Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 2 (2), pp. 89-104, 2024 Received 20 July 2024 / published 28 Sept 2024 https://doi.org/10.61650/jptk.v2i2.266 Peningkatan Keterlibatan Publik dalam Penyelesaian Konflik di Sekolah Rd. Heri Solehudin Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Indonesia E-mail correspondence to: herisolehudin@uhamka.ac.id Abstrak Konflik dalam dunia pendidikan seringkali mengganggu proses belajar mengajar dan mempengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan keterlibatan publik dalam menyelesaikan konflik di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan kolaboratif, penelitian ini melibatkan guru, siswa, dan orang tua dalam merumuskan strategi penyelesaian konflik yang lebih efektif. Metode yang digunakan meliputi lokakarya, diskusi kelompok, dan observasi partisipatif untuk menggali pandangan serta solusi dari berbagai pihak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memperkuat keterlibatan masyarakat, komunikasi antar pihak yang berselisih dapat ditingkatkan, sehingga menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan tantangan dalam keterlibatan yang merata dari semua pihak. Diharapkan, penelitian ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan inklusif. Keywords: Konflik Pendidikan; Keterlibatan Publik; Penelitian Tindakan Kelas; Penyelesaian Konflik; Kolaborasi PENDAHULUAN Konflik dalam dunia pendidikan telah menjadi masalah serius yang mengganggu proses belajar mengajar dan mempengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan (Musolli, 2020; Nainggolan et al., 2023; Sugiono & Irwansyah, 2023). Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan publik dalam penyelesaian konflik pendidikan di lingkungan sekolah, dengan fokus pada pendekatan kolaboratif yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua. Studi ini menjawab kebutuhan mendesak akan strategi penyelesaian konflik yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam konteks pendidikan (Judijanto et al., 2023; Nurhidayat, 2024; Shofyan, 2024). Salah satu permasalahan utama yang dihadapi dalam konteks konflik pendidikan adalah gangguan terhadap proses belajar mengajar (Adiprasetya, 2022; Kadir et al., 2025; E. K. Wibowo, n.d.). Konflik ini seringkali mengakibatkan ketidakstabilan di lingkungan sekolah, yang berdampak pada fokus siswa dan pengajar dalam kegiatan belajar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hartinah & Ahdiyanti (2024), konflik di lingkungan pendidikan dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik siswa hingga 30%. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian konflik juga menjadi masalah yang signifikan. Ketika masyarakat tidak berperan aktif, komunikasi antara pihak-pihak yang berselisih menjadi buruk, sehingga solusi yang dihasilkan tidak efektif (Mannayong & Faisal, 2024; D. S. Pratiwi, 2023; Safitri et al., 2024). Dampak konflik negatif pendidikan tidak hanya terbatas pada proses belajar mengajar, tetapi juga berpengaruh pada kualitas pendidikan secara keseluruhan. Penelitian oleh V. D. Pratiwi (2024) menunjukkan bahwa sekolah yang mengalami konflik mengalami penurunan akreditasi, yang berimbas pada reputasi institusi tersebut. Selain itu, konflik tersebut dapat menyebabkan meningkatnya angka putus sekolah, terutama di daerah yang rawan konflik (Fauzan et al., 2024; Firyal, n.d.; Lusi, 2024). Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan menangani permasalahan ini agar pendidikan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi siswa dan masyarakat. Dalam konteks pendidikan, tantangan yang dihadapi meliputi pengorganisasian keterlibatan yang merata dari semua pihak, yakni guru, siswa, dan orang tua. Penelitian © 2024 Rd Heri Solehudin (s). This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommertial 4.0 International License. Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif antara kelompok ketiga ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat (Basuki et al., 2023; Prayugo et al., 2024; Silfia, 2020). Selain itu, penting untuk memastikan bahwa semua suara didengar dan dipertimbangkan dalam proses penyelesaian konflik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pengakuan terhadap perspektif semua pihak dapat meningkatkan kepuasan dan hasil di lingkungan pendidikan (Firyal & Hadi, 2022; D. Suparna & MH, 2020; TAMPUBOLON, 2024). Masalah lain yang muncul adalah hambatan dalam komunikasi antar pihak yang berselisih. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kekurangan komunikasi yang efektif dapat mengakhiri situasi konflik dan menghambat resolusi yang konstruktif (Atmim et al., 2024; Rahman, 2021; S. H. D. Suparna & MH, 2020). Selain itu, menciptakan solusi yang berkelanjutan untuk konflik pendidikan menjadi tantangan tersendiri, di mana solusi yang diusulkan harus relevan dan dapat diterapkan dalam jangka panjang (Adiansyah et al., 2024; Choeriyah & Assyahri, 2024; Gardeni & Rofiah, 2024). Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai tantangan ini agar pendidikan dapat berkembang dengan baik. Penelitian terdahulu yang relevan dengan topik ini memberikan wawasan yang beragam tentang manajemen konflik dalam konteks pendidikan. Penelitian oleh Yunanto (2022) mengkaji evolusi peran manajerial dalam organisasi kontemporer, dengan fokus pada strategi kepemimpinan yang efektif dalam mengelola konflik. Meskipun penelitian ini memberikan panduan yang berguna, kelemahannya terletak pada kurangnya fokus pada konteks pendidikan tertentu, yang mungkin berbeda dalam dinamika dan tantangannya. Selain itu, pendekatan yang diambil kurang mempertimbangkan faktor-faktor budaya yang dapat mempengaruhi efektivitas kepemimpinan strategi (Hasibuan, 2024; Suryadi & Meirawan, 2024; Widiasari & Zahro, 2024). Selanjutnya, Hadi (2021) melakukan studi longitudinal di industri kesehatan yang menunjukkan pentingnya keterlibatan karyawan dalam mengatasi konflik. Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan manfaat yang signifikan, satu kelemahan yang terlihat adalah generalisasi temuan tersebut ke konteks pendidikan yang mungkin memiliki karakteristik unik. Penelitian ini juga tidak mengidentifikasi secara spesifik metode keterlibatan yang paling efektif, sehingga mengurangi aplikabilitasnya dalam lingkungan pendidikan (Bahri, 2023; Ismi et al., 2022; Sofarina, 2023). Emmanuel Ok pentingnya manajemen konflik kolaboratif dan tim pembangunan dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan sekolah. Namun, meskipun penekanan pada moral guru dan hasil siswa merupakan aspek positif, penelitian ini mungkin kurang memberikan bukti empiris yang kuat untuk mendukung klaim tersebut. Terakhir, Purba et al. (2024) melakukan studi kasus tentang penyelesaian konflik melalui mediasi, tetapi penelitian ini cenderung terbatas pada situasi tertentu dan tidak mencakup berbagai pendekatan mediasi yang mungkin relevan di berbagai institusi pendidikan. Kelemahan ini mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi berbagai metodologi dalam manajemen konflik. Penelitian ini menghadirkan beberapa aspek baru dan inovatif yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pendidikan(Naben & Widyawati, 2024; Novala et al., 2023; Safarina et al., 2024). Salah satu aspek tersebut adalah pendekatan kolaboratif yang komprehensif, dalam mana penelitian ini mengintegrasikan perspektif semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, sehingga menghasilkan model kolaboratif yang lebih inklusif dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Dalam rangka menggali pandangan serta solusi dari berbagai pihak, penelitian ini juga menerapkan metode partisipatif yang melibatkan lokakarya, diskusi kelompok, dan observasi partisipatif (’Afifah et al., 2022; Haris, 2022; Rochmatika, 2023). Metode ini tidak hanya meningkatkan partisipasi, tetapi juga memastikan bahwa suara dari berbagai pemangku kepentingan dalam pendidikan diterima dan diperhitungkan (Andrian, 2024; Joseph & Mangedong, 2023; Putra & Astika, 2023). Selanjutnya, penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan publik sebagai strategi utama dalam penyelesaian konflik pendidikan, yang menunjukkan bahwa partisipasi luas masyarakat dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan relevan. Dengan mengedepankan kolaborasi dan partisipasi, penelitian ini berpotensi menciptakan perubahan positif dalam sistem pendidikan, menjadikannya lebih responsif terhadap kebutuhan dan tantangan yang dihadapi (Nurpatri et al., 2022; S. Pratiwi et al., 2022; Putra & Astika, 2023). Inovasi yang ditawarkan dalam penelitian ini tidak hanya relevan dengan konteks saat ini, tetapi juga memberikan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut dan implementasi kebijakan pendidikan yang lebih baik di masa depan. Kesenjangan penelitian di bidang keterlibatan publik dalam penyelesaian konflik pendidikan menunjukkan perlunya mendesak untuk mengorganisir partisipasi secara masyarakat secara efektif. Penelitian ini berupaya mengisi kekurangan tersebut dengan menawarkan model praktis yang dapat diterapkan dalam konteks lokal 90 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 tertentu. Dengan fokus pada bagaimana keterlibatan masyarakat dapat ditingkatkan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi yang relevan dan aplikatif untuk menyelesaikan konflik pendidikan yang sering terjadi di masyarakat. Perbedaan penelitian ini dibandingkan dengan penelitian sebelumnya terletak pada beberapa aspek penting. Pertama, pendekatan holistik yang diterapkan melibatkan seluruh pemangku kepentingan utama dalam pendidikan, sehingga menciptakan dialog yang lebih komprehensif (Darmayanti, 2023; Santiago et al., 2023; Vedianty et al., 2023). Kedua, penelitian ini dilakukan dalam konteks lokal yang spesifik, memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai tantangan dan peluang yang ada. Selain itu, metodologi tindakan kelas yang digunakan memungkinkan penerapan intervensi langsung dan evaluasi strategi penyelesaian konflik secara real-time. Dengan fokus pada keinginan, penelitian ini tidak hanya mencari solusi jangka pendek, tetapi juga berkomitmen untuk menciptakan perubahan yang berdampak dalam jangka panjang. Melalui pendekatan inklusif dan partisipatif, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami dan menerapkan praktik penyelesaian konflik di bidang pendidikan (da Silva Santiago et al., 2023; Darmayanti, 2024; Zahroh et al., 2023). Model yang dihasilkan juga dapat dijadikan acuan bagi institusi pendidikan lainnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan produktif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan fokus pada peningkatan keterlibatan publik dalam penyelesaian konflik pendidikan. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang dinamika konflik dan efektivitas intervensi yang dilakukan (Hidayat, 2022; Lina et al., 2023; Nuryami et al., 2024). 2.1 Desain Penelitian Penelitian ini mengadopsi desain Participatory Action Research (PAR) yang menekankan kolaborasi antara peneliti dan partisipan dalam proses penelitian (Kulsum et al., 2023; Solehudin & Darmayanti, 2018; D. C. Wibowo et al., 2024). PAR dipilih karena kemampuannya untuk melibatkan pemangku kepentingan secara aktif dalam mengidentifikasi masalah, merencanakan tindakan, dan menghasilkan hasil. Desain ini selaras dengan tujuan penelitian untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan konflik pendidikan. Alur penelitian tindakan kelas ini mengikuti siklus yang terdiri dari empat tahap utama: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Proses ini dilakukan secara berulang untuk memastikan perbaikan berkelanjutan dalam strategi penyelesaian konflik. Gambar 1 Alur Penelitian Tindakan Kelas Alur penelitian di atas menggambarkan proses iteratif yang digunakan dalam penelitian ini. Setiap siklus dimulai dengan mengidentifikasi masalah, diikuti oleh tindakan perencanaan, tindakan implementasi, observasi hasil, dan refleksi. Hasil refleksi kemudian dievaluasi untuk menentukan apakah diperlukan perbaikan lebih lanjut atau apakah tujuan penelitian telah tercapai. 2.2 Subjek dan Populasi Penelitian Subjek penelitian ini terdiri dari berbagai pemangku kepentingan dalam lingkungan pendidikan yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam konflik pendidikan. Pemilihan subjek dilakukan dengan metode purposive sampling untuk memastikan keterwakilan dari berbagai perspektif dalam komunitas sekolah. 91 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 Tabel 1 Komposisi Subjek Subjek Jumlah Lokasi Deskripsi Guru 10 Sekolah A, B, C Mengajar di tingkat SD dan SMP Siswa 30 Sekolah A, B, C Siswa kelas 5 hingga 9 Orang Tua 20 Sekolah A, B, C Orang tua siswa yang terlibat Tabel 1 menunjukkan komposisi subjek penelitian yang terdiri dari guru, siswa, dan orang tua dari tiga sekolah berbeda. Pemilihan subjek yang beragam ini bertujuan untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif tentang konflik pendidikan dan potensi solusinya. Guru yang dipilih memiliki pengalaman mengajar di tingkat SD dan SMP, sementara siswa yang terlibat berasal dari kelas 5 hingga 9. Keterlibatan orang tua dalam penelitian ini juga penting untuk memahami dinamika konflik dari sudut pandang keluarga. 2.3 Indikator dan Sub-Indikator Penelitian Untuk mengukur efektivitas intervensi dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk menyelesaikan konflik pendidikan, penelitian ini menggunakan beberapa indikator kunci. Indikatorindikator ini dipilih berdasarkan pandangan literatur terkini tentang keterlibatan komunitas dalam pendidikan dan manajemen konflik. Tabel 2 Indikator dan Sub-Indikator Indikator Sub-Indikator Partisipasi dalam Lokakarya Jumlah peserta, feedback peserta Diskusi Kelompok Jumlah diskusi, kualitas diskusi Komunikasi Frekuensi komunikasi, kepuasan Tabel 2 menyajikan indikator dan sub-indikator yang digunakan untuk melibatkan keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian konflik pendidikan. Indikator Partisipasi dalam Lokakarya diukur melalui jumlah peserta yang hadir dan kualitas feedback yang diberikan. "Diskusi Kelompok" dinilai berdasarkan frekuensi diskusi yang diadakan dan kualitas interaksi selama diskusi. Sementara itu, “Komunikasi” dievaluasi melalui frekuensi interaksi antar pemangku kepentingan dan tingkat kepuasan terhadap proses komunikasi yang berlangsung. Penggunaan indikator-indikator ini memungkinkan peneliti untuk mengukur secara kuantitatif dan kualitatif tingkat keterlibatan publik dan efektivitas strategi penyelesaian konflik yang diterapkan. 2.4 Instrumen Penelitian Untuk mengumpulkan data yang komprehensif, penelitian ini menggunakan berbagai instrumen yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik subjek penelitian. Instrumen-instrumen ini dirancang untuk mengukur indikator-indikator yang telah ditetapkan sebelumnya. Tabel 3 Instrumen Penelitian Instrumen Butir Subjek/Populasi Lokasi Kuesioner Keterlibatan 15 Guru, Siswa, Orang Tua Sekolah A, B, C Observasi Partisipatif 10 Guru, Siswa Sekolah A, B, C Tabel 3 menunjukkan instrumen penelitian yang digunakan, termasuk jumlah butir pertanyaan atau aspek yang diamati, subjek atau populasi yang menjadi target, serta lokasi penggunaan instrumen. Kuesioner Keterlibatan terdiri dari 15 butir pertanyaan yang ditujukan kepada guru, siswa, dan orang tua di sekolah ketiga yang menjadi lokasi penelitian. Instrumen ini bertujuan untuk mengukur persepsi dan tingkat keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses penyelesaian konflik. Observasi Partisipatif dilakukan dengan menggunakan 10 titik pengamatan yang fokus pada interaksi antara guru dan siswa di lingkungan sekolah. Metode observasi ini memungkinkan peneliti untuk mengamati secara langsung dinamika konflik dan efektivitas strategi penyelesaian yang diterapkan. 2.5 Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahap yang melibatkan berbagai metode untuk menjamin validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Prosedur ini dapat dilihat pada Gambar 2. 92 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 Gambar 2 Prosedur Pengumpulan Data Prosedur yang dijelaskan dalam Gambar 2 mencakup beberapa langkah penting dalam penelitian yang fokus pada keterlibatan komunitas. Pertama, diadakan lokakarya pengenalan untuk memperkenalkan tujuan penelitian dan membangun hubungan yang baik dengan partisipan. Selanjutnya, diskusi kelompok terfokus dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman partisipan mengenai konflik pendidikan. Setelah itu, penyebaran kuesioner intersepsi dilakukan kepada semua partisipan guna mengukur tingkat keterlibatan awal mereka. Observasi partisipatif juga dilakukan selama proses intervensi untuk mengamati perubahan perilaku dan interaksi yang terjadi. Selain itu, wawancara mendalam dilakukan dengan sampel partisipan untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai pengalaman mereka. Terakhir, evaluasi akhir dilakukan dengan mengumpulkan data pasca intervensi untuk menilai perubahan dan efektivitas program. Semua prosedur ini dirancang berdasarkan prinsip-prinsip Penelitian Partisipatif Berbasis Komunitas (CBPR), yang menekankan pentingnya keterlibatan komunitas aktif dalam proses penelitian, sehingga hasil yang diperoleh lebih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat yang terlibat (Abidin et al., 2023; Solehudin et al., 2024; Zahroh et al., 2023). 2.6 Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai fenomena yang sedang diteliti. Dengan memanfaatkan data numerik dan data naratif, peneliti dapat mengeksplorasi aspek-aspek yang berbeda dari subjek penelitian, sehingga menghasilkan temuan yang lebih kaya dan mendalam. Analisis kuantitatif memberikan gambaran umum melalui statistik, sedangkan analisis kualitatif membantu menjelaskan konteks dan makna di balik angka-angka tersebut. Kombinasi kedua metode ini memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan yang lebih kuat dan valid. Lihat Gambar 3 untuk detail lebih lanjut. Gambar 3 Analisis Data Proses analisis yang ditampilkan pada Gambar 3 mencakup beberapa langkah penting yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang data yang diperoleh. Pertama, dilakukan analisis statistik deskriptif terhadap data kuantitatif yang berasal dari kuesioner, di mana frekuensi, mean, dan standar deviasi dihitung untuk memberikan gambaran umum mengenai distribusi data. Selanjutnya, data kualitatif yang diperoleh melalui diskusi kelompok dan wawancara dianalisis dengan metode analisis tematik, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola dan tema utama yang muncul dari informasi tersebut. Untuk meningkatkan validitas temuan, hasil analisis kuantitatif dan kualitatif kemudian ditriangulasi, sehingga dapat 93 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 diperoleh kesimpulan yang lebih kuat. Selain itu, analisis komparatif dilakukan dengan membandingkan data sebelum dan sesudah intervensi untuk mengukur efektivitas program yang dijalankan. Dalam proses ini, penggunaan software analisis data seperti SPSS untuk data kuantitatif dan NVivo untuk data kualitatif sangat membantu, karena memungkinkan analisis yang lebih akurat dan efisien, serta meningkatkan kualitas hasil penelitian secara keseluruhan. Dengan pendekatan yang sistematis ini, diharapkan hasil analisis dapat memberikan wawasan yang berharga dan mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data. Penyelesaian Konflik Pendidikan Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian konflik pendidikan dapat meningkatkan komunikasi antar pihak yang berselisih secara signifikan. Data menunjukkan bahwa 75% responden merasa lebih terlibat setelah lokakarya diadakan, dan 80% melaporkan peningkatan pemahaman tentang isu-isu yang sedang dihadapi. Peningkatan keterlibatan ini mencerminkan efektivitas pendekatan kolaboratif yang diterapkan dalam tindakan penelitian kelas ini. 3.2 Peningkatan Keterlibatan Publik dalam Penyelesaian Konflik Pendidikan Tabel berikut menyajikan data tentang tingkat keterlibatan sebelum dan sesudah intervensi: HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Peningkatan Keterlibatan Publik dalam Tabel 4 Intervensi Aspek Keterlibatan Guru Siswa Orang Tua Sebelum Intervensi (%) 40 30 25 Tabel di atas menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterlibatan semua pihak setelah intervensi dilakukan. Khususnya, keterlibatan guru meningkat paling drastis dari 40% menjadi 85%, menunjukkan efektivitas intervensi dalam melibatkan tenaga pendidik. Peningkatan keterlibatan siswa dan orang tua juga menunjukkan hasil yang positif, meskipun tidak mencapai peningkatan keterlibatan guru. Studi ini menegaskan bahwa integrasi permainan edukatif dalam pembelajaran IPS memberikan hasil yang Sesudah Intervensi (%) 85 70 65 positif dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Pendekatan ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menyenangkan, tetapi juga efektif dalam membangun keterampilan sosial yang penting bagi perkembangan siswa. 3.3 Alur Proses Keterlibatan Publik dalam Penyelesaian Konflik Pendidikan Berikut adalah alur proses keterlibatan publik dalam penyelesaian konflik pendidikan yang diterapkan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4 Alur Proses Keterlibatan Publik dalam Penyelesaian Konflik Pendidikan Dalam Gambar 4, alur proses keterlibatan publik dalam penyelesaian konflik pendidikan disajikan secara sistematis, menggambarkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai resolusi yang efektif. Proses dimulai dengan identifikasi masalah, di mana isu-isu utama yang memicu konflik di dalam pendidikan dengan diketahui dengan jelas (Adibussholih et al., 2023; Arifin et al., 2023; Harahap et al., 2023). Selanjutnya, lokakarya diadakan untuk melibatkan semua pemangku kepentingan, memberikan ruang bagi setiap suara untuk didengar dan dipertimbangkan. Diskusi kelompok menjadi tahapan penting berikutnya, di mana berbagai perspektif dipikirkan untuk mencari solusi yang tepat. Proses ini juga mencakup pengamatan partisipatif, yang bertujuan untuk memahami dinamika dan konteks konflik secara lebih mendalam. Pada akhirnya, penyelesaian strategi yang disusun akan menjadi hasil kesepakatan bersama, memberikan arah yang jelas untuk 94 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 mengatasi konflik yang ada. Dengan pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif dari semua pihak, alur ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya komprehensif tetapi juga berkelanjutan, menjadikan keterlibatan masyarakat sebagai kunci dalam menyelesaikan masalah pendidikan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan komunikasi antara pemangku kepentingan sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan produktif. 4.1 Efektifitas Pendekatan Kolaburatif dalam Penyelesaian Konflik Pendidikan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua dapat secara efektif meningkatkan komunikasi dan mengurangi ketegangan di lingkungan sekolah. Temuan ini sejalan dengan penelitian Smith et al. (2021) yang menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mengatasi konflik pendidikan. Peningkatan keterlibatan yang signifikan, terutama di kalangan guru (dari 40% menjadi 85%), menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil memobilisasi tenaga pendidik sebagai agen perubahan utama dalam proses penyelesaian konflik Perhatikan Tabel 1. DISKUSI dan PEMBAHASAN PENELITIAN Tabel 5 Efektivitas Pendekatan Kolaboratif dalam Penyelesaian Konflik Pendidikan Aspek Deskripsi Apa Pendekatan kolaboratif dalam penyelesaian konflik pendidikan Bagaimana Melibatkan guru, siswa, dan orang tua untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi ketegangan di lingkungan sekolah Siapa Guru, siswa, dan orang tua sebagai pemangku kepentingan utama Contoh Peningkatan keterlibatan guru dari 40% menjadi 85% Pendekatan kolaboratif dalam penyelesaian konflik pendidikan terbukti efektif dalam meningkatkan komunikasi dan mengurangi ketegangan di lingkungan sekolah. Metode ini melibatkan tiga pemangku kepentingan utama: guru, siswa, dan orang tua. Keberhasilan pendekatan ini ditunjukkan oleh peningkatan signifikan dalam keterlibatan guru, yang meningkat dari 40% menjadi 85%. Temuan ini sejalan dengan penelitian Prahastiwi et al. (2023) yang menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mengatasi konflik pendidikan. Efektivitas pendekatan kolaboratif ini mencerminkan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam proses penyelesaian konflik pendidikan. Peningkatan keterlibatan guru yang signifikan menunjukkan bahwa tenaga pendidik dapat berperan sebagai agen perubahan utama dalam proses ini. Namun, perlu diperhatikan bahwa meskipun keterlibatan guru meningkat drastis, data tentang peningkatan keterlibatan siswa dan orang tua tidak disebutkan secara spesifik. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan keterlibatan antar pemangku kepentingan dan bagaimana meningkatkan partisipasi semua pihak secara merata. Pendekatan kolaboratif dalam pendidikan mempunyai dampak signifikan terhadap berbagai aspek di lingkungan sekolah. Pertama, peningkatan komunikasi antar pemangku kepentingan dapat mengurangi kesalahpahaman dan konflik yang akhirnya muncul. Dengan melibatkan semua pihak, pendekatan ini juga berpotensi mengurangi ketegangan dalam interaksi sehari-hari, sehingga menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk proses belajar mengajar. Selain itu, guru pemberdayaan sebagai pemimpin dalam penyelesaian konflik menunjukkan pentingnya peran tenaga pendidik dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan. Keberhasilan dari pendekatan ini dapat menjadi model bagi sekolah lain, mendorong adopsi praktik serupa di institusi pendidikan yang berbeda. Dengan demikian, pengurangan konflik dan peningkatan komunikasi ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Namun, implementasinya tetap ada, terutama dalam memastikan interaksi yang seimbang dari semua pemangku kepentingan. Hal ini penting agar semua suara didengar dan diakomodasi, sehingga tujuan kolaboratif dapat tercapai dengan efektif. Meskipun demikian, jika tantangan ini dapat diatasi, pendekatan kolaboratif ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan produktif. Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan potensi yang signifikan dalam menyelesaikan konflik pendidikan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana meningkatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara merata dan bagaimana mempertahankan efektivitas pendekatan ini dalam jangka panjang. 4.2 Efektifitas Pendekatan Kolaburatif dalam Penyelesaian Konflik Pendidikan 95 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 Meskipun penelitian menunjukkan peningkatan keterlibatan yang signifikan, tantangan dalam mengorganisir keterlibatan yang merata dari semua pihak tetap ada. Mubarok et al. (2023)menekankan pentingnya strategi inklusif untuk memastikan semua suara didengar dalam proses penyelesaian konflik. Dalam konteks penelitian ini, meskipun keterlibatan orang tua meningkat dari 25% menjadi 65%, angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan keterlibatan guru dan siswa. Hal ini menunjukkan perlunya strategi tambahan untuk meningkatkan partisipasi orang tua dalam proses penyelesaian konflik pendidikan. Berikut adalah tabel mengenai tantangan dalam mengorganisir keterlibatan yang merata: Tabel 6 Tantangan Konflik Pendidikan Tantangan Jenis Contoh Problem yang Ditemukan Orang Sulit untuk menghadiri pertemuan atau diskusi Keterlibatan Keterbatas Keterlibatan an Waktu Orang Tua tua memiliki kesibuka n kerja Kurangnya Keterlibatan Guru Pengetahu Guru tidak an Tidak bisa memberikan masukan yang konstruktif memiliki pelatiha n yang cukup Perbedaan Keterlibatan Pandangan Siswa Siswa Konflik dalam pengambilan keputusan memiliki perspekt if yang berbeda Hambatan Keterlibatan Informas Komunikasi Komunitas i tidak Beberapa pihak tidak mendapatkan informasi yang sama sampai ke semua pihak Keterbatas Keterlibatan an Akses Online Teknologi Beberap Kesulitan dalam mengikuti pertemuan virtual a orang tua tidak memiliki 96 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 akses Ketidakpas Keterlibatan Tidak tian Peran Stakeholder jelasnya Kebingungan dalam tanggung jawab dan kontribusi peran masingmasing pihak Resistensi Keterlibatan Kebijaka terhadap Pemangku n baru Perubahan Kebijakan Penolakan dari pihak tertentu terhadap perubahan yang tidak diterima Tabel di atas menyajikan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam upaya mengorganisir keterlibatan yang merata dalam proses penyelesaian konflik pendidikan. Masing-masing tantangan diuraikan dengan jenis keterlibatan yang relevan, contoh konkret, dan masalah yang ditemukan dalam praktiknya. Hal ini menunjukkan kompleksitas dalam meningkatkan partisipasi semua pihak, terutama orang tua, guru, siswa, dan komunitas. 4.3 Implikasi untuk Praktik Pendidikan Penelitian ini memberikan model yang dapat diadaptasi oleh sekolah lain untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan inklusif. Pendekatan kolaboratif yang diterapkan dengan temuan Emmanuel Ok yang menekankan pentingnya manajemen konflik kolaboratif dan tim pembangunan dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan sekolah. Implementasi model ini dapat mendukung hasil yang lebih baik bagi semua pihak yang terlibat, tidak hanya dalam hal penyelesaian konflik, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Tabel 7 Implikasi untuk Praktik Pendidikan Aspek Deskripsi Implikasi untuk Praktik Pendidikan Model yang dapat diadaptasi oleh sekolah lain untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan inklusif. Jenis Praktiknya Pendekatan kolaboratif dalam manajemen konflik dan pembangunan tim. Siapa yang Berperan Semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, termasuk guru, siswa, dan manajemen sekolah. Contoh Penerapan dalam Implikasi Implementasi model kolaboratif untuk menyelesaikan konflik dan meningkatkan kualitas pendidikan. Manfaat Terkait Implikasi untuk Praktik Pendidikan Meningkatkan efektivitas kepemimpinan sekolah dan hasil pendidikan secara keseluruhan. 97 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 Pembahasan mengenai penerapan praktik pendidikan menunjukkan bahwa penelitian ini menghasilkan model yang dapat diadaptasi oleh berbagai institusi pendidikan. Model ini dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan inklusif, yang sangat diperlukan dalam mengatasi konflik serta meningkatkan kualitas pendidikan yang ada. Pendekatan yang digunakan dalam model ini adalah pendekatan kolaboratif, yang fokus pada manajemen konflik dan tim pembangunan. Hal ini sejalan dengan temuan Emmanuel Ok yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan sekolah. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam pendidikan, termasuk guru, siswa, dan manajemen sekolah, menjadi kunci untuk memastikan bahwa pendekatan kolaboratif dapat diterapkan secara efektif. Implementasi dari model kolaboratif ini dapat dilakukan dalam berbagai aspek pendidikan, mulai dari penyelesaian konflik hingga peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Contohnya meliputi pembentukan tim lintas departemen, sesi dialog terbuka antara guru dan siswa, serta pengembangan program kepemimpinan kolaboratif untuk staf sekolah. Manfaat yang diperoleh dari penerapan model ini sangat signifikan, antara lain peningkatan efektivitas kepemimpinan sekolah dan hasil pendidikan yang lebih baik. Dengan menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif, sekolah dapat mengurangi konflik, meningkatkan komunikasi antar pemangku kepentingan, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa. Melalui kolaborasi yang baik, diharapkan dapat tercipta suasana belajar yang lebih kondusif dan produktif. Pendekatan kolaboratif ini tidak hanya bermanfaat dalam menyelesaikan konflik, tetapi juga berpotensi meningkatkan berbagai aspek pendidikan, termasuk pengembangan kurikulum, metode pengajaran, dan manajemen sekolah. Dengan mengadopsi model ini, sekolah-sekolah dapat menciptakan budaya pembelajaran yang lebih positif dan produktif, yang pada gilirannya akan menghasilkan hasil pendidikan yang lebih baik bagi semua pihak yang terlibat. 4.4 Peran Mediasi dalam Penyelesaian Konflik Pendidikan Studi kasus yang disajikan oleh Rai, Gupta, dan Parewa tentang penyelesaian konflik di institusi pendidikan melalui mediasi memberikan wawasan tambahan yang relevan dengan penelitian ini. Penggunaan komunikasi tertulis dan energi transformasi untuk mendorong introspeksi dan interaksi konstruktif dapat diintegrasikan ke dalam model keterlibatan publik yang dikembangkan dalam penelitian ini untuk meningkatkan efektivitasnya lebih lanjut. Mediasi memainkan peran kunci dalam penyelesaian konflik pendidikan dengan menciptakan interaksi konstruktif dan mendorong introspeksi di antara pihakpihak yang terlibat. Dalam penelitian ini, integrasi teknik mediasi ke dalam model keterlibatan publik terbukti dapat meningkatkan efektivitas penyelesaian konflik di lingkungan pendidikan. Salah satu aspek penting dari mediasi adalah penggunaan komunikasi tertulis. Studi kasus yang dilakukan oleh Rai, Gupta, dan Parewa memberikan wawasan tentang efektivitas komunikasi tertulis dalam proses mediasi di institusi pendidikan. Temuan mereka menunjukkan bahwa komunikasi tertulis dapat memfasilitasi dialog dan pemahaman yang lebih mendalam antara pihak-pihak yang berkonflik, dengan keuntungan seperti dokumentasi yang jelas, waktu untuk refleksi, dan pengurangan eskalasi emosional. Hal ini sejalan dengan penelitian Lee dan Johnson (2021) yang juga menekankan pentingnya komunikasi tertulis dalam mediasi pendidikan. Selain komunikasi tertulis, konsep transformasi energi juga memainkan peran penting dalam mediasi. Transformasi energi merujuk pada perubahan dalam cara pihak-pihak yang berinteraksi, mendorong introspeksi selama proses mediasi. Prinsip-prinsip transformasi konflik melihat konflik sebagai peluang untuk perubahan positif dan pertumbuhan. Dalam konteks pendidikan, transformasi energi dapat mengubah persepsi negatif menjadi pemahaman empatik, mengalihkan fokus dari posisi yang kaku ke eksplorasi kepentingan bersama, dan mendorong semua pihak untuk melihat konflik sebagai masalah bersama yang perlu diselesaikan secara kolaboratif. Studi oleh Emmanuel Ok (2022) mendukung pendekatan ini dengan menyoroti pentingnya perubahan persepsi dalam manajemen konflik. Integrasi metode komunikasi tertulis dan transformasi energi ke dalam model keterlibatan publik yang dikembangkan dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian konflik pendidikan. Dengan meningkatkan partisipasi melalui komunikasi tertulis, termasuk dari pihak yang mungkin merasa tidak nyaman dalam interaksi langsung, dialog konstruktif dapat diperkuat. Transformasi energi membantu menciptakan iklim yang kondusif untuk diskusi produktif dan berorientasi solusi, serta membangun konteks dengan mengidentifikasi kesepakatan kawasan. Studi yang diterbitkan oleh Smith et al. (2023) menekankan bahwa strategi integratif seperti ini dapat meningkatkan partisipasi dan mencapai solusi yang lebih berkelanjutan. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup perlunya pelatihan mediator dalam penggunaan komunikasi 98 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 tertulis dan teknik transformasi energi. Pengembangan protokol yang jelas untuk komunikasi komunikasi tertulis dalam proses mediasi juga penting. Evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas teknik mediasi yang digunakan harus dilakukan untuk melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan. Dengan mengintegrasikan wawasan dari studi kasus Rai, Gupta, dan Parewa ke dalam model keterlibatan publik yang dikembangkan, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyelesaian konflik pendidikan secara signifikan. Pendekatan ini tidak hanya memfasilitasi penyelesaian konflik yang ada tetapi juga berpotensi menciptakan perubahan jangka panjang dalam cara komunitas pendidikan mengelola dan mentransformasi konflik. 4.5 Dampak Jangka Panjang dan Keberlanjutan Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat yang lebih tinggi dalam penyelesaian konflik pendidikan tidak hanya memperbaiki komunikasi jangka pendek, tetapi juga berpotensi menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan. Namun, untuk memastikan dampak jangka panjang, diperlukan penelitian lanjutan yang mengamati efek dari intervensi ini selama periode yang lebih panjang. Hal ini sejalan dengan pendekatan yang diadvokasi dalam studi tentang manajemen konflik di Kosta Rika, yang menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan pengembangan kompetensi kognitif dan emosional dalam mengelola konflik di lingkungan pendidikan. Tabel 8 Dampak Jangka Panjang dan Keberlanjutan Aspek Temuan Implikasi Komunikasi Perbaikan komunikasi jangka pendek antar pihak yang Peningkatan dialog dan pemahaman bersama berkonflik dalam komunitas sekolah Potensi menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan Penyelesaian konflik yang lebih efektif dan tahan Solusi Konflik lama Penelitian Diperlukan observasi efek intervensi dalam jangka Pentingnya studi longitudinal untuk memvalidasi Lanjutan panjang dampak jangka panjang Pelatihan Pentingnya pelatihan berkelanjutan dalam manajemen Peningkatan kompetensi staf sekolah dalam konflik menangani konflik Pengembangan Fokus pada pengembangan kompetensi kognitif dan Peningkatan kapasitas individu dalam mengelola Kompetensi emosional konflik secara efektif Model Adaptif Penyediaan model yang dapat diadaptasi untuk Potensi replikasi dan penyesuaian model di lingkungan pendidikan berbagai konteks sekolah Peningkatan keterlibatan semua pemangku kepentingan Pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif Keterlibatan Pemangku dalam penyelesaian konflik Kepentingan Tantangan Kesulitan dalam mencapai keterlibatan yang merata Perlunya strategi khusus untuk memastikan Penelitian Kebutuhan akan penelitian dan pengembangan lebih Peluang untuk memperdalam pemahaman dan Masa Depan lanjut meningk atkan efektivitas intervensi partisipasi yang seimbang Tabel ini berisi temuan-temuan utama dari penelitian terkait dampak jangka panjang dan ketidakterlibatan masyarakat dalam penyelesaian konflik pendidikan. Aspek-aspek yang dibahas mencakup perbaikan komunikasi, potensi solusi berkelanjutan, pentingnya penelitian lanjutan, pelatihan, pengembangan kompetensi, dan tantangan. Setiap aspek diikuti oleh implikasi yang relevan untuk praktik dan penelitian di masa mendatang dalam bidang penyelesaian konflik pendidikan. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang peran keterlibatan publik dalam penyelesaian konflik pendidikan. Melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif, penelitian ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, tetapi juga menyediakan model yang dapat diadaptasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan produktif. Namun, tantangan yang teridentifikasi, terutama dalam hal keterlibatan yang merata, menunjukkan perlunya penelitian dan pengembangan lebih lanjut di bidang ini. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan penting 99 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 terkait peningkatan keterlibatan publik dalam penyelesaian konflik pendidikan: a. Efektivitas Keterlibatan Publik: Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian konflik pendidikan dapat secara signifikan memperbaiki komunikasi antar pihak yang berselisih dan menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua terbukti efektif dalam merumuskan strategi penyelesaian konflik yang lebih komprehensif dan diterima oleh semua pihak. b. Perbaikan Komunikasi: Melalui lokakarya, diskusi kelompok, dan pengamatan partisipatif, penelitian ini berhasil memfasilitasi dialog yang lebih terbuka dan konstruktif antara berbagai pemangku kepentingan. Hal ini menghasilkan peningkatan pemahaman bersama tentang akar permasalahan konflik dan potensi solusinya. c. Solusi Berkelanjutan: Keterlibatan aktif masyarakat dalam proses penyelesaian konflik menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan. Hal ini disebabkan oleh rasa kepemilikan yang lebih besar terhadap solusi yang dihasilkan, serta pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas permasalahan yang dihadapi. d. Model Penyelesaian Konflik: Penelitian ini berhasil mengembangkan model penyelesaian konflik berbasis keterlibatan masyarakat yang dapat diadaptasi oleh sekolah lain untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan inklusif. e. Implementasi Tantangan: Meskipun terdapat hasil positif, penelitian juga mengidentifikasi tantangan dalam mengorganisir keterlibatan yang merata dari semua pihak. Hal ini menunjukkan perlunya strategi khusus untuk memastikan partisipasi yang seimbang dan representatif dari seluruh komponen masyarakat sekolah. f. Peningkatan Kualitas Pendidikan: Secara keseluruhan, pendekatan kolaboratif dalam penyelesaian konflik pendidikan berkontribusi pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan iklim sekolah yang lebih kondusif. b. c. d. e. f. g. h. 5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan penting terkait peningkatan : a. Adopsi Model Kolaboratif: Sekolah-sekolah i. 100 disarankan untuk mengadopsi dan mengadaptasi model penyelesaian konflik berbasis keterlibatan publik yang telah dikembangkan dalam penelitian ini. Model implementasi ini dapat disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan spesifik masingmasing sekolah. Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas: Perlu diadakan pelatihan dan program pengembangan kapasitas bagi guru, staf sekolah, dan perwakilan orang tua untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam fasilitasi dialog, mediasi konflik, dan pengambilan keputusan kolaboratif. Sistem Komunikasi Terpadu: Sekolah disarankan untuk mengembangkan sistem komunikasi terpadu yang memfasilitasi pertukaran informasi dan dialog yang berkelanjutan antara sekolah, siswa, dan orang tua. Hal ini dapat mencakup platform digital, pertemuan rutin, dan mekanisme umpan balik yang efektif. Integrasi dalam Kebijakan Sekolah: Pendekatan keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian konflik juga ke dalam kebijakan dan prosedur operasional standar sekolah. Hal ini akan memastikan keberlanjutan dan konsistensi dalam implementasinya. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan: Disarankan untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas model penyelesaian konflik yang diterapkan. Hasil evaluasi ini harus digunakan untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian yang diperlukan. Kolaborasi Antar Sekolah: Mendorong kolaborasi dan pertukaran pengalaman antar sekolah dalam implementasi model penyelesaian konflik berbasis keterlibatan publik. Hal ini dapat dilakukan melalui forum bersama, studi banding, atau program mentoring antar sekolah. Penelitian Lanjutan: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi metode yang dapat meningkatkan keterlibatan yang merata dari semua pihak dan mengatasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi strategi penyelesaian konflik di berbagai konteks pendidikan. Pengembangan Kurikulum: Mengintegrasikan resolusi pendidikan konflik dan keterampilan komunikasi ke dalam kurikulum sekolah untuk membekali siswa dengan kemampuan yang diperlukan dalam mengelola konflik secara konstruktif. Dukungan Kebijakan: Mendorong pembuat kebijakan di tingkat lokal dan nasional untuk Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 memberikan dukungan dan sumber daya yang diperlukan dalam implementasi model penyelesaian konflik berbasis keterlibatan publik di sekolah-sekolah. j. Pemberdayaan Siswa: Meningkatkan peran aktif siswa dalam proses penyelesaian konflik melalui program kepemimpinan siswa dan inisiatif mediasi sebaya. Hal ini akan membantu mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa serta meningkatkan rasa kepemilikan mereka terhadap lingkungan sekolah. Dengan menerapkan saran-saran ini, diharapkan sekolah dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis, inklusif, dan kondusif untuk proses belajar mengajar yang optimal. Keterlibatan masyarakat yang efektif dalam menyelesaikan konflik pendidikan tidak hanya akan mengurangi gangguan dalam proses pendidikan tetapi juga akan berkontribusi pada terbentuknya komunitas sekolah yang lebih kuat dan tangguh. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 2(1), 9–21. https://doi.org/10.62238/jupsijurnalpendidikansosiali ndonesia.v2i1.69 Arifin, Z., Saputra, A. B., & Jaenullah, J. (2023). Model Pembelajaran Berbasis Web (E Learning) Pada Pembelajaran PAI. Assyfa Journal of …. https://journal.assyfa.com/index.php/ajme/article/vi ew/553 Atmim, R. R., Muslia, W., Subandi, S., & ... (2024). … SEBAGAI UPAYA MENDORONG INOVASI DAN MENINGKATKAN KETERLIBATAN KARYAWAN UNTUK MEMBANGUN DAMPAK POSITIF DIMATA PUBLIK. Jurnal Pendidikan …. https://jpgmi.stitmultazam.ac.id/index.php/JPGMI/ar ticle/view/36 Bahri, S. (2023). Manajemen Konflik Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Suasana Kondusif Belajar Siswa di SMPN 2 Larangan Pamekasan. etheses.iainmadura.ac.id. http://etheses.iainmadura.ac.id/5786/ Basuki, B., Widyanti, R., & ... (2023). Peran Moderasi Budaya Organisasi Terhadap Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dengan Keterlibatan Karyawan Pegawai Organisasi Publik. AL-ULUM: Jurnal Ilmu …. https://ojs.uniskabjm.ac.id/index.php/ALSH/article/view/12711 Choeriyah, N., & Assyahri, W. (2024). Keterlibatan Generasi Z dalam Proses Pembuatan Kebijakan Publik Guna Mendekati Pelayanan yang Lebih Inklusif dan Responsif. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora. https://isora.safar.id/index.php/isora/article/view/44 da Silva Santiago, P. V, Darmayanti, R., & Sugianto, R. (2023). Conquering IMO Problems in Brazil by Recognizing the Didactic Situation, Mathematics Teachers Must Know! Assyfa Learning Journal, 1(2), 73–88. Darmayanti, R. (2023). Gema Cow-Pu: Development of Mathematical Crossword Puzzle Learning Media on Students’ Critical Thinking Ability. Assyfa Learning Journal, 1(1), 37–48. Darmayanti, R. (2024). Programmed learning in mathematics education before and after the pandemic: Academics Integrate technology. Assyfa Learning Journal, 2(1), 40–56. Fauzan, A., Arafat, Y., Pahlawan, P., Hairani, H., & Ardianti, I. (2024). Pengaruh Kurikulum Merdeka dan Keterlibatan Industri Terhadap Peningkatan Keterampilan Praktis Siswa di SMK. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(9), 10035–10042. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5818 Firyal, D. A. (n.d.). Keterlibatan Publik Dalam Pelestarian Monumen Perjuangan Masyarakat Cibinong Bogor 1985-2020. Repository.Uinjkt.Ac.Id. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/12345 6789/59797 Firyal, D. A., & Hadi, A. (2022). Merawat Ingatan: Keterlibatan Publik dalam Pelestarian Monumen Perjuangan di Cibinong Bogor 1985-2020. Socio REFERENSI Abidin, M. Z., Mispani, M., Yusuf, M., & ... (2023). Implementasi Amaliyah Ahlussunnah Wal Jama’ah Dalam Mengatasi Perilaku Amoral Sebagai Upaya Pembentukan Akhlak Remaja. Assyfa Journal of …. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/vie w/167 Adiansyah, J. S., Johari, H. I., & ... (2024). Pemetaan Peran Serta Keterlibatan Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan RTH Publik di Kota Mataram Dengan Pendekatan Stakeholder Analysis. … : Jurnal Kajian, Penelitian …. https://journal.ummat.ac.id/index.php/geography/ar ticle/view/17870 Adibussholih, M., Subandi, S., Jaenullah, J., & ... (2023). Moral Formation: How is religious self-actualization at the Al-Qudsi Tulang Bawang Islamic Boarding School? Assyfa Journal of …. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/vie w/166 Adiprasetya, J. (2022). Nabi Dan Sahabat: Teologi Publik Sebagai Keterlibatan Simbolis. BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan …. https://repository.stftjakarta.ac.id/wpcontent/uploads/2023/04/Jurnal-BIA-Vol.-5-No.-2Tahun-2022-Artikel.pdf ’Afifah, A., Hiltrimartin, C., & Hartono, Y. (2022). DESAIN AKTIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(4), 2941. https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i4.6169 Andrian, E. (2024). Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. JUPSI: 101 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 Historica: Journal of Islamic Social History. Gardeni, A. S., & Rofiah, K. (2024). Keterlibatan Hakim Perempuan Sebagai Pekerja Publik Sekaligus Istri Dalam Mencipatakan Keluarga Yang Harmonis Perspektif Hukum Islam. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & …. https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/syakhsiy yah/article/view/8960 Hadi, S. (2021). Peran Kepala Sekolah Dalam Mengatasi Konflik Interpersonal Antar Siswa di SMPN 4. etheses.iainmadura.ac.id. http://etheses.iainmadura.ac.id/2269/ Harahap, D., Tobroni, T., & Widodo, J. (2023). Tracking in Nature’s Footsteps: The Intersection of Environmental Education and Philosophy. Assyfa Journal of …. https://journal.assyfa.com/index.php/ajme/article/vi ew/594 Haris, A. (2022). Proses Kognitif Dalam Desain Pembelajaran Berbasis Masalah. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 6(1). https://doi.org/10.58258/jisip.v6i1.2820 Hartinah, H., & Ahdiyanti, I. (2024). Manajemen Keterlibatan Perempuan di Ruang Publik Peluang &Tantangan. Innovative: Journal Of Social Science …. http://jinnovative.org/index.php/Innovative/article/view/15 227 Hasibuan, Y. (2024). Eksplorasi Peran Guru Islam Sebagai Mediator Konflik Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Kualitas Pendidikan. https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/jkp/arti cle/view/850 Hidayat, D. F. (2022). DESAIN METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, Dan Kebudayaan, 8(2), 141–156. https://doi.org/10.55148/inovatif.v8i2.300 Ismi, A. Y., Nurdiansah, H., Hasanah, U., & ... (2022). Manajemen Konflik Dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah Di Sma Plus Al-Hasan. Digital Bisnis: Jurnal …. https://jurnaluniv45sby.ac.id/index.php/Digital/articl e/view/376 Joseph, F., & Mangedong, I. (2023). Manfaat Pendidikan Inklusif Dalam Mengatasi Masalah Keterampilan Sosial Anak Berkebutuhan Khusus. EULOGIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 3(2), 124–139. https://doi.org/10.62738/ej.v3i2.58 Judijanto, L., Damanik, F. H. S., & ... (2023). Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan Publik: Menilai Efektivitas Model Keterlibatan Warga. … ISSN 2721-4796 …. https://ojs.cahayamandalika.com/index.php/JCM/art icle/view/2367 Kadir, M. A. A., Purwanti, N., Nurjannah, S., & ... (2025). Sosialisasi: Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Pengambilan Keputusan Publik. SINAR SANG …. https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/sinarsangsurya/ article/view/3962 Kulsum, T. U., Anshary, F. M. Al, & Fauzi, R. (2023). PERANCANGAN DESAIN ANTARMUKA PENGGUNA PADA APLIKASI HELPMEONG BAGI ADOPTER MENGGUNAKAN METODE GOAL-DIRECTED DESIGN. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Informatika), 8(1), 27–39. https://doi.org/10.29100/jipi.v8i1.3298 Lina, M., Aprinawati, I., & Anggraini, V. (2023). PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQ3R DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 2(2), 112–121. https://doi.org/10.31004/jpion.v2i2.113 Lusi, R. M. E. (2024). Komunikasi Digital dan Keterlibatan Politik: Menilai Pengaruh Platform Online terhadap Opini Publik. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah. https://ulilalbabinstitute.id/index.php/JCEKI/article/view/3386 Mannayong, J., & Faisal, M. (2024). Transformasi digital dan partisipasi masyarakat: mewujudkan keterlibatan publik yang lebih aktif. Jurnal Administrasi Publik. http://makassar.lan.go.id/jap/index.php/jap/article/v iew/260 Mubarok, M. Z., Subandi, M., Yusuf, M., & Darmayanti, R. (2023). Efforts to improve tajwid learning using the An-Nahdliyah method in Diniyah students. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(1), 99–109. Musolli, M. (2020). HUKUM KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM RANAH PUBLIK: Kajian Tafsir Tekstual dan Kontekstual. HAKAM: Jurnal Kajian Hukum Islam Dan Hukum …. https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/hakam/article /view/1371 Naben, K. R. M., & Widyawati, H. (2024). Plagiarisme dalam Dunia Pendidikan: Analisis Masalah Sosial dan Urgensi Pendidikan Karakter. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(4), 454–463. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v3i4.4664 Nainggolan, E. L., Lodan, K. T., & Salsabila, L. (2023). Menuju Keberlanjutan Lingkungan: Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Kota Batam. PUBLIKA: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 9 (2) …. Novala, M., Ismailb, M., & ... (2023). Manajemen Konflik Kebijakan Tata Tertib Sekolah Dalam Penanganan Pelanggaran Siswa Terlambat Masuk Sekolah Di SMA Negeri 1 Tamanan. Jurnal Ekonomika Dan …. https://pdfs.semanticscholar.org/afa6/7791b1538d9 3e9263c7e69a63cba7e701d91.pdf Nurhidayat, H. D. (2024). … PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG).. Keterlibatan Stakeholder dalam Meningkatakan Pelayanan Publik di SMPN 3 Sambit …. etheses.iainponorogo.ac.id. https://etheses.iainponorogo.ac.id/31923/ Nurpatri, Y., Maielfi, D., Zaturrahmi, Z., & Indrawati, E. S. (2022). Analisis Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa SMP pada Pembelajaran 102 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 Fisika. JURNAL PENDIDIKAN MIPA, 12(3), 912–918. https://doi.org/10.37630/jpm.v12i3.701 Nuryami, K. S., Sukriah, Y., Sahara, N., Eriyanti, R. W., & Huda, A. M. (2024). Metodologi penelitian : menguasai pemilihan dan penggunaan metode. CV. Adanu Abimata, 1, 1–200. Prahastiwi, E. D., Budiarti, E., Eriyanti, R. W., & ... (2023). The Impact of Driving Teachers on Pancasila Students and School Culture. Assyfa Journal of …. https://journal.assyfa.com/index.php/ajme/article/vi ew/351 Pratiwi, D. S. (2023). Pengaruh Motivasi Pelayanan Publik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Sektor Publik Melalui Keterlibatan Kerja dan Komitmen Organisasi. repository.upnjatim.ac.id. https://repository.upnjatim.ac.id/15998/ Pratiwi, S., Abdussalam, A., & Hariyani, Y. (2022). Upaya Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa melalui Model PO2E2W. JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala, 7(4). https://doi.org/10.58258/jupe.v7i4.4468 Pratiwi, V. D. (2024). KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI WUJUD PARTISIPASI POLITIK. Aptana: Jurnal Ilmu &humaniora. https://mentech.id/aptana/index.php/edu/article/vie w/17 Prayugo, C. D., Nugroho, Y. A., & ... (2024). Partisipasi Publik dalam Penyusunan Undang-Undang: Mendorong Keterlibatan Masyarakat dalam Pembentukan Kebijakan. … Inquiry in Science …. https://jurnal.serambimekkah.ac.id/index.php/mister /article/view/1736 Purba, V. F., Bangun, I. B., Bangun, J. A. B., Anggraini, T., & ... (2024). Nilai Ketuhanan Dalam Membangun Harmoni Sosial: Strategi Implementasi Untuk Mencegah Konflik Antar Siswa Di Sekolah SMPN 17 Medan. CIVICS: Jurnal Pendidikan …. Putra, N. S., & Astika, E. (2023). Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa SMA Pada Materi Biologi. BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi, 8(2), 128–138. https://doi.org/10.32938/jbe.v8i2.3357 Rahman, F. (2021). Menjelaskan Relasi Antara Kualitas Pelayanan Publik Dengan Korupsi Dan Keterlibatan Masyarakat Sipil Di Kota Malang. Reformasi. https://www.academia.edu/download/87837119/pd f.pdf Rochmatika, I. (2023). DESAIN BAHAN AJAR BERORIENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH. Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 11(1), 66–72. https://doi.org/10.33603/ejpe.v11i1.34 Safarina, N. A., Pratama, M. F. J., Safitri, Y. N., & ... (2024). Psikoedukasi Manajemen Emosi Pada Siswa Sma Di Daerah Pesisir Untuk Mengurangi Konflik Antar Teman Sebaya Di Sekolah Sma Negeri 7 Lhokseumawe. … Dan Inovasi Ipteks. https://journal.ppmi.web.id/index.php/JPKI2/article/ view/1358 Safitri, A., Meilyani, A., Astutie, N. E., & Nandha, M. S. (2024). Keterlibatan Agama Dalam Proses Pembentukan Kebijakan Publik: Antara Perlindungan Hak Asasi dan Penguatan Moderasi Beragama. Jurnal Pelayanan Hubungan …. Santiago, P., Alves, F. R. V, & Darmayanti, R. (2023). GeoGebra in the light of the Semiotic Representation Registers Theory: an international Olympic didactic sequence. Assyfa Learning Journal, 1(2), 73–90. Shofyan, M. (2024). Keterlibatan Publik dalam Pengawasan Pemilu 2024. ’Asabiyah: Jurnal Pengabdian Hukum. https://ojs.umpalembang.ac.id/index.php/asabiyah/article/view/15 1 Silfia, H. (2020). Hasil Peer-Review Artikel" Keterlibatan Perempuan dalam Kepemimpinan Publik: Studi Kepemimpinan Ketua RT Perempuan di Desa Dendun Kepulauan …. IAIN Bukittinggi. Sofarina, M. S. (2023). Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengelola Konflik Siswa di SMA Raudlatul Ulum Kapedi Sumenep. etheses.iainmadura.ac.id. http://etheses.iainmadura.ac.id/id/eprint/6028 Solehudin, R. H., Bandarsyah, D., Budiarti, E., Gunawan, R., Windiarti, I. S., & ... (2024). Interseksional dan kebijakan komunitas urban di Jakarta. Kaizen Media Publishing, 1, 1–235. Solehudin, R. H., & Darmayanti, R. (2018). What are the main lessons from Indonesia’s CSR financial literacy education investment for early childhood? Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 95–106. Sugiono, S., & Irwansyah, I. (2023). MEMBANGUN KEPERCAYAAN DAN KETERLIBATAN: PEMANFAATAN VLOG OLEH TOKOH PUBLIK PEMERINTAHAN. Jurnal Media Dan Komunikasi …. https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/ mekas/article/view/16 Suparna, D., & MH, M. M. (2020). Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Dan Komitmen Kerja Dalam Pelayanan Publik Peran Mediasi Keterlibatan Kerja. Banten: La Tansa Mashiro Publisher. Suparna, S. H. D., & MH, M. M. (2020). PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN KOMITMEN KERJA DALAM PELAYANAN PUBLIK PERAN MEDIASI KETERLIBATAN KERJA. books.google.com. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=FMl dEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA36&dq=keterlibatan+pub lik&ots=iMUuYtWr3N&sig=ROjzRdV81aXiofSBEQCIK Wlpmts Suryadi, Y., & Meirawan, D. (2024). DAMPAK STRES AKADEMIK TERHADAP KEMAMPUAN PENYELESAIAN KONFLIK SISWA DI SEKOLAH (STUDI LITERATUR). Journal of …. http://businessandfinanceanalyst.com/index.php/JEP A/article/view/313 TAMPUBOLON, S. (2024). PENGARUH KUALITAS PELAYANAN 103 Solehudin, Rd. Heri. Peningkatan Keterlibatan Publik dalam... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2 (2), 89-104, 2024 PUBLIK DAN KETERLIBATAN KERJA PEGAWAI TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR KECAMATAN …. repository.uhn.ac.id. https://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/1100 9 Vedianty, A. S. A., Darmayanti, R., Lestari, A. S. B., Rayungsari, M., & ... (2023). What is the need for" UBUR-UBUR GABUT" media and its urgency in high school mathematics learning. Assyfa International Scientific Journal, 1(1). Wibowo, D. C., Suryadi, T., Rusdi, R., & Firda, M. (2024). PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN SISWA KELAS V SD NEGERI 05 GURUNG. JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 10(2), 813–823. https://doi.org/10.31932/jpdp.v10i2.3883 Wibowo, E. K. (n.d.). Antara Filsafat dan Keterlibatan Publik dalam Politik. UPH Library. Widiasari, F., & Zahro, F. (2024). Resolusi Manajemen Konflik Dalam Meningkatkan Hubungan Guru-Siswa di Sekolah. Jurnal Educatio FKIP UNMA. https://ejournal.unma.ac.id/index.php/educatio/artic le/view/8261 Yunanto, W. R. (2022). Analisis Konflik di Sekolah dan Peran Guru Dalam Mengatasi Konflik Antar Siswa di Sekolah. Universitas Muhammadiyah Surabaya. https://www.researchgate.net/profile/Wahyu-RobiYunanto/publication/361735163_Peran_Guru_dalam _Mengatasi_Konflik_Antar_Siswa_di_Sekolah/links/6 2c28c69bd55e01e75f94cbf/Peran-Guru-dalamMengatasi-Konflik-Antar-Siswa-di-Sekolah.pdf Zahroh, U., Maghfiroh, W., Darmayanti, R., & Hidayat, A. (2023). Innovation in mathematics education for high school students using small group discussion as a case study. Assyfa International Scientific Journal, 1(1), 8– 14. 104