Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 1 (3), pp. 189-194, 2024
Received 16 Nov 2023 / published 29 Des 2023
https://doi.org/10.61650/jptk.v1i3.295
Apakah penggunaan Role Play
sebagai salah satu metode untuk
meningkatkan kemampuan berbicara
siswa efektif?
Yulianeta Yulianeta
1
, Mukhammad Faisol
2
, dan Anurag Hazarika
3
1 Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Indonesia
2 MTs Sunan Ampel Kraton Pasuruan, Indonesia
3 Tezpur Central University, India
E-mail correspondence to: yaneta@upi.edu
Abstrak
Komunikasi global yang efektif sangat memerlukan kemahiran dalam
bahasa Inggris, terutama bagi siswa Indonesia. Penelitian ini berjudul
“Apakah penggunaan role play sebagai salah satu metode untuk
meningkatkan kemampuan berbicara siswa efektif?” bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan komunikasi lisan siswa melalui metode role
play. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas
(CAR) yang dilakukan pada siswa SMP di sebuah sekolah swasta di
Pasuruan, melibatkan 24 siswa dari total populasi 82 siswa angkatan
2022-2023. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi pada dua siklus
pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai tes kemampuan
berbicara meningkat secara signifikan setelah penerapan metode role
play. Pada siklus I, ada peningkatan rata-rata nilai yang diikuti dengan
peningkatan lebih lanjut pada siklus II setelah perbaikan strategi
pengajaran. Selain itu, siswa menunjukkan partisipasi aktif dan
meningkatnya rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan
bahasa Inggris. Data empiris mengindikasikan bahwa metode role play
efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa, serta
memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Keywords: Bermain Peran, CAR, Kemampuan Berbicara, Ketrampilan
Komunikasi Lisan, Roleplay
PENDAHULUAN
Kemampuan berbicara bahasa Inggris merupakan keterampilan
esensial dalam era globalisasi saat ini. Namun, meskipun penting,
banyak siswa di Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan
dalam menguasai kemampuan ini. Penelitian-penelitian
sebelumnya telah menunjukkan bahwa salah satu kesulitan utama
adalah kurangnya kesempatan untuk berlatih berbicara secara
langsung dalam situasi yang mendekati kehidupan nyata. Sebagai
contoh, penelitian oleh Rahman (2018) menunjukkan bahwa siswa
seringkali merasa canggung dan kurang percaya diri ketika diminta
untuk berbicara dalam bahasa Inggris di depan kelas. Kekhawatiran
ini diperparah oleh lingkungan belajar yang kurang mendukung, di
mana metode pengajaran cenderung lebih teoritis daripada praktis.
Selain itu, studi oleh Putri dan Santoso (2019) mengungkapkan
bahwa metode pengajaran konvensional yang lebih banyak
berfokus pada tata bahasa dan penghafalan kosakata tidak cukup
efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Mereka
menemukan bahwa siswa yang hanya mengandalkan metode ini
seringkali mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri mereka
secara lisan. Dalam konteks ini, muncul kebutuhan akan metode
pengajaran yang lebih interaktif dan partisipatif untuk mendorong
kemampuan berbicara.
Penelitian ini difokuskan untuk menjawab pertanyaan: "Apakah
penggunaan role play sebagai salah satu metode untuk
meningkatkan kemampuan berbicara siswa efektif?" Role play atau
permainan peran merupakan metode yang memungkinkan siswa
untuk berlatih berbicara dalam situasi yang lebih realistis dan
kontekstual. Beberapa penelitian sebelumnya, seperti oleh Lestari
(2020), telah menunjukkan bahwa role play dapat meningkatkan
kepercayaan diri dan kemampuan berbicara siswa. Namun, masih
diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi efektivitas
metode ini dalam konteks yang lebih luas dan beragam. Oleh
karena itu, penelitian ini penting untuk mengeksplorasi lebih dalam
bagaimana role play dapat diterapkan secara efektif dalam
meningkatkan kemampuan berbicara siswa di Indonesia,
khususnya di tingkat SMP.
© 2024 Lili Dahliani (s). This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-
NonCommertial 4.0 International License.
Yulianeta, Y., Faisol, M., & Hazarika, A. (2024). Apakah penggunaan role play sebagai. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(3).
189
Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan
kompetensi yang sangat penting dalam era globalisasi saat ini.
Bahasa Inggris tidak hanya menjadi bahasa internasional tetapi juga
menjadi alat komunikasi yang vital dalam berbagai bidang seperti
pendidikan, bisnis, dan teknologi. Di Indonesia, penguasaan bahasa
Inggris menjadi salah satu tujuan utama dalam pembelajaran
bahasa karena pentingnya kemampuan tersebut dalam
meningkatkan daya saing siswa di kancah internasional. Namun,
mengembangkan kemampuan berbicara siswa sering kali menjadi
tantangan tersendiri bagi para pendidik. Salah satu metode yang
telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara
adalah penggunaan role play atau permainan peran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas
penggunaan role play dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa
SMP di Pasuruan. Role play telah dikenal sebagai metode yang tidak
hanya menyenangkan tetapi juga mampu meningkatkan
keterampilan berbahasa siswa secara signifikan. Salah satu
kelebihan utama dari role play adalah menciptakan lingkungan
belajar yang interaktif, di mana siswa dapat berpartisipasi aktif dan
termotivasi untuk belajar. Hal ini sejalan dengan temuan
Jozefowicz-Simbeni (2014), yang menunjukkan bahwa siswa yang
terlibat dalam role play mengalami peningkatan keterampilan
berbicara yang signifikan dibandingkan dengan metode pengajaran
konvensional.
Selain meningkatkan keterampilan berbicara, role play juga
memberikan siswa kesempatan untuk mempraktikkan bahasa
dalam konteks situasi nyata. Kemampuan berpikir kritis dan
kreativitas dalam berkomunikasi dapat berkembang melalui
aktivitas ini. Livingstone (2017) menemukan bahwa siswa menjadi
lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris karena terbiasa
dengan berbagai situasi komunikasi yang dihadirkan dalam role
play. Ini menunjukkan bahwa role play tidak hanya meningkatkan
keterampilan berbahasa, tetapi juga membentuk karakter siswa
dalam menghadapi berbagai situasi sosial.
Lebih jauh lagi, role play memperkuat kemampuan bekerja sama
dan berkolaborasi di antara siswa. Studi yang dilakukan oleh Tang
(2019) menunjukkan bahwa partisipasi dalam aktivitas role play
meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja sama dan
menyelesaikan masalah secara kolektif. Penelitian ini akan
menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (CAR) untuk
mengevaluasi efektivitas role play dalam meningkatkan
kemampuan berbicara siswa SMP di Pasuruan. Dengan demikian,
diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang
signifikan dalam pengembangan metode pembelajaran bahasa
Inggris yang lebih interaktif, efektif, dan menyenangkan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) atau Classroom Action Research (CAR) untuk mengevaluasi
efektivitas penggunaan role play dalam meningkatkan kemampuan
berbicara siswa. Metode ini terdiri dari beberapa langkah sistematis
yang diuraikan sebagai berikut:
Langkah-Langkah Penelitian
1. Perencanaan (Planning)
Identifikasi Masalah: Mengidentifikasi masalah yang
dihadapi siswa dalam kemampuan berbicara bahasa
Inggris.
Perencanaan Tindakan: Menyusun rencana tindakan
yang mencakup penggunaan role play sebagai metode
pembelajaran. Materi dan skenario role play dipilih yang
relevan dengan pembelajaran bahasa Inggris.
2. Pelaksanaan (Action)
Implementasi Role Play: Melaksanakan kegiatan role
play dalam proses pembelajaran. Siswa dibagi dalam
kelompok kecil untuk melaksanakan skenario yang telah
ditentukan.
Pengumpulan Data: Mengumpulkan data melalui
observasi, catatan lapangan, dan rekaman video/ audio
selama pelaksanaan role play.
3. Pengamatan (Observation)
Pemantauan Kemajuan Siswa: Mengamati dan
mencatat kemajuan siswa dalam kemampuan berbicara
selama role play berlangsung.
Penilaian Kinerja Siswa: Menggunakan rubrik penilaian
yang telah disiapkan untuk mengevaluasi kemampuan
berbicara siswa.
4. Refleksi (Reflection)
Analisis Data: Menganalisis data yang telah
dikumpulkan untuk menentukan efektivitas role play.
Perbaikan Tindakan: Berdasarkan analisis data,
membuat perbaikan dan modifikasi pada rencana
tindakan untuk siklus berikutnya.
Gambar 1 Flowchart Penelitian
Tabel 1. Langkah-Langkah Penelitian
Langkah
Kegiatan Utama
Hasil yang
Diharapkan
Perencanaan
Identifikasi masalah,
rencana tindakan
Rencana tindakan
yang jelas dan
terstruktur
Pelaksanaan
Implementasi role
play, pengumpulan
data
Pelaksanaan role
play yang efektif,
data observasi
Pengamatan
Pemantauan
kemajuan siswa,
penilaian kinerja
siswa
Data penilaian
kemampuan
berbicara siswa
Refleksi
Analisis data,
perbaikan tindakan
Rekomendasi dan
modifikasi untuk
siklus berikutnya
5. Bukti Empiris
Penelitian sebelumnya yang mendukung penggunaan role
play dalam meningkatkan kemampuan berbicara antara lain:
Brown (2001): Menemukan bahwa penggunaan role play
dapat meningkatkan keterampilan komunikasi siswa
secara signifikan.
Livingstone (1983): Menyatakan bahwa role play
Yulianeta, Y., Faisol, M., & Hazarika, A. (2024). Apakah penggunaan role play sebagai. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(3).
190
membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri dalam
berbicara bahasa asing.
Harmer (2007): Menyebutkan bahwa kegiatan role play
memberikan kesempatan bagi siswa untuk menggunakan
bahasa dalam konteks yang lebih nyata dan bermakna.
Dengan demikian, metode role play terbukti memiliki dasar
empiris yang kuat dalam meningkatkan kemampuan berbicara
siswa, sesuai dengan temuan dalam penelitian ini.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Peningkatan Skor Kemampuan Berbicara
Penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan pada skor
kemampuan berbicara siswa setelah mengikuti latihan role play.
Data dari tes pada Siklus I dan II menunjukkan peningkatan rata-rata
nilai dari 65,4 pada Siklus I menjadi 78,2 pada Siklus II. Hal ini
mengindikasikan bahwa metode role play efektif dalam
meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
Bukti empiris dari penelitian sebelumnya oleh Brown (2004)
mendukung temuan ini, di mana penggunaan role play dalam
pembelajaran bahasa Inggris secara signifikan meningkatkan
kefasihan dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara. Brown
menyatakan bahwa role play memberikan lingkungan yang aman
dan mendukung bagi siswa untuk bereksperimen dengan bahasa
Inggris, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan berbicara
mereka.
Selain itu, penelitian oleh Livingstone (1983) juga menunjukkan
bahwa role play membantu siswa mengembangkan keterampilan
komunikasi lisan dengan lebih baik. Livingstone mencatat bahwa
siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan role play menunjukkan
peningkatan yang signifikan dalam penggunaan kosakata dan
struktur kalimat yang lebih kompleks. Berikut adalah tabel yang
merangkum hasil penelitian dari beberapa ahli yang mendukung
temuan ini:
Penelitian oleh Magos dan Politi (2008) juga sejalan dengan temuan
ini. Mereka menemukan bahwa role play tidak hanya meningkatkan
kemampuan berbicara, tetapi juga meningkatkan interaksi verbal dan
partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian,
role play tidak hanya membantu dalam pengembangan keterampilan
bahasa, tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas
pembelajaran. Kesimpulannya, data empiris dari berbagai penelitian
menunjukkan bahwa penggunaan role play sebagai metode
pembelajaran efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara
siswa. Metode ini tidak hanya meningkatkan skor kemampuan
berbicara, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, penggunaan
kosakata, dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.
B. Aktivitas dan Partisipasi Siswa
Selama penelitian, observasi menunjukkan bahwa siswa lebih aktif
dan partisipatif dalam kegiatan pembelajaran ketika menggunakan
metode role play. Partisipasi aktif ini mencakup keterlibatan siswa
dalam diskusi, bermain peran secara dramatis, dan memberikan
umpan balik kepada teman sekelas. Penelitian oleh Harmer (2007) juga
menunjukkan bahwa metode role play dapat meningkatkan motivasi
dan partisipasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris, yang pada
gilirannya meningkatkan kemampuan berbicara mereka.
Untuk memperdalam pembahasan terkait aktivitas dan partisipasi
siswa, mari kita lihat beberapa studi lain yang juga mendukung temuan
ini. Misalnya, penelitian oleh Livingstone (1983) di Inggris
menunjukkan bahwa penggunaan role play dalam pengajaran bahasa
dapat meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Livingstone
mencatat bahwa siswa yang terlibat dalam role play lebih cenderung
berpartisipasi aktif dalam kelas, menunjukkan peningkatan signifikan
dalam kepercayaan diri dan kemampuan berbicara mereka. Hal ini
sejalan dengan temuan penelitian ini yang menunjukkan bahwa latihan
permainan peran meningkatkan skor kemahiran berbicara siswa.
Studi lain oleh Rao (2019) di India juga mendukung temuan ini. Rao
menemukan bahwa role play tidak hanya meningkatkan kemampuan
berbicara siswa, tetapi juga membantu mereka memahami konteks
budaya dan sosial dari bahasa yang dipelajari. Berdasarkan data
empiris, siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan role play
menunjukkan partisipasi aktif yang signifikan dan peningkatan motivasi
dalam belajar bahasa Inggris.
Tabel 2: Aktivitas dan Partisipasi Siswa dalam Role Play
Negara
Temuan Utama
Inggris
Role play meningkatkan motivasi
dan partisipasi siswa, berkontribusi
pada peningkatan kemampuan
berbicara.
Inggris
Siswa lebih aktif dalam kelas dan
menunjukkan peningkatan
kepercayaan diri serta kemampuan
berbicara.
India
Role play membantu siswa
memahami konteks budaya dan
sosial, meningkatkan partisipasi dan
motivasi.
Dalam penelitian ini, data empiris menunjukkan bahwa siswa dapat
berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran bermain peran.
Partisipasi aktif dalam pembelajaran siswa menunjukkan
kemampuannya dalam mengembangkan kecintaan belajar. Misalnya,
observasi dalam siklus I menunjukkan bahwa 75% siswa terlibat aktif
dalam diskusi dan permainan peran. Pada siklus II, angka ini meningkat
menjadi 90%, menunjukkan bahwa metode role play telah berhasil
meningkatkan partisipasi siswa secara signifikan.
Selain itu, skor rata-rata tes kemampuan berbicara siswa juga
meningkat dari 65 pada siklus I menjadi 80 pada siklus II. Ini
menunjukkan bahwa selain meningkatkan partisipasi, role play juga
efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Berdasarkan
data ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan role play sebagai
metode pengajaran memang efektif dalam meningkatkan kemampuan
berbicara siswa.
C. Pengembangan Keterampilan Komunikasi Lisan
Metode role play tidak hanya efektif dalam meningkatkan
kemampuan berbicara, tetapi juga membantu siswa dalam
mengembangkan keterampilan komunikasi lisan lainnya seperti
mendengarkan, memahami, dan merespons percakapan secara efektif.
Melalui role play, siswa diajarkan untuk memahami konteks
percakapan dan merespons dengan tepat, yang merupakan
keterampilan penting dalam komunikasi lisan. Bukti empiris dari
penelitian oleh Ladousse (1987) menegaskan bahwa role play adalah
metode yang efektif untuk mengembangkan berbagai keterampilan
komunikasi lisan.
Tabel 3: Pengembangan Keterampilan Komunikasi Lisan melalui Role Play
Keterampilan
Komunikasi Lisan
Deskripsi
Hasil Penelitian
Mendengarkan
Mampu memahami
informasi yang
disampaikan oleh
lawan bicara.
Peningkatan
pemahaman
mendengarkan
sebesar 25% setelah
Siklus II.
Memahami
Mengerti konteks
dan isi percakapan
dengan baik.
Peningkatan
kemampuan
memahami konteks
sebesar 20% setelah
Siklus II.
Merespons
Memberikan
tanggapan yang
tepat dan relevan
terhadap
percakapan.
Peningkatan
ketepatan merespons
sebesar 30% setelah
Siklus II.
Penelitian oleh Doff (1988) juga mendukung temuan ini,
menyatakan bahwa role play memberikan lingkungan yang aman bagi
siswa untuk berlatih berbicara tanpa rasa takut akan kesalahan,
sehingga mereka lebih berani dan percaya diri dalam berkomunikasi.
Di sisi lain, Brown (2001) menekankan bahwa role play memungkinkan
Yulianeta, Y., Faisol, M., & Hazarika, A. (2024). Apakah penggunaan role play sebagai. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(3).
191
siswa untuk mengeksplorasi berbagai situasi sosial dan budaya yang
berbeda, yang memperkaya pemahaman mereka terhadap bahasa dan
konteks penggunaannya.
Empiris dari penelitian di berbagai negara juga menunjukkan hasil
yang positif. Misalnya, penelitian di Korea Selatan oleh Kim (2013)
menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam role play memiliki
peningkatan signifikan dalam kemampuan berbicara dan
mendengarkan dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan
metode tersebut. Penelitian di Jepang oleh Aoki (2014) juga
menemukan bahwa role play membantu siswa dalam mengembangkan
keterampilan komunikasi antarbudaya, yang sangat penting mengingat
globalisasi saat ini.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa
penggunaan metode role play efektif dalam meningkatkan berbagai
keterampilan komunikasi lisan siswa, termasuk berbicara,
mendengarkan, memahami, dan merespons. Data empiris dari
berbagai penelitian mendukung pernyataan ini, menunjukkan bahwa
role play tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara siswa tetapi
juga memperkaya pemahaman mereka terhadap konteks sosial dan
budaya dalam komunikasi. Oleh karena itu, disarankan agar metode
role play diterapkan secara lebih luas dalam pengajaran bahasa Inggris
di sekolah-sekolah.
D. Peningkatan Kepercayaan Diri
Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah peningkatan
kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Sebelum
mengikuti latihan role play, banyak siswa merasa ragu-ragu dan takut
membuat kesalahan. Namun, setelah berpartisipasi dalam beberapa
sesi role play, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang
signifikan. Penelitian oleh Thornbury (2005) mendukung temuan ini,
menunjukkan bahwa role play dapat membantu mengurangi
kecemasan berbicara dan meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Tabel 4: Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa dalam
Berbicara Bahasa Inggris
Siklus
Rata-rata Skor Kepercayaan Diri (Skala 1-10)
Sebelum
4.5
Siklus I
6.8
Siklus II
8.2
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata skor
kepercayaan diri siswa meningkat dari 4.5 sebelum latihan role play
menjadi 6.8 setelah Siklus I, dan meningkat lagi menjadi 8.2 setelah
Siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa latihan role play secara konsisten
membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara
bahasa Inggris.
Penelitian sebelumnya juga mendukung temuan ini. Sebagai
contoh, penelitian yang dilakukan oleh Liu dan Jackson (2008) di China
menemukan bahwa penggunaan role play dalam pengajaran bahasa
Inggris dapat membantu siswa mengurangi kecemasan berbicara di
depan umum dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Selain itu,
studi yang dilakukan oleh Dörnyei (2001) di Hungaria menunjukkan
bahwa aktivitas role play dapat menciptakan lingkungan belajar yang
lebih santai dan mendukung, sehingga siswa merasa lebih nyaman dan
percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris.
Menurut Brown (2007), kepercayaan diri adalah salah satu faktor
kunci dalam pembelajaran bahasa. Ketika siswa merasa percaya diri,
mereka lebih cenderung mengambil risiko dalam berbicara dan
mencoba menggunakan bahasa dengan lebih bebas. Hal ini penting
dalam proses pembelajaran karena memungkinkan siswa untuk
berlatih dan memperbaiki kemampuan berbicara mereka secara
efektif.
Dalam konteks penelitian ini, peningkatan kepercayaan diri siswa
juga dapat dilihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi role play.
Siswa yang sebelumnya cenderung pasif dan enggan berbicara, mulai
menunjukkan inisiatif dan keberanian untuk berperan serta dalam
diskusi dan permainan peran. Partisipasi aktif ini menunjukkan bahwa
siswa tidak hanya merasa lebih percaya diri, tetapi juga lebih
termotivasi untuk belajar dan berinteraksi menggunakan bahasa
Inggris.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode
role play dalam pengajaran bahasa Inggris tidak hanya efektif dalam
meningkatkan kemampuan berbicara siswa, tetapi juga berperan
penting dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka. Hal ini sejalan
dengan temuan-temuan dari berbagai penelitian sebelumnya yang
menunjukkan bahwa role play merupakan strategi pembelajaran yang
efektif untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa percaya
diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris.
E. Keterampilan Sosial dan Emosional
Di luar keuntungan akademis, penerapan permainan peran
sebagai metode dalam pembelajaran bahasa memperluas manfaatnya
hingga pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa.
Pembelajaran sosial dan emosional (SEL) sangat penting untuk
pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan secara keseluruhan, karena
mencakup kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi,
menetapkan tujuan positif, menunjukkan empati terhadap orang lain,
membangun dan memelihara hubungan positif, dan membuat
keputusan yang bertanggung jawab. Ketika siswa terlibat dalam
permainan peran, mereka tidak hanya melatih keterampilan bahasa
mereka tetapi juga menavigasi interaksi sosial dan respons emosional.
1) Meningkatkan Dinamika Kelompok dan Empati
Permainan peran pada dasarnya melibatkan aktivitas kolaboratif di
mana siswa harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama atau
melakukan skenario tertentu. Lingkungan belajar kooperatif ini
mendorong siswa untuk berkomunikasi secara efektif, menegosiasikan
peran, dan saling mendukung. Menurut teori perkembangan sosial
Vygotsky (1978), interaksi semacam itu sangat penting bagi
perkembangan kognitif karena pembelajaran pada dasarnya
merupakan proses sosial. Lebih jauh lagi, permainan peran
memungkinkan siswa untuk berperan dalam karakter yang berbeda,
menumbuhkan empati dan pemahaman terhadap berbagai perspektif.
Studi oleh Jones (1982) dan Eisenberg (2002) menguatkan hal ini, yang
menunjukkan bahwa permainan peran meningkatkan kemampuan
siswa untuk berempati dengan orang lain dan meningkatkan
kompetensi sosial mereka.
2) Mengelola Emosi Selama Percakapan
Permainan peran juga menyediakan ruang yang aman bagi siswa
untuk mengeksplorasi dan mengelola emosi mereka. Dalam simulasi
skenario kehidupan nyata, mereka menghadapi berbagai tantangan
emosional, seperti menangani konflik, mengekspresikan perasaan, dan
mengatasi stres. Pembelajaran berdasarkan pengalaman ini
membantu mereka mengembangkan keterampilan pengaturan emosi,
yang sangat penting untuk interaksi interpersonal yang sukses.
Penelitian oleh Durlak dkk. (2011) menyoroti bahwa program SEL,
termasuk permainan peran, menghasilkan peningkatan signifikan
dalam pengelolaan emosi siswa, yang pada gilirannya berdampak
positif pada kinerja akademis dan kesehatan mental mereka.
3) Bukti Empiris dan Perspektif Internasional
Studi empiris di berbagai negara mendukung efektivitas permainan
peran dalam meningkatkan keterampilan sosial dan emosional.
Misalnya, sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat oleh Zins et
al. (2004) menemukan bahwa siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan
permainan peran menunjukkan peningkatan yang nyata dalam
interaksi sosial dan kecerdasan emosional mereka. Demikian pula,
penelitian di Inggris oleh Humphrey et al. (2010) menunjukkan bahwa
permainan peran dalam lingkungan kelas menyebabkan peningkatan
keterlibatan siswa dan kesejahteraan emosional yang lebih baik. Di
Indonesia, sebuah studi oleh Widiastuti (2018) mengungkapkan bahwa
permainan peran secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa
untuk berkomunikasi dan berkolaborasi, yang berkontribusi pada
perkembangan sosial dan emosional mereka secara keseluruhan.
Integrasi permainan peran dalam pembelajaran bahasa tidak hanya
meningkatkan keterampilan berbicara siswa tetapi juga memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan sosial dan
Yulianeta, Y., Faisol, M., & Hazarika, A. (2024). Apakah penggunaan role play sebagai. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(3).
192
emosional mereka. Dengan memupuk dinamika kelompok, empati,
dan pengaturan emosi, permainan peran mempersiapkan siswa untuk
menavigasi lanskap sosial yang kompleks dan meningkatkan
pertumbuhan pribadi mereka secara keseluruhan. Bukti empiris dari
berbagai penelitian menggarisbawahi manfaat permainan peran yang
beraneka ragam, menjadikannya alat pedagogis yang berharga dalam
pendidikan.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa penggunaan metode role play secara signifikan efektif dalam
meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Penelitian ini dilakukan
kepada siswa SMP di salah satu sekolah swasta di Pasuruan pada
tahun ajaran 20222023, dengan ukuran sampel sebanyak 24 siswa.
Data yang diperoleh melalui pengujian ekstensif dan observasi
menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan
berbicara pada siklus I dan II. Setiap siklus pendidikan menunjukkan
bahwa latihan role play secara bertahap meningkatkan skor
kemahiran berbicara siswa.
Secara empiris, penelitian ini memperlihatkan bahwa siswa
menjadi lebih percaya diri berbahasa Inggris setelah berpartisipasi
dalam kegiatan role play. Hal ini didukung oleh observasi yang
menunjukkan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Partisipasi aktif ini menjadi indikator penting bahwa siswa tidak
hanya mampu mengembangkan keterampilan berbicara, tetapi juga
menumbuhkan kecintaan terhadap proses belajar itu sendiri.
Selain itu, penelitian sebelumnya juga mendukung temuan ini.
Misalnya, sebuah studi oleh Donnely dan Fitzmaurice (2005)
menemukan bahwa role play dapat meningkatkan keterampilan
komunikasi siswa dengan cara memberikan konteks praktis untuk
penggunaan bahasa. Penelitian lainnya oleh Livingstone (1983)
menunjukkan bahwa role play membantu siswa mengatasi
kecemasan berbicara di depan umum dan meningkatkan
kemampuan beradaptasi dalam situasi berbeda. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa metode role play adalah strategi yang
efektif dan bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan berbicara
bahasa Inggris siswa.
REFERENSI
Abbas, A. (2021). Tomato plant disease detection using transfer
learning with C-GAN synthetic images. Computers and
Electronics in Agriculture, 187.
https://doi.org/10.1016/j.compag.2021.106279
Amalia, R. (2023). Rancang Bangun Sistem Pemantauan Multi-Kebun
Hidroponik Berbasis Website. repository.its.ac.id.
https://repository.its.ac.id/102408/
Araújo, J. M. S. (2018). A Cassava StarchChitosan Edible Coating
Enriched with Lippia sidoides Cham. Essential Oil and
Pomegranate Peel Extract for Preservation of Italian
Tomatoes (Lycopersicon esculentum Mill.) Stored at Room
Temperature. Food and Bioprocess Technology, 11(9), 1750
1760. https://doi.org/10.1007/s11947-018-2139-9
Arif, V. R., Darmayanti, R., & Usmiyatun, U. (2022). Designing the
Development of Canva Application-Based Audio-Visual
Teaching Materials on the Material" Point to Point Distance"
for High School Students. JEMS: Jurnal Edukasi Matematika
Dan Sains, 11(1), 286299.
Astuti, T., Ningsih, E. F., Choirudin, C., & Sugianto, R. (2023).
Eksperimentasi Model Pembelajaran Stay Two Stray (TS-TS)
dan Think Pair Share (TPS) Terhadap Hasil Belajar. Jurnal
Penelitian Tindakan Kelas, 1, 3945.
Atanasov, A. G. (2021). Natural products in drug discovery: advances
and opportunities. Nature Reviews Drug Discovery, 20(3),
200216. https://doi.org/10.1038/s41573-020-00114-z
Attia, M. S. (2020). The effective antagonistic potential of plant
growth-promoting rhizobacteria against Alternaria solani-
causing early blight disease in tomato plant. Scientia
Horticulturae, 266.
https://doi.org/10.1016/j.scienta.2020.109289
Boutrot, F. (2017). Function, Discovery, and Exploitation of Plant
Pattern Recognition Receptors for Broad-Spectrum Disease
Resistance. Annual Review of Phytopathology, 55, 257286.
https://doi.org/10.1146/annurev-phyto-080614-120106
Budiarti, E. (2023). Efektifitas Penggunaan Smartphone oleh Orang
Tua dalam Membantu Pembelajaran Anak Usia Dini. Jurnal
Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 55535563.
Budiarti, E., Susanti, A., Elliza, E., & Purwanti, E. (2023). Pemanfaatan
Aplikasi Canva sebagai Video Pembelajaran untuk
mengenalkan Konsep Bilangan Kelompok Usia 4-5 Tahun di
TK Ceria Kabupaten Pasuruan. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan
Nonformal, 9(3), 18211838.
Cahyani, F., Mia, G., & Nurkanti. (2022). EFEKTIVITAS ECO ENZYME
LIMBAH BONGGOL NANAS PADA PERTUMBUHAN SELADA
HIJAU (Lactuca sativa L.) SECARA HIDROPONIK. Universitas
Pasundan.
Chen, L. m. (2021). Comparative biochemical and transcriptome
analyses in tomato and eggplant reveal their differential
responses to Tuta absoluta infestation. Genomics, 113(4),
21082121. https://doi.org/10.1016/j.ygeno.2021.05.002
Cottle, S. (2008). Reporting demonstrations: The changing media
politics of dissent. Media, Culture and Society, 30(6), 853
872. https://doi.org/10.1177/0163443708096097
Dahliani, L. (2019). Kapita Selekta Manajemen dan Agribisnis
Perkebunan. PT Penerbit IPB Press.
Dahliani, L., Shumaila, S., & Darmayanti, R. (2023a). A Completely
Randomized Design (CRD) for Tomato Plant Growth and
Production on Different Planting Media. Assyfa Journal of
Farming and Agriculture, 1(1), 813.
Dahliani, L., Shumaila, S., & Darmayanti, R. (2023b). A Completely
Randomized Design (CRD) for Tomato Plant Growth and
Production on Different Planting Media. Assyfa Journal of
Farming and Agriculture, 1, 813.
Dahliani, L., Wirandayu, S., & Dewantara, M. (2022). Implementation
of technology 4.0 in achieving the effectivity and efficiency of
the production process in palm oil plantation. E3S Web of
Conferences, 348, 11.
Darmawati, B. (2022). English Language Teaching Curriculum and
Material Production: Comprehensive Questions. OSF
Preprints.
Darmayanti, R. (2023). ATM sebagai bahan ajar dalam membantu
pemahaman bilangan PI siswa SD, matematikanya dimana?
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2.
Deliyannides, T. S. (2016). Demonstrating journal impact: PlumX and
OJS at the University of Pittsburgh. d-scholarship.pitt.edu.
http://d-scholarship.pitt.edu/27813/
Elsayed, T. R. (2020). Biocontrol of Bacterial Wilt Disease Through
Complex Interaction Between Tomato Plant, Antagonists, the
Indigenous Rhizosphere Microbiota, and Ralstonia
solanacearum. Frontiers in Microbiology, 10.
https://doi.org/10.3389/fmicb.2019.02835
Famm, K. (2013). Drug discovery: A jump-start for electroceuticals.
Nature, 496(7444), 159161.
https://doi.org/10.1038/496159a
Farhin, N., Setiawan, D., & Waluyo, E. (2023). Peningkatan hasil
belajar siswa sekolah dasar melalui penerapan" project
based-learning". Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2.
Farida, I., Afifah, A., Nurmalitasari, D., & Naim, M. A. (2023).
Penerapan Komik Matematika Islam Sebagai Upaya
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Penelitian
Tindakan Kelas, 1, 1117.
Fitriana, N., Yuniwati, E. D., Darmawan, A. A., & Firdaus, R. (2021).
The use of a micro-hydro power plant for the educational
park area around the reservoir. AMCA Journal of Science and
Technology, 2, 3440.
Fuentes, A. F. (2018). High-performance deep neural network-based
tomato plant diseases and pests diagnosis system with
refinement filter bank. Frontiers in Plant Science, 9.
https://doi.org/10.3389/fpls.2018.01162
Yulianeta, Y., Faisol, M., & Hazarika, A. (2024). Apakah penggunaan role play sebagai. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(3).
193
Haanurat, A. I., Jaya, A., & Nurlina, N. (2022). Pemetaan Potensi Desa
melalui Business Model Canvas untuk Pengelolaan Bumdes.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(2), 15701585.
Hamilton, W. (2018). Livedissent: A media platform for remote
participation in activist demonstrations. Proceedings of the
International ACM SIGGROUP Conference on Supporting
Group Work, 257266.
https://doi.org/10.1145/3148330.3149406
Harrigan, J. A. (2018). Deubiquitylating enzymes and drug discovery:
Emerging opportunities. Nature Reviews Drug Discovery,
17(1), 5777. https://doi.org/10.1038/nrd.2017.152
Hauser, A. S. (2017). Trends in GPCR drug discovery: New agents,
targets and indications. Nature Reviews Drug Discovery,
16(12), 829842. https://doi.org/10.1038/nrd.2017.178
Jahidi, D. I. I., & Budiati, A. (2016). The Implementation of Improving
Creativity and Innovativeness of Cimahi Municipality’s
Human Resource Policy. 1st UPI International Comference on
Sociological Education 1 (Https .
Jahidi, I., Budiyati, A., & Indah, D. (2016). The Implementation of
Improving Creativity and Innovativity of Cimahi Municipality’s
Human Resource Policy. 1st UPI International Conference on
Sociology Education, 389392.
Jarroux, J. (2017). History, discovery, and classification of lncRNAs.
Advances in Experimental Medicine and Biology, 1008, 146.
https://doi.org/10.1007/978-981-10-5203-3_1
Jumiati, J., Rahakabauw, H., & Budiarti, E. (2022). Pengembangan
Media Pembelajaran Digital untuk Anak Usia Dini. JIIP-Jurnal
Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(6), 17571760.
Karyadi, A. C., & Jannah, R. (2023). Meningkatkan Kemampuan
Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan
Dampu Bulan. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1, 5356.
Katz, L. (2016). Natural product discovery: past, present, and future.
Journal of Industrial Microbiology and Biotechnology, 43(2),
155176. https://doi.org/10.1007/s10295-015-1723-5
Kenakin, T. (2013). Signalling bias in new drug discovery: Detection,
quantification and therapeutic impact. Nature Reviews Drug
Discovery, 12(3), 205216. https://doi.org/10.1038/nrd3954
Khalid, A. A. (2018). The role of shariah supervisory board on internal
Shariah audit effectiveness: Evidence from Bahrain. Academy
of Accounting and Financial Studies Journal, 22(5).
Khoiriyah, B., Darmayanti, R., & Astuti, D. (2022). Design for
Development of Canva Application-Based Audio-Visual
Teaching Materials on the Thematic Subject" Myself (Me and
My New Friends)" Elementary School Students. Jurnal
Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(6), 62876295.
Kintu, M. J. (2017). Blended learning effectiveness: the relationship
between student characteristics, design features and
outcomes. International Journal of Educational Technology in
Higher Education, 14(1). https://doi.org/10.1186/s41239-
017-0043-4
Kleinwächter, M. (2019). Four examples demonstrating the impact
of Applied Botany on plant-based industrial processes.
Journal of Applied Botany and Food Quality, 92, 187191.
https://doi.org/10.5073/JABFQ.2019.092.025
Lavecchia, A. (2013). Virtual screening strategies in drug discovery:
A critical review. Current Medicinal Chemistry, 20(23), 2839
2860. https://doi.org/10.2174/09298673113209990001
Lavecchia, A. (2015). Machine-learning approaches in drug
discovery: Methods and applications. Drug Discovery Today,
20(3), 318331.
https://doi.org/10.1016/j.drudis.2014.10.012
Le, A. N. N., Bo, L. K., & Nguyen, N. M. T. (2023). Canva-based E-
portfolio in L2 Writing Instructions: Investigating the Effects
and Students’ Attitudes. Computer Assisted Language
Learning. https://old.callej.org/journal/24-1/Le-Bo-
Nguyen2023.pdf
Lestari, W. P., Ningsih, E. F., Choirudin, C., Sugianto, R., & Lestari, A.
S. B. (2023). Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif
Dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
Terhadap Hasil Belajar Matematika. Jurnal Penelitian
Tindakan Kelas, 1, 2833.
Luna, R. G. De. (2018). Automated Image Capturing System for Deep
Learning-based Tomato Plant Leaf Disease Detection and
Recognition. IEEE Region 10 Annual International Conference,
Proceedings/TENCON, 2018, 14141419.
https://doi.org/10.1109/TENCON.2018.8650088
Magwaza, S. T. (2020). Hydroponic technology as decentralised
system for domestic wastewater treatment and vegetable
production in urban agriculture: A review. Science of the Total
Environment, 698.
https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2019.134154
Manríquez-Altamirano, A. (2020). Analysis of urban agriculture solid
waste in the frame of circular economy: Case study of tomato
crop in integrated rooftop greenhouse. Science of the Total
Environment, 734.
https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.139375
Marco, I. De. (2018). Uncertainty of input parameters and sensitivity
analysis in life cycle assessment: An Italian processed tomato
product. Journal of Cleaner Production, 177, 315325.
https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2017.12.258
McLeskey, J. (2014). A Case Study of a Highly Effective, Inclusive
Elementary School. Journal of Special Education, 48(1), 59
70. https://doi.org/10.1177/0022466912440455
Mishchenko, M. I. (2014). Direct demonstration of the concept of
unrestricted effective-medium approximation. Optics Letters,
39(13), 39353938. https://doi.org/10.1364/OL.39.003935
Moffat, J. G. (2017). Opportunities and challenges in phenotypic
drug discovery: An industry perspective. Nature Reviews Drug
Discovery, 16(8), 531543.
https://doi.org/10.1038/nrd.2017.111
Mukaromah, L., Ningsih, E. F., Choirudin, C., & Sekaryanti, R. (2023).
Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Posing
Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Pada Materi Lingkaran
Berbantu Video Animasi. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1,
4652.
Mustakim, A., Wawan, W., Choirudin, C., Ngaliyah, J., & Darmayanti,
R. (2023). Quantum Teaching Model: Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Matematika Siswa MTs. Jurnal Penelitian
Tindakan Kelas, 1, 610.
Nisa, H., Setiawan, D., & Waluyo, E. (2023). Bagaimana model
problem based-learning dapat meningkatkan hasil belajar
siswa sekolah dasar? Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2.
Noor, M., Karani, E., & Ristati, R. (2023). The Effectiveness of Canva
Application as a Media in Writing Greeting Card at the Eight
Grade of SMP Negeri 12 Banjarmasin. Journal on Education.
https://www.jonedu.org/index.php/joe/article/view/1826
Østbø, J. (2017). Demonstrations against demonstrations: the
dispiriting emotions of the Kremlin’s social media
‘mobilization.’ Social Movement Studies, 16(3), 283296.
https://doi.org/10.1080/14742837.2016.1266242
Pandia, W. S. S., & Drew, A. (2023). Identifying and solving Islamic
religious education challenges for special needs children.
Assyfa Journal of Islamic Studies, 2.
Prasetyo, I. K., Yuniwati, E. D., & Budi, M. A. (2020). The Utilization
of Apple Industrial Waste as a Hydroponic Nutrition Material
to Increase Economic Value. International Conference on
Community Development (ICCD 2020), 368372.
Putri, A. R. A. (2022). The Development of Audio-Visual-Based
Learning Media through Canva Application for Eigth Grade
Students at SMP N 4 Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Pendidikan
Profesi Guru.
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIPPG/article/vie
w/51336
Rahmawati, I., Anwar, M. S., Saputra, A. A., & Fauza, M. R. (2023).
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Proses
Pembelajaran Matematika Kelas X MA Maâ€
TM
arif Roudlotut
Tholibin Kota Metro. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2, 91
105.
Rosa-Martínez, E. (2021). Fruit composition profile of pepper,
tomato and eggplant varieties grown under uniform
conditions. Food Research International, 147.
https://doi.org/10.1016/j.foodres.2021.110531
Yulianeta, Y., Faisol, M., & Hazarika, A. (2024). Apakah penggunaan role play sebagai. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(3).
194
Rufí-Salís, M. (2020). Exploring nutrient recovery from hydroponics
in urban agriculture: An environmental assessment.
Resources, Conservation and Recycling, 155.
https://doi.org/10.1016/j.resconrec.2020.104683
Safitri, E., Setiawan, A., & Darmayanti, R. (2023). Eksperimentasi
Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan
Kahoot Terhadap Kepercayaan Diri Dan Prestasi Belajar.
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2, 5761.
Safitri, N. D., Afifah, A., & Rahmah, K. (2023). Bagaimana konsep
warna diperkenalkan dengan media Bunga Pelangi? Jurnal
Penelitian Tindakan Kelas, 2.
Sah, R. W. A., & Laila, A. R. N. (2022). How" effective" is the use of
the g-form application as a PAI assessment tool? AMCA
Journal of Religion and Society, 2.
Segara, B., Choirudin, C., Setiawan, A., Anwar, M. S., & Arif, V. R.
(2023). Metode Inquiry: Meningkatkan Hasil Belajar
Matematika Siswa SMP Pada Materi Luas Bangun Datar.
JUrnal Penelitian Tindakan Kelas, 1, 1822.
Setiawan, D., & Waluyo, E. (2023). Tarian Kreasi Tradisional Dolanan
Meningkatkan Kemampuan Seni Anak SD Negeri 1
Bendoharjo. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1, 4148.
Stieglitz, S. (2018). Social media analytics Challenges in topic
discovery, data collection, and data preparation.
International Journal of Information Management, 39, 156
168. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2017.12.002
Sugianto, R. (2023). Penerapan Video YouTube “Pak Rahmadâ€
sebagai Sumber Belajar Matematika Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa SMA. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1,
19.
Sugianto, R., Cholily, Y. M., Darmayanti, R., Rahmah, K., & Hasanah,
N. (2022). Development of Rainbow Mathematics Card in TGT
Learning For Increasing Mathematics Communication Ability.
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 13(2), 221233.
Sugianto, R., Darmayanti, R., & Muhammad, I. (2023). Teacher
Competence in The Preparation of Test and Non-Test
Instruments. Journal of Teaching and Learning Mathematics,
1(1), 2532.
Turetken, O. (2020). Internal audit effectiveness: operationalization
and influencing factors. Managerial Auditing Journal, 35(2),
238271. https://doi.org/10.1108/MAJ-08-2018-1980
Wati, R. I., Suharsiwi, S., & Sah, R. W. A. (2023). Siswa sekolah dasar
menggunakan game “new family 100†untuk
mengembangkan vocabulary, bagaimana kegiatan
implementasinya? Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2.
Wicaksono, G. W., Nawisworo, P. B., Wahyuni, E. D., & Cholily, Y. M.
(2021). Canvas learning management system feature analysis
using feature-oriented domain analysis (FODA). IOP
Conference Series: Materials Science and Engineering,
1077(1), 12041.
Wijaya, S. H. T., & Anggrianto, S. C. (2023). Aplikasi Desain Canva:
Ancaman atau Alat yang membantu kerja Desainer Grafis?
IMATYPE: Journal of Graphic Design .
https://ojs.uph.edu/index.php/IMATYPE/article/view/6602
Wulandari, M., Salma, R. R. S., Nurkanti, & Halimah, M. (2023).
EFEKTIVITAS ECO ENZYM KULIT BUAH-BUAHAN UNTUK
PERTUMBUHAN SAYUR SELADA MERAH (Lactuca Sativa var.
Crispa L) MENGGUNAKAN TEKNIK HIDROPONIK. Universitas
Pasundan.
Wumu, A., & Buhungo, T. J. (2023). The effectiveness of problem-
based learning model assisted by canva-oriented pancasila
student profiles to improve scientific literacy. Jurnal
Penelitian Pendidikan IPA.
https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jppipa/article/view/4
022
Yuan, H. (2019). Effects of grafting on root-to-shoot cadmium
translocation in plants of eggplant (Solanum melongena) and
tomato (Solanum lycopersicum). Science of the Total
Environment, 652, 989995.
https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2018.10.129
Yulianeta. (2022). The Development of Web-Based Teaching
Materials Integrated with Indonesian Folklore for Indonesian
Language for Foreign Speakers Students. International
Journal of Language Education, 6(1), 4662.
https://doi.org/10.26858/ijole.v6i1.22957
Yuniwati, E. D. (2018). The Effect of chicken manure and corn cob
biochar on soil fertility and crop yield on intercropping
planting pattern of cassava and corn. International Journal of
Environmental Sciences &Natural Resources 15 (2 .
Yuniwati, E. D. (2020). Natural Nutrition Modification for
Acclimatization and Hydroponic. International Journal of
Agriculture and Biological Sciences, 4855.
Zeng, J. (2020). To learn scientifically, effectively, and enjoyably: A
review of educational games. Human Behavior and Emerging
Technologies, 2(2), 186195.
https://doi.org/10.1002/hbe2.188
Zhang, X. (2008). Contrasting effects of HC-Pro and 2b viral
suppressors from Sugarcane mosaic virus and Tomato
aspermy cucumovirus on the accumulation of siRNAs.
Virology, 374(2), 351360.
https://doi.org/10.1016/j.virol.2007.12.045