Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 1 (1), pp. 0610, 2023
Received 16 Feb 2023 / published 20 Mar 2023
https://doi.org/10.61650/jptk.v1i1.54
Quantum Teaching Model: Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar
Matematika Siswa MTs
Ahmad Mustakim
1
, Wawan
2
, Choirudin
3
, Jannatul Ngaliyah
4
, dan Rani Darmayanti
5
1.
Universitas Ma’arif Lampung, Lampung, Indonesia
2.
Universitas Ma’arif Lampung, Lampung, Indonesia
3.
Universitas Ma’arif Lampung, Lampung, Indonesia
4. Mts Roudlotut Tholibin Metro, Indonesia
5. Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Indonesia
E-mail correspondence to:
ahmadmustaqiimi06@gmail.com
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa
kelas VII di MTs Roudlotut Tholibin dalam mata pelajaran matematika
melalui penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching. Metode
penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang
meliputi empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan
refleksi, serta terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas
VII MTs Roudlotut Tholibin pada tahun pelajaran 2022/2023. Data
dikumpulkan melalui teknik tes, observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terdapat
peningkatan yang signifikan dalam pencapaian akademik siswa dalam
mata pelajaran matematika dari siklus I ke siklus II, dan nilai rata-rata
tes matematika meningkat pada setiap siklus. Pada siklus I, nilai rata-
rata kelas adalah P= 61,84 dengan tingkat kelulusan siswa sebesar
31,57%. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas adalah P= 84,87 dengan
tingkat kelulusan siswa sebesar 89,47%. Berdasarkan hasil penelitian,
dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajar Quantum
Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Keywords: Hasil belajar; Matematika; Quantum Teaching.
Pendahuluan
Matematika merupakan subjek yang sangat relevan dalam
kehidupan sehari-hari (Juniati, 2018; Kaveh, 2021; Vedianty et al.,
2022). Akan tetapi, beberapa kajian menunjukkan bahwa Kesulitan
sering kali dihadapi oleh siswa dalam mencapai keberhasilan dalam
memahami topik matematika (Luh et al., 2020; Michelini, 2022),
karena pengajaran yang masih terfokus pada peran guru (Chiofalo,
2022; Kusuma et al., 2018; Syafruddin & Jeranah, 2020). Banyak
siswa masih berpendapat bahwa guru adalah yang paling
berpengetahuan dalam proses pembelajaran yang mengakibatkan
mereka hanya mengikuti guru (Inganah, Darmayanti, et al., 2023;
Wu et al., 2021), dan membuat kelas menjadi membosankan ketika
pembelajaran berlangsung (Cahyaningrum et al., 2019; Darmayanti
et al., 2023; Khozaei, 2022). Hal ini menjadikan model pembelajaran
ceramah sebagai model yang digunakan. Suatu proses
pembelajaran bisa dikatakan berkesan jika pembejaran lebih
ditekankan dan berpusat pada pelajar (student centered) (Humaidi
et al., 2022; Qian, 2021; Silberman, 2023; Wote et al., 2020), yang
berartikan siswa mampu melakukannya sendiri tanpa bergantung
pada guru (Choirunnisa et al., 2022; Rumapea et al., 2017). dengan
kata lain siswa dilatih untuk memainkan peranan-peranan dalam
proses pembelajaran (Safitri et al., 2023; Sari et al., 2023; Sugianto
et al., 2023). Dalam konteks pembelajaran tersebut, guru berperan
sebagai fasilitator dan murid menjadi pelaku dalam proses
pembelajaran, dengan harapan lewat proses tersebut mampu
menstimulasi keaktifan dan kekreativitasan siswa (Meyer, 2023;
Musriah, 2019; Mykhailova, 2022).
Berdasarkan observasi yang dilakukan selama Program
Pengalaman Lapangan (PPL) di MTs Roudlotut Tholibin pada bulan
Juli-Agustus Tahun 2022 terlihat bahwa siswa yang cenderung
ramai dan kurang memperhatikan penjelasan guru mempengaruhi
stabilitas dan pengendalian proses pembelajaran. Keadaan ini
mempersempit kemampuan guru dalam menerapkan ide baru
dalam pengelolaan kelas dan penyampaian materi, sehingga
prestasi Ujian Akhir Semester (UAS) kelas VII pada semester ganjil
tahun ajaran 2022/2023 tidak mencapai harapan yang seharusnya.
Hanya 6 dari 19 siswa yang berhasil mencapai skor minimal yang
telah ditetapkan oleh sekolah yakni sebesar 75. Dari hasil
wawancara dengan guru matematika, terungkap bahwa beliau
mengalami kesulitan dalam menyusun pola pembelajaran yang
cocok dengan kebutuhan kelas, sehingga hanya mengandalkan
metode ceramah dalam penyampaian materi. Berdasarkan hasil
identifikasi masalah yang terjadi, dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran matematika merupakan proses interaktif antara guru
dan siswa dalam memperoleh dan menyelesaikan masalah dengan
menggunakan pola pikir dan ide matematika, dengan tujuan
mencapai hasil belajar yang optimal.
©
2023 Mustakim, A et al., (s). This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-
NonCommertial 4.0 International License.
Mustakim et al., Quantum Teaching Model ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 06-10, 2023
7
Dimulai dari permasalahan yang ditemukan di kelas VII, peneliti
akan menerapkan suatu model pembelajaran yang cocok dengan
identifikasi permasalahan yang terjadi yaitu dengan menerap
model pembelajaran Quantum Teaching. Quantum Teaching
merupakan salah satu model pembelajaran yang paling sesuai,
karena memfasilitasi siswa dalam keterlibatan, kreativitas,
efektivitas, dan kepuasan belajar siswa (Jayanti, Choirudin, &
Anwar, 2023; Jayanti, Choirudin, Anwar, et al., 2023; Santiago,
2023). Quantum Teaching Menerapkan keempat prinsip, yaitu
interaksi (Choirudin et al., 2021), komunikasi (Silki et al., 2021),
refleksi (Fauzi & Noviartati, 2018), dan eksplorasi (Mingliang &
Simos, 2021), dalam proses pembelajaran dapat menciptakan
lingkungan pembelajaran yang efektif (Missa & Boy Baunsele, 2021;
Purba, 2021; Sinatra, 2014). Dengan cara ini, potensi siswa dan
lingkungan belajar mereka dapat dimanfaatkan melalui interaksi di
kelas (Amany & Puteri, 2023; Cahyadi & Ariansyah, 2023; Inganah,
Choirudin, et al., 2023). Hal ini dapat menarik perhatian dan minat
siswa dalam mempelajari materi yang di sajikan.
Tahapan implementasi Quantum Teaching terdiri dari
mengadopsi kerangka desain Quantum Teaching yang disebut
"TANDUR". Prosedur ini meliputi: 1) Meningkatkan minat siswa
dengan memberikan manfaat yang jelas dan relevan dengan
kehidupan siswa (Abidin et al., 2023; Darmayanti, 2023; Nahar et
al., 2022); 2) Alami yang artinya Menciptakan pengalaman umum
yang dapat dipahami oleh semua siswa (MM Effendi et al., 2022);
3) Namai yang artinya Menamai setiap kegiatan selama proses
pembelajaran (Vidyastuti et al., 2022); 4) Demonstrasi yang artinya
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan
pemahaman mereka tentang materi (Darmayanti et al., 2022); 5)
Ulangi yang artinya Mengulang materi yang telah disampaikan
(Sugianto, Darmayanti, Aprilani, et al., 2017); 6) Rayakan yang
artinya Memberikan pengakuan kepada siswa atas keberhasilan
(Sah et al., 2023), penyelesaian, dan partisipasi mereka selama
proses pembelajaran dengan memberi pujian, hadiah, atau skor. Ini
dapat mendorong siswa untuk menjadi lebih aktif, kreatif, dan
mudah menjawab soal, sehingga dapat mengurangi kesalahan
dalam menjawab soal yang diberikanh.
Keunggulan Metode Pembelajaran Quantum Teaching mampu
mengubah proses belajar menjadi suatu hal yang menyenangkan
(Effendi et al., 2022; Sekaryanti et al., 2022; Wulandari et al., 2022),
simpel dan efektif (Fauza et al., 2023; Jupri et al., 2022; Samad,
2017). Metode Pembelajaran Quantum Teaching merupakan
metode yang gampang diterapkan, efektif dan menyenangkan
sehingga dapat menumbuhkan semangat siswa untuk berjuang
keras dalam memahami materi yang dipelajari (Sugianto,
Darmayanti, Amany, et al., 2017; Veronika Sitepu et al., 2022).
Kelemahan dari Pembelajaran Quantum Teaching yakni:
membutuhkan persiapan yang matang bagi pendidik dan
lingkungan yang mendukung; model ini seringkali diterapkan di luar
negeri sehingga kurang sesuai dengan kondisi kehidupan di
Indonesia; berpotensi mengganggu kelas lain karena suasana
kemeriahan saat pembelajaran berlangsung.
Implikasi dari penelitian ini adalah mengembangkan minat
siswa dalam belajar dan menciptakan lingkungan pembelajaran
yang menyenangkan untuk memotivasi partisipasi siswa dalam
proses pembelajaran sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar
yang optimal.
Metode Penelitian
Pelaksanaan Penelitian ini dilakukan di MTs Roudlotut Tholibin
Metro utara kota metro pada semester genap tahun pelajaran
2022/2023. Fokus penelitian ini adalah pada mata pelajaran
matematika, Khususnya dalam pokok bahasan aritmetika sosial,
dengan sub bahasan persentase keuntungan dan kerugian serta
brutto dan netto yang akan diajarkan kepada siswa kelas VII pada
semester genap tahun ajaran 2022/2023. Dalam pelaksanaannya,
peneliti dibantu oleh seorang pengamat bernama Ibu Jannatul
Ngaliyah S.Pd. subjek yang menjadi fokus penelitian ini terdiri 19
siswa kelas VII di MTs Roudlotut Tholibin pada tahun pelajaran
2022/2023. Terdapat 5 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan
dalam kelas. Peneliti memilih kelas VII sebagai subjek penelitian
karena pengalaman sebagai guru kelas tersebut dalam Pelaksanaan
Program Lapangan (PPL) tahun pelajaran 2022/2023. Tujuan
penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika
siswa kelas VII MTs Roudlotut Tholibin pada tahun ajaran
2022/2023. Penelitian ini dilakukan pada Februari 2023, dengan
pelaksanaan penelitian yang tercatat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Uraian Waktu Penelitian Tindakan Kelas
Hari dan tanggal
Kegiatan Pelaksaan
Rabu/ 01 Februari 2023
Kamis/ 09 Februari 2023
Jumat/ 10 Februari 2023
Kamis/ 16 Februari 2023
Jumat/ 17 Februari 2023
Pra-tindakan
Pertemuan 1 siklus 1
Pertemuan 2 siklus 1
Pertemuan 1 siklus 2
Pertemuan 2 siklus 2
Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan
Kelas (PTK). Metode penelitian ini mengadopsi pola spiral Kemmis
dan Taggart. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus, di mana setiap
siklusnya terdiri dari empat bagian tindakan, yakni perencanaan
(planing) pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi
(Reflecting). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
soal tes, lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi
kegiatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar
tes, serta dilengkapi dengan lembar observasi aktivitas guru dan
siswa. Dalam pengolahan data, terdapat dua teknik yang
digunakan, yakni pengolahan data kualitatif dan pengolahan data
kuantitatif. Data yang diperoleh dari lembar observasi, wawancara,
dan dokumentasi akan diolah menggunakan teknik pengolahan
data kualitatif sebagai pelengkap hasil dari pengolahan data
kuantitatif. Teknik pengolahan data kuantitatif yang dipakai adalah
teknik pengolahan deskriptif kuantitatif untuk menentukan tingkat
pencapaian hasil belajar matematika siswa.
Di akhir pelaksanaan, siswa akan dinilai untuk mengetahui
sejauh mana keberhasilan siswa dalam proses belajar. Hasil yang
diperoleh siswa berupa skor yang dikonversikan ke dalam Penilaian
Acuan Patokan (PAP) skala lima. Tingkat pencapaian pembelajaran
matematika siswa bisa diukur dengan membandingkan nilai P atau
rata-rata persentase ke dalam PAP skala lima dengan standar yang
tertera pada Tabel 2.
Tabel 2. Pedoman Tabel Konversi PAP Skala Lima untuk Evaluasi Hasil Belajar Siswa.
Persentase
Kriteria Hasil Belajar Siswa
90-100
80-89
65-79
55-64
<54
Baik Sekali
Baik
Sedang
Rendah
Sangat Rendah
Mustakim et al., Quantum Teaching Model ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 06-10, 2023
8
Sementara itu, rumus untuk mengukur kemajuan belajar siswa
secara personal adalah sebagai berikut:
𝑃𝐾 =
𝑆𝑃
𝑆𝑀
𝑋100%
Keterangan :
PK = Persentase Ketuntasan Individu dalam tes
SP = Skor yang diperoleh siswa
SM = Skor maksimum
Sebagai metode klasikal dalam mengukur ketuntasan hasil
belajar siswa, dapat digunakan rumus sebagai berikut:
𝑃𝐾 =
𝑆𝑇
𝑁
𝑋100%
Keterangan :
PK = persentase Ketuntasan individu dalam tes
N = Jumlah siswa yang tuntas
ST = Jumlah seluruh siswa
Hasil dan Pembahasan
Tahap Pra Penelitian
Pada tahap awal ini, peneliti menyusun perlengkapan yang
dibutuhkan untuk penelitian, termasuk perangkat pembelajaran
dan instrumen pengumpulan data. Komponen pembelajaran
meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, serta lembar
kerja siswa, sementara alat yang dipakai untuk mengumpulkan
informasi adalah lembar observasi dan tes kemampuan
matematika siswa.
Tahap Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam penelitian ini, Penerapan Quantum Teaching dalam
proses belajar mengajar terdiri dari lima sesi, yang terdiri dari satu
tahap pra-siklus dan dua tahap siklus. Siklus pertama dan kedua
dilaksanakan selama dua kali pertemuan, yaitu satu kali
pembelajaran dan satu kali evaluasi harian. Hasil yang terkumpul
dari tahap ini kemudian dievaluasi untuk memperbaiki tindakan
selanjutnya:
Hasil Penelitian
Untuk mengevaluasi keberhasilan tindakan kelas, data yang
terkumpul diolah mengikuti metodologi analisis data yang telah
ditentukan. Data yang terkumpul mencakup aktivitas guru dan
siswa serta hasil belajar siswa selama proses pembelajaran.
Dari penelitian yang dilakukan dalam dua siklus, Terbukti bahwa
penerapan model pembelajaran Quantum meningkatkan prestasi
belajar matematika siswa. Hal ini terlihat dari tabel 3 berikut.
Tabel 3. Profil Hasil Belajar Siswa Secara Klasikal
No.
Uraian
Jumlah Siswa
Persentase
Ketuntasan
Tuntas
Belum Tuntas
1
Pra Siklus
2 siswa
17 siswa
10,52%
2
Siklus I
6 siswa
13 siswa
31,57%
3
Siklus II
17 siswa
2 siswa
89,47%
Pada pelaksanaan tindakan kelas siklus pertama, rata-rata hasil
belajar siswa secara klasikal berada pada kategori rendah dengan
nilai sebesar P=64,84, dan hanya mencapai 31,57% untuk
ketuntasan belajar siswa secara klasikal. Hal ini disebabkan oleh
kurang optimalnya penggunaan media konkret oleh guru sehingga
siswa kurang memperhatikan pelajaran dengan seksama.
Seharusnya, guru dapat memanfaatkan media dengan optimal
untuk memastikan siswa dapat memperhatikan pelajaran dengan
baik. Pada siklus pertama, rata-rata prestasi belajar siswa secara
klasikal masih berada pada kategori rendah dengan mencapai
31,57%. Ketuntasan belajar siswa juga belum mencapai kriteria
keberhasilan penelitian yang ditargetkan. Oleh karena itu,
perbaikan dalam proses pembelajaran perlu dilakukan. Terdapat 13
siswa yang tidak mencapai KKM pada siklus 1, hal ini disebabkan
oleh Kurangnya kejelasan guru dalam menyampaikan tujuan
pembelajaran sehingga minat belajar siswa belum optimal.
Tantangan lain yang timbul adalah siswa masih belum dapat
mengubah kebiasaan-kebiasaan saat melakukan pembelajaran
yang mengandalkan metode ceramah, seperti bercanda di kelas
sehingga perhatian siswa terhadap materi pelajaran terganggu.
Pada Tindakan siklus 2, Terdapat peningkatan dalam hasil
belajar siswa. Secara keseluruhan, rata-rata pencapaian siswa
meningkat sebesar 22,63 poin, dari nilai awal P=61,84 menjadi
P=84,87. Terjadi peningkatan dalam hasil belajar siswa sebesar
61,22%, dari 31,57% menjadi 89,47%. Peningkatan dalam hasil
belajar matematika terjadi karena pembelajaran dimulai dengan
menyampaikan tujuan pembelajaran secara efisien, sehingga siswa
dapat berkonsentrasi pada tujuan tersebut dan mengabaikan hal-
hal lain yang tidak penting.
Pengaplikasian model pembelajaran Quantum Teaching
dimulai dengan mengembangkan ketertarikan belajar siswa,
dilanjutkan dengan mengelola situasi pembelajaran siswa, dan
mengumpulkan informasi untuk menyelesaikan masalah dalam
topik yang diajarkan, Kegiatan berikutnya menganalisis informasi
atau data yang telah diperoleh untuk menemukan solusi atau
memecahkan permasalahan yang ada. Model pembelajaran
Quantum Teaching menawarkan pengalaman yang menyenangkan
dengan interaksi yang efektif antara guru dan siswa. Model
pembelajaran mampu Meningkatkan efisiensi pengalaman belajar
dengan menumbuhkan semangat belajar siswa melalui interaksi
yang terbangun dalam kelas. Quantum Teaching memberikan
pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan dengan
prinsip "bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkanlah dunia
kita ke dunia mereka". Di samping itu, Quantum Teaching juga
memegang teguh prinsip-prinsip pembelajaran yang kuat seperti
segala sesuatu berkomunikasi, segala sesuatu memiliki tujuan,
pengalaman sebelum penamaan, mengakui setiap upaya,
memberikan penghargaan, yang dikenal dengan sebutan
"TANDUR" pembelajaran seperti ini harus terus diupayakan untuk
melatih kemampuan berpikir siswa, meningkatkan kecakapan
dalam menyelesaikan masalah, memotivasi belajar siswa, dengan
tujuan meningkatkan prestasi akademik siswa sehingga dapat
menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Penerapan model pembelajaran Quantum Teaching yang
diterapkan dalam penelitian tindakan kelas oleh peneliti telah
berhasil meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VII
di MTs Roudlotut Tholibin. Namun, peneliti mengalami beberapa
kendala, di antaranya: siswa kelas VII MTs Roudlotut Tholibin belum
terbiasa menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching
sehingga pada setiap pertemuan, peneliti harus menjelaskan
langkah-langkah dalam model tersebut; peneliti harus berhati-hati
dalam menyampaikan materi pelajaran dan memastikan bahwa
siswa-siswa memahami dan mampu mengikuti pelajaran dengan
maksimal agar dapat mencapai hasil belajar yang optimal.
Berdasarkan hasil penelitian dari tahap awal hingga siklus II
yang terus meningkat, dapat disimpulkan bahwa penggunaan
Model Pembelajaran Quantum Teaching berdampak positif
terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Model pembelajaran
Quantum Teaching merupakan salah satu metode pembelajaran
yang penuh dengan aktivitas yang dapat meningkatkan motivasi
siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan
menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan
menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep
dan hasil belajar siswa kelas VII MTs Roudlotut Tholibin.
Mustakim et al., Quantum Teaching Model ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 06-10, 2023
9
Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan, dapat
dinyatakan bahwa penggunaan format pembelajaran yang kreatif
dan menyenangkan dapat meningkatkan minat dan pencapaian
akademik siswa. Penemuan ini mendukung kesimpulan (Zulkarnain
& Rahimah, 2022) yang menyatakan bahwa Meningkatkan minat
belajar matematika siswa dapat dicapai dengan menerapkan
metode pembelajaran yang inovatif. Kenaikan minat belajar siswa
berdampak pada pencapaian hasil belajar yang memuaskan Selain
penerapan format yang inovatif, diharapkan guru juga terus-
menerus berupaya meningkatkan kecerdasan spiritual siswa karena
kecerdasan spiritual siswa juga dapat meningkatkan prestasi
akademis siswa (Supitmie, 2020).
Implikasi dari penelitian ini adalah untuk membudayakan rasa
ingin tahu siswa dan menciptakan suasana belajar yang menghibur
agar dapat memacu keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran
sehingga siswa mendapatkan prestasi akademis yang optimal.
Kesimpulan
Setelah dilakukan studi dan diskusi, dapat diperoleh
kesimpulan bahwa penerapan Quantum Teaching sebagai model
pembelajaran dapat menaikkan pencapaian akademik siswa
matematika kelas VII MTs Roudlotut Tholibin. Hal ini terbukti
dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada setiap
siklus. Pada tahap pra-siklus, nilai rata-rata kelas adalah P=47,84.
pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi P=61,84 dan pada
siklus II, nilai rata-rata siswa meningkat hingga mencapai P=84,87
atau meningkat sebesar 22,63. Persentase ketuntasan siswa juga
mengalami peningkatan pada setiap tahap siklus. Pada tahap pra-
siklus, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan hanya sebesar
10,52%. Akan tetapi, pada siklus I meningkat menjadi 31,52% dan
pada siklus II meningkat lagi menjadi 89,47%.
Dari temuan penelitian ini, disarankan oleh peneliti untuk
mempertimbangkan beberapa rekomendasi sebagai berikut: 1)
Quantum Teaching dapat dijadikan opsi strategi pembelajaran
matematika di sekolah. Penelitian ini bisa menjadi panduan untuk
peneliti lain yang ingin menerapkan Quantum Teaching pada topik
atau subjek yang berlainan. Diharapkan penelitian berikutnya
mampu mengembangkan dan menyesuaikan alat pembelajaran
yang dipakai.
Reference
Abidin, M. Z., Wati, R. I., & Darmayanti, R. (2023). Implementasi
Amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaâ€
TM
ah Dalam Mengatasi
Perilaku Amoral Sebagai Upaya Pembentukan Akhlak Remaja.
Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(1), 5162.
Amany, D. A. L., & Puteri, A. A. I. (2023). Analysis of The Relationship
Between Student Interest and Written Communication in
Solving Realistic Mathematics Problems. Delta-Phi: Jurnal
Pendidikan Matematika, 1(1), 3142.
Cahyadi, M. R., & Ariansyah, F. (2023). Analysis of Skills Using Pattern
Finding Strategies in Solving Mathematical Problems in View of
Gender Differences. Delta-Phi : Jurnal Pendidikan Matematika,
1(1), 1222.
Cahyaningrum, A. D., AD, Y., & Asyhari, A. (2019). Pengaruh Model
Pembelajaran Quantum Teaching Tipe Tandur Terhadap Hasil
Belajar. Indonesian Journal of Science and Mathematics
Education, 2(3). https://doi.org/10.24042/ijsme.v2i3.4363
Chiofalo, M. L. (2022). Games for Teaching/Learning Quantum
Mechanics: A Pilot Study with High-School Students. Education
Sciences, 12(7). https://doi.org/10.3390/educsci12070446
Choirudin, C., Anwar, M. S., Azizah, I. N., Wawan, W., & Wahyudi, A.
(2021). Pengembangan LKPD Matematika Berbasis Kaligrafi
dengan Pendekatan Guided Discovery Learning. Jurnal
Pendidikan Matematika (JPM), 7(1), 52.
https://doi.org/10.33474/jpm.v7i1.6738
Choirunnisa, A., Nurhanurawati, N., Dahlan, S., Choirudin, C., & Anwar,
M. S. (2022). Development of Islamic Value-Based Mathematics
Teaching Materials to Improve Students’ Understanding of
Mathematical Concepts. Jurnal Analisa, 8(1), 1120.
https://doi.org/10.15575/ja.v8i1.17073
Darmayanti, R. (2023). Gema Cow-Pu: Development of Mathematical
Crossword Puzzle Learning Media on Geometry Material on
Middle School Students’ Critical Thinking Ability. Assyfa
Learning Journal, 1(1), 3748.
Darmayanti, R., Nguyen, T., & Serpe, A. (2023). Gema Cow-Pu:
Development of Mathematical Crossword Puzzle Learning
Media on Geometry Material on Middle School Students’
Critical Thinking Ability. Assyfa Learning Journal, 1(1), 3748.
Darmayanti, R., Sugianto, R., Baiduri, Choirudin, & Wawan. (2022).
Digital comic learning media based on character values on
students’ critical thinking in solving mathematical problems in
terms of learning styles. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan
Matematika, 13(1), 4966.
http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-jabar/index
Effendi, M. M., Darmayanti, R., & In’am, A. (2022). Strengthening
Student Concepts: Problem Ethnomatmatics Based Learning
(PEBL) Singosari Kingdom Historical Site Viewed from Learning
Styles in the Middle School Curriculum. Indomath: Indonesia
Mathematics Education, 5(2), 165174.
Fauza, M. R., Inganah, S., Sugianto, R., & Darmayanti, R. (2023). Urgensi
Kebutuhan Komik: Desain Pengembangan Media Matematika
Berwawasan Kearifan Lokal di Medan. Delta-Phi: Jurnal
Pendidikan Matematika, 1(2), 130146.
Fauzi, A. M., & Noviartati, K. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran
Quantum Teaching Tipe Tandur Ditinjau Dari Motivasi Belajar
Siswa. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, 5(3).
Humaidi, N., Darmayanti, R., & Sugianto, R. (2022). Challenges of
Muhammadiyah’s Contribution in Handling Covid-19 in The
MCCC Program in Indonesia. Khazanah Sosial, 4(1), 176186.
https://doi.org/10.15575/ks.v4i1.17201
Inganah, S., Choirudin, & Rizki, N. (2023). Integration of Islamic Values
, Mathematics , and Career Readiness Competencies of
Prospective Teachers in Islamic Universities. Delta-Phi : Jurnal
Pendidikan Matematika, 1(1), 2330.
Inganah, S., Darmayanti, R., & Rizki, N. (2023). Problems, Solutions, and
Expectations: 6C Integration of 21 st Century Education into
Learning Mathematics. JEMS (Journal of Mathematics and
Science Education), 11(1), 220238.
https://doi.org/10.25273/jems.v11i1.14646
Jayanti, E. F., Choirudin, & Anwar, M. S. (2023). Application of the Mind
Mapping Learning Model to Improve Understanding of
Mathematics Concepts in Building Space Materials. Delta-Phi :
Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 4356.
Jayanti, E. F., Choirudin, Anwar, M. S., & Darmayanti, R. (2023).
Application of Mind Mapping Learning Model to Improve
Understanding of Mathematics Concepts in Building Space
Materials. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 43
56.
Juniati. (2018). PERANAN MODEL PENGAJARAN QUANTUM
TERHADAP. SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
FKIP UIR, 2930.
Jupri, R., Zakaria, P., Majid, M., Resmawan, R., & Isa, D. R. (2022).
Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap
Hasil Belajar Siswa Pada Materi Operasi Himpunan. Euler :
Jurnal Ilmiah Matematika, Sains Dan Teknologi, 10(2), 274281.
https://doi.org/10.34312/euler.v10i2.16940
Kaveh, A. (2021). Quantum Teaching-Learning-Based Optimization
algorithm for sizing optimization of skeletal structures with
discrete variables. Structures, 32, 17981819.
https://doi.org/10.1016/j.istruc.2021.03.046
Khozaei, S. A. (2022). Effects of quantum-learning and conventional
teaching methods on learning achievement, motivation to
learn, and retention among nursing students during critical care
nursing education. Smart Learning Environments, 9(1).
https://doi.org/10.1186/s40561-022-00198-7
Kusuma, E. D., Gunarhadi, & Riyadi. (2018). Keefektifan Model
Quantum Learning Berbasis Masalah Terhadap Keterampilan
Pemecahan Masalah. JPD: Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 5464.
Luh, N., Sumasningtyas, R., Manuaba, I. B. S., & Rini, M. G. (2020).
Quantum Teaching-Learning Model Assisted Audiovisual Media
Mustakim et al., Quantum Teaching Model ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 06-10, 2023
10
on The Ability of Students ’ Science Competencies. International
Journal of Elementary Education, 4(4).
Meyer, J. C. (2023). How Media Hype Affects Our Physics Teaching: A
Case Study on Quantum Computing. Physics Teacher, 61(5),
339342. https://doi.org/10.1119/5.0117671
Michelini, M. (2022). Work Group 3 Position Paper: Teacher Education
and Teaching/Learning Quantum Physics. Journal of Physics:
Conference Series, 2297(1). https://doi.org/10.1088/1742-
6596/2297/1/012015
Mingliang, Z., & Simos, T. E. (2021). A new improved economical finite
difference method for problems in quantum chemistry. Journal
of Mathematical Chemistry, 59(7).
https://doi.org/10.1007/s10910-021-01252-4
Missa, H., & Boy Baunsele, A. (2021). Pembelajaran Quantum Teaching
Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Vii Smp Katolik Sint Aloysius
Niki-Niki Kabupaten Timor Tengah Selatan. EduMatSains : Jurnal
Pendidikan, Matematika Dan Sains, 5(2), 93104.
https://doi.org/10.33541/edumatsains.v5i2.2011
MM Effendi, Darmayanti, R., & In’am, A. (2022). Strengthening Student
Concepts: Problem Ethnomatmatics Based Learning (PEBL)
Singosari Kingdom Historical Site Viewed from Learning Styles in
the Middle School Curriculum. Indomath: Indonesia
Mathematics Education, 5(2), 165174.
https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/
Musriah, M. (2019). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Stad. JP2M
(Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Matematika), 4(2), 19.
https://doi.org/10.29100/jp2m.v4i2.953
Mykhailova, M. (2022). Developing Programming Assignments for
Teaching Quantum Computing and Quantum Programming.
Proceedings - 2022 IEEE International Conference on Quantum
Computing and Engineering, QCE 2022, 688692.
https://doi.org/10.1109/QCE53715.2022.00092
Nahar, S., Suhendri, Zailani, & Hardivizon. (2022). Improving Students’
Collaboration Thinking Skill under the Implementation of the
Quantum Teaching Model. International Journal of Instruction,
15(3). https://doi.org/10.29333/iji.2022.15325a
Purba, T. N. (2021). Implementasi Metode Quantum Teaching
Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa
Sekolah Menengah Pertama. Alifmatika: Jurnal Pendidikan Dan
Pembelajaran Matematika, 3(1), 4554.
https://doi.org/10.35316/alifmatika.2021.v3i1.45-54
Qian, X. (2021). Teaching Quantum Concepts with Classical Optics.
Optics InfoBase Conference Papers.
Rumapea, G., Syahputra, E., & Surya, E. (2017). Application of Quantum
Teaching Learning Model to Improve Student Learning
Outcomes. International Journal of Novel Research in Education
and Learning, 4(2).
Safitri, E., Setiawan, A., & Darmayanti, R. (2023). Eksperimentasi Model
Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Kahoot
Terhadap Kepercayaan Diri Dan Prestasi Belajar. Jurnal
Penelitian Tindakan Kelas, 1(2), 8090.
Sah, R. W. A., Laila, A. R. N., Setyawati, A., Darmayanti, R., &
Nurmalitasari, D. (2023). Misconception Analysis of Minimum
Competency Assessment (AKM) Numeration of High School
Students from Field Dependent Cognitive Style. JEMS: Jurnal
Edukasi Matematika Dan Sains, 11(1), 5869.
https://doi.org/10.25273/jems.v11i1.14112
Samad, I. (2017). Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui
Pembelajaran Quantum Learning. Pedagogy: Jurnal Pendidikan
Dan Matematika, 2(1), 2030.
Santiago, P. V. da S. (2023). Didactic Engineering Supporting the Use of
Gamification Applied to the Teaching of Arithmetic Operations.
Delta-Phi : Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 5771.
Sari, A. P., Qurotunnisa, A., Rukmana, A., & Darmayanti, R. (2023).
What are the advantages of using leftover cooking oil waste as
an aromatherapy candle to prevent pollution? Jurnal Inovasi
Dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat, 1(2).
Sekaryanti, R., Darmayanti, R., Choirudin, C., Usmiyatun, U., Kestoro,
E., & ... (2022). Analysis of Mathematics Problem-Solving Ability
of Junior High School Students in Emotional Intelligence. Jurnal
Gantang, 7(2), 149161.
Silberman, D. M. (2023). Teaching quantum to high school students.
Proceedings of SPIE - The International Society for Optical
Engineering, 12723. https://doi.org/10.1117/12.2665916
Silki, N., Witono, A. H., & Affandi, L. H. (2021). Karakteristik Keefektifan
Quantum Teaching dalam Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar
(Literature Review). Renjana Pendidikan Dasar, 1(2).
Sinatra, Y. (2014). Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui
Metode Discovery Learning. Sinteks: Jurnal Teknik, 3(1), 786
793.
Sugianto, R., Darmayanti, R., Amany, D. A. L., Rachmawati, L. N.,
Hasanah, S. N., & ... (2017). Experiment on Ability to Understand
Three Dimensional Material Concepts Related to Learning Styles
Using the Geogebra-Supported STAD Learning Model. Al-Jabar:
Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 205212.
Sugianto, R., Darmayanti, R., Aprilani, D., Amany, L., Rachmawati, L. N.,
Hasanah, S. N., & Aji, F. B. (2017). Experiment on Ability to
Understand Three-Dimensional Material Concepts Related to
Learning Styles Using the Geogebra-Supported STAD Learning
Model Abstra ct. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2),
205212.
Sugianto, R., Darmayanti, R., da Silva Santiago, P. V, & Choirudin, C.
(2023). MONICA Math: Design of Mathematical Monopoly
Media Development on High School Student’s Critical Thinking
Ability. AMCA Journal of Science and Technology, 3(1).
Supitmie, R. (2020). PENERAPAN KERANGKA TANDUR QUANTUM
TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
MATEMATIKA. Jurnal Pendidikan Tambus, 4(1), 134142.
Syafruddin, F., & Jeranah, J. (2020). Efektivitas Penerapan Model
Quantum Learning Dengan Pendekatan Realistic Mathematics
Education (Rme) Terhadap Hasil Belajar Siswa. Al Asma : Journal
of Islamic Education, 2(2), 224.
https://doi.org/10.24252/asma.v2i2.17487
Vedianty, A. S. A., Nurhayati, D., Darmayanti, R., & Lestari, A. S. B.
(2022). MANIS: Mathematics, analysis, and mathematical
communication. How is the student’s self-confidence? AMCA
Journal of Education and Behavioral Change, 2(2).
Veronika Sitepu, S., Parulian Sijabat, O., Naibaho, T., & Mayasari
Simanjuntak, R. (2022). Evaluasi Psikomotorik Dalam
Pembelajaran Matematika Berbasis Hybrid Learning. Journal of
Educational Learning and Innovation (ELIa), 2(2), 251267.
https://doi.org/10.46229/elia.v2i2.487
Vidyastuti, A. N., Mahfud Effendi, M., & Darmayanti, R. (2022). Aplikasi
Tik-Tok: Pengembangan Media Pembelajaran Matematika
Materi Barisan dan Deret Untuk Meningkatkan Minat Belajar
Siswa SMA. JMEN: Jurnal Math Educator Nusantara, 8(2).
http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/matematika
Wote, A. Y. V., Sasingan, M., & Kitong, O. E. (2020). Efektivitas
Penggunaan Model Quantum Teaching dalam Meningkatkan
Hasil Belajar IPA. Journal of Education Technology, 4(2).
https://doi.org/10.23887/jet.v4i2.24369
Wu, B., Chen, H., & Luo, Z. (2021). Board games for quantum
computers. Science China Information Sciences, 64(2).
https://doi.org/10.1007/s11432-020-3038-x
Wulandari, T., Nurmalitasari, D., Susanto, K., & Darmayanti, R. (2022).
Etnomatematika Pada Batik Daun Sirih dan Burung Kepodang
Khas Pasuruan. Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran, 2(1),
95103.
Zulkarnain, M. R., & Rahimah, N. (2022). LENTERA Jurnal Ilmiah
Kependidikan EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM
TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1
MARTAPURA Pendidikan Teknologi Informasi STKIP PGRI
Banjarmasin PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu sistem
yang di dalamnya t. LENTERA Jurnal Ilmiah Kependidikan, 17(2),
6977.