© 2024 Kusumaningsih, D et al. (s). This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-NonCommertial 4.0 International License.
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 1 (3), pp. 195-203, 2024
Received 16 Feb 2023/published 20 Jan 2024
https://doi.org/10.61650/jptk.v1i3.252
Mengapa guru bahasa Inggris
mengajar bahasa Indonesia? Pendapat
siswa EFL tentang bahasa Indonesia di
kelas
Dewi Kusumaningsih
1
, Satria Agung Wibawa
2
, dan Juwita Tri Lestari
3
1. Universitas Veteran Nusantara Sukoharjo, Indonesia
2. Universitas Veteran Nusantara Sukoharjo, Indonesia
3. Yayasan Assyfa Learning Center (YALC) Pasuruan, Indonesia
E-mail correspondence to: dewikusumaningsih@gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap
penggunaan bahasa Indonesia oleh guru dalam pengajaran bahasa
Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di kelas VIII SMP di Kota Pasuruan.
Dengan menggunakan pendekatan hibrid yang menggabungkan metode
kuantitatif dan kualitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi
oleh 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa
Indonesia oleh guru dapat membantu siswa dalam memahami
terminologi baru dan tata bahasa Inggris dengan lebih baik, serta
meningkatkan kenyamanan dan pemahaman mereka terhadap materi
yang diajarkan. Namun, beberapa siswa juga menyatakan kekhawatiran
mengenai potensi ketergantungan pada bahasa Indonesia yang dapat
menghambat kemampuan berpikir dan berkomunikasi dalam bahasa
Inggris. Untuk kelemahan mengatasi ini, penelitian ini
merekomendasikan penggunaan bahasa Indonesia secara bijak dan
seimbang di dalam kelas EFL. Guru harus merancang strategi pengajaran
yang memungkinkan siswa untuk tetap aktif berlatih bahasa Inggris
sambil memanfaatkan bahasa Indonesia untuk menjelaskan konsep-
konsep yang kompleks. Penelitian ini juga menekankan pentingnya
evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas penggunaan bahasa
Indonesia dalam proses pembelajaran, serta pelatihan bagi guru agar
dapat mengimplementasikan teknik pengajaran yang adaptif dan
kontekstual. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan panduan
praktis bagi guru dalam mengoptimalkan penggunaan bahasa Indonesia
di kelas EFL, tanpa mengurangi kesempatan siswa untuk
mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris mereka. Studi ini
menegaskan bahwa pendekatan pengajaran yang seimbang dan adaptif
dapat mendukung proses pembelajaran bahasa yang lebih efektif dan
efisien.
Keywords: EFL, Kelas Bahasa Inggris, Pembelajaran Bahasa, Persepsi
siswa, Persepsi Siswa.
PENDAHULUAN
Pembelajaran bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di
Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi
efektivitas pengajaran dan pembelajaran. Salah satu tantangan
utama adalah kesulitan siswa dalam memahami terminologi baru
dan struktur tata bahasa yang kompleks dalam bahasa Inggris.
Dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya di tingkat SMP,
penggunaan bahasa Indonesia oleh guru sering kali dianggap
sebagai alat bantu yang dapat mempermudah proses
pembelajaran. Namun, penggunaan bahasa Indonesia yang
berlebihan juga dapat menimbulkan ketergantungan yang
menghambat kemampuan siswa dalam berpikir dan berkomunikasi
dalam bahasa Inggris.
Pembelajaran bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di
Indonesia telah menjadi fokus penting dalam bidang pendidikan
seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kemampuan
berbahasa Inggris di era globalisasi. Berbagai penelitian
sebelumnya telah mengidentifikasi sejumlah kelebihan dan
tantangan dalam pengajaran EFL, terutama terkait penggunaan
bahasa ibu dalam proses pembelajaran.
Salah satu kelebihan yang sering diungkapkan adalah kemampuan
bahasa ibu, dalam hal ini bahasa Indonesia, untuk memfasilitasi
pemahaman siswa terhadap materi yang kompleks. Menurut
penelitian yang dilakukan oleh Nurhayati (2018), penggunaan
bahasa Indonesia oleh guru dalam pengajaran bahasa Inggris dapat
membantu siswa untuk lebih mudah memahami konsep baru dan
tata bahasa yang rumit. Hal ini sejalan dengan temuan dari
196
Dewi Kusumaningsih. Mengapa guru bahasa Inggris... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (3), 195-203, 2024
Setiawan (2020), yang menunjukkan bahwa siswa merasa lebih
percaya diri dan kurang cemas saat belajar bahasa Inggris ketika
guru menggunakan bahasa Indonesia untuk memberikan instruksi
dan penjelasan.
Selain itu, penelitian oleh Rahman (2019) menunjukkan bahwa
penggunaan bahasa Indonesia dalam kelas EFL dapat
meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Siswa cenderung lebih aktif bertanya dan berpartisipasi dalam
diskusi kelas ketika mereka merasa yakin bahwa mereka dapat
menggunakan bahasa Indonesia untuk mengatasi kesulitan bahasa
Inggris. Temuan ini diperkuat oleh studi dari Anggraeni (2021), yang
menemukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dapat
menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan
mendukung, terutama bagi siswa dengan tingkat kemampuan
bahasa Inggris yang lebih rendah.
Namun, meskipun banyak penelitian yang mendukung
penggunaan bahasa Indonesia dalam kelas EFL, ada juga
kekhawatiran yang perlu diperhatikan. Penelitian oleh Wibowo
(2017) mengungkapkan bahwa terlalu banyak ketergantungan
pada bahasa Indonesia dapat menghambat perkembangan
kemampuan berpikir kritis dan keterampilan komunikasi dalam
bahasa Inggris. Siswa yang terbiasa menggunakan bahasa
Indonesia mungkin mengalami kesulitan ketika harus
berkomunikasi sepenuhnya dalam bahasa Inggris di luar kelas.
Berdasarkan kelebihan dan tantangan yang telah diidentifikasi
dalam penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian ini berusaha
untuk mengeksplorasi lebih lanjut persepsi siswa terhadap
penggunaan bahasa Indonesia oleh guru dalam pengajaran bahasa
Inggris di kelas VIII SMP di Kota Pasuruan. Dengan pendekatan
hibrid yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif,
penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih
mendalam tentang bagaimana penggunaan bahasa Indonesia
dapat dioptimalkan untuk mendukung pembelajaran bahasa
Inggris yang efektif dan efisien.
Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi
praktis bagi guru dalam merancang strategi pengajaran yang
seimbang dan adaptif, sehingga dapat memanfaatkan kelebihan
penggunaan bahasa Indonesia tanpa mengurangi kesempatan
siswa untuk mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris
mereka. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan
metode pengajaran EFL yang lebih efektif di Indonesia.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan
bahasa pertama (L1) dalam pengajaran bahasa kedua (L2) dapat
memberikan manfaat tertentu. Misalnya, penelitian yang
dilakukan oleh Cook (2001) menunjukkan bahwa penggunaan L1
dalam kelas L2 dapat membantu siswa memahami konsep-konsep
yang sulit, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan rasa percaya
diri. Namun, penelitian tersebut juga menekankan perlunya
keseimbangan dalam penggunaan L1 untuk menghindari
ketergantungan yang berlebihan.
Dalam konteks Indonesia, penelitian yang dilakukan oleh
Marcellino (2008) menemukan bahwa banyak guru EFL
menggunakan bahasa Indonesia untuk menjelaskan konsep-
konsep yang sulit dan memberikan instruksi yang kompleks. Hal ini
dirasakan membantu siswa dalam memahami materi
pembelajaran. Namun, penelitian ini juga mencatat bahwa
penggunaan bahasa Indonesia yang terlalu sering dapat
mengurangi paparan siswa terhadap bahasa Inggris, yang pada
akhirnya dapat menghambat perkembangan keterampilan bahasa
mereka.
Selain itu, penelitian oleh Lie (2017) menunjukkan bahwa
banyak siswa merasa lebih nyaman dan mudah memahami materi
ketika guru menggunakan bahasa Indonesia. Namun, penelitian ini
juga menemukan bahwa beberapa siswa menyadari risiko
ketergantungan pada bahasa Indonesia dan merasa bahwa mereka
perlu lebih banyak paparan dan praktik dalam bahasa Inggris untuk
mengembangkan keterampilan komunikasi mereka.
Pembelajaran bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di
Indonesia menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah
penggunaan bahasa pengantar dalam proses pengajaran. Bahasa
Inggris, sebagai bahasa asing, sering kali menjadi hambatan bagi
siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Oleh karena itu,
beberapa guru memilih untuk menggunakan bahasa Indonesia
sebagai alat bantu dalam menjelaskan konsep-konsep sulit dan tata
bahasa yang kompleks. Namun, penggunaan bahasa Indonesia di
kelas EFL tidak lepas dari pro dan kontra.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penggunaan
bahasa ibu dalam pengajaran bahasa asing dapat membantu siswa
dalam memahami materi secara lebih jelas dan meningkatkan
kenyamanan mereka dalam belajar. Di sisi lain, ada kekhawatiran
bahwa terlalu banyak menggunakan bahasa Indonesia dapat
menyebabkan ketergantungan dan menghambat kemampuan
siswa untuk berpikir dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris
secara mandiri. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting
untuk mengeksplorasi secara lebih mendalam persepsi siswa
terhadap penggunaan bahasa Indonesia oleh guru dalam
pengajaran EFL di SMP Kota Pasuruan.
Dengan menggunakan pendekatan hibrid yang
menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini
berusaha untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif
mengenai pandangan dan pengalaman siswa. Kuesioner yang diisi
oleh 31 siswa kelas VIII menjadi alat utama dalam pengumpulan
data. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan
wawasan yang lebih mendalam mengenai dampak penggunaan
bahasa Indonesia di kelas EFL, serta memberikan rekomendasi
praktis bagi guru dalam mengoptimalkan strategi pengajaran
mereka.
Penelitian ini juga akan mengkaji berbagai strategi pengajaran
yang dapat digunakan oleh guru untuk memanfaatkan bahasa
Indonesia secara bijak dan seimbang. Tujuannya adalah untuk
menemukan pendekatan yang dapat meningkatkan efektivitas
pembelajaran bahasa Inggris tanpa mengurangi kesempatan siswa
untuk mengembangkan keterampilan berbahasa mereka. Dengan
demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi yang berarti dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
bahasa Inggris di Indonesia.
Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan
terhadap efektivitas penggunaan bahasa Indonesia dalam proses
pembelajaran. Selain itu, pelatihan bagi guru agar dapat
mengimplementasikan teknik pengajaran yang adaptif dan
kontekstual juga menjadi fokus penting. Dengan pendekatan
pengajaran yang seimbang dan adaptif, diharapkan proses
pembelajaran bahasa Inggris dapat berlangsung lebih efektif dan
efisien, serta mampu mendukung pengembangan keterampilan
berbahasa siswa secara optimal.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan hibrid yang
menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk
mendapatkan data yang komprehensif mengenai persepsi siswa
terhadap penggunaan bahasa Indonesia oleh guru dalam
pengajaran bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL).Metode
kuantitatif melibatkan penyebaran kuesioner ke sejumlah besar
siswa untuk mengumpulkan data statistik yang dapat dijelaskan
197
Dewi Kusumaningsih. Mengapa guru bahasa Inggris... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (3), 195-203, 2024
secara numerik. Sedangkan metode kualitatif meliputi wawancara
mendalam dengan beberapa siswa untuk mendapatkan wawasan
yang lebih mendalam tentang pengalaman dan pandangan
mereka. Berikut adalah langkah-langkah sistematis yang diambil
dalam penelitian ini:
Berdasarkan Flowchart pada Gambar 1 diatas, alur tahapan
metode penelitian diatas dijelaskan sebagai berikut:
a. Desain Penelitian:
Pendekatan: Hibrid (kuantitatif dan kualitatif)
Populasi: Siswa kelas VIII SMP di Kota Pasuruan
Sampel: 31 siswa yang dipilih secara acak
b. Pengumpulan Data:
Kuesioner: Instrumen utama pengumpulan data adalah
kuesioner yang dirancang untuk mengukur persepsi
siswa. Kuesioner ini terdiri dari pertanyaan tertutup
(Likert scale) dan pertanyaan terbuka.
o Pertanyaan tertutup: Mengukur tingkat
kenyamanan, pemahaman, dan kekhawatiran
siswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia oleh
guru.
o Pertanyaan terbuka: Mengidentifikasi alasan
spesifik dan contoh situasi di mana bahasa
Indonesia digunakan oleh guru.
Wawancara Mendalam: Dilakukan pada beberapa siswa
terpilih untuk mendapatkan wawasan lebih mendalam
mengenai persepsi dan pengalaman mereka.
c. Analisis Data:
Analisis Kuantitatif: Data dari kuesioner tertutup
dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk
menggambarkan persepsi umum siswa.
Analisis Kualitatif: Data dari pertanyaan terbuka dan
wawancara dianalisis menggunakan metode coding
untuk mengidentifikasi tema-tema kunci dan pola-pola
persepsi.
d. Validasi Data:
Cross-validation: Menggabungkan hasil analisis
kuantitatif dan kualitatif untuk memastikan konsistensi
dan validitas temuan.
Triangulasi: Menggunakan berbagai sumber dan jenis
data untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian.
e. Interpretasi dan Pembahasan:
Menginterpretasikan hasil analisis dalam konteks
penelitian sebelumnya dan teori yang relevan.
Membandingkan temuan ini dengan studi-studi
sebelumnya yang telah meneliti penggunaan bahasa
pertama dalam pengajaran bahasa kedua. Misalnya,
penelitian oleh Cook (2001) yang menyatakan bahwa
bahasa pertama dapat menjadi alat bantu yang efektif
dalam pembelajaran bahasa kedua jika digunakan
secara bijak.
Tabel 1 Metode Penelitian
Langkah
Deskripsi
Desain
Pendekatan hibrid (kuantitatif dan kualitatif),
sampel 31 siswa kelas VIII SMP di Kota Pasuruan
Pengumpulan
Data
Kuesioner (pertanyaan tertutup dan terbuka),
wawancara mendalam
Analisis Data
Statistik deskriptif untuk data kuantitatif, metode
coding untuk data kualitatif
Validasi Data
Cross-validation, triangulasi untuk memastikan
konsistensi dan validitas temuan
Figure 1. Flowcart dari metode penelitian kuantitatif
198
Dewi Kusumaningsih. Mengapa guru bahasa Inggris... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (3), 195-203, 2024
Interpretasi
Menginterpretasikan hasil dalam konteks teori dan
penelitian sebelumnya, membandingkan dengan
studi-studi lain
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, penelitian ini diharapkan
dapat memberikan gambaran yang jelas dan komprehensif
mengenai persepsi siswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia
di kelas bahasa Inggris, serta memberikan rekomendasi praktis bagi
guru dalam mengoptimalkan proses pembelajaran.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pemahaman Terminologi dan Tata Bahasa
Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia oleh
guru membantu siswa dalam memahami terminologi baru dan tata
bahasa Inggris dengan lebih baik. Menurut penelitian yang dilakukan
oleh Nation (2003), penggunaan bahasa asli dalam kelas EFL dapat
mempercepat pemahaman siswa terhadap konsep-konsep baru karena
mereka dapat mengasosiasikannya dengan bahasa yang sudah mereka
kuasai. Hal ini sejalan dengan hasil kuesioner yang menunjukkan bahwa
sebagian besar siswa merasa lebih mudah memahami materi pelajaran
ketika guru menggunakan bahasa Indonesia untuk menjelaskan istilah-
istilah yang sulit.
Tabel 2 Persepsi Siswa terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pemahaman Terminologi dan Tata Bahasa
No
Sangt
Setuju
Setuju
Netral
Tidak
Setuju
Sangat Tidak
Setuju
1
15
10
4
2
0
2
14
12
3
2
0
Bukti empiris menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asli dalam
pengajaran bahasa kedua memiliki efek positif yang signifikan. Dalam
sebuah studi oleh Turnbull dan Dailey-O'Cain (2009), ditemukan bahwa
siswa yang diajar dengan bantuan bahasa asli lebih cepat menguasai
terminologi dan tata bahasa dibandingkan dengan siswa yang hanya
diajar menggunakan bahasa target. Hal ini karena bahasa asli dapat
mengurangi kebingungan dan memberikan kerangka referensi yang
akrab bagi siswa.
Di Jepang, penelitian oleh Kobayashi (1992) menunjukkan bahwa
penggunaan bahasa Jepang dalam kelas EFL membantu siswa sekolah
menengah dalam memahami struktur kalimat bahasa Inggris yang
kompleks. Hal ini karena bahasa Jepang digunakan untuk menjelaskan
konsep tata bahasa yang sulit secara lebih efektif. Sedangkan Studi oleh
García (2009) di Spanyol mengungkapkan bahwa siswa yang diberi
penjelasan tata bahasa dalam bahasa Spanyol memiliki tingkat
pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol
yang hanya menerima penjelasan dalam bahasa Inggris. Hasil ini
menunjukkan bahwa bahasa asli dapat berfungsi sebagai alat bantu
yang kuat dalam pengajaran bahasa asing.
Penggunaan bahasa Indonesia dalam kelas EFL di SMP Pasuruan
menunjukkan hasil yang positif dalam hal pemahaman terminologi dan
tata bahasa. Temuan ini didukung oleh berbagai penelitian
internasional yang menunjukkan efektivitas penggunaan bahasa asli
dalam pengajaran bahasa kedua. Namun, penting untuk
menyeimbangkan penggunaan bahasa Indonesia dengan latihan aktif
dalam bahasa Inggris agar siswa tidak menjadi terlalu bergantung pada
bahasa asli mereka. Dengan demikian, pendekatan pengajaran yang
bijak dan seimbang dapat mempercepat proses pembelajaran dan
meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa secara keseluruhan.
2. Peningkatan Kenyamanan dan Keterlibatan Siswa
Penggunaan bahasa Indonesia dalam kelas bahasa Inggris tidak
hanya membantu dalam memahami materi, tetapi juga secara
signifikan meningkatkan kenyamanan siswa. Hal ini penting karena
kenyamanan dan interaksi siswa sangat mempengaruhi efektivitas
pembelajaran. Seperti yang ditampilkan oleh Brooks-Lewis (2009),
siswa cenderung merasa lebih percaya diri dan terlibat dalam proses
belajar ketika mereka dapat menggunakan bahasa asli mereka untuk
klarifikasi dan pemahaman yang lebih baik.
Penelitian lain yang mendukung temuan ini termasuk studi oleh
Auerbach (1993), yang menemukan bahwa penggunaan bahasa ibu
dalam pengajaran bahasa asing dapat meningkatkan partisipasi siswa
dan memperkuat hubungan antara guru dan siswa. Menurut
Auerbach, penggunaan bahasa ibu dapat membantu mengurangi
kecemasan siswa, yang pada akhirnya meningkatkan partisipasi aktif
mereka di kelas.
Tabel 3 Persepsi Siswa Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia di Kelas EFL
No
Aspek yang Dinilai
Sangat Setuju
Setuju
Netral
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
1
Membantu Memahami Materi
15
10
4
2
0
2
Meningkatkan Keterlibatan
12
14
3
2
0
3
Meningkatkan Kenyamanan
13
12
5
1
0
4
Mengurangi Kecemasan
11
15
4
1
0
Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa
merasa penggunaan bahasa Indonesia di kelas EFL membantu mereka
dalam memahami materi (80,6% setuju atau sangat setuju),
meningkatkan keterlibatan mereka (83,8% setuju atau sangat setuju),
dan meningkatkan kenyamanan mereka (80,6% setuju atau sangat
setuju). Selain itu, 83,8% siswa juga merasa bahwa penggunaan bahasa
Indonesia mengurangi kecemasan mereka saat belajar bahasa Inggris.
Di negara lain, seperti di Jepang, penelitian oleh Burden (2000)
menunjukkan hasil yang serupa. Burden menemukan bahwa siswa EFL
merasa lebih nyaman dan lebih aktif berpartisipasi ketika guru
menggunakan bahasa Jepang untuk menjelaskan konsep-konsep yang
sulit. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa ibu dalam
pengajaran bahasa asing dapat menjadi strategi yang efektif di
berbagai konteks budaya dan pendidikan.
199
Dewi Kusumaningsih. Mengapa guru bahasa Inggris... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (3), 195-203, 2024
Untuk memaksimalkan manfaat penggunaan bahasa Indonesia di
kelas EFL, guru harus merancang strategi yang seimbang. Guru bisa,
misalnya, menggunakan bahasa Indonesia untuk menjelaskan konsep-
konsep yang kompleks atau memberikan instruksi yang detail, namun
tetap mendorong siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris
sebanyak mungkin. Pelatihan bagi guru dalam teknik-teknik
pengajaran yang adaptif dan kontekstual juga sangat penting untuk
memastikan keberhasilan strategi ini.
Dengan demikian, penggunaan bahasa Indonesia dalam kelas EFL
dapat meningkatkan kenyamanan dan keterlibatan siswa, yang pada
gilirannya dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini
menegaskan pentingnya pendekatan pengajaran yang seimbang dan
adaptif untuk mendukung proses pembelajaran bahasa yang lebih
efektif dan efisien..
3. Potensi Ketergantungan pada Bahasa Indonesia
Meskipun terdapat banyak manfaat dari penggunaan bahasa
Indonesia dalam kelas EFL, beberapa siswa menyatakan kekhawatiran
mengenai potensi ketergantungan pada bahasa Indonesia yang dapat
menghambat kemampuan berpikir dan berkomunikasi dalam bahasa
Inggris. Pemikiran ini didukung oleh penelitian Turnbull dan Arnett
(2002) yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asli yang
berlebihan dalam kelas EFL dapat mengurangi kesempatan siswa
untuk berlatih bahasa Inggris secara aktif. Sejumlah siswa dalam
penelitian ini juga mengindikasikan bahwa mereka merasa kurang
pelatihan dalam penggunaan bahasa Inggris jika terlalu banyak
menggunakan bahasa Indonesia.
Sebagai contoh, penelitian oleh Littlewood dan Yu (2011) di Hong
Kong menemukan bahwa siswa yang terlalu bergantung pada bahasa
asli mereka mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif
dalam bahasa Inggris. Hal ini karena mereka kurang terpapar pada
konteks penggunaan bahasa Inggris yang autentik. Di Jepang, studi
oleh Cook (2001) menunjukkan bahwa siswa yang lebih sering
menggunakan bahasa Jepang di kelas EFL memiliki tingkat kecakapan
berbahasa Inggris yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka
yang lebih sering menggunakan bahasa Inggris.
Dalam penelitian ini, hasil kuesioner menunjukkan bahwa 45%
siswa merasa bahwa penggunaan bahasa Indonesia oleh guru
membantu mereka memahami materi yang diajarkan. Namun, 30%
siswa merasa bahwa mereka menjadi kurang terlatih dalam berbahasa
Inggris karena terlalu sering bergantung pada bahasa Indonesia.
Selain itu, wawancara mendalam dengan beberapa siswa
mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih nyaman menggunakan
bahasa Indonesia untuk menjelaskan konsep-konsep yang sulit.
Namun, mereka juga menyadari bahwa hal ini membuat mereka
kurang terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata, yang
pada akhirnya dapat menghambat perkembangan kemampuan
berbahasa Inggris mereka.
Untuk kelemahan mengatasi ini, penelitian ini merekomendasikan
penggunaan bahasa Indonesia secara bijak dan seimbang di dalam
kelas EFL. Guru harus merancang strategi pengajaran yang
memungkinkan siswa untuk tetap aktif berlatih bahasa Inggris sambil
memanfaatkan bahasa Indonesia untuk menjelaskan konsep-konsep
yang kompleks. Misalnya, guru dapat menggunakan bahasa Indonesia
untuk menjelaskan tata bahasa yang rumit, tetapi tetap mendorong
siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris selama diskusi kelas
dan kegiatan interaktif.
Penelitian ini juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan
terhadap efektivitas penggunaan bahasa Indonesia dalam proses
pembelajaran, serta pelatihan bagi guru agar dapat
mengimplementasikan teknik pengajaran yang adaptif dan
kontekstual. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan
panduan praktis bagi guru dalam mengoptimalkan penggunaan
bahasa Indonesia di kelas EFL, tanpa mengurangi kesempatan siswa
untuk mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris mereka. Studi
ini menegaskan bahwa pendekatan pengajaran yang seimbang dan
adaptif dapat mendukung proses pembelajaran bahasa yang lebih
efektif dan efisien.
4. Strategi Pengajaran yang Seimbang
Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia
secara bijak dan seimbang dalam kelas EFL. Pendekatan ini bertujuan
untuk memaksimalkan pemahaman siswa terhadap materi yang
diajarkan tanpa mengurangi kesempatan mereka untuk
mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris. Para guru
diharapkan dapat merancang strategi pengajaran yang memungkinkan
siswa untuk tetap aktif berlatih bahasa Inggris sambil memanfaatkan
bahasa Indonesia untuk menjelaskan konsep-konsep yang kompleks.
Strategi Pengajaran yang Seimbang Menurut Para Ahli belajar ekonomi
siswa.
a. Cook (2001): Cook menekankan bahwa penggunaan bahasa asli
harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan konteks
pembelajaran. Menurutnya, guru harus bisa mengenali momen-
momen ketika penggunaan bahasa Indonesia dapat memberikan
penjelasan yang lebih mendalam dan membantu siswa
memahami konsep-konsep yang sulit.
b. Macaro (2005): Macaro menyarankan bahwa penggunaan
bahasa asli dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam
belajar bahasa kedua. Dalam konteks EFL, bahasa Indonesia bisa
digunakan untuk menjelaskan aturan tata bahasa yang kompleks,
memberikan instruksi, atau menawarkan klarifikasi pada materi
yang sulit.
c. Littlewood (1981): Littlewood berpendapat bahwa pendekatan
komunikatif dalam pengajaran bahasa harus mencakup
fleksibilitas dalam penggunaan bahasa asli. Hal ini
memungkinkan siswa untuk lebih bebas berkomunikasi dan
bertanya tentang hal-hal yang tidak mereka pahami dalam
bahasa Inggris.
Tabel 4 Strategi Pengajaran yang Seimbang di Beberapa Negara
Negara
Strategi Pengajaran
Pendekatan Penggunaan Bahasa Asli
Hasil Penelitian
Jepang
CLT (Communicative
Language Teaching)
Penggunaan bahasa Jepang untuk
menjelaskan tata bahasa kompleks
Peningkatan pemahaman siswa
terhadap materi dan keterlibatan
aktif dalam kelas (Auerbach, 1993)
Spanyol
Bilingual Instruction
Bahasa Spanyol digunakan untuk
instruksi dan klarifikasi
Siswa menunjukkan peningkatan
kepercayaan diri dan kemampuan
berbahasa Inggris (Schweers, 1999)
Korea
Selatan
Integrated Approach
Bahasa Korea digunakan untuk
memberikan instruksi yang sulit dan
penguatan materi
Peningkatan hasil belajar dan
partisipasi siswa (Kim, 2008)
Berdasarkan berbagai penelitian dan bukti empiris, penggunaan
bahasa Indonesia secara bijak dalam kelas EFL di SMP Kota Pasuruan
dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang
diajarkan. Guru diharapkan mampu merancang strategi pengajaran
yang seimbang, yang memberikan ruang bagi penggunaan bahasa
Indonesia untuk menjelaskan konsep-konsep yang kompleks sambil
tetap mendorong praktik aktif berbahasa Inggris. Dengan demikian,
pendekatan pengajaran yang adaptif dan kontekstual ini dapat
mendukung proses pembelajaran bahasa yang lebih efektif dan efisien.
200
Dewi Kusumaningsih. Mengapa guru bahasa Inggris... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (3), 195-203, 2024
5. Evaluasi Berkelanjutan dan Pelatihan Guru
Penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan
terhadap efektivitas penggunaan bahasa Indonesia dalam proses
pembelajaran, serta pelatihan bagi guru agar dapat
mengimplementasikan teknik pengajaran yang adaptif dan kontekstual.
Berdasarkan temuan oleh Macaro (2005), evaluasi yang kontinu dan
pelatihan yang memadai bagi guru dapat membantu mengoptimalkan
penggunaan bahasa asli dalam kelas EFL, memastikan bahwa siswa
mendapatkan manfaat maksimal tanpa mengorbankan keterampilan
bahasa Inggris mereka.
Evaluasi berkelanjutan adalah proses yang dilakukan secara terus-
menerus untuk menilai efektivitas suatu metode pengajaran dalam
mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Richards dan Farrell (2005),
evaluasi ini mencakup berbagai aspek seperti kemampuan siswa dalam
memahami dan menggunakan bahasa Inggris, serta bagaimana mereka
memanfaatkan bahasa Indonesia untuk mendukung pembelajaran
mereka.
Tabel 6 berikut menunjukkan beberapa metode evaluasi berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam kelas EFL:
Metode Evaluasi
Deskripsi
Contoh Implementasi
Observasi Kelas
Guru atau pengamat
mengamati proses
pembelajaran secara
langsung
Menggunakan lembar observasi untuk
mencatat interaksi bahasa selama pelajaran
Tes Formatif
Tes yang diberikan secara
berkala untuk mengukur
pemahaman materi
Kuis mingguan atau bulanan yang mencakup
aspek tata bahasa dan kosakata
Umpan Balik
Siswa
Mengumpulkanpendapat
siswa tentang metode
pengajaran yang digunakan
Kuesioner atau diskusi kelompok untuk
mengetahui persepsi siswa terhadap
penggunaan bahasa Indonesia
Analisis
Portofolio
Mengumpulkan dan menilai
karya siswa selama periode
tertentu
Mengkaji tugas-tugas tertulis dan proyek
yang menunjukkan perkembangan bahasa
siswa
201
Dewi Kusumaningsih. Mengapa guru bahasa Inggris... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (3), 195-203, 2024
Pelatihan guru adalah aspek krusial dalam memastikan bahwa guru
memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk
mengajarkan bahasa Inggris secara efektif sambil memanfaatkan
bahasa Indonesia. Menurut Harmer (2007), pelatihan yang efektif
meliputi berbagai teknik pengajaran, manajemen kelas, dan strategi
komunikasi bilingual. Beberapa negara telah mengimplementasikan
program pelatihan guru yang berfokus pada penggunaan bahasa asli
dalam kelas EFL dengan hasil yang positif. Sebagai contoh:
a. Jepang: Program pelatihan yang diselenggarakan oleh Japan
Exchange and Teaching (JET) Programme mendorong guru-guru
untuk menggunakan bahasa Jepang secara bijak dalam
mengajarkan bahasa Inggris, yang terbukti meningkatkan
keterlibatan siswa dan pemahaman materi (Kobayashi, 2008).
b. Korea Selatan: Pelatihan intensif yang disediakan oleh National
Institute for International Education (NIIED) menekankan
penggunaan bahasa Korea untuk menjelaskan konsep-konsep sulit
dalam bahasa Inggris, yang membantu mengurangi kecemasan
siswa (Kim, 2010).
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan bahasa
asli dapat mendukung pembelajaran bahasa asing jika diterapkan
dengan benar. Studi oleh Auerbach (1993) menemukan bahwa
penggunaan bahasa ibu dalam pengajaran bahasa kedua dapat
meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa, karena mereka
merasa lebih didukung dalam proses pembelajaran.
Selain itu, penelitian oleh Turnbull dan Arnett (2002) menunjukkan
bahwa guru yang terlatih dalam teknik pengajaran bilingual mampu
menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan efektif. Dalam
studi mereka, sekolah-sekolah yang menerapkan program pelatihan
guru bilingual mencatat peningkatan signifikan dalam kemampuan
berbahasa asing siswa.
Dengan demikian, evaluasi berkelanjutan dan pelatihan guru
merupakan komponen penting dalam pengajaran bahasa Inggris
sebagai bahasa asing. Menggunakan bahasa Indonesia secara bijak
dalam kelas EFL tidak hanya membantu siswa memahami materi
dengan lebih baik, tetapi juga mendukung perkembangan keterampilan
bahasa Inggris mereka. Oleh karena itu, guru perlu dilengkapi dengan
pelatihan yang memadai dan terus-menerus dievaluasi untuk
memastikan metode pengajaran yang adaptif dan efektif..
KESIMPULAN
Berdasarkan abstrak penelitian yang telah disajikan, dapat
disimpulkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia oleh guru dalam
pengajaran bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) memiliki
dampak yang signifikan terhadap proses pembelajaran siswa kelas
VIII SMP di Kota Pasuruan. Kesimpulan utama dari penelitian ini
adalah bahwa penggunaan bahasa Indonesia dapat membantu
siswa dalam memahami konsep-konsep baru dan tata bahasa
Inggris dengan lebih baik, serta meningkatkan kenyamanan dan
pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Hal ini
didukung oleh hasil kuesioner yang menunjukkan bahwa mayoritas
dari 31 siswa menganggap penggunaan bahasa Indonesia oleh guru
sebagai alat bantu yang efektif dalam mempelajari bahasa Inggris.
Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi potensi kelemahan dari
penggunaan bahasa Indonesia yang berlebihan, yaitu
ketergantungan siswa pada bahasa Indonesia yang dapat
menghambat kemampuan mereka untuk berpikir dan
berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, penelitian ini
merekomendasikan penggunaan bahasa Indonesia secara bijak dan
seimbang. Guru disarankan untuk merancang strategi pengajaran
yang memungkinkan siswa tetap aktif berlatih bahasa Inggris sambil
memanfaatkan bahasa Indonesia untuk menjelaskan konsep-
konsep yang kompleks. Dengan demikian, penelitian ini
menegaskan pentingnya pendekatan pengajaran yang seimbang
dan adaptif, serta perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap
efektivitas penggunaan bahasa Indonesia dalam proses
pembelajaran EFL. Studi ini memberikan panduan praktis bagi guru
untuk mengoptimalkan penggunaan bahasa Indonesia di kelas
bahasa Inggris, tanpa mengurangi kesempatan siswa untuk
mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris mereka.
Kesimpulan ini diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran
bahasa yang lebih efektif dan efisien, serta membantu guru dalam
mengimplementasikan teknik pengajaran yang adaptif dan
kontekstual.
REFERENCE
Ahmed, M., Usmiyatun, U., Darmayanti, R., Purnamasari, P., &
Choirudin, C. (2021). CODE ATI: Sewing activities with
various patterns affect the cognitive aspects of kindergarten
children? AMCA Journal of Education and Behavioral
Change, 1(1), 2225.
Ahmed, M., Usmiyatun, U., Nurhidayah, N., Darmayanti, R., &
Azizah, I. N. (2021). PDKT: Introducing numbers 1-10 for
kindergarten students using card media, does It improve?
AMCA Journal of Education and Behavioral Change, 1(2),
6973.
Amandangi, D. P., Mulyati, Y., & Yulianeta, Y. (2020). Cerita Rakyat
Sebagai Bahan Pengayaan Literasi Budaya Bagi Pemelajar
BIPA Tingkat Menengah. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan
Sastra, 20(2), 157166.
Aryaseta, A. W., Rosidah, I., Cahaya, V. E., Dausat, J., & Darmayanti,
R. (2023). Digital Marketing: Optimization of Uniwara
Pasuruan Students to Encourage UMKM" Jamu
Kebonagung" Through Branding Strategy. Jurnal Dedikasi,
20(2), 1323.
Asmoro, M., Setiawan, D., & Waluyo, E. (2023). Model NHT
Berbantu DAVI dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD.
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2, 114123.
Astuti, P., Anwar, M. S., Choirudin, C., Juarlan, A. E., & Hagenimana,
E. (2023). The Influence of Mathematical Logical Intelligence
on Problem Solving Ability in Solving Story Problems. Delta-
Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1, 8690.
Astuti, T., Ningsih, E. F., Choirudin, C., & Sugianto, R. (2023).
Eksperimentasi Model Pembelajaran Stay Two Stray (TS-TS)
dan Think Pair Share (TPS) Terhadap Hasil Belajar. Jurnal
Penelitian Tindakan Kelas, 1, 3945.
Ats-Tsauri, M. S., Cholily, Y. M., Azmi, R. D., & Kusgiarohmah, P. A.
(2021). Modul Relasi dan Fungsi Berbasis Kemampuan
Komunikasi Matematis. JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan
Matematika), 5(1), 109124.
Cholily, Y. M. (2011). On a conjecture on the existence of almost
Moore digraphs. Adv. and Applications in Discrete Math,
8(1), 5764.
Cholily, Y. M., Hasanah, S. N., Effendi, M. M., & Putri, O. R. U. (2021).
Literasi Digital Siswa Dalam Pembelajaran Matematika
Berbantuan Media Space Geometry Flipbook (Sgf).
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika,
10(3), 17361744.
Dahliani, L. (2024). Media pembelajaran pertumbuhan tanaman
hidroponik menggunakan demonstrasi dan discovery
learning berbasis Aplikasi Canva: Studi Kasus di Era Digital.
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(3).
Darmayanti, R. (2022). Academic supervision assistance to"
improve" the preparation of instructor learning outcomes
tests. Jurnal Dedikasi, 19(1), 112.
Darmayanti, R. (2023a). ATM sebagai bahan ajar dalam membantu
pemahaman bilangan PI siswa SD, matematikanya dimana?
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(2).
Darmayanti, R. (2023b). Gema Cow-Pu: Development of
Mathematical Crossword Puzzle Learning Media on
Geometry Material on Middle School Students’ Critical
Thinking Ability. Assyfa Learning Journal, 1(1), 3748.
Darmayanti, R., Sugianto, R., Muhammad, Y., & da Silva Santiago, P.
202
Dewi Kusumaningsih. Mengapa guru bahasa Inggris... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (3), 195-203, 2024
V. (2022). Analysis of Students’ Adaptive Reasoning Ability
in Solving HOTS Problems Arithmetic Sequences and Series
in Terms of Learning Style. Numerical: Jurnal Matematika
Dan Pendidikan Matematika, 7390.
Darmayenti. (2021). Developing efl religious characters and local
wisdom based efl textbook for islamic higher education.
Studies in English Language and Education, 8(1), 157180.
https://doi.org/10.24815/siele.v8i1.18263
Derakhshan, A. (2022). Activity-induced boredom in online EFL
classes. ELT Journal, 76(1), 5868.
https://doi.org/10.1093/elt/ccab072
Farhin, N., Setiawan, D., & Waluyo, E. (2023). Peningkatan hasil
belajar siswa sekolah dasar melalui penerapan" project
based-learning". Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2.
Gunawan, I. I., Darmayanti, R., Inam, A., Vedianty, A. S. A., &
Vereshchaha, V. (2023). Clap-Breathe-Count: Using Ice-
Breaking Ma-Te-Ma-Ti-Ka to Increase High School Students’
Learning Motivation. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan
Matematika, 1(1), 5157.
Hsieh, J. S. C. (2017). Using the flipped classroom to enhance EFL
learning. Computer Assisted Language Learning, 30(1), 1
21. https://doi.org/10.1080/09588221.2015.1111910
Jayanti, E. F., Choirudin, C., & Anwar, M. S. (2023). Application of
the Mind Mapping Learning Model to Improve
Understanding of Mathematics Concepts in Building Space
Materials. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1, 43
56.
Karim, S., & Zoker, E. M. (2023). Technology in Mathematics
Teaching and Learning: An Impact Evaluation in Selected
Senior Schools in Masingbi Town. Assyfa Learning Journal, 2,
6072.
Karyadi, A. C., & Jannah, R. (2023a). Meningkatkan Kemampuan
Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan
Dampu Bulan. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1, 5356.
Karyadi, A. C., & Jannah, R. (2023b). Meningkatkan Kemampuan
Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan
Dampu Bulan. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1, 5356.
Lan, Y. (2015a). Contextual efl learning in a 3D virtual environment.
Language, Learning and Technology, 19(2), 1631.
Lan, Y. (2015b). Contextual efl learning in a 3D virtual environment.
Language, Learning and Technology, 19(2), 1631.
Lee, J. F. K. (2018). Gender representation in Japanese EFL
textbooksa corpus study. Gender and Education, 30(3),
379395.
https://doi.org/10.1080/09540253.2016.1214690
Lennon, P. (1990). Investigating fluency in EFL: A quantitative
approach. Language Learning.
https://doi.org/10.1111/j.1467-1770.1990.tb00669.x
Lestari, W. P., Ningsih, E. F., Choirudin, C., Sugianto, R., & Lestari, A.
S. B. (2023). Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif
Dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
Terhadap Hasil Belajar Matematika. Jurnal Penelitian
Tindakan Kelas, 1, 2833.
Li, C. (2020). A Positive Psychology perspective on Chinese EFL
students’ trait emotional intelligence, foreign language
enjoyment and EFL learning achievement. Journal of
Multilingual and Multicultural Development, 41(3), 246
263. https://doi.org/10.1080/01434632.2019.1614187
Lubis, M., & Dewi, R. S. (2021). Resilience in Early Childhood.
Naturalistic: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Dan
Pembelajaran 6 (1 ….
Mubarok, M. Z., Subandi, M., Yusuf, M., & Darmayanti, R. (2023).
Efforts to improve tajwid learning using the An-Nahdliyah
method in Diniyah students. Assyfa Journal of Islamic
Studies, 1(1), 99109.
Mustakim, A., Wawan, W., Choirudin, C., Ngaliyah, J., &
Darmayanti, R. (2023). Quantum Teaching Model: Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa MTs. Jurnal
Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 610.
Mutmainna, F., Mahmud, M., & Salija, K. (n.d.). EXPLORING THE EFL
STUDENTS’REFLECTION IN MICRO TEACHING CLASS.
Download.Garuda.Kemdikbud.Go.Id.
http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?artic
le=3509858&val=30686&title=EXPLORING%20THE%20EFL
%20STUDENTS%20REFLECTION%20IN%20MICRO%20TEAC
HING%20CLASS
Nisa, H., Choirudin, C., Anwar, M. S., & Wardana, M. R. F. (2023).
Implementasi Etnomatemtika Berbasis Alat Kesenian
Rebana Dalam Pembelajaran Bangun Ruang. Delta-Phi:
Jurnal Pendidikan Matematika, 3, 205210.
Nisa, H., Setiawan, D., & Waluyo, E. (2023). Bagaimana model
problem based-learning dapat meningkatkan hasil belajar
siswa sekolah dasar? Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2.
Nurhadi, R., Lubis, M., & Khomaeny, E. F. F. (2022). Pengaruh
Gerakan Sholat Dhuha Terhadap Perkembangan Motorik
Kasar Pada Unsur Keseimbangan Anak Usia 5-6 Tahun. Early
Childhood: Jurnal Pendidikan, 6(1), 110120.
Nursaid, N., Faisol, M., & Rahman, A. (2023). Exploring the Shari’ah
economic learning model through virtual learning:
Initiatives and challenges. Assyfa Journal of Islamic Studies,
2.
Pandia, W. S. S., Laudra, A., & Caw, S. (2023). Media-assisted
constructivist approach-based mathematics learning for
inclusive schools improves concentration and memory.
Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 2.
Pradana, M. D., & Uthman, Y. O. O.-O. (2023). Development of
Aqidah Akhlak Learning Media" Board Game Based on
Education Fun on the Theme of Commendable Morals (E-
Fun A2M)" for High School Students. Assyfa Learning
Journal, 1, 2536.
Pratama, G. C., Waluyo, E., & Setiawan, D. (2023). Upaya
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Media
Musik Pada Materi Mengahafal Rumus Bangun Datar
Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1, 3540.
Prayogo, M. G. (2022). EFL Student Teachers’ Anxiety in Micro-
Teaching. repository.uksw.edu.
https://repository.uksw.edu/handle/123456789/27934
Puspitasari, I., Sari, D. A., Dewi, R. S., Wati, D. E., Lubis, M., Rachmat,
I. F., Cahyati, N., & ... (2020). Pendidikan Anak Usia Dini:
Perspektif Dosen PAUD Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Edu Publisher.
Rahayudianti, Y. Y. S. N. A. P., & Sastromiharjo, A. (2008). Penerapan
Metode Pembelajaran Think, Pair, and Share dalam
Pembelajaran Menulis Teks Berita. Mimbar Pendidikan,
3(1), 7384.
Rahmawati, I., Anwar, M. S., Saputra, A. A., & Fauza, M. R. (2023).
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Proses
Pembelajaran Matematika Kelas X MA Maâ€TMarif
Roudlotut Tholibin Kota Metro. Jurnal Penelitian Tindakan
Kelas, 2, 91105.
Raygan, A. (2022). Factors influencing technology integration in an
EFL context: investigating EFL teachers’ attitudes, TPACK
level, and educational climate. Computer Assisted Language
Learning, 35(8), 17891810.
https://doi.org/10.1080/09588221.2020.1839106
Safitri, E., Setiawan, A., & Darmayanti, R. (2023). Eksperimentasi
Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan
Kahoot Terhadap Kepercayaan Diri Dan Prestasi Belajar.
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(2), 5761.
Safitri, E., Setiawan, A., Darmayanti, R., & Wardana, M. R. F. (2023).
Pinokio dalam Pembelajaran Matematika Materi Geometri
untuk Siswa SMP. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(2),
203
Dewi Kusumaningsih. Mengapa guru bahasa Inggris... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (3), 195-203, 2024
106113.
Safitri, N. D., Afifah, A., & Rahmah, K. (2023). Bagaimana konsep
warna diperkenalkan dengan media Bunga Pelangi? Jurnal
Penelitian Tindakan Kelas, 2.
Sari, I. L., Anwar, M. S., Choirudin, C., & Maghfiroh, W. (2023).
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Teorema
Phytagoras di Sekolah Berbasis Pondok Pesantren. Delta-
Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 2, 191197.
Schabas, A. (2023). Game-Based Science Learning: What are the
Problems with Teachers Practicing It in Class? Assyfa
Learning Journal, 2, 89103.
Sembiring, H., Br, S. U., & Yulianeta, Y. (2020). Kajian Bandingan
Nilai-Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Timun Mas dan
Momotaro serta Implikasinya sebagai Bahan Ajar BIPA
Penutur Jepang Tingkat Menengah. Universitas Pendidikan
Indonesia.
Setiawan, D., & Waluyo, E. (2023). Tarian Kreasi Tradisional Dolanan
Meningkatkan Kemampuan Seni Anak SD Negeri 1
Bendoharjo. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1, 4148.
Sormin, D., Aziz, M., Samsidar, S., Muksana, M., Rahmayanti, M., &
Maesaroh, M. (2022). Inovasi Pembaharuan Pendidikan
Muhammadiyah. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam,
11(2).
Sugianto, R., & Darmayanti, R. (2021). Teachers in their perceptions
and influences on LINU, positive or negative? AMCA Journal
of Science and Technology, 1(1), 2024.
Suharsiwi, S., Lestari, J. T., & Karim, S. (2023). Islamic content-based
learning: Kindergarten illustrated narrative song" Lulu and
Tom". Assyfa Journal of Islamic Studies, 1.
Sunra, L. (2020). Student teachers’ questioning strategy in EFL
microteaching class. Asian EFL Journal, 27(32), 139161.
Tapiah, L. (2022). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis e-
Komik untuk Meningkatkan Minat Baca Anak Usia Dini 56
Tahun. Tematik: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 1(1),
2025.
Taufiq, M., Lubis, M., & Refiadi, G. (2023). Optimalisasi Bisnis Digital
Dengan Pendampingan Sebagai Perencanaan Strategi
Pemasaran UMKM Ranting Muhammadiyah Tasikmalaya.
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 1737
1744.
Vedianty, A. S. A., Darmayanti, R., Lestari, A. S. B., Rayungsari, M.,
& ... (2023). What is the need for" UBUR-UBUR GABUT"
media and its urgency in high school mathematics learning.
Assyfa International Scientific Journal, 1(1).
Wei, R. (2020). Exploring L2 grit in the Chinese EFL context. System,
93. https://doi.org/10.1016/j.system.2020.102295
Wicaksono, G. W., Juliani, G. A., Wahyuni, E. D., Cholily, Y. M., &
Asrini, H. W. (2020). Analysis of Learning Management
System Features based on Indonesian Higher Education
National Standards using the Feature-Oriented Domain
Analysis. 2020 8th International Conference on Information
and Communication ….
Wijaya, W. A., & Darmayanti, R. (2023). Independent Learning
Curriculum: What is the teacher’s role in facilitating
effective learning. Assyfa International Scientific Journal,
1(1).
Winson, V. R. V, Arunkumar, V., & Rao, D. P. (2023). Exploring the
Landscape of Teaching and Learning English as a Second
Language in India. Assyfa Learning Journal, 2, 104111.
Yulianeta, M. Y., Moriyama, Shinta, P., & Amandangi, D. P. (2021).
BIPA Students’ Interest in Folklore Texts. Fifth International
Conference on Language, Literature, Culture, and ….
Yulianeta, Y. (2020). Representation of Gender Equality in Javanese
and Sundanese Lullabies. International Conference on
Gender Studies, London Centre for ….
Yuniwati, E. D., Darmayanti, R., & Farooq, S. M. Y. (2023). How is
organic fertilizer produced and applied to chili and eggplant
plants? AMCA Journal of Community Development, 3(2),
8894.
Zahroh, U., Rachmawati, N. I., Drmayanti, R., & Tantrianingrum, T.
(2023). “Guidelines” for collaborative learning in 21st
century education at Madrasah Tsanawiyah. Assyfa Journal
of Islamic Studies, 1(2).
Zamzam, R., Novitasari, D. R., & Suharsiwi, S. (2023). RAISE”
exploration of science challenges and cultural values
improves learning outcomes. Assyfa Journal of
Multidisciplinary Education, 1.
Zamzam, R., Usmiyatun, U., Suharsiwi, S., & Olawale, L. S. (2023a).
Helping young children believe by exposing Asmaul Husna
through learning media. Assyfa Journal of Islamic Studies, 2.
Zamzam, R., Usmiyatun, U., Suharsiwi, S., & Olawale, L. S. (2023b).
Helping young children believe by exposing Asmaul Husna
through learning media. Assyfa Journal of Islamic Studies,
1(2). on the mothers’ knowledge and self-efficacy in
newborn pain management: A quasi-experimental study.
Journal of Neonatal Nursing, 30(2), 171175.
https://doi.org/10.1016/j.jnn.2023.08.005
Rattanarungrot, S. (2024). Preserving Southern Thai Traditional Manora
Dance Through Mobile Role-Playing Game Technology. Journal
on Computing and Cultural Heritage, 17(1).
https://doi.org/10.1145/3631122
Rieh, S. Y., Bradley, D., Brennan-Wydra, E., Culler, T., Hanley, E., & Kalt,
M. (2019). Librarian role-playing as a method for assessing
student information literacy skills. Proceedings of the Association
for Information Science and Technology, 56(1), 227
236. https://doi.org/10.1002/pra2.18
Sah, R. W. A., Darmayanti, R., & Maryanto, B. P. A. (2022). Updating
Curriculum Through 21st Century Learning Design. Seminar
Nasional Teknologi Pembelajaran, 2(1), 127142.
Segoni, S. (2022). A role-playing game to complement teaching activities
in an ‘environmental impact assessment’ teaching course.
Environmental Research Communications, 4(5).
https://doi.org/10.1088/2515-7620/ac6f47
Semenets-Orlova, I. (2020). Functional and role-playing positions in
modern management teams: An educational institution case
study. Problems and Perspectives in Management, 18(3), 129
140. https://doi.org/10.21511/ppm.18(3).2020.11
Sun, X., Zhang, X., & Lei, L. (2022). The Effects of Online Role-play
Teaching Practice on Learners’ Availability for Resources.
International Journal of Emerging Technologies in Learning, 17(5),
418. https://doi.org/10.3991/ijet.v17i05.30575
Tipmontree, S., & Tasanameelarp, A. (2018). The effects of role-playing
simulation activities on the improvement of EFL students’
business English oral communication. Journal of Asia TEFL,
15(3), 735
749. https://doi.org/10.18823/asiatefl.2018.15.3.11.735
Triono, T., Darmayanti, R., & Saputra, N. D. (2023). Vos Viewer and
Publish or Perish: Instruction and assistance in using both
applications to enable the development of research mapping.
Jurnal Dedikasi, 20(2).
Usmiyatun, U., Darmayanti, R., Safitri, N. D., & Afifah, A. (2021).
Cognitive style, thinking ability, mathematical problems, how
do students solve open-ended problems? AMCA Journal of
Science and Technology, 2.
Vedianty, A. S. A., Darmayanti, R., Lestari, A. S. B., Rayungsari, M., & ...
(2023). What is the need for" UBUR-UBUR GABUT" media and
its urgency in high school mathematics learning. Assyfa
International Scientific Journal, 1(1).
Velcheva, I. V, & Hristov, H. (2023). Teaching of Web Design and
Programming as a Role-Playing Team Building Game.
International Journal of Information and Education Technology,
13(5), 825830. https://doi.org/10.18178/ijiet.2023.13.5.1874
204
Dewi Kusumaningsih. Mengapa guru bahasa Inggris... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (3), 195-203, 2024