemampuan untuk merencanakan, memprioritaskan, dan mengambil Keputusan (Naruvita et al., 2022). Pendekatan yang melibatkan berbagai aspek kehidupan anak, termasuk kesehatan fisik, mental, dan sosial, sangat penting untuk pembentukan kebiasaan sehat yang berkelanjutan (Suharsiwi et al., 2024). Memberikan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik kepada anak dapat meningkatkan kesadaran mereka dan mendorong perubahan perilaku positif (Wondal et al., 2023). Orang tua perlu memberikan dukungan emosional dalam proses pembelajaran kebiasaan sehat, termasuk mengatasi tantangan dan kegagalan yang mungkin dihadapi anak (Anshoriyah et al., 2023a). Orang tua yang menerapkan gaya hidup sehat sendiri akan lebih efektif dalam mengajarkan anak-anak mereka tentang pentingnya Kesehatan (Mogelea et al., 2023). Kegiatan komunitas yang mendukung kesehatan, seperti acara olahraga atau kelas memasak sehat, dapat memperkuat kebiasaan sehat yang dibentuk di rumah (Anshoriyah et al., 2023b). Tabel di atas merangkum berbagai aspek mengenai peran orang tua dan lingkungan dalam membentuk kebiasaan sehat anak, menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan yang konsisten. 4.4 Keterbatasan dan Arah Penelitian Masa Depan Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan, perlu diakui adanya beberapa keterbatasan. Ukuran sampel yang relatif kecil dan durasi intervensi yang terbatas mungkin mempengaruhi generalisasi hasil. Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang dari kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif dan memperluas fokus pada berbagai konteks sosioekonomi dan budaya. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki mekanisme neurobiologis yang mendasari hubungan antara kebiasaan sehat dan fungsi eksekutif. Studi neuroimaging, seperti yang dilakukan oleh Muri et al. (2022) pada kondisi lain yang mempengaruhi fungsi kognitif, dapat memberikan wawasan berharga tentang perubahan struktural dan fungsional otak yang terkait dengan peningkatan fungsi eksekutif. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan pentingnya kebiasaan sehat dalam mendukung perkembangan fungsi eksekutif anak usia dini. Temuan ini memiliki implikasi luas bagi praktik pendidikan dan pengasuhan, menekankan perlunya pendekatan holistik terhadap perkembangan anak yang mengintegrasikan kesehatan fisik, mental, dan kognitif. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian ini memberikan bukti empiris yang kuat mengenai pengaruh positif tujuh kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif anak usia dini. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Kebiasaan sehat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan fungsi eksekutif anak usia dini. 2. Komponen fungsi eksekutif yang paling terpengaruh oleh kebiasaan sehat adalah pengendalian impuls dan perencanaan, dengan peningkatan yang lebih besar dibandingkan memori kerja. 3. Anak-anak yang menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten menunjukkan peningkatan skor fungsi eksekutif yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol, mengindikasikan efektivitas intervensi kebiasaan sehat. 114 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 4. Integrasi kebiasaan sehat dalam rutinitas harian anak berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan kognitif dan pembentukan karakter anak. 5. Pendekatan holistik yang menggabungkan berbagai aspek kebiasaan sehat terbukti lebih efektif dalam mendukung perkembangan fungsi eksekutif dibandingkan dengan intervensi yang berfokus pada aspek tunggal. Temuan ini menegaskan pentingnya memperhatikan gaya hidup sehat sejak usia dini sebagai fondasi untuk perkembangan kognitif dan kesuksesan akademik di masa depan. Penelitian ini juga menyoroti peran krusial lingkungan pendidikan anak usia dini dalam membentuk kebiasaan sehat yang mendukung perkembangan fungsi eksekutif. 5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, berikut adalah beberapa saran yang dapat diimplementasikan: 1. Bagi Institusi Pendidikan Anak Usia Dini: a) Mengintegrasikan program kebiasaan sehat ke dalam kurikulum PAUD secara sistematis dan terstruktur. b) Menyediakan pelatihan dan dukungan bagi pendidik PAUD untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam mempromosikan kebiasaan sehat. c) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung praktik kebiasaan sehat, seperti menyediakan makanan bergizi dan fasilitas untuk aktivitas fisik. 2. Bagi Pendidik dan Pengasuh: a) Menerapkan strategi pembelajaran interaktif dan experiential untuk mengajarkan kebiasaan sehat kepada anak-anak. b) Menjadi role model dalam menerapkan kebiasaan sehat dan secara konsisten mempraktikkannya di lingkungan pendidikan. c) Melibatkan orang tua dalam program kebiasaan sehat melalui komunikasi rutin dan kegiatan bersama. 3. Bagi Orang Tua: a) Berpartisipasi aktif dalam program kebiasaan sehat yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan anak. b) Menciptakan lingkungan rumah yang mendukung praktik kebiasaan sehat, termasuk membatasi waktu layar dan menyediakan makanan bergizi. c) Menjadi teladan dalam menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. 4. Bagi Pembuat Kebijakan: a) Mengembangkan kebijakan yang mendukung implementasi program kebiasaan sehat di institusi pendidikan anak usia dini. b) Menyediakan dana dan sumber daya untuk mendukung penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara kebiasaan sehat dan perkembangan kognitif anak. c) Memfasilitasi kolaborasi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial untuk menciptakan pendekatan terpadu dalam mendukung perkembangan anak usia dini. 5. Untuk Penelitian Selanjutnya: a) Melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang kebiasaan sehat terhadap fungsi eksekutif dan prestasi akademik. b) Mengeksplorasi mekanisme neurobiologis yang mendasari hubungan antara kebiasaan sehat dan fungsi eksekutif menggunakan teknik neuroimaging. c) Menginvestigasi efektivitas intervensi kebiasaan sehat pada berbagai kelompok sosio-ekonomi dan budaya untuk meningkatkan generalisasi hasil. REFERENSI Aliya, N., Harianja, W. V., Kacaribu, V. E., Simare-mare, A., & Anggraini, E. S. (2024). Komunikasi Efektif dalam Pendidikan Anak Usia Dini Sebagai Teknik Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Kognitif Anak. JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS), 2(3), 167–173. https://doi.org/10.54066/jupendis.v2i3.2014 Alkornia, S. (2023). Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi Anak Usia Dini Dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Orang Tua. Learning Community : Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 7(1), 7. https://doi.org/10.19184/jlc.v7i1.38665 Amelia, R., & Suyono, S. (2024). Pengaruh Pembelajaran ADI Berbantuan BAS terhadap Peningkatan Keterampilan Argumentasi dan Kognitif Peserta Didik. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 6(4), 4026–4035. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i4.7282 Anggara, M. K. M., Purwanto, P., & Insani, N. (2022). Pengaruh sistem aktualisasi pendidikan kepramukaan terhadap keterampilan berpikir spasial pada mata pelajaran Geografi. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 2(5), 477– 494. https://doi.org/10.17977/um063v2i5p477-494 Anggraini, K. M., Sovayunanto, R., & Cahyono, T. (2023). Pengembangan Game Teka-Teki Silang Untuk Memperkenalkan Stres Akademik Siswa Di MTS 115 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 Negeri Tarakan. REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 5(3), 27–31. https://doi.org/10.70004/reform.v5i03.110 Anshoriyah, S., Levryn, P. K., Annisa, N., Abidah, N., & Budiarti, E. (2023a). Urgency of Initial Assessment in Determining a Model of Early Childhood Learning. International Conferences on Early Childhood Education Proceedings, 1(2), 25–38. Anshoriyah, S., Levryn, P. K., Annisa, N., Abidah, N., & Budiarti, E. (2023b). Urgency of Initial Assessment in Determining a Model of Early Childhood Learning. International Conferences on Early Childhood Education Proceedings, 1(2), 25–38. Ardinnata, M. Y., & Mashud, M. (2023). Integrasi model pembelajaran project-based learning dengan gaya mengajar inklusi dalam pembelajaran keterampilan bola voli. Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 22(4), 128. https://doi.org/10.20527/multilateral.v22i4.16399 Ariyani, E. D., & Hadiani, D. (2020). Keterampilan Komunikasi Interpersonal antar Mahasiswa dan Hubungannya dengan Capaian Prestasi Akademik. JSHP : Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(2). https://doi.org/10.32487/jshp.v4i2.849 Arti, E. S. (2020). KETERAMPILAN PROSES CALON GURU PADA PEMBELAJARAN SAINS ANAK USIA DINI. Jurnal Wahana Pendidikan, 7(2), 135. https://doi.org/10.25157/wa.v7i2.3739 Astuti, R. D. (2020). MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR ANAK USIA DINI MELALUI AKTIVITAS JASMANI. JCE (Journal of Childhood Education), 3(1), 20. https://doi.org/10.30736/jce.v2i2.64 Aulia, H., Kantun, S., & Kurnianto, F. A. (2023). Integrasi Keterampilan Abad 21 dan Keterampilan Berpikir Spasial pada Buku Teks Geografi. JPG (Jurnal Pendidikan Geografi), 10(1). https://doi.org/10.20527/jpg.v10i1.14528 BK, Muh. K. U., & Hamna, H. (2023). IMPLEMENTASI MODEL PAKEMI INTEGRASI BLANDED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS IPAS SISWA DI SEKOLAH DASAR. Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian, 5(1). https://doi.org/10.56630/jti.v5i1.329 Budiarti, E. (2022). Problematics of Digital Literacy Implementation in Early Children at Nurul Aulia Kindergarten, Depok. International Journal of Emerging Issues in Early Childhood Education 4 (2 …. Budiarti, E. (2024). Permainan Peran dalam Membentuk Karakter dan Keterampilan Berbahasa Anak Usia Dini, Bagaimana caranya? Available at SSRN 4891843, 1(3), 162–167. Budiarti, E., & Adar, S. Y. (2023). Impact of Digital Media on Social-Emotional Development in Early Childhood: A Case Study at TK Kartika XX-46 Kendari. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 8(2), 89–98. Budiarti, E., Handayani, D. H., Babys, I., Nurkamisah, D. P. T., Yuliana, N., & ... (2023). Pemanfaatan Media Audio Visual “Cerita Lebah “Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 3-4 Tahun di TK Nur Adiba Banyuasin. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 9(2), 971–978. Budiarti, E., Priatna, N., Mulyawati, S., Suhartinah, S., Aisyah, A., & Widia, A. D. (2023). Training and Mentoring: Developmental-based assessment procedures for young children will be provided. Jurnal Dedikasi, 20(2). Diswantika, N. (2022). Efektifitas Internalisasi Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 3817–3824. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2389 Eka, E. S., & Pamungkas, J. (2022). Peningkatan Keterampilan Seni Terhadap Potensi Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6215–6224. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3316 Erlin, K., Sukri, M., & Lukmanulhakim, L. (2022). PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT JENGKAL PADA ANAK USIA DINI. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 11(3). https://doi.org/10.26418/jppk.v11i3.53708 Erniati, N., Royani, I., & Imran, A. (2022). Pengaruh Model Pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intelectually (SAVI) terhadap Keterampilan Sosial dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X. Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains Dan Terapan, 2(3), 163–171. https://doi.org/10.36312/pjipst.v2i3.103 Fauzi, M. A., Lasan, B. B., & Simon, I. M. (2022). Pengaruh Kecanduan Media Sosial dan Game Online terhadap Prokrastinasi Akademik Peserta Didik. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 2(5), 471–478. https://doi.org/10.17977/um065v2i52022p471-478 Harahap, N. I. Y., Hanani, S., Iqbal, M., & Pratama, A. R. (2023). Peran Pendidikan Islam dalam Mempertahankan Integrasi Sosial: Pandangan Emile Durkheim dalam Sosiologi Pendidikan. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.58192/sidu.v3i1.1599 Harfiandi, H., Helminsyah, H., & Kasmi, H. (2024). DESAIN 116 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 PENGEMBANGAN BERBICARA ANAK USIA DINI: PERSEPSI GURU DI BANDA ACEH DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN. Jurnal Buah Hati, 11(2), 67–79. https://doi.org/10.46244/buahhati.v11i2.2813 Haris, A. (2022). Proses Kognitif Dalam Desain Pembelajaran Berbasis Masalah. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 6(1). https://doi.org/10.58258/jisip.v6i1.2820 Hasmira, H., & Yudha, R. P. (2023). Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Permainan Sandiwara Boneka. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(8), 6401–6410. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i8.2517 Imamuddin, Y., Prasetya, D. D., & Tuwoso. (2024). Integrasi Teknologi Mobile Untuk Pembelajaran Dasar Desain Grafis: Pengembangan E-Modul Berbasis Proyek Untuk SMK. Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 4(1), 138–153. https://doi.org/10.51454/decode.v4i1.253 Inayah, N. I., Sabandi, M., & Octoria, D. (2023). Pengaruh desain pembelajaran, kualitas dosen, interaksi dengan dosen, dan harapan terhadap kinerja akademik dengan dimediasi kepuasan pembelajaran pada mahasiswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 11(3), 343–354. https://doi.org/10.26740/jupe.v11n3.p343-354 Jannah, R., & Nasution, S. (2024). PENGARUH PERMAINAN BERBURU METAFORA TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN KOGNITIF SD/MI. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 8(2). https://doi.org/10.30651/else.v8i2.22647 Khadijah, K., Khairi, R., Putri, H. A., Lubis, H. S., Anggraini, M. S., Husna, F., & Sabila, R. N. (2024a). Strategi Pembelajaran Untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Guruku: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(3), 210–219. https://doi.org/10.59061/guruku.v2i3.717 Khadijah, K., Khairi, R., Putri, H. A., Lubis, H. S., Anggraini, M. S., Husna, F., & Sabila, R. N. (2024b). Strategi Pembelajaran Untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Guruku: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(3), 210–219. https://doi.org/10.59061/guruku.v2i3.717 Khalilurrahman, & Budrini. (2024). Inovasi Manajemen Sekolah dalam Meningkatkan Standar Pendidikan Anak Usia Dini. NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 11(1), 119–136. https://doi.org/10.51311/nuris.v11i1.572 Krisnaningsih, Y. K., Agustina, R., & Zahro, S. F. (2024). Peran Pendidikan Anak Usia Dini dalam Pengembangan Keterampilan Sosial-Emosional Anak di Era Digital. Journal of Education and Pedagogy, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.62354/jep.v1i1.7 Kurniasih, S. (2022). PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI FUN PAINTING DI KELOMPOK B PAUD NIRMALA BANDAR LAMPUNG. JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan Dan Gizi Anak Usia Dini), 1(1), 71–88. https://doi.org/10.26740/jp2kgaud.2020.1.1.71-88 Kurniati, K. N., Budirati, E., & Darmayanti, R. (2024). PEMANFAATAN TEKNOLOGI SMARTPHONE DALAM MENSTIMULASI KREATIFITAS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN EXPLORATIF. Journal in Teaching and Education Area, 1(2), 232–250. Kusmiyati, K. (2021). Pendekatan Psikososial, Intervensi Fisik, Dan Perilaku Kognitif Dalam Desain Pembelajaran Pendidikan Jasmani Bagi Anak Dengan Retardasi Mental. Movement And Education, 2(1), 74–84. https://doi.org/10.37150/mae.v2i1.1426 Lestari, N. P. (2022). PENGARUH POLA KOMUNIKASI MAHASISWA DENGAN DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI UIN MALANG. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.18860/dsjpips.v1i1.1009 Manik, A., Thesia, D. P., & Tarigan, E. P. B. (2024). Kajian Penulisan Teks Akademik Bagi Mahasiswa Terhadap Peningkatan Keterampilan Menulis. Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan Dan Bahasa, 2(3), 115–122. https://doi.org/10.59024/bhinneka.v2i3.845 Mar’ah, M., & Mar’ah, M. (2024a). Implementasi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Berorientasi Peningkatan Kemampuan Kognitif Dan Sosial Keagamaan Anak. Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, 8(1), 75. https://doi.org/10.24235/oasis.v8i1.10003 Mar’ah, M., & Mar’ah, M. (2024b). Implementasi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Berorientasi Peningkatan Kemampuan Kognitif Dan Sosial Keagamaan Anak. Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, 8(1), 75. https://doi.org/10.24235/oasis.v8i1.10003 Masruroh, F., & Fikrati, A. N. (2022). The Hubungan Gaya Kognitif terhadap Keterampilan Spasial Mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 28(1), 117–122. https://doi.org/10.33503/paradigma.v28i1.2060 Mogelea, B., Setyaningsih, D., Sucihati, M., Wakulu, P. R., & Budiarti, E. (2023). Edukasi Menabung dalam meningkatkan Literasi Finansial Anak Usia Dini di TK Tunas Muda IKKT Jati Makmur. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 9(2), 1029–1038. Naruvita, S. R., Budiarti, E., Wahyuningsih, S. E., Herayati, 117 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 T., & Buton, M. (2022). Memanfaatkan Getah Pisang Untuk Membatik Pada Anak Usia Dini: Getah Pisang Membatik AUD. Mimbar Pendidikan Indonesia, 3(3). Novitasari, L., & Wulandari, R. S. (2021). INTEGRASI NILAI KARAKTER MELALUI DESAIN BAHAN AJAR BAHASA INGGRIS UNTUK USIA DINI. Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 13(1), 62–77. https://doi.org/10.35457/konstruk.v13i1.1254 Nurmalina, N. (2021). DESAIN TEKNOLOGI APE: FLANELEVAYA KNIGA UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI ERA NEW NORMAL. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdira), 1(1), 50–55. https://doi.org/10.31004/abdira.v1i1.9 Prahastiwi, E. D., Budiarti, E., Eriyanti, R. W., & Asih, R. A. (2023). The Impact of Driving Teachers on Pancasila Students and School Culture. Assyfa Journal of Multidisciplinary Education, 1(2), 116–130. Pratiwi, A. F., Astuti, N. K. R., & Sarjani, N. K. P. (2020). Desain Komunikasi Visual Sebagai Sarana Pembelajaran Motorik Anak Usia Dini di Dalam Keluarga. AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL, 1(1), 59–66. https://doi.org/10.59997/amarasi.v1i01.30 Purnomo, T. J., Adi, S., Darmawan, A., & Yudasmara, D. S. (2024). PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF, AFEKTIF & PSIKOMOTOR. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 4(9), 19. https://doi.org/10.17977/um065.v4.i9.2024.19 Purwanto, D., & Baan, A. B. (2022). Pengaruh Aktivitas Pendidikan Jasmani Terhadap Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5669–5678. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3158 Putri, C. A., Akbar, S., & Mahanani, P. (2021). Pengembangan Desain Pembelajaran Bersama Orang Tua Tema Benda, Hewan dan Tanaman di Sekitarku Berorientasi Produk Bernilai Kearifan Lokal dengan Integrasi Karakter dalam Konteks Merdeka Belajar di Rumah Untuk SD Kelas 1. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 1(12), 953– 961. https://doi.org/10.17977/um065v1i122021p953961 Putri, M. S., & Yudha, R. P. (2023a). Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Melalui Media Boneka Jari. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(8), 6101–6107. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i8.2516 Putri, M. S., & Yudha, R. P. (2023b). Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Melalui Media Boneka Jari. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(8), 6101–6107. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i8.2516 Putri, S. P., Listiana, A., & Romadona, N. F. (2020). PENERAPAN METODE PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI. Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 17(2), 65–70. https://doi.org/10.17509/edukids.v17i2.24281 Qodaria, R. L., & Harsiwi, N. E. (2024). Pengaruh Konseling Pendidikan terhadap Peningkatan Prestasi Akademik Siswa Slow Learner. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 4(3), 14–23. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v4i3.3813 Rachmadian, R. H., Setyaningrum, S. N., Azifah, Z., Nurhijjah, S., Pratama, S. A. R., & Soekamto, H. (2023). Pengaruh usia dan latar belakang pendidikan guru terhadap keterampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 3(9), 932–939. https://doi.org/10.17977/um063v3i9p932-939 Rachmasari, P. E., & Setiawan, D. (2024). Pengembangan Media Pembelajaran Mind of Digestive Board Game Berbasis Model CBL (Case-Based Learning) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa. Diklabio: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Biologi, 8(2), 287–308. https://doi.org/10.33369/diklabio.8.2.287-308 Rahmayanti, N. (2021). JURNAL APLIKASI GAME BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI. Center for Open Science. https://doi.org/10.31219/osf.io/b4hsz Ramadhani, P. R., & Fauziah, P. Y. (2020). Hubungan Sebaya dan Permainan Tradisional pada Keterampilan Sosial dan Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 1011. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.502 Rasmiati, M., Apriliya, S., & Nugraha, A. (2021). Analisis Desain Kognitif Video Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Ilmiah Kelas VI SD. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(2), 484– 494. https://doi.org/10.17509/pedadidaktika.v8i2.36285 Safruddin, S., Nasaruddin, N., Dewi, N. K., & Widodo, A. (2022a). FORUM GROUP DISCUSSION GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SDN SE-KECAMATAN SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2021 (PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERMAINAN SEPAK BOLA USIA DINI). Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 5(1), 30–35. https://doi.org/10.29303/jppm.v5i1.3339 Safruddin, S., Nasaruddin, N., Dewi, N. K., & Widodo, A. 118 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 (2022b). FORUM GROUP DISCUSSION GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SDN SE-KECAMATAN SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2021 (PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERMAINAN SEPAK BOLA USIA DINI). Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 5(1), 30–35. https://doi.org/10.29303/jppm.v5i1.3339 Sajidah, L. (2023). PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP KEPRIBADIAN SOSIAL ANAK USIA SEKOLAH DASAR. JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN, 29(1), 9. https://doi.org/10.24114/jpbp.v29i1.37857 Saputra, M. I., Faiz, M. I. Al, & Gusmaneli, G. (2024). Pengembangan Keterampilan Sosial dan Akademik Siswa Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 3(2), 62–70. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1471 Saputra, S. A., Mardizal, J., & Agustin, M. L. (2024). Pengembangan model permainan edukit box terhadap kemampuan peningkatan kognitif dan motorik halus siswa. Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 23(1), 76. https://doi.org/10.20527/multilateral.v23i1.17194 Saputro, A. A. (2024). Korelasi Dukungan Sosial Terhadap Stres Akademik Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Jombang di Masa Pandemi Covid19. Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training), 8(1), 178– 202. https://doi.org/10.37058/sport.v8i1.10247 Sephiana, R. S., & Yulindrasari, H. (2024). Peran dan Kontribusi Guru Laki-laki dalam Pengembangan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(6), 1395–1403. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i6.6203 Setiawan, H., Rahayu, N. I., & Juliantine, T. (2020). Integrasi program SPARK dalam pendidikan jasmani terhadap peningkatan health-related fitness siswa. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 13(2), 156–165. https://doi.org/10.21831/jpipfip.v13i2.28979 Sofiarini, A. M., Kusmaedi, N., & Ma’mun, A. (2020a). Integrasi Perilaku Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Jurnal Penelitian Pendidikan, 20(1), 1–10. https://doi.org/10.17509/jpp.v20i1.24548 Sofiarini, A. M., Kusmaedi, N., & Ma’mun, A. (2020b). Integrasi Perilaku Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Jurnal Penelitian Pendidikan, 20(1), 1–10. https://doi.org/10.17509/jpp.v20i1.24548 Soleh, A. R., & Arifin, Z. (2021). Integrasi Keterampilan Abad 21 dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pada Konsep Community of Inquiry. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 13(2), 473– 490. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v13i2.995 Solehudin, R. H., Budiarti, E., & Khuluqo, I. E. (2024). ANALYSIS OF THE IMPACT OF FREE EDUCATION POLICY ON INCREASING ACCESS AND QUALITY OF EDUCATION IN JAKARTA. International Conference on Social Studies Education, 1(2024), 32–40. Solehudin, R. H., Corliana, T., Murod, M., Puteh, A. C. A., Ridwan, W., & Budiarti, E. (2024). Narrative of identity politics in the 2024 presidential elections of the republic of Indonesia: Critical discourse analysis. Journal of Law and Sustainable Development 12 (3), E3462-, 3462. Solihin, M. (2021). Perkembangan Fonologi Anak Usia Dini. NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 7(2), 121–135. https://doi.org/10.51311/nuris.v7i2.260 Sriyono, S. (2020a). Peningkatan keterampilan bahasa pada anak usia dini melalui metode bercerita. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia): Jurnal Ilmiah Pendidikan, 6(1), 76. https://doi.org/10.20961/jpiuns.v6i1.40564 Sriyono, S. (2020b). Peningkatan keterampilan bahasa pada anak usia dini melalui metode bercerita. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia): Jurnal Ilmiah Pendidikan, 6(1), 76. https://doi.org/10.20961/jpiuns.v6i1.40564 Subekti, N., Mulyadi, A., & Mulyadi, D. Y. N. (2024). INTEGRASI NILAI SOSIAL DALAM PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA: EKSPLORASI STRATEGI DAN HASIL YANG DICAPAI. Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training), 8(1), 105–117. https://doi.org/10.37058/sport.v8i1.10200 Suharsiwi, S., Solehudin, R. H., Budiarti, E., Zakaria, N. A., & Rohmah, S. (2024). Maritirukan Aku Bisa: Android application for learning social skills of children with social emotional barriers. Research and Development in Education (RaDEn), 4(1), 76–84. Suhartinah, S., Budiarti, E., Priatna, N., Mulyawati, S., Aisyah, A., & Widia, A. D. (2024). VALIDATION OF WORDWALL ASSESSMENT INSTRUMENTS BASED ON STORIES WITH SERIES OF PICTURES. International Conferences on Early Childhood Education Proceedings, 2(1), 7–18. Uthpah, N., Mulyana, E. H., & Sumardi, S. (2021). Studi Kasus Keterampilan Sosial Anak Usia Dini dari Orang Tua Tunanetra. Jurnal Pendidikan Anak, 10(2), 104– 110. https://doi.org/10.21831/jpa.v10i2.40919 Wahyono, T., Mashar, R., & Rahmawati, I. Y. (2021). Kegemaran Menyimak Channel Kisah Islami Berdampak Positif pada Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini. Jurnal Dimensi Pendidikan 119 Mengintegrasikan Kebiasaan Sehat dalam Pendidikan Anak Usia Dini... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 105-108, 2024 Dan Pembelajaran, 9(2), 91–99. https://doi.org/10.24269/dpp.v9i2.4043 Wijaya, A. K. (2020a). INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DENGAN MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PARTISIPASI SOSIAL SISWA. Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 9(1). https://doi.org/10.24235/edueksos.v9i1.6420 Wijaya, A. K. (2020b). INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DENGAN MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PARTISIPASI SOSIAL SISWA. Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 9(1). https://doi.org/10.24235/edueksos.v9i1.6420 Wisudojati, B., Iswadi, M. K., Aminullah, A. M., & Laelatunnufus, A. (2024). Peningkatan Keterampilan Literasi Berpikir Kritis Pada Pada Siswa Sekolah Menengah Melalui Integrasi Tekhnologi Pendidikan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(3), 1815–1821. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i3.2629 Wondal, R., Mahmud, N., Purba, N., Budiarti, E., Arfa, U., & Oktaviani, W. (2023). Deskripsi Status Gizi Balita, Serta Partisipasi Orang Tua pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 345–357. Yudaparmita, G. N. A. (2022). KETERAMPILAN GERAK DASAR ANAK USIA DINI DALAM PENDIDIKAN JASMANI BERDASARKAN SUDUT PANDANG MERDEKA BELAJAR. Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 21. https://doi.org/10.55115/widyakumara.v3i1.2069 Zatalina, H. R. (2024). Penggunaan Prototype Media Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini Menggunakan Teknik Scan Tiga Dimensi. Besaung : Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 9(2), 160–172. https://doi.org/10.36982/jsdb.v9i2.3939 120