Volume : 01
Nomor : 02
Tahun : 2023
Online : https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam
Proses Pembelajaran Matematika Kelas X Ma
Ma’arif Roudlotut Tholibin Kota Metro
Ira Rahmawati
1
, M Saidun Anwar
2
, Andika Ari Saputra
3
, M Ruskhan
Fauza
4
1,2,3
Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
4
Universitas Muhammadiyah Malang
Email: safitrieva344@gmail.com
Received: 16/12/2023 Accepted: 15/03/2023 Publications: 20/03/2023
Pendidikan karakter sangat penting untuk membangun bangsa agar menjadi generasi yang
bermartabat. Agar siswa dapat menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari,
matematika diajarkan melalui pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam proses
pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis
bagaimana pendidikan karakter diintegrasikan dalam pembelajaran matematika di MA Ma'arif
Roudlotut Tholib tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan
dengan subyek penelitian kepala sekolah, guru matematika, dan siswa dengan menggunakan
metode penelitian deskriptif dan analitik. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah
metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Sedangkan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan digunakan dalam teknik analisis data. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa siswa kelas X MA Ma'arif Roudlotut Tholibin mendapatkan pendidikan
karakter dalam pembelajaran matematika, terbukti dengan penanaman sejumlah nilai
karakter saat pembelajaran berlangsung baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Selain itu,
ditemukan beberapa kendala mengenai perbedaan karakteristik siswa, seperti kurangnya
motivasi siswa, kurangnya fasilitas sekolah yang tersedia, dan rendahnya disiplin waktu.
Keywords Character Education, Implementation, Learning Mathematics.
E-ISSN: 2988-0017 Copyright © 2023 JPTK. All rights reserved
Pendahuluan
Pendidikan karakter adalah pendidikan yang lebih mengedepankan nilai
moralitas manusia yang dilakukan secara sadar dan dalam tindakan yang nyata.
Nilai moralitas ditanamkan melalui unsur-unsur seperti unsur kognitif (pikiran,
pengetahuan, kesadaran) (Anhar et al., 2023; Inganah et al., 2023), unsur afektif
(perasaan) (Muhammad, Darmayanti, & VR Arif, 2023; Syaifuddin et al., 2022),
serta unsur psikomotor (perilaku) (Hudha et al., 2023; Khoiriyah et al., 2022).
Acuan pada karakter merangkai pada pengetahuan (cognitives) (NA Anggraini et
al., 2022; Safitri et al., 2023), motivasi (motivations) (AN Vidyastuti et al., 2018;
MM Effendi et al., 2022), sikap (attitudes) (Qomariyah & Darmayanti, 2023;
Sugianto & Darmayanti, 2021), serta ketrampilan (skills) dan perilaku (behaviors)
(Maria Goretty D. Bantas, Agnes Pendi, 2018).
ABSTRAK
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
92
Strategi yang dapat dilakukan yaitu melalui pendekatan (student centered
learning) dimana peserta didik menjadi ikon utama dalam hal pembelajaran
sedangkan guru hanya menjadi seorang perancang (ASB Lestari et al., 2023; Fauza
et al., 2023), pengelola (Cahyadi & Ariansyah, 2023; LM Rachmawati et al., 2023),
dan fasilitator di kelas (BPA Maryanto et al., 2023; Rachmawati et al., 2023). Dalam
hal ini diharapkan peserta didik mampu mengembangkan kemampuan sayap
belajarnya baik secara kognitif (Anjarwati et al., 2023; Arif & Darmayanti, 2023),
afektif (Mustakim et al., 2023; PVDS Santiago et al., 2023), maupun psikomotor
(Verdianingsih & Firmansyah, 2019).
Dalam ranah pembelajaran, pembinaan karakter merupakan hal penting yang
harus dilakukan oleh seorang pendidik dalam menanamkan sikap seseorang
terhadap peserta didiknya (Siyarni Ruslan., 2021) Dalam rencana aksi nasional
(RAN) untuk melaksanakan pendidikan karakter dalam lingkup pendidikan
menuntut kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) untuk
membentuk pembangunan di sekolah yang menanamkan 18 nilai moral pendidikan
untuk meminimalisir minimnya karakter pemuda di era globalisasi sekarang ini.
(Muhammad, Darmayanti, Sugianto, et al., 2023; Orin Asdarina, 2019).
Pendidikan nasional berfungsi sebagai pengembangan kemampuan dengan
cara pembentukan karakter atau watak seseorang yang bertujuan untuk membantu
siswa menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab yang
bermoral (AN Vidyastuti et al., 2022; Sah RWA et al., 2022), sehat, berilmu, kreatif,
dan mandiri (Eva Yuliana Sijabat., 2016). Namun di era sekarang banyak para siswa
yang melakukan pelanggaran terhadap pendidikan karakter tersebut.
Dalam konteks ini, peneliti telah melakukan pra survey yakni dengan
mewawancarai salah satu guru mata pelajaran matematika di sekolah MA Ma’arif
Roudlotut Tholibin Metro Utara mengenai pendidikan karakter dalam pembelajaran
matematika di kelas. Dari pendapat guru matematika tersebut bahwa selama proses
pembelajaran matematika di kelas, banyak siswa tidak konsentrasi pada saat jam
pelajaran dan banyak siswa yang lebih sering membolos pada saat jam pelajaran
berlangsung. Selain itu banyak perserta didik khususnya anak pondok yang
bertempat tinggal di pesantren tersebut yang lebih dominan melakukan
pelanggaran terhadap peraturan sekolah (Sah et al., 2023; Sugianto et al., 2022).
Hal ini berdampak pada rendahnya nilai pendidikan karakter di sekolah yang
mengakibatkan angka prestasi menurun (Muhammad, Marina Angraini,
Darmayanti, et al., 2023; PAD Rizqi et al., 2023).
Pada penelitian terdahulu ada beberapa peneliti yang sudah melakukan
penelitian sebelumnya dimana hambatan guru dalam pengimplementasian tersebut
pada proses pembelajaran matematika yakni perbedaan karakteristik siswa
(Qomariyah et al., 2023; Sugianto et al., 2017), minimnya motivasi belajar
terhadap siswa serta prasarana dan kedisiplinan waktu yang jauh dari kata baik.
Dengan demikian strategi yang dilakukan ialah membiasakan siswa menerapkan
nilai karakter, mencontohkan keteladanan yang baik, diberi teguran atau sanksi jika
ada yang melanggar (Nur Holila Siregar., 2021).
Hasil lainnya menunjukan bahwa dalam implementasi pendidikan karakter
dilakukan melalui tiga tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dimana
dalam setiap tahap memiliki strategi dalam pengimplementasian pendidikan
karakter sehingga pendidik harus mempunyai integritas yang tinggi. (Reni
Okdwiana., 2020)
Selain itu, peneliti lain telah menemukan bahwa nilai-nilai karakter, khususnya
KI dan KD, dimasukkan ke dalam RPP dalam perencanaan pendidikan. Sebelum
pembuatan dan perencanaan tersebut maka perlu adanya revisi dan analisis
terhadap pembuatan silabus dan RPP yang disamakan dengan pendidikan karakter.
(Fahmi et al., 2021)
Faktor penghambat guru yakni adanya pelanggaran siswa dalam menaati
aturan sekolah, motivasi belajar yang kurang, serta rasa tanggung jawab siswa
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
93
yang kurang terhadap tugas yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini, upaya guru
untuk mengimplementasikan pendidikan karakter meliputi keteladanan disiplin,
mematuhi aturan, dan mengembangkan strategi untuk mendorong rasa ingin tahu
siswa. Tidak ada aturan tunggal dan mutlak dalam menyelenggarakan pendidikan
karakter, tetapi guru harus mencontohkan pendidikan karakter menurut pola yang
berbeda (Ruskhan Fauza et al., 2023). Dalam hal ini, guru sering memberikan tugas
individu untuk memperkuat sifat karakter. (Nurasyia, 2018)
Oleh sebab itu, dalam menanggapi permasalahan yang seperti ini perlu adanya
solusi untuk mengatasi permasalahan etika dan moral yakni dengan cara mencari
faktor penghambatnya kemudian menemukan upaya dalam memecahkan masalah
dengan menggunakan strategi-strategi yang digunakan oleh guru tersebut yang
nantinya dapat menyesuaikan para siswa. (Rosad, 2019)
Dari uraian yang tertera, peneliti melakukan penelitian yang bersifat kualitatif
yaitu dengan menganalisis pelaksanaan penerapan nilai karakter di sekolah
khususnya untuk pembelajaran matematika. Bertujun untuk mendeskripsikan
implementasi pendidikan karakter dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
pembelajaran matematika. Perbedaan antara penelitian ini dengan eneltian yang
lainnya ialah terletak pada objeknya yakni penelitian ini melakukan riset di sekolah
yang berbasis pondok pesantren da nada sebagian besar siswa yang berasal dari
luar pondok pesantren.
Metode Penelitian
Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dan termasuk dalam kategori penelitian lapangan. Peneliti dalam riset ini berperan
sebagai pengamat (Sugiyono, 2017). Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dengan membuat lembar observasi
guru yang memuat butir pernyataan implementasi nilai-nilai karakter dalam proses
pembelajaran matematika, selanjutnya yakni wawancara pada instrumen bantu
kedua ini peneliti melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran, kepala
sekolah, dan siswa sesuai dengan indikator yang telah disiapkan (Moleong, 2014).
Instrumen bantu ketiga adalah dokumentasi berupa foto-foto saat sedang
melakukan wawancara dan observasi, untuk laporan yang disajikan dalam bentuk
dokumen tertulis, seperti Rencana Proses Pembelajaran (RPP) yang dimiliki oleh
guru mata pelajaran matematika. Selain itu, peneliti hanya mengunjungi tujuan
penelitian, mereka tidak berperan selain sebagai pengamat pasif dengan
menggunakan metode observasi.
Dari pengumpulan data yang diperoleh, fokus penganalisisan data lebih
dicondongkan pada saat proses di lapangan. Tiga teknik pertama, reduksi data yang
berfungsi untuk memilah atau meringkas sejumlah besar data yang diperoleh dari
lapangan, digunakan dalam teknik analisis data dengan menggunakan model Miles
dan Huberman. Yang kedua yakni penyajian data tahap selanjutnya yang dilakukan
setelah data direduksi dengan mendisplaykan data untuk mempermudah
memahami apa yang terjadi kemudian merencanakan kerja berdasarkan apa yang
sudah difahami. Yang terakhir yaitu kesimpulan dengan melakukan pembuktian jika
bukti didukung dan valid serta konsisten waktu maka kesimpulan dapat ditarik
secara masuk akal atau dapat dipercaya.
Oleh sebab itu, semua yang bersangkutan dengan pendidikan baik guru
maupun pihak sekolah perlu mengintegrasi nilai-nilai dalam proses pembelajaran
khususnya dalam bidang matematika (Setiawan & Sulistiani, 2019). Manfaat dari
literasi matematika sangat banyak diantaranya bisa meningkatkan terhadap
kepekaan terhadap konsep-konsep matematika yang relevan, bisa menggunakan
pemikiran matematika dalam memecahkan masalah dalam keseharian, serta dapat
memahami konsep masalah. (Makhmudah, 2018)
Untuk keabsahan data peneliti mengumpulkan data yang telah diuji
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
94
keabsahannya dengan teknik perpanjangan keikutsertaan, menekuni pengamatan
dan penggunaan teknik triangulasi, maksutnya ialah dengan cara melakukan teknik
pemeriksaan yang bersifat keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang
lain di luar data sebagai pembanding atau pengecekan data tersebut. Triangulasi
yang digunakan oleh peneliti adalah model Miles dan Huberman yaitu triangulasi
metode dengan menggunakan kesesuaian informasi yang diperoleh dengan metode
yang berbeda yaitu antara dokumentasi, observasi, dan wawancara.
Hasil dan Pembahasan
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Proses Pembelajaran
Matematika di Kelas X MA Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro Utara
Dari hasil riset yang dilakukan peneliti mengenai penerapan nilai karakter di
sekolah, ditemukan bahwa guru matematika sudah melakukan pengimplemetasian
terhadap pendidikan karakter dengan melaksanakan pelatihan karakter terhadap
siswa, selain itu guru juga melakukan penerapan pada nilai karakter seperti
tanggung jawab, kerja keras, kreatif, jujur, dan religius. Dimana guru matematika
MA Ma'arif Roudlotut Tholibin Metro Utara membuat Rencana Proses Pembelajaran
(RPP) untuk setiap pengajaran materi matematika siswa di kelas.
Nilai Pendidikan Karakter Religius
Dari hasil data wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru
matematika kelas X MA Ma'arif Roudlotut Tholibin tentang nilai karakter religius
yang dipraktikkan oleh guru dalam pelajaran matematika ternyata sudah menjadi
rutinitas yang dilakukan dalam setiap pengajaran matematika (Borkent, 2017;
Lonto et al., 2018; Moleong, 2014). Dalam pengimplementasian nilai religius guna
menanamkan nilai karakter guru matematika dan siswa kelas X MA Ma’arif
Roudlotut Tholibin melakukan apel dengan membaca asmaul husna (Lin et al.,
2022; Багироков & Хуажева, 2022), mengucapkan salam, berdo’a sebelum belajar,
melaksanakan sholat dhuha dan dhuhur berjamaah serta banyak kegiatan positif
lainnya yang membuat nilai religious semakin kental. Selain itu penerapan pelajaran
matematika ke dalam nilai religious berupa pengajaran materi fungsi dimana dalam
pembelajarannya guru mengaitkan pendidikan karakter religius dengan jumlah
rakaat sholat kemudian diibaratkan dalam bentuk matematika berupa himpunan
domain dimana dalam setiap jumlah rakaat sholatnya berupa empat rakaat, tiga
rakaat, dan dua rakaat, sedangkan dalam himpunan kodomainnya berisi nama-
nama sholat fardhu yaitu subuh, dhzuhur, asar, magrib dan isya sehingga para
siswa dapat menarik penjumlahan setiap shalat fardhu dari daerah asal ke daerah
lawan (González et al., 2021; Ruch, 2018).
Dengan demikian dalam pengimplementasian pendidikan karakter religius di
MA Ma’arif Roudlotut Tholibin sudah terlaksana, baik secara perilaku maupun dalam
pembelajaran di kelas khususnya pembelajaran matematika. Selain itu dalam nilai
religius yang diterapkan, guru juga mencerminkan perilaku yang bersifat religius
tersebut dan telah menjadi kebiasaan sehingga dalam penanaman nilai karakter
lebih dapat terkondisikan dan berjalan sesuai yang di inginkan (Material, 2023;
Studi et al., 2023).
Nilai Pendidikan Karakter Jujur
Dari hasil data wawancara yang diperoleh peneliti dari guru matematika, bapak
Nur Sohkip Fadilah S.Pd mengenai pendidikan nilai karakter jujur dalam bidang
matematika bahwa dalam mengembangkan nilai karakter jujur perlu adanya
kualitas dalam diri siswa tersebut, hal ini merupakan nilai-nilai dari pembentukan
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
95
karakter jujur dimana nilai tersebut agak sulit untuk diterapkan pada setiap
individu. Hal ini dikarenakan bahwa setiap peserta didik mempunyai karakter yang
berbeda-beda mengingat usia mereka yang masih senang melakukan hal-hal baru
yang mereka kehendaki. Faktor demikianlah yang menjadi kendala dalam
penanaman pendidikan karakter, akan tetapi dalam hal tersebut menjadi tantangan
tersendiri pada setiap guru dalam menemukan strategi yang mampu mendongkrak
nilai karakter pada setiap individu siswa (Nguyen, 2018; Robinet et al., 2020).
Berdasarkan hasil observasi yang didapat, peneliti memperoleh data informasi
mengenai nilai karakter jujur dalam penerapan pengkajian matematika yakni dalam
karakter jujur yang diterapkan seorang guru pelajaran matematika pada siswa kelas
X MA Ma’arif Roudlotut Tholibin dalam pembelajaran matematika adalah
menanamkan kepercayaan dengan menggunakan komponen-komponen utama
(kesepakatan awal). Pada contoh ini dikemukakan dua unsur prima yang berkaitan
dengan sudut yaitu sudut tumpul dan sudut lancip. Jika disepakati bahwa sudut ABC
merupakan sudut lancip, maka salah satu siswa menyebutkan sudut PQR sebagai
sudut lancip. Hal ini menunjukan bahwa mereka dituntut adanya kejujuran pada
siswa. Begitu salah satu menyebutkan sudut yang benar pasti salah. Begitu pula
dalam kehidupn sehari-hari, begitu seseorang salah berkata atau bertindak pasti
dijastifikasi oleh orang salah .
Dengan demikian nilai pendidikan karakter jujur dalam proses pembelajaran
matematika bisa disiasati dalam bentuk materi. Selain itu guru juga harus
mencerminkan nilai jujur kepada siswa agar nantinya dalam proses pembentukan
nilai karakter dapat berjalan dengan semestinya.
Nilai Pendidikan Karakter Kreatif
Dalam observasi yang dilakukan oleh peneliti ditemukan hasil penelitian berupa
penerapan nilai karakter kreatif hal ini dapat diketahui melalui penyampaian guru
memberikan penjabaran mata pelajaran dari matematika, dengan demikian nilai
kreatif dapat menjadikan para peserta didik berimajinatif sesuai dengan penjelasan
dari guru. Setelah memberikan penjelasan materi dan penjabaran mengenai
contohnya, kemudian guru mengkaji soal-soal yang telah diberikan kepada para
siswa, guru juga meminta agar siswa menyampaikan apakah dalam soal-soal
tersebut ada yang masih belum bisa dipahami mengenai bagaimana cara
mengerjakannya. Selain itu, pengajar juga mendapatkan pengetahuan dari
pelajaran yang mash tidak dipahami sehingga terbentuknya kondisi kelas yang
kondusif serta berfikir kreatif (Hadi Mogavi et al., 2021; Kintu et al., 2017).
Selain itu Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika, bapak Nur
Sohkip Fadilah S.Pd bahwa dalam penerapan nilai kreatif pembelajaran matematika,
guru meminta pada setiap siswa untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan
soal matematika yang diberikan guru sesuai dengan kemampuan dan cara berfikir
siswa masing-masing, dengan menggunakan sumber lain sebagai acuan dalam
pengerjaannya, Namun, dalam situasi ini siswa kurang mampu memanfaatkan
sumber pembelajaran lain karena tidak dapat diaksesnya perpustakaan dan tidak
adanya referensi ke buku matematika. Hal ini yang menjadi salah satu kendala
dalam proses pembentukan karakter kreatif yakni dengan kurangnya fasilitas
sekolah.
Contoh implementasi nilai kreatif yang diberikan guru terkait nilai pendidikan
karakter kreatif ialah jika sebuah foto ditempatkan pada kertas karton berukuran
90 cm x 50 cm, pada posisi searah dengan kertas karton. Disebelah kiri, sebelah
kanan, dan sebelah atas foto terdapat sisi karton yang lebarnya 5 cm. jika kertas
karton dan foto sebangun, berapa lebar kertas karton di bagian bawah foto ? dalam
menyelesaikan soal terbuka tersebut siswa dapat memilih posisi kertas karton
dalam keadaan landscape atau portrait. Setelah itu siswa baru menggunakan
konsep kesebangunan bangun datar untuk mencari solusi penyelesaiannya
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
96
sehingga diperoleh alternatif jawaban lebih dari satu tergantung posisi kertas karton
(Amri et al., 2019; Antonioli et al., 2022). Dari penjabaran tersebut, dapat
dikatakan penggunaan soal terbuka dalam pembelajaran matematika dapat
meningkatkan pola pikir kritis dan kreatif siswa untuk mencapai kompetensi dan
ketrampilan (Balacheff et al., 2007; Setyawan et al., 2021).
Nilai Pendidikan Karakter Kerja Keras
Dari hasil observasi yang didapatkan peneliti bahwa dalam penerapan nilai
karakter kerja keras memberikan kepada para siswanya inspirasi agar tidak
menyerah dalam setiap proses pembelajaran dalam mempelajari ilmu pengetahuan
berupa matematika yang diberikan oleh guru (Darmayanti et al., 2022; Purwanto,
2021). Kemudian guru membagikan soal-soal matematika kepada siswa agar siswa
menyeleselesaikannya sehingga usaha berupa kerja keras yang dilakukan setiap
siswa nantinya dapat dilihat dengan bertanya kepada teman, bertanya kepada guru,
atau bahkan mencari sumber lain secara online dalam mengerjakan soal-soal
tersebut.
Guru memberikan penalaran dalam bentuk pembelajaran matematika berbasis
permainan monopoli dimana siswa secara aktif berkompetisi dengan teman
sebayanya untuk dapat menaklukkan kotak yang dilewatinya, ini adalah bagian dari
nilai pendidikan karakter berupa kerja keras. Terdapat dua sampai tiga plot dalam
setiap kelompok yang masing-masing berisi ide dan contoh soal tentang materi
pelajaran yang dipelajari. Siswa kemudian akan menerima pertanyaan setelah
menyelesaikan satu putaran, dan jika dia menjawabnya dengan benar maka dia
akan berhak menerima kisi yang berisi jenis pertanyaan yang dia jawab,
memberinya keuntungan dibandingkan siswa lain yang melewati kisi tersebut.
Permainan ini memaksa setiap pemain untuk maju melalui permainan. Satu-
satunya kegagalan adalah berakhir di penjara atau kehabisan uang, sehingga akan
mendorong para pemain untuk terus bekerja keras dan berusaha menyelesaikan
setiap tantangan. Siswa yang memainkan permainan monopoli ini membutuhkan
perencanaan karena mereka harus memperhatikan gerak lawan dan setiap
keputusan yang mereka ambil. Hasilnya, selain karakter yang dikembangkan dalam
game ini, penalaran setiap pemain dan siswa secara bertahap akan meningkat
(Yustinaningrum et al., 2020; Zaki, 2020).
Dalam pembelajaran para guru menginspirasi siswanya dengan mengingatkan
bahwa matematika sangat menyerupai dengan kegiatan sehari-hari dan usaha
berupa keras itu harus disertai dengan kerja keras untuk mencapai hasil yang
diinginkan. Hal ini berdasarkan penjelasan yang tertera di atas mengenai nilai
karakter kerja keras.
Nilai Pendidikan Karakter Rasa Ingin Tahu
Dalam mengembangkan dan menerapkan nilai karakter rasa ingin tahu selama
belajar matematika, sebaiknya pendidik melihat setiap keadaan siswa sebelum
melaksanakan penanaman nilai karakter tersebut, apakah ada diantara para
peserta didik yang memiliki problematis di lingkungannya, misalnya siswa yang
tidak disiplin terhadap waktu kemudian guru menanyakan faktor penyebab
keterlambatan siswa tersebut sehingga membuatnya datang tidak tepat waktu pada
saat jam pelajaran dimulai, guru juga bertanya kepada peserta didik yang terlihat
bersikap masa bodoh dalam pelajaran matematika, dan memberikan tugas kepada
siswa setelah pelajaran matematika (Arif et al., 2023; Darmayanti et al., 2023).
Dari hasil riset dan interview yang dilakukan peneliti kepada guru matematika,
bapak Nur Sohkip Fadilah S.Pd bahwasannya penanaman nilai karakter mampu
dikembangkan kepada siswa dengan cara yang biasa dilakukan tanpa disadari oleh
mereka.
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
97
Pada observasi yang dilakukan peneliti, guru mengaitkan pembelajaran
matematika dengan pendidikan karakter rasa ingin tahu yakni dengan menunjuk
slaah satu siswa untuk menyelesaikan konsep dasar persamaan dengan cara
eliminasi, peneliti menjelaskan prinsip keadilan yakni setiap ruas memiliki syarat
untuk dikurang, ditambah, dikali atau dibagi, tetapi harus dengan bilangan yang
sama. Contoh persamaan sederhana:
2y 6 = 8
2y 6 + 6 = 8 + 6
2y = 14
2y/2 = 14/2
Y = 7
Berdasarkan penyelesaian persamaan aljabar di atas, siswa mampu
menyelesaikan soal dan dapat memperkirakan proses penyelesaian dengan lancar
dan benar sesuai dengan konsep persamaan. Kemudian siswa tersebut bersedia
mempresentasikan hasil yang sudah diperoleh di depan kelas dan siswa lainnya
dipersilahkan bertanya apabila ada yang belum jelas dari presentasi tersebut. Hal
ini menunjukan bahwa indikator rasa ingin tahu yaitu menunjukan keterampilan
menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sudah tertanam di diri siswa (Basuki
& Febriansyah, 2020; Ma’Arif, 2022). Dari keterangan di atas bahwasanya
penanaman nilai karakter rasa ingin tahu dalam proses pengajaran matematika bisa
diterapkan melalui cara mengerjakan soal seperti contoh di atas tanpa disadari oleh
peserta didik.
Nilai Pendidikan Karakter Tanggung Jawab
Melalui observasi, peneliti menemukan bahwa guru dan siswa sudah
menerapkan perilaku sesuai dengan pendidikan karakter berupa tanggung jawab,
namun masih ada beberapa siswa yang melanggarnya karena berbagai faktor.
Dengan demikian hal ini menjadi penyebab terkendalanya proses pembetukan nilai
karakter dalam rangka menumbuhkan dan menerapkan rasa tanggung jawab dalam
proses pembelajaran.
Dari wawancara yang dilakukan peneliti ditemukan pernyataan dari salah satu
siswa kelas X MA Ma'arif Roudlotut Tholibin yakni bahwa sikap positif yang dimiliki
siswa sebagai akibat dari penerapan guru matematika dimana guru juga ikut
berkontribusi pada kepribadian yang dimiliki para siswa berupa nilai positif hal ini
terlihat dari kegiatan sehari-hari siswa, baik di dalam maupun di luar kelas (Ihsan,
2021; Mustafa, 2018).
Dalam penanaman pendidikan karakter tanggung jawab, guru memberikan
tugas di rumah untuk siswa kelas X tersebut dimana setiap soal yang diberikan
berbeda antara satu dan lainnya. Guru memberikan arahan kepada para siswa agar
mengerjakan soal ketika di rumah atau di pesantren, boleh saling membantu jika
ada teman yang kesulitan dalam mengerjakan soal tersebut. Soal yang diberikan
menyangkut materi bangun ruang berupa mencari volume dan luas permukaan
kubus. Dalam setiap panjang rusuknya, siswa disuruh untuk menggunakan tanggal
kelahiran sebagai panjang rusuk dari kubus tersebut. Kemudian para siswa mencari
volume dan luas permukaan kubusnya. Guru kemudian memberi peringatan bagi
siswa yang tidak mengerjakan ataupun mengerjakan di sekolah dengan memberi
sanksi jika ada yang ketahuan (Lexy. J . Moleong., n.d.).
Dari tindakan di atas mencerminkan bahwa guru menanamkan sifat tanggung
jawab pada setiap peserta didik dengan memberikan tugas di rumah dan
memberikan sanksi jika ada yang tidak mengerjakan ataupun ketahuan
mengerjakan di sekolah.
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
98
Hambatan dalam Mengimplementasikan Pendidikan Karakter dalam Proses
Pembelajaran Matematika Siswa di Kelas X MA Ma’arif Roudlotut Tholibin
Metro Utara
Dari pengamatan peneliti yang dilakukan menunjukkan bahwa sekolah yang
berbasis pesantren mayoritas siswanya berasal dari non pesantren atau rumahnya
sendiri, hal ini menjadi penyebab sulitnya pembentukan karakter antara siswa yang
tinggal di pesantren dan non pesantren. Selain itu letak gedung sekolah yang
lumayan jauh dari bangunan tempat tinggal para siswa khususnya untuk asrama
siswa laki-laki menjadi faktor banyak siswa laki-laki yang datang terlambat (Asrofin
et al., 2022).
Selain itu, berdasarkan wawancara dengan Bapak Nur Sohkip Fadilah S.Pd,
seorang guru matematika di sekolah tersebut menemukan kendala dalam
mempraktikkan perilaku yang sesuai dengan nilai pendidikan karakter, yaitu:
1. Karakteristik Siswa yang Berbeda
Kendala utama yang harus diatasi dalam mengembangkan nilai karakter adalah
keberagaman karakteristik siswa, hal ini menjadi tugas sekaligus tantangan
tersendiri bagi seorang guru dalam memahaminya, Hal ini sebagian besar
dikarenakan oleh faktor insting (akal) setiap siswa tidak sama sehingga memiliki
sifat yang berbeda-beda (Amany & Puteri, 2023).
2. Kurangnya Motivasi Belajar
Minimnya motivasi belajar menjadi faktor kedua bagi siswa dalam penanaman
nilai karakter, hal ini membuat sebagian para peserta didik melamun atau menatap
kosong saat guru menjelaskan materi. Padahal guru matematika sudah berusaha
memberikan penjelasan materi yang menarik dan menyeluruh kepada para siswa
agar dalam pembelajaran materi matematika siswa jenuh atau mengantuk selama
penjelasan berlangsung. Ini yang menjadi faktor berpikir setiap siswanya tidak
sama dan menjadi penyebab tingkat motivasi belajar siswa yang berbeda-beda
(Hasbullah et al., 2019).
3. Sarana Dan Prasarana
Peneliti melakukan observasi dan menemukan beberapa fasilitas sekolah yang
masih kurang seperti perpustakaan yang masih satu ruangan dengan ruang guru
sehingga terkadang membuat siswa canggung untuk membaca buku di sana. Selain
itu masih ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam menjawab soal yang
diberikan guru karena beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, seperti terdapat
banyak kegiatan sekolah dan kegiatan asrama bagi siswa yang bertempat tinggal
di pondok pesantren selain itu untuk siswa yang laju dari rumah biasanya mereka
mengeluh soal waktu yang tidak bisa membagi dengan kegiatan sehari-hari yang
menyebabkan para siswa tidak mampu ketika menyelesaikan latihan soal
matematika sendiri tanpa diinstrusikan oleh pengajar dari pelajaran matematika.
Dalam hal ini, peneliti menemukan bukti bahwa guru mengevaluasi siswa pada
pelajaran yang dikaji pada pertemuan lalu dengan membagikan contoh soal fungsi
komposisi selama proses pembelajaran matematika. Namun, siswa tetap kesulitan
menjawab soal yang disebabkan oleh faktor lingkungan sekolah tersebut (Hasanah
et al., 2020; Nasution & Casmini, 2020).
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
99
4. Kurangnya Kedisiplinan Waktu
Dari hasil riset yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa sikap disiplin
terhadap waktu pada siswa kelas X MA Ma'arif Roudlotut Tholibin masih kurang
karena memang ada sebagian siswa yang laju dari rumah dan ada beberapa
bangunan asrama yang jaraknya lumayan jauh dari bangunan sekolah, akibatnya
dibutuhkan sekitar lima menit untuk pergi dari asrama mereka ke sekolah, yang
sesuai dengan rutinitas sehari-hari para siswa (Munawaroh & Syarifuddin, 2020;
Wulandari et al., 2019).
Solusi Mengatasi Hambatan dalam Mengimplementasikan Pendidikan
Karakter dalam Proses Pembelajaran Matematika Siswa di Kelas X MA
Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro Utara
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, solusi untuk tantangan
yang dihadapi guru matematika diidentifikasidengan mendapatkan pemahaman
tentang karakter dan sifat setiap siswa selama proses pembelajaran, menciptakan
infrastruktur untuk mendukung kemampuan siswa dalam menerapkan nilai-nilai
karakter, dan mengajarkan siswa bahwa ada berbagai cara dalam mengatasi
masalah matematika. Selain itu, guru MA Ma'arif Roudlotut Tholibin telah
menetapkan peraturan kelas untuk mencegah siswa melanggar peraturan yang ada
di sekolah dan lingkungan sekitar, hal ini dibuat agar dalam rancangan
pembentukan lebih bisa kondusif. Hal ini merupakan salah satu cara untuk
memudahkan dalam melakukan pendidikan karakter pada setiap tahap
perkembangan, khususnya pada pembelajaran matematika.
Selain itu penyelesaian lainnya yang dapat diterapkan sekaligus sebagai
metodologi dalam menanamkan nilai-nilai karakter dalam mengatasi berbagai
hambatan yang terdapat adalah dengan memberikan kebiasaan-kebiasaan,
misalnya memberikan kedisiplinan kepada siswa yang tidak menghargai waktu,
memberikan pencerminan pribai yang terhormat bagi seorang guru seperti tidak
merokok di dalam ruang belajar, memakai pakaian yang bersih dan rapi serta
pendisiplinan waktu. Dengan demikian para siswa lebih mudah dalam pembentukan
karakter. Solusi yang terakhir adalah memberikan pengetahuan terlebih dahulu
kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah, misalnya siswa yang tidak
konsisten dalam tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang amanahkan oleh guru
dengan berbagai alasan serta memberikan teguran berupa sanksi ataupun hukuman
jika melakukan pelanggaran lebih dari satu kali hal ini bertujuan untuk
menumbuhkan nilai-nilai pendidikan karakter siswa
Kesimpulan
Pendidikan karakter telah diimplementasikan ke dalam rancangan
pembelajaran matematika di kelas X oleh MA Ma'arif Roudlotut Tholibin Metro Utara.
Nilai-nilai karakter tersebut antara lain religius, disiplin, kreatif, rasa ingin tahu,
kerja keras, dan bertanggung jawab. Hambatan dalam melaksanakan penerapan
karakter adalah adanya sikap para siswa yang beragam, tidak adanya inspirasi dari
dalam diri siswa tersebut, kurangnya infrastruktur sekolah dan tidak adanya
pendisiplinan waktu pada setiap siswa. Solusi mengatasi hambatan dalam
melaksanakan pendidikan karakter ialah seperti mempertajam pengamatan
karakter siswa, memenuhi fasilitas sekolah, memperingatkan siswa yang tidak
disiplin, dan mempraktekkan pembiasaan. selain itu solusi lainnya seperti
mencerminkan contoh positif dan panutan kepada para peserta didik.
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
100
Referensi
Amany, D. A. L., & Puteri, A. A. I. (2023). Analysis of The Relationship Between
Student Interest and Written Communication in Solving Realistic Mathematics
Problems. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 3142.
Amri, M., Saharuddin, S., & Ahmad, L. O. I. (2019). The Implementation of Islamic
Education: The Process of Instilling Akhlakul Karimah (Noble Characters) for
Madrasah Tsanawiyah Students. Tadris: Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah,
4(1). https://doi.org/10.24042/tadris.v4i1.4070
AN Vidyastuti, Darmayanti, R., & Sugianto, R. (2018). The Role of Teachers and
Communication Information Technology (ICT) Media in the Implementation of
Mathematics Learning in the Digital Age. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan
Matematika, 9(2), 221230.
AN Vidyastuti, MM Effendi, & Darmayanti, R. (2022). Aplikasi Tik-Tok: Pengembangan
Media Pembelajaran Matematika Materi Barisan dan Deret Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa SMA. Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi
Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan Matematika, 8(2), 91106.
https://doi.org/10.29407/jmen.v8i2.18267
Anhar, J., Darmayanti, R., & Usmiyatun, U. (2023). Pengaruh Kompetensi Guru
Agama Islam Terhadap Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Di
Madrasah Tsanawiyah. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(1), 1323.
https://www.journal.assyfa.com/index.php/ajis/index
Anjarwati, S., Darmayanti, R., & Khoirudin, M. (2023). Development of “Material
Gaya” Teaching Materials Based on Creative Science Videos (CSV) for Class VIII
Junior High School Students. Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains), 11(1), 163
172. https://doi.org/10.25273/jems.v11i1.14347
Antonioli, J. O. H. N., Hong, S., & Quas, A. (2022). A multiplicative ergodic theoretic
characterization of relative equilibrium states. Ergodic Theory and Dynamical
Systems. https://doi.org/10.1017/etds.2022.15
Arif, V. R., Afnan, M., Usmiyatun, & Yuni Lestari, C. (2023). Development of Social
Studies Animation Video (S2AV) Teaching Materials on the Material “Plurality of
Indonesian Society for Junior High School Students. Assyfa Learning Journa,
1(1), 111.
Arif, V. R., & Darmayanti, R. (2023). Designing the Development of Canva
Application-Based Audio-Visual Teaching Materials on the Material “Point to Point
Distance” for High School Students. JEMS (Journal of Mathematics and Science
Education), 11(1), 286299. https://doi.org/10.25273/jems.v11i1.14862
ASB Lestari, Wahyono, A., Anas, K., Nurmalasari, Y., Bibi, R., & Yunus, M. (2023).
Plan-Do-See: Lesson Study-Based Differentiated Learning in Middle Schools.
Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 8592.
http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Asrofin, D., Salma, K. N., & Putra, W. H. (2022). The Effect of Mind Mapping Learning
Media on Learning Achievement in al-Nawu al-Wai at Madrasah Tsanawiyah.
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 4(1).
https://doi.org/10.37680/scaffolding.v4i1.1368
Balacheff, N., Gaudin, N., Balacheff, N., Gaudin, N., Balacheff, N., & Gaudin, N.
(2007). Students conceptions: an introduction to a formal characterization. HAL
Id.
Basuki, D. D., & Febriansyah, H. (2020). Pembentukan Karakter Islami melalui
Pengembangan Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah An-Najah
Bekasi. Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 10(2).
https://doi.org/10.33367/ji.v10i2.1209
Borkent, M. (2017). Mediated characters: Multimodal viewpoint construction in
comics. Cognitive Linguistics, 28(3), 539563. https://doi.org/10.1515/cog-
2016-0098
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
101
BPA Maryanto, LN Rachmawati, Muhammad, I., & Sugiyanto, R. (2023). Kajian
Literatur: Problematika Pembelajaran Matematika Di Sekolah. Delta-Phi: Jurnal
Penelitian Tindakan Kelas, 1(2), 93106.
Cahyadi, M. R., & Ariansyah, F. (2023). Analysis of Skills Using Pattern Finding
Strategies in Solving Mathematical Problems in View of Gender Differences.
Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 1222.
http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Darmayanti, R., Nguyen, T., & Serpe, A. (2023). Gema Cow-Pu: Development of
Mathematical Crossword Puzzle Learning Media on Geometry Material on Middle
School Students’ Critical Thinking Ability. Assyfa Learning Journal, 1(1), 3748.
Darmayanti, R., Sugianto, R., Baiduri, Choirudin, & Wawan. (2022). Digital comic
learning media based on character values on students’ critical thinking in solving
mathematical problems in terms of learning styles. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan
Matematika, 13(1), 4966. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-
jabar/index
Eva Yuliana Sijabat. (2016). Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Matematika di
Kelas VII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta. Skripsi (Uneversitas Sanata Dharma),
hlm 1.
Fahmi, C. N., Nasruddin, N., & Permana, F. A. (2021). Pendidikan Karakter Dalam
Proses Pembelajaran Matematika Di Kelas Xi Man Model Banda Aceh. Jurnal
Dedikasi Pendidikan, 5(1), 5160.
Fauza, M., Inganah, S., Sugianto, R., & Darmayanti, R. (2023). Urgensi Kebutuhan
Komik: Desain Pengembangan Media Matematika Berwawasan Kearifan Lokal di
Medan. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 130146.
http://www.journal.com/index.php/dpjpm
González, A., Gallego-Sánchez, I., Gavilán-Izquierdo, J. M., & Puertas, M. L. (2021).
Characterizing Levels of Reasoning in Graph Theory. Eurasia Journal of
Mathematics, Science and Technology Education, 17(8).
https://doi.org/10.29333/ejmste/11020
Hadi Mogavi, R., Ma, X., & Hui, P. (2021). Characterizing Student Engagement Moods
for Dropout Prediction in Question Pool Websites. Proceedings of the ACM on
Human-Computer Interaction, 5(CSCW1). https://doi.org/10.1145/3449086
Hasanah, Tamarli, Aryani, I., & Helena. (2020). Aspek Pembentukan Akhlak Menurut
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Jurnal Dedikasi Pendidikan, 4(2).
Hasbullah, H., Muntasir, M., Bahri, S., Zahara, R., & Zulfia, Z. (2019). Messages
Communication in the Al-Qur’an (Study of Messages in the Al-Qur’an for
Believers). Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-
Journal): Humanities and Social Sciences, 2(4).
https://doi.org/10.33258/birci.v2i4.569
Hudha, A. M., Ullah, K., & Darmayanti, R. (2023). Osmosis: Chewy naked egg, in or
out? Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education, 3(1), 114.
https://doi.org/10.58524/jasme.v3i1.193
Ihsan. (2021). Pancasila and islamic education: The deradicalization model of
madrasahs based on islamic boarding schools in central java. Qudus
International Journal of Islamic Studies, 9(1), 245278.
https://doi.org/10.21043/QIJIS.V9I1.8941
Inganah, S., Darmayanti, R., & Rizki, N. (2023). Problems, Solutions, and
Expectations: 6C Integration of 21 st Century Education into Learning
Mathematics. JEMS (Journal of Mathematics and Science Education), 11(1),
220238. https://doi.org/10.25273/jems.v11i1.14646
Khoiriyah, B., Darmayanti, R., & & Astuti, D. (2022). Design for Development of
Canva Application-Based Audio-Visual Teaching Materials on the Thematic
Subject “Myself (Me and My New Friends)” Elementary School Students. Jurnal
Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(6), 62876295.
Kintu, M. J., Zhu, C., & Kagambe, E. (2017). Blended learning effectiveness: the
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
102
relationship between student characteristics, design features and outcomes.
International Journal of Educational Technology in Higher Education, 14(1).
https://doi.org/10.1186/s41239-017-0043-4
Lexy. J . Moleong. (n.d.). Metode Penelitian Kualitatif. Rosdakarya.
Lin, Y. S., Lim, J. N., & Wu, Y. Sen. (2022). Developing and Applying a Chinese
Character Learning Game App to Enhance Primary School Students’ Abilities in
Identifying and Using Characters. Education Sciences, 12(3).
https://doi.org/10.3390/educsci12030189
LM Rachmawati, YWA Sah, & SN Hasanah. (2023). Newman and Scaffolding Stages
in Analyzing Student Errors in Solving Algebraic Problems. Delta-Phi: Jurnal
Pendidikan Matematika, 1(1), 0111. http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Lonto, A. L., Wua, T. D., Pangalila, T., & Sendouw, R. (2018). Moral work, teaching
profession and character education in Forming Students’ Characters.
International Journal of Engineering and Technology(UAE), 7(4), 99103.
https://doi.org/10.14419/ijet.v7i4.28.22560
Ma’Arif, M. A. (2022). Improving Islamic Self-Motivation for Professional
Development (Study in Islamic Boarding Schools). Supporting Modern Teaching
in Islamic Schools: Pedagogical Best Practice for Teachers, 123134.
https://doi.org/10.4324/9781003193432-12
Makhmudah, S. (2018). Analisis Literasi Matematika Terhadap Kemampuan Berpikir
Kritis Matematika dan Pendidikan Karakter Mandiri. Prisma, Prosiding Seminar
Nasional Matematika, 1, 318325.
Maria Goretty D. Bantas, Agnes Pendi, J. Merjda. (2018). Analisis Implementasi
Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Untuk Proses Pemblajaran Matematika.
Jurnal Scientifial Colloquia, Vol 1(No 2,), hal 3.
Material, C. (2023). Comedian Mathematical Thinking: An Islamic Examination of
Inductive ,.
MM Effendi, Darmayanti, R., & In’am, A. (2022). Strengthening Student Concepts:
Problem Ethnomatmatics Based Learning (PEBL) Singosari Kingdom Historical
Site Viewed from Learning Styles in the Middle School Curriculum. Indomath:
Indonesia Mathematics Education, 5(2), 165174.
https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/
Moleong, L. J. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muhammad, I., Darmayanti, R., Sugianto, R., & Choirudin. (2023). Teori Vygotsky:
Kajian bibliometrik penelitian cooperative learning di sekolah dasar (1987-
2023). Bulletin of Educational Management and Innovation, 1(2), 8198.
https://doi.org/10.56587/bemi.v1i2.78
Muhammad, I., Darmayanti, R., & VR Arif. (2023). Discovery Learning Research in
Mathematics Learning: A Bibliometric Review. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan
Matematika, 1(1), 7284. http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Muhammad, I., Marina Angraini, L., Darmayanti, R., & Sugianto, R. (2023). Students’
Interest in Learning Mathematics Using Augmented Reality: Rasch Model
Analysis. Edutechnium Journal of Educational Technology, 1(1), 8999.
https://www.edutechnium.com/journal
Munawaroh, M., & Syarifuddin. (2020). Pengaruh Metode Tebak Kata Terhadap
Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Di Madrasah Diniyah Al-
Hidayah Gempol Pasuruan. Studi Arab, 11(2).
https://doi.org/10.35891/sa.v11i2.2474
Mustafa, M. (2018). Implementation of islamic values in houses around darul
istiqamah islamic boarding school in Maccopa, Maros. Pertanika Journal of Social
Sciences and Humanities, 26(4), 27312746.
Mustakim, A., Wawan, W., Ngaliyah, J., & Darmayanti, R. (2023). Quantum Teaching
Model: Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa MTs. Jurnal
Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 1018.
https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
103
NA Anggraini, EF Ningsih, & Darmayanti, R. (2022). Application of the AIR Learning
Model Using Song Media to Improve Students’ Mathematical Representational
Ability. AMCA Journal of Science and Technology, 2(1), 2832.
https://doi.org/10.51773/ajst.v2i1
Nasution, U., & Casmini, C. (2020). Integrasi Pemikiran Imam Al-Ghazali & Ivan
Pavlov Dalam Membentuk Prilaku Peserta Didik. INSANIA: Jurnal Pemikiran
Alternatif Kependidikan, 25(1), 103113.
https://doi.org/10.24090/insania.v25i1.3651
Nguyen, N. V. (2018). Comic Characters Detection Using Deep Learning. Proceedings
of the International Conference on Document Analysis and Recognition, ICDAR,
3, 4146. https://doi.org/10.1109/ICDAR.2017.290
Nur Holila Siregar. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Proses
Pembelajaran Matematika di Kelas X MAS Hajijah Amalia Sari Padangsidimpuan.
Skrpsi (IAIN Padangsidimpuan),.
Nurasyia. (2018). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Proses Pembelajaran
Bahasa Indonesia pada Kelas VIII SMPN 2 Sungguminasa. Universitas
Muhammadiyah Makasar.
Orin Asdarina, N. Arwinda. (2019). Analisis Impementasi Pendidikan Karakter dalam
Proses Pembelajaran Matematika. Jurnal Mathema Journal, Vol 2((1)), hal 2.
PAD Rizqi, Darmayanti, R., Sugianto, R., & Muhammad, I. (2023). Problem Solving
Analysis Through Tests in View Of Student Learning Achievement. Indonesian
Journal of Learning and Educational Studies, 1(1), 5363.
https://jurnal.piramidaakademi.com/index.php/ijles
Purwanto, M. R. (2021). Optimization of Student Character Education through the
Pesantren Program at the Islamic Boarding School of the Universitas Islam
Indonesia. Review of International Geographical Education Online, 11(5), 2829
2837. https://doi.org/10.48047/rigeo.11.05.179
PVDS Santiago, FRV Alves, & Darmayanti, R. (2023). GeoGebra in the light of the
Semiotic Representation Registers Theory: an international Olympic didactic
sequence. Assyfa Learning Journal, 1(2), 7390.
https://doi.org/10.35316/alifmatika.2023.v5i1.21-39
Qomariyah, S., & Darmayanti, R. (2023). Development of High School Students’
Mathematical Reasoning Ability Instruments on Three Dimension Material. Jurnal
Edukasi Matematika Dan Sains, 11(1), 249260.
https://doi.org/10.25273/jems.v11i1.14705
Qomariyah, S., Darmayanti, R., Rosyidah, U., & Ayuwanti, I. (2023). Indicators and
Essay Problem Grids on Three-Dimensional Material: Development of
Instruments for Measuring High School Students’ Mathematical Problem-Solving
Ability. Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 11(1), 261274.
https://doi.org/10.25273/jems.v11i1.14708
Rachmawati, L. N., Wahyu, R., Sah, A., & Hasanah, S. N. (2023). Newman and
Scaffolding Stages in Analyzing Student Errors in Solving Algebraic Problems.
Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika , 1(1), 0111.
http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Reni Okdwiana. (2020). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pmbelajaran
Matematika di MI Ma’arif NU Beji Kedungbanteng-Banyumas. IAIN Purwokerto.
Robinet, F., Arnaud, N., Leroy, N., Lundgren, A., Macleod, D., & McIver, J. (2020).
Omicron: A tool to characterize transient noise in gravitational-wave detectors.
SoftwareX, 12. https://doi.org/10.1016/j.softx.2020.100620
Rosad, A. M. (2019). Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Managemen Sekolah.
Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 5(02), 173.
https://doi.org/10.32678/tarbawi.v5i02.2074
Ruch, W. (2018). Broadening humor: Comic styles differentially tap into
temperament, character, and ability. Frontiers in Psychology, 9.
https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.00006
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
104
Ruskhan Fauza, M., Inganah, S., Sugianto, R., & Darmayanti, R. (2023). Urgensi
Kebutuhan Komik: Desain Pengembangan Media Matematika Berwawasan
Kearifan Lokal di Medan. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 130
146.
Safitri, E., Wawan, W., Setiawan, A., & Darmayanti, R. (2023). Eksperimentasi Model
Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Kahoot Terhadap
Kepercayaan Diri Dan Prestasi Belajar. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(1),
8090. https://kahoot.com.
Sah, R. W. A., Laila, A. R. N., Setyawati, A., Darmayanti, R., & Nurmalitasari, D.
(2023). Misconception Analysis of Minimum Competency Assessment (AKM)
Numeration of High School Students from Field Dependent Cognitive Style.
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 11(1), 5869.
https://doi.org/10.25273/jems.v11i1.14112
Sah RWA, Darmayanti, R., & Maryanto BPA. (2022). Updating Curriculum Through
21st-Century Learning Design. Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran, 2(1).
http://snastep.um.ac.id/pub/index.php/proceeding/indexKeahliandanPerforma
PakardalamTeknologiPendidikanuntuk
Setiawan, A., & Sulistiani, I. R. (2019). Pendidikan Nilai, Budaya Dan Karakter Dalam
Pembelajaran Matematika Dasar Pada Sd/Mi. Elementeris: Jurnal Ilmiah
Pendidikan Dasar Islam, 1(1), 41.
https://doi.org/10.33474/elementeris.v1i1.2767
Setyawan, M. I. B., Dafiqurrohman, H., Akbar, M. H., & Surjosatyo, A. (2021).
Characterizing a two-stage downdraft biomass gasifier using a representative
particle model. Renewable Energy, 173.
https://doi.org/10.1016/j.renene.2021.03.060
Siyarni Ruslan. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Proses
Pembelajaran Matematika pada kelas VII di SMP Muhamadiyah Melati. Skripsi
(Institut Agama Islam Negeri Ambon).
Studi, P., Qur, I. A.-, & Ushuluddin, F. (2023). Al-Wasathiyah: Journal of Islamic
Studies Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies. Ikadi (Journal of Islamic
Studies), 2(1), 1427.
Sugianto, R., & Darmayanti, R. (2021). Teachers in Their Perceptions and Influences
on LINU, Positive or Negative? AMCA Journal of Science and Technology, 1(1),
2024. https://doi.org/10.51773/ajst.v1i1
Sugianto, R., Darmayanti, R., Aprilani, D., Amany, L., Rachmawati, L. N., Hasanah,
S. N., & Aji, F. B. (2017). Experiment on Ability to Understand Three-
Dimensional Material Concepts Related to Learning Styles Using the Geogebra-
Supported STAD Learning Model Abstra ct. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan
Matematika, 8(2), 205212.
Sugianto, R., Darmayanti, R., Vidyastuti, A. N., Matematika, M. P., Muhammadiyah,
U., Jalan, M., & Tlogomas, R. (2022). Stage of Cognitive Mathematics Students
Development Based on Piaget’s Theory Reviewing from Personality Type.
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 1726.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV. Alfabeta.
Syaifuddin, M., Darmayanti, R., & Rizki, N. (2022). Development of a Two-Tier
Multiple-Choice (TTMC) Diagnostic Test for Geometry Materials to Identify
Misconceptions of Middle School Students. JURNAL SILOGISME: Kajian Ilmu
Matematika Dan Pembelajarannya, 7(2), 6676.
http://journal.umpo.ac.id/index.php/silogisme
Verdianingsih, E., & Firmansyah, K. (2019). Implementasi Pendidikan Karakter dalam
Pembelajaran Matematika pada Program Studi Pendidikan Matematika di
Universitas KH . A . Wahab Hasbullah: Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran
Matematika. Seminar Nasional Multidisiplin, 110119.
Wulandari, S., Hendrawati, N. E., Adawia, A., Dinantika, T., Rofiki, I., & Abdussakir.
(2019). Learning Integrative Mathematics on the Set Material in the Al-Qur’an
Ira Rahmawati, M. Saidun Anwar, Andika Sari Saputra, M. Ruskhan Fauza ||
Implementasi
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 91-105
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
105
Study. Proceeding International Conference on Islamic Education (ICIED), 4(1).
Yustinaningrum, B., Lubis, N. A., Gradini, E., Firmansyah, F., & Fitri, A. (2020).
Integrasi Nilai Islami dengan Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran
Matematika di MTs Negeri 3 Aceh Tengah. Journal of Medives: Journal of
Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 4(2).
https://doi.org/10.31331/medivesveteran.v4i2.1031
Zaki, I. (2020). Implementation of Islamic entrepreneurial culture in Islamic boarding
schools. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 11(11),
452469.
Багироков, Х. З., & Хуажева, Р. А. (2022). Adyghean-Russian bilingualism on the
Internet (sociolinguistic characteristics). Вестник Адыгейского
Государственного Университета, Серия «Филология и Искусствоведение»,
1(292). https://doi.org/10.53598/2410-3489-2022-1-292-21-29