Volume 01
Nomor 02
Tahun 2023
Online : https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Pinokio dalam Pembelajaran Matematika
Materi Geometri untuk Siswa SMP
Eva Safitri
1
, Wawan
2
, Agus Setiawan
3
, Rani Darmayanti
4
, M.
Rafli Faishal Wardana
5
1,2,3
Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
4
Yayasan Assyfa Learning Centre Pasuruan, Indonesia
5
Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
Email: safitrieva344@gmail.com
Received: 16/12/2023 Accepted: 15/03/2023 Publications: 20/03/2023
Salah satu bidang yang mengajarkan bagaimana orang dari berbagai budaya
memahami dan menggunakan konsep matematika adalah pengetahuan
etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendemonstrasikan penerapan
pembelajaran matematika realistik berbasis etnomatematika berbantu alat Peraga
Matematika Seni Geometri yang berasal dari Kayu (PINOKIO) ada kesenian rebana.
Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di kalangan siswa. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif survei lapangan dengan pendekatan
etnografi. Hasil akhir dari penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi pendidikan
matematika, dan Etnomatematika berbasis realistik dapat memotivasi siswa untuk
belajar dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal. Hal ini memungkinkan
siswa untuk mengenal budaya lokal, melestarikan, dan menghubungkannya dengan
matematika. Dengan materi pembelajaran bangun ruang.
Keywords self-confidence, learning achievement, problem-based learning.
E-ISSN: 2988-0017 Copyright © 2023 JPTK. All rights reserved
Pendahuluan
Menurut siswa, pelajaran matematika tidak mudah untuk dipahami, hal ini
terlihat dari kurangnya keinginan dan antusiasme siswa terhadap pelajaran
matematika (Novita et al., 2018; Utomo et al., 2023). Hasil ujian dan ulangan yang
masih banyak di bawah KKM membuat para peneliti mencoba melakukan inovasi
dalam proses pembelajaran (ASB Lestari et al., 2023; LM Rachmawati et al., 2023).
Kesulitan dalam mempelajari matematika memiliki variasi dan karakteristik
tersendiri dibandingkan dengan kesulitan dalam mempelajari materi lainnya.
Disadari bahwa dalam matematika terdapat berbagai simbol (Cahyadi & Ariansyah,
2023; Fauza et al., 2023), perhitungan dan rumus sehingga siswa merasa tidak
antusias dan frustasi sebelum proses pembelajaran berlangsung (Cholily et al.,
2023; Utari et al., 2019).
ABSTRAK
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
107
Eva Safitri, Wawan et all.. || Eksperimentasi Model
Pembelajaran
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90
Para siswa dari berbagai jenjang pendidikan juga mengakui bahwa matematika
tidak mudah untuk dipahami (BPA Maryanto et al., 2023; Rachmawati et al., 2023),
terutama bagi siswa yang sudah terlanjur takut dengan materi yang berhubungan
dengan angka (Hasanah et al., 2022; Sugianto & Darmayanti, 2021). Untuk
membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap pendidikan matematika,
diperlukan objek konkret dengan materi tersebut agar pembelajaran matematika
tidak lagi terlihat abstrak di mata siswa. Menanamkan pembelajaran yang
berhubungan dengan objek nyata sebaiknya dimulai dari tingkat sekolah dasar
(Usmiyatun et al., 2023; Zuhri et al., 2023).
Permasalahan siswa yang seperti ini menginovasi guru dan pihak sekolah untuk
melakukan pembaharuan dalam pembelajaran. Proses pembelajaran di kelas
hendaknya memungkinkan siswa untuk memperdalam kegunaan dan manfaat
matematika (Darmayanti et al., 2022; MM Effendi et al., 2022; NA Anggraini et al.,
2022), terutama materi pelajaran yang dibahas oleh guru yang ada di lingkungan
sekitar, sehingga siswa dapat langsung merasakan manfaat dari belajar
matematika. Metode penanaman pembelajaran matematika berbasis
etnomatematika di dalam kelas berupa indikator siswa meyakini dan melestarikan
budayanya. Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan metode pembelajaran
berbasis etnomatematika, guru mengenalkan, menghubungkan, dan memanfaatkan
budaya yang ada di lingkungan sekitar kita sebagai asal muasal pembelajaran,
sarana, bahkan alat yang berkaitan dengan materi pokok bahasan komponen.
Komponen-komponen bangunan, keliling. Dan volume bangun ruang (Az-Zahroh et
al., 2019; Darmayanti., dkk., 2023).
Etnomatematika merupakan sebuah ruang ilmu yang mewadahi sistem yang
diterapkan oleh manusia dari keanekaragaman budayanya untuk mengkaji,
menjelaskan, dan mengaplikasikan rancangan dari keanekaragaman budaya lokal
dimana budaya tersebut berkaitan dengan konsep matematika. Sehingga dalam
Etnomatematika dapat dijelaskan bagaimana manusia mengkaji, mengekspresikan
dan menggunakan teori-teori budaya yang dideskripsikan secara matematis
(Darmayanti dkk., 2023; Serepinah dkk., 2021). Salah satu ahli berpendapat bahwa
apa yang telah dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa Etnomatematika
merupakan konsep keilmuan yang memadukan budaya. Oleh karena itu, para guru
di sekolah berusaha memberikan pengajaran matematika dalam kesenian di
lingkungan tersebut agar siswa lebih mudah menikmati kehadiran matematika
dalam kehidupan sehari-hari (Muhammad dkk., 2023; Sugianto dkk., 2023;
Usmiyatun, 2021).
Dari pemaparan masalah dan motif investigasi di atas, penulis mencoba untuk
mengkaji dan menjawab pertanyaan bahwa Etnomatematika adalah sebuah fasilitas
yang dapat digunakan selama proses penilaian sekolah. Apa dan bagaimana
implementasi pembelajaran matematika berbasis etnomatematika? Kelebihan dan
kekurangan implementasi pembelajaran berbasis etnomatematika. Serta pengaruh
proses pembelajaran matematika berbasis budaya dalam kehidupan sehari-hari
siswa
Metode Penelitian
Penelitian ini tergolong penelitian lapangan yang bersifat kualitatif, di mana
bukti-bukti yang diperoleh tidak berupa angka dan menggunakan pendekatan
etnografi. Penelitian kualitatif berfokus pada realitas yang jelas sebagai fenomena
sosial yang maknanya akan disampaikan oleh peneliti (Ahyar et al., 2020; Rijali,
2019).
Penelitian ini merangkum data secara kualitatif dimana proses
pengkajiannya memperoleh data deskriptif melalui ucapan, teks dan pengamatan
terhadap subjek. Subjek penelitian sebagai narasumber yang dapat memberikan
informasi secara lisan, melalui wawancara atau informasi tertulis sesuai dengan
pedoman wawancara. Guru matematika dan pelatih ekstrakurikuler rebana
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
108
Eva Safitri, Wawan et all.. || Eksperimentasi Model
Pembelajaran
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90
berperan sebagai subjek dalam penelitian ini. Metode yang digunakan untuk
memperoleh data adalah wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari
wawancara dan dokumentasi diakumulasikan.
Hasil dan Pembahasan
Hasil Penelitian
Etnomatematika merupakan ilmu yang dapat mengaitkan komponen budaya
dengan matematika (Zaenuri et al., 2018). Dalam proses pembelajarannya,
matematika di SMP Bangun Cipta Binakarya masih diajarkan dengan berfokus pada
lembar kerja siswa (LKS) saja, sehingga peneliti melakukan inovasi dan mencari
informasi mengenai keterlibatan materi matematika dengan budaya. SMP Bangun
Cipta Binakarya memiliki ekstrakurikuler, salah satunya adalah seni rebana. Para
siswa juga sangat menyukai kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Salah satu tujuan
dari ekstrakurikuler seni rebana adalah mengajak siswa untuk mengenal, mencintai
dan melestarikan budaya.
Gambar 1. Tamborin
Berdasarkan tujuan diadakannya ekstrakurikuler rebana di SMP Bangun Cipta
Binakarya, maka dilakukanlah penelitian tentang "Implementasi Alat Musik Rebana
Berbasis Etnomatematika dalam Pembelajaran Matematika Geometri". Yang
dimaksud dengan metode pembelajaran matematika berbasis Etnomatematika
yaitu model pembelajaran yang dilakukan di dalam atau di luar kelas, yang materi
pelajarannya dapat dikaitkan dengan komponen budaya? Guru dan siswa
mengeksplorasi komponen-komponen budaya yang terdapat dalam matematika.
Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan adalah dengan prinsip menanamkan
konsep matematika pada unsur budaya, misalnya dalam mempelajari materi
geometri, sehingga pembelajaran siswa dapat dikaitkan dengan kondisi nyata yaitu
benda-benda... yang menyimpan komponen-komponen budaya. Dimana benda
tersebut memiliki bentuk yang sama atau meniru benda-benda yang terdapat di
sekolah, misalnya bentuk bangun kerucut merupakan bangun ruang yang
menyerupai bentuk kaki alat kesenian rebana Darbuka, kemudian bentuk kepala
Darbuka yang berbentuk mangkok menyerupai bentuk setengah bola. Kemudian
guru menunjukkan benda tersebut kepada siswa agar proses pembelajaran
matematika bersifat konseptual dan kontekstual.
Contoh lainnya adalah alat musik rebana yang disebut dengan bass and park
yang menyerupai bentuk tabung. Yang dimaksud dengan bass yang menyerupai
tabung disini dapat dilihat dari bentuk bass itu sendiri, dimana pada tabung terdapat
3 sisi, 1 sisi persegi panjang yang melengkung (selimut) dan 2 sisi yang melingkar
(sisi atas dan sisi pangkal), begitupula dengan bass, pada bass juga terdapat 1 sisi
persegi panjang (selaput bass) dan 2 sisi yang melingkar. Kemudian pada alat
Darbuka, yang memiliki bentuk menyerupai kerucut yang dipadukan dengan
setengah bola, dimana kaki-kaki Darbuka berbentuk kerucut terpenggal. Kerucut
terpenggal memiliki penutup dan alas, begitu juga dengan kaki Darbuka yang juga
memiliki penutup dan alas, sedangkan Darbuka berbentuk setengah lingkaran yang
hanya memiliki satu sisi dan diameter.
Dalam proses pembelajaran seni rebana berbasis etnomatematika, siswa
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
109
Eva Safitri, Wawan et all.. || Eksperimentasi Model
Pembelajaran
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90
memiliki pengetahuan yang nyata karena siswa dapat menyaksikan dan mengamati
bentuk alat musik rebana. Siswa juga dapat mengetahui bahwa rebana memiliki
unsur-unsur yang berbentuk setengah bola, kerucut dan tabung. Dalam
mengimplementasikan alat kesenian rebana ini, siswa diajak untuk mencari dan
menghitung luas dan volume rebana. Menghitung luas dan volume bass dan terbang
sama dengan mengukur luas permukaan silinder dan volume tabung, menghitung
luas dan volume kepala darbuka sama dengan menghitung luas dan volume
permukaan setengah bola dan menghitung luas dan volume kaki darbuka sama
dengan menghitung luas dan volume permukaan kerucut yang terpotong. Peserta
didik belajar secara nyata dari benda-benda konkret tersebut.
Dengan mengetahui prosedur pembelajaran secara langsung, siswa akan lebih
mudah menelaah konsep-konsep yang terkandung dalam materi. Selain
mengetahui bentuk rebana yang berupa tabung, kerucut dan setengah bola serta
menghitung luas dari rebana tersebut, siswa juga dapat menghitung volume dari
bentuk rebana tersebut. Siswa juga menjadi lebih tahu tentang definisi, bentuk,
bagian-bagian dan asal-usul rebana, sehingga dengan kegiatan ini akan
melestarikan budaya. Kalau bukan generasi muda, siapa lagi yang akan
melestarikan budaya? Maka penerapan Etnomatematika sangat bermanfaat. Siswa
juga dapat menghitung volume dari bentuk rebana. Siswa juga menjadi lebih paham
tentang definisi, bentuk, bagian-bagian, dan asal-usul rebana, sehingga kegiatan
ini akan melestarikan budaya. Kalau bukan generasi muda, siapa lagi yang akan
melestarikan budaya? Maka penerapan Etnomatematika sangat bermanfaat. Siswa
juga dapat menghitung volume dari bentuk rebana. Siswa juga menjadi lebih paham
tentang definisi, bentuk, bagian-bagian, dan asal-usul rebana, sehingga kegiatan
ini akan melestarikan budaya. Kalau bukan generasi muda, siapa lagi yang akan
melestarikan budaya? Maka penerapan Etnomatematika sangat bermanfaat.
Gambar 2. Tamborin pada aktivitas ekstrakuriluler
Situasi ini menunjukkan bahwa benda-benda memang dipelajari dalam
matematika dalam konteks seni rebana. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan
bahwa matematika tidak hanya pelajaran berhitung di kelas tetapi juga dapat
dikaitkan dengan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar. Penilaian
pembelajaran matematika yang realistis di kelas sangat bermanfaat bagi siswa.
Keberlangsungan pembelajaran ini di sekolah SMP Bangun Cipta Binakarya berbasis
budaya dapat memberikan peningkatan kemampuan berpikir siswa dalam proses
pembelajaran, peningkatan ini dapat dinilai dari berbagai aspek yaitu dari segi
kognitif, afektif, dan psikomotorik (Suhartini & Maryanti, 2017; Utomo dkk, 2023).
Dari pembelajaran tersebut dapat dilihat bahwa budaya dapat menjadi jalan pintas
guru dalam menyajikan pembelajaran matematika agar lebih bermanfaat bagi
lingkungan sekitar (Huda, 2018; Usmiyatun, 2021).
Pembelajaran matematika berbasis budaya merupakan salah satu cara yang
diyakini dapat membuat pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna dan
kontekstual, yang berkaitan erat dengan komponen budaya, dimana matematika
yang dipelajari nantinya akan diterapkan. Pembelajaran matematika berbasis
budaya merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang menarik dan
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
110
Eva Safitri, Wawan et all.. || Eksperimentasi Model
Pembelajaran
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90
mengasyikkan karena dalam pembelajarannya memungkinkan terjadinya
pemahaman secara kontekstual berdasarkan wawasan siswa sebagai bagian dari
suatu masyarakat yang berbudaya (Kamarullah, 2017; Sumining dkk, 2023). Hal
ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa penilaian matematika
berbasis budaya tidak hanya mengedepankan teori, tetapi juga konteks. Bukti
penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa metode penilaian etnomatematika
menjadi penyebab kuat rendahnya kemampuan hasil belajar matematika siswa
(Chrissanti, 2018; Yudianto, 2020).
Pada penelitian sebelumnya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa yang
menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa adalah metode penilaian yang
seharusnya bisa lebih baik. Oleh karena itu peneliti menginginkan pembelajaran
matematika berbasis budaya ini dapat dijadikan alternatif berupa inovasi penilaian
yang dapat berkembang setara dengan kearifan lokal yang ada di sekolah-sekolah
setempat yang dapat mengangkat hasil belajar siswa. Hal di atas sejalan dengan
penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa penilaian berbasis budaya secara
efisien menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa (Pathuddin, 2021; Zaenuri et
al., 2018). Tentu saja, pembelajaran berbasis Etnomatematika memiliki kelemahan.
Yakni, tidak semua daerah atau sekolah dapat menerapkan budayanya karena
budaya tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah dan materi pelajaran
yang akan dipelajari. Selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam
matematika, penerapan Ethnomathematics juga dapat meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang diberikan tugas oleh guru,
banyak siswa yang mampu menyelesaikannya sesuai dengan prosedur. Hal ini
sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan
Ethnomathematics (Andriono, 2021; Prihandoko et al., 2023).
Kegiatan pembelajaran berbasis seni rebana di SMP Bangkit Kreasi Binakarya
merupakan kesempatan bagi guru untuk menyajikan pembelajaran matematika
dengan cara yang lebih kreatif sehingga lebih bermakna. Dalam menyelesaikan soal
matematika realistik berbasis etnomatematika seni rebana, Guru mendapatkan satu
standar jawaban dan beberapa cara untuk menjawab soal matematika sehingga
pembelajaran dan keterampilan menjawab siswa sangat bervariasi dari evaluasi
pembelajaran matematika.
Proses pembelajaran yang mengeksplorasi semua benda-benda di sekitar yang
berkaitan dengan matematika menumbuhkan rasa antusias dan perasaan senang
pada diri siswa. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan pembelajaran di kelas, siswa
selalu berinteraksi dengan guru, dan terjadi diskusi antar siswa sehingga suasana
belajar sangat menyenangkan dan pembelajaran menjadi lebih hidup. Materi
pelajaran yang disajikan hendaknya mengandung komponen budaya sehingga
pemahaman yang diperoleh siswa tidak hanya dalam konteks matematika yang ada
di lingkungan sekitar, tetapi siswa juga memperoleh pemahaman bahwa
matematika sangat erat kaitannya dengan komponen budaya yang ada di sekitar
kita (Majid, 2019; Muhtadi & Sukirwan, 2017; Suparni, 2020).
Menanamkan pembelajaran matematika realistik dengan segala macam benda
yang kita temui di lingkungan sekitar sangat menyenangkan bagi siswa
(Putrawangsa, 2017; Surya dkk., 2017). Metode pembelajaran yang diajarkan di
sekolah seharusnya berada di bawah fase pemahaman siswa, sehingga siswa
membutuhkan penanaman pembelajaran yang realistik. Yang dimaksud realistik
dalam hal ini adalah unsur budaya dalam matematika harus ditanamkan kepada
siswa untuk memudahkan siswa belajar matematika sehingga dapat meningkatkan
kualitas dan hasil belajar. Siswa mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya
lokal (Ningsih, 2017; Yuniawatika, 2016).
Eva Safitri, Wawan et all.. || Eksperimentasi Model
Pembelajaran
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
111
Kesimpulan
Sumber belajar seharusnya lebih luas dari lingkungan sekolah atau lembar kerja
siswa (LKS). Sumber belajar dapat diperoleh dari lingkungan sekitar bahkan budaya
lokal di lingkungan tersebut agar pembelajaran lebih bermanfaat.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa alat peraga
kesenian rebana memiliki nilai dalam pembelajaran matematika karena alat peraga
kesenian rebana sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Rebana terbuat dari
kayu dengan bentuk bulat dan pipih yang terdiri dari rangka dan membran. Rangka
dan membran yang dimaksud terbuat dari bahan yang mirip dengan bidang sisi
lengkung dengan bentuk kerucut, tabung, dan belahan untuk menyelaraskan salah
satu.
Saran
Saran untuk guru dan peneliti selanjutnya agar dapat memperluas
penelitian etnomatematika di sekolah untuk menumbuhkan suasana baru,
minat belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa. Karena banyak
benda-benda bahkan budaya lokal yang masih perlu diimplementasikan ke
dalam pembelajaran di sekolah, Etnomatematika juga dapat
mengembangkan kreatifitas guru untuk menjadikannya sebagai alat bantu
atau alat peraga dalam pembelajaran. Jika ada yang ingin meneliti rebana,
peneliti selanjutnya diharapkan dapat melengkapi kekurangan dalam
penelitian ini karena penulis sangat menyadari bahwa banyak keterbatasan
dan kekurangan dalam penelitian ini.
Referensi
Ahyar, H., Maret, US, Andriani, H., Sukmana, DJ, Mada, UG, Hardani, S.Pd., MS, Nur
Hikmatul Auliya, GCB, Helmina Andriani, MS, Fardani, RA, Ustiawaty, J. , Utami,
EF, Sukmana, DJ, & Istiqomah, RR (2020). Book of Qualitative & Quantitative
Research Methods (Issue March).
Andriono, R. (2021). Analysis of the Role of Ethnomathematics in Learning
Mathematics. ANARGYA: Scientific Journal of Mathematics Education, 4(2).
https://doi.org/10.24176/anargya.v4i2.6370
Arif, VR, Afnan, M., Usmiyatun, & Yuni Lestari, C. (2023). Development of Social
Studies Animation Video (S2AV) Teaching Materials on the Material “Plurality of
Indonesian Society” for Junior High School Students. Assyfa Learning Journal,
1(1), 111.
Az-Zahroh, SF, At Thaariq, ZZ, Surahman, E., Widyasari, CM, Qolbi, MS, & Risma
Chulashotud, RC (2019). Developing Ethic Game (Ethnomathematics Game):
The Instructional Media of Culture Mathematics with Tringo by Ki Hadjar
Dewantara. JPP (Journal of Education and Learning), 26(2), 4350.
https://doi.org/10.17977/um047v26i22019p043
Cholily, YM, Darmayanti, R., Lovat, T., Choirudin, Usmiyatun, & Muhammad, I.
(2023). Si-GEMAS: Serious game mathematical crossword puzzle learning media
for students' critical thinking abilities. Al-Jabar, 14(1), 165179.
Chrissanti, MI (2018). Ethnomathematics is an effort to strengthen local wisdom in
learning mathematics. Math Didactic: Journal of Mathematics Education.
https://jurnal.stkipbjm.ac.id/index.php/math/article/view/191
Darmayanti, R., Utomo, DP, Choirudin, C., Usmiyatun, U., & Nguyen, PT (2023).
Bruner's theory on developing e-book traditional snacks ethnomathematics for
understanding mathematical abilities. Alifmatika: Journal of Mathematics
Education and Learning, 5(1), 2139.
Eva Safitri, Wawan et all.. || Eksperimentasi Model
Pembelajaran
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
112
https://doi.org/10.35316/alifmatika.2023.v5i1.21-39
Darmayanti, R., Utomo, DP, Choirudin, & Usmiyatun. (2023). E-Module Guided
Discovery Learning Model in the Hots-Based Independent Learning Curriculum.
AKSIOMA: Journal of Mathematics Education Study Program, 12(1), 1.
https://doi.org/10.24127/ajpm.v12i1.6256
Huda, NT (2018). Ethnomathematics in the Form of Market Snacks in the Special
Region of Yogyakarta. JNPM (National Journal of Mathematics Education), 2(2),
217. https://doi.org/10.33603/jnpm.v2i2.870
Kamarullah, K. (2017). Mathematics Education in Our Schools. Al Khawarizmi:
Journal of Mathematics Education and Learning, 1(1), 21.
https://doi.org/10.22373/jppm.v1i1.1729
Majid, A. (2019). Implementing a Realistic Mathematical Approach in Learning
Mathematics in Elementary Schools (SD) or Madrasah Ibtidaiyah (MI). Didactics:
Journal of Education, 8(1), 1724.
Muhammad, I., Angraini, LM, Darmayanti, R., Sugianto, R., & Usmiyatun. (2023).
Students' Interest in Learning Mathematics Using Augmented Reality: Rasch
Model Analysis. EDUTECHNIUM, 1(1), 8999.
Muhtadi, D., & Sukirwan, S. (2017). Implement realistic mathematics education
(PMR) to improve the ability to think creatively in mathematics and the learner's
independent learning. Mathematics.
https://journal.institutdinding.ac.id/index.php/mosharafa/article/view/mv6n1_
1
Ningsih, SY (2017). Improving students' conceptual understanding skills through a
realistic mathematical approach in tarbiyah Islamiyah private junior high
schools. MES: Journal of Mathematics Education and Science.
https://www.jurnal.uisu.ac.id/index.php/mesuisu/article/view/223
Novita, R., Prahmana, RCI, Fajri, N., & Putra, M. (2018). Causes of difficulty learning
three-dimensional geometry. JRPM, 5(1), 1829.
https://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/16836
Pathuddin, H. (2021). Buginese Ethnomathematics: Barongko cake explorations as
mathematics learning resources. Journal on Mathematics Education, 12(2), 295
312. https://doi.org/10.22342/jme.12.2.12695.295-312
Prihandoko, Y., Prastitasari, H., Fendrik, M., & Istianah, TN (2023). Implement the
PREMIER model based on the river area to improve fourth-grade students'
mathematical problem-solving abilities. Journal Of Teaching And Learning In
Elementary Education, 6(1), 2738.
https://jtlee.ejournal.unri.ac.id/index.php/JTLEE/article/view/7955
Putrawangsa, S. (2017). REALISTIC MATHEMATICS LEARNING DESIGN.
books.google.com. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=ugf-
DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=kon+diri+dalam+pemb+mathematics&ots=4
YtEhfvbrr&sig=3eUFloO-BTi6IP5K7zy19CKASDE
Rijali, A. (2019). Qualitative Data Analysis. Alhadharah: Journal of Da'wah Science,
17(33), 81. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Serepinah, M., Maksum, A., & Nurhasanah, N. (2021). Traditional Local Culture-
Based Ethnomathematics Studies from the Perspective of Multicultural
Education. Scholars, 13(2), 148157.
Sugianto, R., Darmayanti, R., Wahyu Arian Sah, R., & Usmiyatun, U. (2023). Bulletin
of Educational Management and Innovation Word square English learning media
design assisted by the Canva application. Bulletin of Educational Management
and Innovation, 1(1), 116. https://journal.rafandhapress.com/BEMI
Suhartini, & Maryanti, A. (2017). Improving Critical Thinking Skills in
Ethnomatematics-Based Geometry Learning. Gantang Journal, 2(2), 105112.
http://ojs.umrah.ac.id/index.php/gantang/article/view/198
Sumining, Styaningrum, A., Suminah, Prayitno, A., & Usfuriyah. (2023).
Ethnomathematics Exploration in Woven Bamboo in Pecalongan Village Sukosari
Bondowoso (Vol. 1, Issue 2016). Atlantis Press SARL.
https://doi.org/10.2991/978-2-38476-044-2_9
Supari, S. (2020). THE EFFECTIVENESS OF THE INDONESIAN REALISTIC
Eva Safitri, Wawan et all.. || Eksperimentasi Model
Pembelajaran
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
113
MATHEMATICS EDUCATION (PMRI) APPROACH TO PROBLEM-SOLVING ABILITY
AND SELF …. JPMI (Journal of Mathematics Learning ….
https://www.journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/jpmi/article/view/3886
Surya, E., Putri, FA, & Mukhtar. (2017). Improving high school students'
mathematical problem-solving abilities and self-confidence through contextual
learning models. Journal on Mathematics Education, 8(1), 8594.
https://doi.org/10.22342/jme.8.1.3324.85-94
Usmiyatun. (2021). Ethnomathematics Singosari Temple and Badut Temple as
Support of Realistic Mathematics Learning in Algebra Materials. Empowering
Inquiries In The Academic Landscape, 238.
Usmiyatun, Sah, RA, & Darmayanti, R. (2023). Design Development of Audiovisual
Teaching Materials for Canva Application-based Reading Skills in Early
Childhood. Caksana Journal: Early Childhood Education, 4(1), 112.
Utari, DR, Wardana, MYS, & ... (2019). Analysis of Difficulty in Learning Mathematics
in Solving Word Problems. School Scientific Journal….
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/jisd/article/view/22311
Utomo, DP, Usmiyatun, & Baiduri. (2023). Analogical Thinking: An Analysis of the
Problem-Solving Process Using Target-Based Example Thinking.
Yudianto, E. (2020). Ethnomathematics on equipment of Kebo-Keboan Alasmalang
traditional ceremony. International Journal of Scientific and Technology
Research, 9(3), 15291533.
https://api.elsevier.com/content/abstract/scopus_id/85082710539
Yuniawatika. (2016). Indonesian Realistic Mathematics Approach (PMRI). Elementary
School Vehicles, 24(1), 2229.
Zaenuri, Dwidayati, N., & Suyitno, A. (2018). Learning mathematics through an
ethnomathematics approach (a case study of learning mathematics in China).
Zuhri, Z., Dewi, SV, Kusuma, JW, Rafiqoh, S., Mahuda, I., & Hamidah, H. (2023).
Implementation of Ethnomathematics Strategy in Indonesian Traditional Games
as Mathematics Learning Media. Journal of Innovation in Educational and Cultural
Research, 4(2), 294302. https://doi.org/10.46843/jiecr.v4i2.613
Eva Safitri, Wawan et all.. || Eksperimentasi Model
Pembelajaran
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
114