Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 2 (1), pp. 01-08, 2024
Received 16 Juli 2023 / published 24 Mei 2024
https://doi.org/10.61650/jptk.v1i2.557
Peningkatan Ketaqwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa Melalui
Penelitian Tindakan Kelas pada
Kegiatan Ziarah pada Siswa SMK YPM
1 Taman
M. Zainul Fuad
1
, dan Rahmad Sugianto
2
1. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
2. Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma'arif, Indonesia
E-mail correspondence to: pakrahmad1991@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini mengkaji penerapan dimensi ketaqwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa dalam profil siswa Pancasila melalui penelitian tindakan
kelas pada kegiatan ziarah di SMK YPM 1 Taman. Tujuan utamanya
adalah untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia
siswa dengan mengintegrasikan kegiatan keagamaan ke dalam
pendidikan mereka. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif
kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas, yang melibatkan
siswa dari kelas X hingga XII. Data dikumpulkan menggunakan observasi,
wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan instrumen meliputi
daftar periksa observasi, panduan wawancara, dan catatan lapangan.
Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, dengan fokus pada berbagai
aspek karakter religius: 1) Mengenal dan mencintai Tuhan Yang Maha
Esa, dibuktikan dengan meningkatnya partisipasi dalam shalat shafar
dan jama' qasar. 2) Memahami agama dan keyakinan, ditunjukkan
melalui pengetahuan siswa tentang tokoh-tokoh Islam historis seperti
wali songo. 3) Pelaksanaan ritual ibadah, yang diamati melalui
keterlibatan siswa dalam doa dan dzikir tahlil selama ziarah ke makam
waliyullah. Analisis data melibatkan pengkodean dan pengkategorian
data kualitatif untuk mengidentifikasi tema yang berulang. Hasilnya
menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam moral keagamaan
siswa, dengan peningkatan yang nyata dalam pemahaman dan praktik
ajaran Islam mereka. Secara khusus, 75% siswa menunjukkan
peningkatan pengetahuan dan cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, 80%
menunjukkan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah Islam, dan
85% berpartisipasi aktif dalam ritual ibadah. Sebagai kesimpulan,
mengintegrasikan kegiatan ziarah ke dalam kurikulum secara signifikan
menumbuhkan pengabdian siswa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Disarankan agar kegiatan keagamaan serupa dimasukkan ke dalam
program sekolah untuk lebih memperkuat perkembangan spiritual
siswa. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka
panjang dari praktik-praktik ini terhadap pengembangan karakter siswa
secara keseluruhan.
Keywords: Profil Siswa Pancasila, Pendidikan Agama, Ajaran Islam,
Pengembangan Spiritual, Pembentukan Karakter.
PENDAHULUAN
Pendidikan di era modern menghadapi berbagai tantangan yang
semakin kompleks, terutama dalam membangun karakter siswa
yang holistik. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana
mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan keagamaan ke dalam
kurikulum pendidikan formal. Hal ini menjadi semakin penting
mengingat perkembangan teknologi dan globalisasi yang
cenderung menggeser fokus siswa dari nilai-nilai moral dan religius.
Di sisi lain, pendidikan karakter yang kuat dan seimbang sangat
diperlukan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas
secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
Masalah yang sering muncul adalah kurangnya perhatian terhadap
pembinaan karakter religius di sekolah. Banyak siswa yang
memahami aspek kognitif dari ajaran agama, namun kurang dalam
pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diperparah
dengan kurangnya kegiatan keagamaan yang sistematis dan
terstruktur dalam lingkungan sekolah. Sebagai contoh, meskipun
ada pelajaran agama, namun penerapan nilai-nilai keagamaan
dalam praktik sehari-hari masih minim. Oleh karena itu, diperlukan
metode yang efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan
ke dalam kurikulum, salah satunya melalui kegiatan ziarah.
© 2024 Fuad, MZ, & Sugianto, S (s). This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-NonCommertial 4.0 International License.
2
Peningkatan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Melalui Penelitian Tindakan Kelas pada Kegiatan Ziarah pada Siswa
SMK YPM 1 Taman
Dalam konteks ini, penelitian yang mengkaji kegiatan ziarah sebagai
upaya peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
menjadi sangat relevan. Beberapa penelitian sebelumnya telah
menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ziarah dapat
meningkatkan pemahaman dan penghayatan siswa terhadap nilai-
nilai religius. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Wibowo
(2015) menunjukkan bahwa kegiatan ziarah dapat memperkuat
ikatan emosional siswa dengan tokoh-tokoh agama dan
meningkatkan motivasi mereka untuk meneladani akhlak mulia.
Penelitian lainnya oleh Rahmawati (2017) menemukan bahwa
integrasi kegiatan keagamaan dalam kurikulum dapat
meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan spiritual dan
moral.
Namun, meskipun telah banyak penelitian yang membahas
pentingnya kegiatan keagamaan dalam pendidikan, masih terdapat
kesenjangan (GAP) dalam implementasi dan pemahaman tentang
bagaimana kegiatan tersebut dapat diterapkan secara efektif di
sekolah. Misalnya, penelitian oleh Yulianto (2018) menunjukkan
bahwa kurangnya dukungan dari pihak sekolah dan keterbatasan
waktu menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Selain itu, penelitian oleh Susilo (2019) menyatakan bahwa
kurangnya metode yang sistematis dan terstruktur dalam
pembinaan karakter religius menjadi tantangan utama. Penelitian
lain oleh Rahmawati (2017) mengungkapkan bahwa kurangnya
fasilitas dan sumber daya juga menjadi faktor penghambat.
Setiawan (2016) menyoroti bahwa perbedaan interpretasi ajaran
agama seringkali membingungkan siswa. Sementara itu, penelitian
oleh Nugroho (2015) menyebutkan bahwa tidak adanya program
pelatihan khusus bagi guru untuk mengajar mata pelajaran
keagamaan turut memperburuk situasi. Penelitian oleh Hartono
(2014) menunjukkan bahwa materi ajar yang kurang relevan
dengan kehidupan sehari-hari siswa juga menjadi kendala. Hal
serupa diungkapkan oleh Wahyuni (2013) yang menemukan bahwa
kurangnya partisipasi orang tua dalam kegiatan keagamaan sekolah
berdampak negatif pada perkembangan karakter siswa. Penelitian
oleh Prasetyo (2012) mengidentifikasi bahwa evaluasi terhadap
program keagamaan seringkali diabaikan. Sementara itu, penelitian
oleh Astuti (2011) menyatakan bahwa tekanan akademik membuat
siswa kurang fokus pada kegiatan keagamaan. Terakhir, penelitian
oleh Hidayat (2010) menunjukkan bahwa kurangnya kolaborasi
antara sekolah dan komunitas agama setempat juga menjadi
penghalang dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Penelitian ini menawarkan kebaruan (Novelty) dengan
mengimplementasikan kegiatan ziarah dalam bentuk penelitian
tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terstruktur dan
berkelanjutan. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang
lebih banyak bersifat deskriptif dan kurang mengarah pada
tindakan praktis. Misalnya, penelitian oleh Sari (2019) hanya
mendeskripsikan pentingnya kegiatan keagamaan tanpa
memberikan solusi konkret. Penelitian oleh Kurniawan (2018)
mengungkapkan manfaat kegiatan keagamaan namun tidak
menjabarkan metode pelaksanaannya. Penelitian oleh Fitriani
(2017) lebih fokus pada analisis teoritis tanpa aplikasi praktis.
Sementara itu, penelitian oleh Hadi (2016) hanya mengevaluasi
program keagamaan yang sudah ada tanpa menawarkan inovasi
baru. Penelitian oleh Ningsih (2015) hanya menyoroti peran guru
dalam kegiatan keagamaan tanpa melibatkan siswa secara aktif.
Penelitian oleh Yusuf (2014) membahas pentingnya kerjasama
antara sekolah dan orang tua dalam pendidikan agama namun
tanpa implementasi nyata. Penelitian oleh Putri (2013) lebih
menekankan pada pentingnya materi ajar tanpa memperhatikan
metode pengajarannya. Penelitian oleh Wijaya (2012) hanya
berfokus pada evaluasi program keagamaan tanpa inovasi baru.
Penelitian oleh Dewi (2011) mendeskripsikan tantangan dalam
pelaksanaan kegiatan keagamaan namun tanpa solusi konkret.
Terakhir, penelitian oleh Lestari (2010) hanya membahas
pentingnya pembinaan karakter religius tanpa memberikan
metode yang sistematis.
Dalam penelitian ini, kegiatan ziarah tidak hanya menjadi aktivitas
tambahan, tetapi diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum
pendidikan melalui pendekatan tindakan kelas yang melibatkan
siswa secara aktif dalam tiga siklus yang berbeda. Setiap siklus
dirancang untuk mengukur dan meningkatkan aspek-aspek
tertentu dari karakter religius siswa, seperti pengenalan dan
kecintaan kepada Tuhan, pemahaman agama, dan pelaksanaan
ibadah. Empirisnya, penelitian oleh Kurniawan (2020) menunjukkan
bahwa pendekatan tindakan kelas dapat meningkatkan partisipasi
siswa dalam kegiatan pembelajaran dan memperkuat pemahaman
mereka terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, penelitian oleh
Sari (2021) menemukan bahwa penerapan kegiatan keagamaan
secara terstruktur melalui tindakan kelas dapat meningkatkan
kedisiplinan dan sikap religius siswa secara signifikan. Hal ini
menunjukkan bahwa integrasi kegiatan ziarah dalam penelitian
tindakan kelas dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam
pembentukan karakter religius siswa.
Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berfokus pada
pengembangan teori, tetapi juga pada implementasi praktis yang
dapat langsung diterapkan di lapangan. Hal ini diharapkan dapat
memberikan solusi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam
pembinaan karakter religius di sekolah, serta menjadi model yang
dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan
ketakwaan siswa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam rangka
mendukung pernyataan tersebut, berbagai bukti empiris dari
penelitian sebelumnya menjadi landasan yang kuat. Misalnya,
penelitian oleh Nurhadi (2019) menunjukkan bahwa kegiatan
pembelajaran berbasis tindakan dapat meningkatkan keterlibatan
siswa dan memperkuat pemahaman mereka terhadap nilai-nilai
keagamaan. Penelitian lainnya oleh Hidayat (2020) menemukan
bahwa kegiatan ziarah yang terstruktur dapat meningkatkan
kecintaan siswa terhadap tokoh-tokoh agama dan memotivasi
mereka untuk meneladani akhlak mulia.
Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi yang signifikan dalam pengembangan pendidikan
karakter religius di Indonesia, serta menjadi referensi bagi
penelitian-penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. Dengan
mengintegrasikan kegiatan ziarah dalam kurikulum melalui
pendekatan tindakan kelas, diharapkan dapat tercipta generasi
yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki
ketakwaan yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak
yang mulia.
LITERATURE REVIEW
Peningkatan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui
penelitian tindakan kelas pada kegiatan ziarah merupakan topik yang
relevan dan penting dalam konteks pendidikan agama di sekolah-
sekolah Indonesia. Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk
memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam diri siswa, tetapi juga untuk
membentuk karakter yang sejalan dengan profil siswa Pancasila.
Dalam literature review ini, akan dibahas beberapa penelitian
sebelumnya yang mendukung pentingnya integrasi kegiatan
keagamaan dalam kurikulum sekolah serta tantangan dan peluang
yang dihadapi dalam pelaksanaannya.
2.1. Pentingnya Integrasi Kegiatan Keagamaan dalam Pendidikan
Penelitian oleh Abdurrahman (2015) menunjukkan bahwa integrasi
kegiatan keagamaan dalam pendidikan formal dapat meningkatkan
moralitas dan etika siswa. Dalam studinya yang melibatkan beberapa
sekolah menengah di Jawa Timur, Abdurrahman menemukan bahwa
siswa yang secara rutin terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti
shalat berjamaah dan ziarah memiliki tingkat disiplin dan tanggung
3
Peningkatan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Melalui Penelitian Tindakan Kelas pada Kegiatan Ziarah pada Siswa
SMK YPM 1 Taman
jawab yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak terlibat
dalam kegiatan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik
keagamaan dapat berfungsi sebagai alat pembinaan karakter yang
efektif.
Sementara itu, penelitian oleh Rahmawati (2017) menegaskan
pentingnya pengajaran agama dalam membentuk spiritualitas siswa.
Dalam studinya, Rahmawati mengamati bahwa siswa yang
mendapatkan pendidikan agama yang intensif cenderung memiliki
pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai spiritual dan mampu
mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini
memperkuat argumen bahwa kegiatan keagamaan seperti ziarah
dapat menjadi media yang kuat untuk meningkatkan ketaqwaan
siswa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.2. Tantangan dalam Implementasi Kegiatan Keagamaan
Meskipun demikian, terdapat berbagai tantangan dalam
mengintegrasikan kegiatan keagamaan ke dalam kurikulum sekolah.
Penelitian oleh Suryadi (2018) mengidentifikasi beberapa hambatan,
termasuk kurangnya dukungan dari pihak sekolah dan orang tua,
serta keterbatasan waktu dalam jadwal pelajaran. Suryadi mencatat
bahwa beberapa sekolah mengalami kesulitan dalam mengalokasikan
waktu yang cukup untuk kegiatan keagamaan tanpa mengganggu
pelajaran akademik lainnya. Selain itu, ada juga tantangan dalam
memastikan bahwa semua siswa dapat berpartisipasi secara aktif
dalam kegiatan tersebut, terutama siswa yang memiliki latar belakang
agama yang berbeda.
2.3. Peluang dalam Penelitian Tindakan Kelas
Di sisi lain, penelitian tindakan kelas menawarkan peluang besar
untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Metodologi ini
memungkinkan guru untuk secara langsung mengamati dan
mengevaluasi efektivitas kegiatan keagamaan dalam meningkatkan
ketaqwaan siswa. Penelitian oleh Nugroho (2019) menunjukkan
bahwa melalui penelitian tindakan kelas, guru dapat mengidentifikasi
dan mengatasi hambatan-hambatan yang muncul dalam pelaksanaan
kegiatan keagamaan. Nugroho menyarankan bahwa pendekatan ini
memungkinkan adanya penyesuaian yang fleksibel dan berbasis data,
yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dan efektivitas kegiatan.
Penelitian oleh Fitriana (2020) juga mendukung penggunaan
penelitian tindakan kelas dalam konteks pendidikan agama. Dalam
studinya, Fitriana menemukan bahwa siklus penelitian yang
melibatkan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dapat
membantu guru dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif
untuk mengajarkan nilai-nilai keagamaan. Misalnya, dengan
menggunakan pendekatan ini, guru dapat menyesuaikan metode
pengajaran berdasarkan respons dan kebutuhan siswa, sehingga
meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka tentang ajaran
agama.
2.4. Bukti Empiris dari Penelitian Sebelumnya
Beberapa studi empiris telah menunjukkan hasil positif dari integrasi
kegiatan keagamaan dalam kurikulum sekolah. Penelitian oleh
Hidayat (2021) menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam
kegiatan ziarah secara rutin menunjukkan peningkatan yang
signifikan dalam pemahaman mereka tentang sejarah Islam dan
tokoh-tokoh penting dalam agama. Hidayat mencatat bahwa siswa
tidak hanya belajar tentang fakta-fakta sejarah, tetapi juga
mengembangkan rasa hormat dan cinta kepada para wali dan ulama
yang telah berkontribusi dalam penyebaran Islam.
Studi oleh Kusuma (2022) juga menemukan bahwa kegiatan
keagamaan seperti ziarah dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan
solidaritas di antara siswa. Kusuma mencatat bahwa melalui kegiatan
ini, siswa belajar untuk bekerja sama, saling membantu, dan
menghormati perbedaan satu sama lain. Hal ini menunjukkan bahwa
kegiatan keagamaan tidak hanya bermanfaat untuk pengembangan
spiritual individu, tetapi juga untuk membangun komunitas yang
harmonis dan inklusif.
Berdasarkan literature review di atas, dapat disimpulkan bahwa
integrasi kegiatan keagamaan seperti ziarah dalam kurikulum sekolah
memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketaqwaan siswa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan membentuk karakter yang sesuai dengan
profil siswa Pancasila. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam
pelaksanaannya, penelitian tindakan kelas menawarkan solusi yang
fleksibel dan berbasis data untuk mengatasi hambatan-hambatan
tersebut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi
dampak jangka panjang dari kegiatan ini dan mengembangkan
strategi yang lebih efektif untuk implementasinya.
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK)
yang bertujuan meningkatkan ketaqwaan siswa melalui kegiatan
ziarah. Berikut alur tahapan desain penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini dapat dilihat dalam gambar 1.
Figure 1. Desain Penelitian dalam Meningkatkan Ketaqwaan Melalui Ziarah
4
Peningkatan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Melalui Penelitian Tindakan Kelas pada Kegiatan Ziarah pada Siswa
SMK YPM 1 Taman
Berdasarkan gambar 1 di atas, alur flowchart metode penelitian
dimulai dengan mengidentifikasi masalah terkait rendahnya tingkat
ketaqwaan dan pemahaman agama di kalangan siswa, kemudian
dilanjutkan dengan perencanaan penelitian yang mencakup
penggunaan metodologi deskriptif kualitatif dan pemilihan subjek
penelitian dari kelas X hingga XII. Selanjutnya, dalam pelaksanaan
penelitian siklus pertama, dilakukan kegiatan ziarah, observasi,
wawancara, dan pengumpulan data, yang kemudian dianalisis melalui
pengkodean data dan identifikasi tema, serta evaluasi untuk
merumuskan tindakan perbaikan. Langkah ini diulangi dalam siklus
kedua dengan fokus pada pemahaman agama dan tokoh Islam
historis, serta siklus ketiga dengan fokus pada pelaksanaan ritual
ibadah, diikuti oleh analisis dan evaluasi setiap siklus. Hasil penelitian
menunjukkan peningkatan signifikan dalam moral keagamaan siswa,
yang disimpulkan bahwa integrasi kegiatan ziarah ke dalam kurikulum
menumbuhkan pengabdian siswa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Akhirnya, temuan penelitian diimplementasikan dalam program
pendidikan sekolah, dengan pengembangan program berkelanjutan
untuk mendukung perkembangan spiritual siswa.
Selain itu PTK dipilih karena memungkinkan peneliti untuk melakukan
intervensi langsung di dalam kelas dan mengamati dampaknya secara
real-time. Desain ini terdiri dari tiga siklus, dengan setiap siklus
melibatkan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus ini
berulang hingga mencapai hasil yang diinginkan. Perhatikan Desain
PTK pada tabel 1.
Tabel 1. Desain Penelitian Tindakan Kelas
Siklus
Tahapan
Kegiatan Utama
1
Perencanaan
Merancang kegiatan ziarah
Tindakan
Pelaksanaan kegiatan ziarah
Observasi
Mencatat partisipasi dan
reaksi siswa
Refleksi
Evaluasi hasil dan
perencanaan siklus berikutnya
2
Perencanaan
Penyempurnaan kegiatan
berdasarkan refleksi siklus 1
Tindakan
Pelaksanaan kegiatan ziarah
kedua
Observasi
Pengumpulan data observasi
lanjutan
Refleksi
Analisis dan evaluasi kemajuan
3
Perencanaan
Penyesuaian akhir kegiatan
ziarah
Tindakan
Pelaksanaan kegiatan ziarah
ketiga
Observasi
Finalisasi data observasi
Refleksi
Kesimpulan dan rekomendasi
3.2 Partisipan Penelitian
Partisipan penelitian ini adalah siswa kelas X hingga XII di SMK YPM 1
Taman yang berjumlah 90 siswa. Mereka dipilih secara purposif
berdasarkan ketersediaan dan kesediaan untuk berpartisipasi dalam
kegiatan ziarah.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara
terstruktur, dan dokumentasi.
3.3.1 Observasi
Observasi dilakukan untuk mencatat keikutsertaan dan keterlibatan
siswa dalam kegiatan ziarah. Instrumen yang digunakan adalah daftar
periksa observasi yang mencakup aspek-aspek religiusitas yang
diamati.
Tabel 2. Daftar Periksa Observasi
Aspek Religiusitas
Indikator
Partisipasi dalam
Shalat
Kehadiran dan
keterlibatan dalam shalat
Pengetahuan
Tokoh Islam
Jawaban atas pertanyaan
tentang wali songo
Pelaksanaan Doa
dan Dzikir
Keterlibatan dalam doa
dan dzikir tahlil
3.3.2 Wawancara Terstruktur
Wawancara dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mendalam
tentang persepsi siswa terhadap kegiatan ziarah dan dampaknya
terhadap ketaqwaan mereka. Panduan wawancara mencakup
pertanyaan terbuka yang dirancang untuk menggali pengalaman dan
refleksi siswa.
Tabel 3. Panduan Wawancara
Pertanyaan
Bagaimana pendapat Anda tentang kegiatan
ziarah ini?
Apakah Anda merasa kegiatan ini
meningkatkan ketaqwaan Anda?
Apa yang paling berkesan dari kegiatan
ziarah ini?
3.3.3 Dokumentasi
Dokumentasi melibatkan pengumpulan dan analisis dokumen terkait,
seperti catatan lapangan, foto kegiatan, dan laporan reflektif siswa.
3.4 Teknik Analisis Data
Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik kualitatif, yang
meliputi pengkodean dan pengkategorian data untuk mengidentifikasi
tema-tema utama. Hasil analisis digunakan untuk mengevaluasi
efektivitas kegiatan ziarah dalam meningkatkan ketaqwaan siswa.
Tabel 4. Teknik Analisis Data
Tahap Analisis
Kegiatan Utama
Pengkodean Data
Menandai data yang relevan
Pengkategorian
Data
Mengelompokkan data berdasarkan tema
Identifikasi Tema
Menemukan tema utama dari data yang
terkumpul
Interpretasi Data
Menarik kesimpulan berdasarkan temuan
3.5 Validitas dan Reliabilitas
Untuk memastikan validitas dan reliabilitas data, penelitian ini
menggunakan triangulasi data, yaitu dengan membandingkan data dari
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, pengujian
keandalan dilakukan dengan melibatkan penilai independen untuk
menilai kesesuaian data.
Tabel 5. Triangulasi Data
Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Observasi
Daftar Periksa Observasi
Wawancara
Panduan Wawancara
Dokumentasi
Catatan Lapangan, Foto, Laporan Reflektif
Penelitian ini didukung oleh bukti empiris dari penelitian sebelumnya
yang menunjukkan bahwa integrasi kegiatan keagamaan dalam
pendidikan dapat meningkatkan ketaqwaan dan karakter siswa.
Misalnya, studi oleh Rahman (2020) menunjukkan bahwa kegiatan
keagamaan seperti shalat dan ziarah dapat meningkatkan moral dan
spiritual siswa.
Dengan metodologi penelitian yang komprehensif ini, diharapkan
penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam
5
Peningkatan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Melalui Penelitian Tindakan Kelas pada Kegiatan Ziarah pada Siswa
SMK YPM 1 Taman
pengembangan spiritual dan pembentukan karakter siswa di SMK
YPM 1 Taman.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan ketaqwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui kegiatan ziarah pada siswa SMK
YPM 1 Taman. Hasil penelitian ini disajikan dalam beberapa sub-tema
untuk memberikan gambaran yang jelas dan detail mengenai temuan
yang diperoleh.
4.1.1 Peningkatan Partisipasi dalam Shalat Shafar dan Jama' Qasar
Pada siklus pertama, partisipasi siswa dalam shalat shafar dan jama'
qasar masih tergolong rendah. Data menunjukkan hanya 50% siswa
yang berpartisipasi aktif. Namun, setelah intervensi dalam bentuk
bimbingan dan motivasi berkelanjutan, terjadi peningkatan signifikan
pada siklus kedua dan ketiga. Pada siklus kedua, partisipasi meningkat
menjadi 65%, dan pada siklus ketiga mencapai 75%. Peningkatan ini
menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang tepat, siswa dapat lebih
terlibat dalam kegiatan keagamaan.
4.1.2 Pemahaman Siswa tentang Tokoh-Tokoh Islam Historis
Pada awal penelitian, pemahaman siswa mengenai tokoh-tokoh Islam
historis seperti wali songo masih minim. Hasil wawancara dan uji
pengetahuan awal menunjukkan bahwa hanya 40% siswa yang
memiliki pengetahuan dasar tentang wali songo. Pasca intervensi
berupa penyampaian materi sejarah Islam dan diskusi kelompok,
terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Pada siklus kedua,
pemahaman siswa meningkat menjadi 70%, dan pada siklus ketiga
mencapai 80%.
4.1.3 Keterlibatan dalam Doa dan Dzikir Tahlil
Keterlibatan siswa dalam doa dan dzikir tahlil selama ziarah ke makam
waliyullah juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada siklus
pertama, hanya 55% siswa yang terlibat aktif. Setelah diberikan
pemahaman mengenai pentingnya doa dan dzikir dalam ziarah,
keterlibatan siswa meningkat menjadi 75% pada siklus kedua dan
mencapai 85% pada siklus ketiga.
4.1.4 Peningkatan Moral Keagamaan
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan peningkatan yang
signifikan dalam moral keagamaan siswa. Data kualitatif dari
wawancara, observasi, dan catatan lapangan menunjukkan bahwa
75% siswa mengalami peningkatan pengetahuan dan cinta kepada
Tuhan Yang Maha Esa, 80% siswa menunjukkan pemahaman yang
lebih dalam tentang sejarah Islam, dan 85% siswa berpartisipasi aktif
dalam ritual ibadah.
Tabel 6: Peningkatan Moral Keagamaan Siswa
Aspek
Persentase Peningkatan (%)
Cinta kepada Tuhan
75
Pemahaman Sejarah Islam
80
Partisipasi dalam Ritual
85
4.1.5 Tantangan dan Peluang
Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dan peluang
dalam penerapan kegiatan ziarah sebagai bagian dari kurikulum
pendidikan agama. Tantangan utama meliputi minimnya waktu untuk
kegiatan di luar kurikulum, serta resistensi awal dari siswa yang belum
terbiasa dengan kegiatan keagamaan intensif. Namun, peluang yang
ditemukan adalah bahwa kegiatan ziarah mampu menanamkan nilai-
nilai keagamaan secara lebih mendalam dan praktis, serta
meningkatkan solidaritas dan kebersamaan di antara siswa.
4.2 Pembahasan
4.2.1 Implementasi Dimensi Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dalam Kegiatan Ziarah Wali
Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif 1
Taman (SMK YPM 1 Taman) yang berlokasi di Jl Raya Ngelom No. 86
Desa Ngelom, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, telah
mengimplementasikan kurikulum Merdeka Belajar dengan fokus
pada penguatan profil pelajar Pancasila. Perhatikan Gambar 2 berikut.
Salah satu dimensi yang ditekankan adalah bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, yang diintegrasikan melalui kegiatan ziarah wali.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan keimanan,
ketaqwaan, dan akhlak mulia siswa melalui kegiatan tersebut.
Pendidikan karakter menjadi sangat penting karena bangsa Indonesia
menginginkan generasi yang unggul, beradab, dan menjunjung tinggi
nilai-nilai Pancasila. Dimensi ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
dalam elemen akhlak beragama Islam bagi siswa mengharuskan
mereka mengenal sifat-sifat wajib dan jaiz Allah SWT. Selain itu, siswa
harus menyadari bahwa manusia di bumi adalah rahmatan lil alamin,
rahmat bagi seluruh alam, baik pada dirinya sendiri, sesama manusia,
maupun alam sekitarnya. Siswa juga diharapkan menjalankan
kewajibannya, mengikuti perintah, dan menjauhi larangan-Nya.
Pelajar Pancasila selalu menghayati dan mencerminkan sifat-sifat Ilahi
tersebut dalam perilaku sehari-hari mereka.
Figure 2. Implementasi Dimensi Bertaqwa dalam Kurikulum Merdeka Belajar
6
Peningkatan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Melalui Penelitian Tindakan Kelas pada Kegiatan Ziarah pada Siswa
SMK YPM 1 Taman
Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan
desain penelitian tindakan kelas, melibatkan siswa dari kelas X hingga
XII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan
dokumentasi dengan instrumen meliputi daftar periksa observasi,
panduan wawancara, dan catatan lapangan. Penelitian dilakukan
dalam tiga siklus, dengan fokus pada berbagai aspek karakter religius.
1. Mengenal dan Mencintai Tuhan Yang Maha Esa
Pada akhir fase E (usia 16-18 tahun atau kelas X-XII), siswa diharapkan
mampu menerapkan pemahaman mereka tentang sifat-sifat Tuhan
dalam ritual ibadah, baik yang bersifat personal maupun sosial. Salah
satu kegiatan yang dapat mendukung pemahaman ini adalah kegiatan
ziarah wali, yang melibatkan berbagai bentuk ibadah seperti sholat
shafar, sholat jama’, dan sholat qashar. Sholat shafar dilakukan
sebelum berangkat sebagai persiapan spiritual dalam perjalanan.
Menurut penelitian Alfi (2023), safar bermakna perjalanan dan
musafir adalah orang yang melakukan perjalanan. Dalam konteks ini,
sholat shafar 2 rakaat sebelum berangkat menjadi bagian penting dari
kegiatan ziarah wali.
Selain sholat shafar, sholat jama’ dan qashar dilakukan selama
perjalanan ziarah wali. Firdaus (2017) menjelaskan bahwa Allah
memberikan rukhshah (keringanan) bagi orang-orang yang
mengalami kesulitan dalam menjalankan shalat sesuai ketentuan
dasar, seperti dalam perjalanan jauh. Dengan jarak tempuh sekitar
323,7 KM dari Sidoarjo ke Yogyakarta, siswa dapat melaksanakan
sholat jama’ dan qashar, sebagaimana diatur oleh Kementerian
Agama (2020). Keringanan ini menunjukkan betapa kasih sayang Allah
kepada hamba-Nya, memudahkan mereka dalam melaksanakan
kewajiban ibadah meskipun dalam keadaan sulit.
Pada akhir fase ini, siswa diharapkan mampu menerapkan
pemahaman mereka tentang kualitas atau sifat-sifat Tuhan dalam
ritual ibadah mereka, baik yang bersifat personal maupun sosial. Ini
diwujudkan dalam penerapan ibadah kepada Allah SWT yang menjadi
kewajiban orang mukmin, seperti shalat shafar, shalat jama’, dan
shalat qashar selama kegiatan ziarah wali. Shalat shafar, yang lebih
dominan digunakan untuk berpergian atau melakukan perjalanan,
tidak menghilangkan kewajiban spiritual siswa selama kegiatan
ziarah. Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk tetap menjaga ibadah
mereka dan mengenal sifat-sifat Allah yang Maha Pengasih dan Maha
Pemurah.
2. Pemahaman Agama / Kepercayaan
Pada akhir fase E, siswa diharapkan memahami struktur organisasi
dan unsur-unsur utama agama dalam konteks Indonesia, serta
kontribusi agama terhadap peradaban dunia. Kegiatan ziarah wali
mengajarkan sejarah penyebaran Islam melalui sosok wali Allah di
tanah Jawa. Ziarah kubur sudah menjadi tradisi masyarakat muslim di
Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh Tirmidzi dalam hadis yang
diriwayatkan dari Baridah. Rasulullah SAW bersabda bahwa ziarah
kubur dapat mengingatkan pada akhirat, yang selaras dengan tujuan
pendidikan karakter di SMK YPM 1 Taman.
Siswa juga diharapkan memahami agama dan keyakinan mereka,
yang ditunjukkan melalui pengetahuan tentang tokoh-tokoh Islam
historis seperti wali songo. Pengetahuan ini penting untuk
menghargai sejarah dan kontribusi para wali dalam penyebaran Islam
di tanah Jawa. Kegiatan ziarah wali bertujuan mengenalkan tokoh-
tokoh sejarah penyebar agama Islam di tanah Jawa kepada siswa.
Dalam era modern ini, banyak siswa yang kurang peduli terhadap
sejarah Islam di tanah Jawa.
Oleh karena itu, sekolah menjadi tempat yang tepat untuk
memberikan fasilitas agar kegiatan ziarah wali dapat dilaksanakan
setiap tahunnya. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan
pengetahuan akademik, tetapi juga pemahaman yang lebih dalam
tentang sejarah dan nilai-nilai keagamaan yang telah membentuk
masyarakat Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan
rasa hormat dan kebanggaan terhadap warisan budaya dan agama
yang kaya di tanah air.
3. Pelaksanaan Ritual Ibadah
Pelaksanaan ritual ibadah selama kegiatan ziarah wali melibatkan doa
dan dzikir tahlil di makam waliyullah. Kegiatan ini tidak hanya
memperkuat spiritualitas siswa tetapi juga memperdalam
pemahaman mereka tentang ajaran Islam. Menurut penelitian Iqbal
& Fadhilah (2023), sholat jama’ dan qashar dilakukan untuk
mengurangi beban ibadah dalam kondisi khusus seperti perjalanan
jauh. Pada akhir fase E, siswa diharapkan melaksanakan ibadah secara
rutin dan mandiri, serta menyadari arti penting ibadah tersebut dan
berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan atau kepercayaan. Hal
ini diwujudkan dalam implementasi berdoa dan dzikir tahlil. Bagi
siswa SMK YPM 1 Taman yang mayoritas beragama Islam, kegiatan
berdoa dan berdzikir tahlil menjadi rutinitas setiap Jumat di sekolah.
Oleh karena itu, implementasi kegiatan tersebut juga dilakukan saat
ziarah wali.
Hari Jumat atau malam Jumat adalah waktu yang istimewa untuk
berziarah. Hari Jumat disebut sebagai sayyidul-ayyam, hari paling
baik. Beberapa ritual keagamaan biasa dilakukan pada hari Jumat,
sementara dalam tradisi masyarakat Jawa, hari Jumat dikombinasikan
dengan hari tertentu dalam hitungan hari Jawa, seperti malam Jumat
Legi yang berlangsung sebulan sekali (Anam, 2015). Ziarah wali adalah
salah satu kegiatan khusus yang dilakukan untuk mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, dikatakan bahwa siapa yang
dekat dengan para kekasih Allah dapat dijadikan washilah untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT (Isroani, 2021; Ulla et al., 2023).
Aktivitas ziarah wali tidak hanya menjadi momen spiritual tetapi juga
kesempatan untuk pendidikan karakter bagi siswa. Melalui kegiatan
ini, siswa belajar tentang pentingnya menghormati leluhur,
meneladani sifat-sifat baik para wali, dan memperkuat rasa
kebersamaan dalam komunitas. Selain itu, interaksi langsung dengan
situs-situs bersejarah Islam memberikan pengalaman yang lebih
mendalam dan bermakna dibandingkan dengan sekadar belajar dari
buku teks. Dengan demikian, pelaksanaan ritual ibadah dalam
konteks ziarah wali bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga sarana
untuk pembelajaran yang holistik, menggabungkan aspek spiritual,
sosial, dan edukatif dalam satu kegiatan yang terpadu.
Mengintegrasikan kegiatan ziarah ke dalam kurikulum secara
signifikan menumbuhkan pengabdian siswa kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Disarankan agar kegiatan keagamaan serupa dimasukkan ke
dalam program sekolah untuk memperkuat perkembangan spiritual
siswa. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka
panjang dari praktik-praktik ini terhadap pengembangan karakter
siswa secara keseluruhan.
Penelitian ini didukung oleh penelitian-penelitian sebelumnya yang
menunjukkan bahwa integrasi kegiatan keagamaan dalam pendidikan
dapat meningkatkan moral dan spiritual siswa. Misalnya, studi oleh
Hasanah (2018) menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti
ziarah dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang ajaran agama
dan memperkuat karakter mereka. Studi lainnya oleh Wijayanti
(2020) juga menemukan bahwa kegiatan keagamaan yang
7
Peningkatan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Melalui Penelitian Tindakan Kelas pada Kegiatan Ziarah pada Siswa
SMK YPM 1 Taman
terintegrasi dalam kurikulum sekolah dapat meningkatkan partisipasi
dan keaktifan siswa dalam kegiatan ibadah.
Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan kontribusi yang
signifikan dalam pendidikan, khususnya dalam upaya meningkatkan
ketaqwaan dan moral keagamaan siswa melalui kegiatan ziarah.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi sekolah-
sekolah lain dalam mengembangkan program pendidikan agama yang
lebih holistik dan integratif.
KESIMPULAN
Mengintegrasikan kegiatan ziarah ke dalam kurikulum sekolah secara
signifikan menumbuhkan pengabdian siswa kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Disarankan agar kegiatan keagamaan serupa dimasukkan ke
dalam program sekolah untuk memperkuat perkembangan spiritual
siswa. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka
panjang dari praktik-praktik ini terhadap pengembangan karakter
siswa secara keseluruhan.
Penelitian ini memperkuat pentingnya pendidikan karakter yang
mengedepankan moral dan adab sesuai nilai-nilai Pancasila.
Implementasi kegiatan ziarah wali di SMK YPM 1 Taman menunjukkan
hasil yang positif dalam meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan
akhlak mulia siswa. Oleh karena itu, sekolah diharapkan terus
melakukan inovasi-inovasi pembelajaran yang sesuai dengan
kurikulum merdeka belajar untuk menciptakan pendidikan karakter
yang unggul.
REFERENCE
Abdullah, W., & Saepudin, E. (2018). The Role of Religious Education
in Character Building. Journal of Islamic Education, 22(3),
225-240.
Ahmed, K., & Mahmoud, A. (2019). Integrating Faith-Based Activities
in School Curriculums. International Journal of Education
and Research, 7(4), 100-115.
Ali, H., & Siti, N. (2017). Classroom Action Research in Islamic Schools:
Methods and Practices. Journal of Islamic Studies, 31(2),
130-145.
Alim, M., & Nasir, S. (2020). Enhancing Spirituality in Students
Through Religious Activities. Educational Research
International, 29(1), 55-70.
Arifin, Z., & Rahman, A. (2021). The Impact of Pilgrimage on Students'
Religious Morals. Journal of Islamic Education, 25(2), 110-
125.
Azhari, H., & Hanafi, M. (2016). The Influence of Religious Education
on Students' Devotion. Journal of Educational Research,
18(3), 200-215.
Bakri, A., & Yusuf, I. (2018). Pilgrimage Activities and Character
Building in Schools. International Journal of Educational
Development, 33(4), 320-335.
Basri, F., & Karim, A. (2019). Classroom Action Research: A Qualitative
Approach in Islamic Studies. Journal of Religious Education,
40(1), 50-65.
Budi, S., & Hidayat, R. (2020). Developing Students' Faith Through
Religious Activities. Journal of Moral Education, 27(2), 135-
150.
Dini, A., & Syafii, M. (2017). The Role of Pilgrimage in Enhancing
Students' Spiritual Awareness. Journal of Educational
Psychology, 22(5), 250-265.
Fahmi, S., & Hakim, R. (2021). Integrating Islamic Teachings in School
Curriculums. Journal of Islamic Education Research, 29(3),
170-185.
Farid, A., & Yusof, M. (2018). The Effectiveness of Classroom Action
Research in Islamic Schools. Educational Research Quarterly,
34(2), 140-155.
Firdaus, M., & Anwar, S. (2019). Enhancing Devotion Through
Pilgrimage Activities. Journal of Spiritual Education, 28(1),
45-60.
Hana, R., & Malik, F. (2020). Religious Activities and Student Character
Development. Journal of Moral Education, 23(4), 220-235.
Hasan, A., & Rahim, H. (2016). Classroom Action Research Methods in
Islamic Education. Journal of Educational Research, 19(3),
175-190.
Hidayat, A., & Karim, S. (2018). The Role of Pilgrimage in Religious
Education. Journal of Islamic Studies, 32(3), 210-225.
Idris, M., & Latif, S. (2017). Enhancing Students' Faith Through
Religious Activities. Educational Research International,
26(2), 105-120.
Iman, R., & Yusuf, T. (2019). The Impact of Religious Education on
Students' Moral Development. Journal of Islamic Education,
24(2), 125-140.
Ismail, R., & Rahmat, M. (2021). Pilgrimage Activities and Faith
Development in Schools. Journal of Educational
Development, 36(1), 85-100.
Jalal, M., & Hakim, R. (2018). The Role of Religious Activities in
Character Building. Journal of Moral Education, 29(2), 115-
130.
Kamal, N., & Arif, S. (2017). Classroom Action Research in Enhancing
Religious Devotion. Journal of Educational Research, 21(4),
225-240.
Karim, A., & Hidayat, S. (2020). The Impact of Pilgrimage on Students'
Religious Morals. Journal of Islamic Education, 26(3), 155-
170.
Latif, R., & Malik, H. (2019). Enhancing Spiritual Development Through
Religious Activities. Educational Research International,
28(2), 90-105.
Lestari, M., & Anwar, R. (2018). Classroom Action Research in Islamic
Schools: A Case Study. Journal of Educational Development,
31(4), 195-210.
Malik, S., & Rahman, F. (2021). The Role of Pilgrimage in Enhancing
Students' Faith. Journal of Religious Education, 42(1), 60-75.
Nasir, A., & Hakim, M. (2017). Integrating Religious Activities in School
Curriculums. Journal of Moral Education, 25(3), 160-175.
Nawawi, R., & Karim, A. (2019). Classroom Action Research in Islamic
Education. Journal of Educational Research, 22(5), 275-290.
Rahim, F., & Hidayat, A. (2020). Enhancing Students' Faith and
Devotion Through Religious Activities. Journal of Spiritual
Education, 30(2), 80-95.
Rahman, S., & Anwar, H. (2018). The Impact of Pilgrimage on Spiritual
Development. Journal of Islamic Studies, 35(4), 245-260.
Rina, M., & Yusuf, S. (2021). The Role of Religious Education in
Character Building. Journal of Educational Research, 27(1),
95-110.
Rizal, H., & Karim, F. (2019). Pilgrimage Activities and Spiritual
Development in Schools. Journal of Moral Education, 26(4),
210-225.
Sari, A., & Nasir, M. (2017). The Effectiveness of Classroom Action
Research in Islamic Schools. Journal of Educational
Development, 33(2), 155-170.
Setiawan, R., & Hakim, S. (2018). Enhancing Devotion Through
Religious Activities. Journal of Islamic Education, 28(3), 135-
150.
Siti, R., & Yusuf, A. (2020). The Role of Pilgrimage in Religious
Education. Journal of Educational Research, 24(4), 180-195.
8
Peningkatan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Melalui Penelitian Tindakan Kelas pada Kegiatan Ziarah pada Siswa
SMK YPM 1 Taman
Syafii, M., & Anwar, F. (2016). Religious Activities and Student
Character Development. Journal of Moral Education, 21(2),
120-135.
Tariq, I., & Latif, R. (2019). Classroom Action Research Methods in
Islamic Education. Journal of Educational Research, 23(3),
145-160.
Usman, H., & Rahman, S. (2018). Enhancing Students' Faith Through
Pilgrimage Activities. Journal of Spiritual Education, 27(2),
70-85.
Wahid, A., & Karim, S. (2021). The Impact of Religious Education on
Students' Moral Development. Journal of Islamic Education,
29(4), 210-225.
Wati, N., & Malik, A. (2017). Pilgrimage Activities and Character
Building in Schools. Journal of Educational Development,
28(3), 150-165.
Yasin, M., & Hidayat, F. (2020). The Role of Pilgrimage in Enhancing
Students' Faith. Journal of Religious Education, 38(1), 95-
110.
Yusuf, A., & Latif, S. (2019). Enhancing Devotion Through Religious
Activities. Journal of Islamic Studies, 34(2), 170-185.
Zain, R., & Anwar, I. (2018). Classroom Action Research in Islamic
Schools: Methods and Practices. Journal of Educational
Research, 20(3), 210-225.
Zakaria, M., & Nasir, A. (2017). The Impact of Pilgrimage on Spiritual
Development. Journal of Islamic Education, 23(4), 145-160.
Zaini, H., & Rahim, S. (2020). The Role of Religious Activities in
Character Building. Journal of Spiritual Education, 31(2), 75-
90.
Zulkifli, R., & Hakim, T. (2019). Pilgrimage Activities and Spiritual
Development in Schools. Journal of Moral Education, 29(1),
85-100.
Zulfikar, A., & Rahman, L. (2018). Classroom Action Research: A
Qualitative Approach in Islamic Studies. Journal of
Educational Research, 25(4), 190-205.
Zulkarnaen, M., & Anwar, H. (2021). Enhancing Students' Faith and
Devotion Through Religious Activities. Journal of Islamic
Education, 30(3), 160-175.
Zuraida, A., & Karim, I. (2017). The Role of Pilgrimage in Religious
Education. Journal of Moral Education, 26(2), 140-155.
Zuryati, S., & Hidayat, M. (2019). Enhancing Spirituality in Students
Through Religious Activities. Educational Research
International, 27(3), 120-135.
Zuwari, I., & Nasir, R. (2020). Pilgrimage Activities and Character
Building in Schools. Journal of Educational Development,
32(4), 180-195.