Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 1 (1), pp. 39-45, 2023
Received 16 Feb 2023 / published 20 Mar 2023
https://doi.org/10.61650/jptk.v1i1.157
Eksperimentasi Model Pembelajaran
Stay Two Stray (TS-TS) dan Think Pair
Share (TPS)Terhadap Hasil Belajar
Tiwi Astuti
1
, Eka Fitria Ningsih
2
, Choirudin
3
, and Rahmad Sugianto
5
1.
Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
2.
Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
3.
Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
4.
Universitas Muhammadiyah Malang
E-mail correspondence to:
tiwiastuti889@gmail.com
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efisiensi dua
pendekatan pembelajaran matematika yang berbeda dengan
menggunakan teorema Pythagoras: model Two Stay Two Stray (TSTS)
dan model Think Pair Share (TPS). Penelitian ini lakukan di kelas VIII MTs
Nurul ‘Ulum Kotagajah. Model TSTS diterapkan pada kelas VIII B
sedangkan model TPS diterapkan pada kelas VIIIC. Data hasil belajar
matematika didapatkan menggunakan instrumen tes. Sebelum
digunakan instrumen telah diuji validitas (indeks aiken antara v= < 0,80
hingga v= >0,80) dan reliabilitas (r = 0.737). Uji t digunakan untuk
analisis data, setelah dilakukan uji Normalitas dan uji Homogenitas. Uji
hipotesis pertama diperolah hasil t
hit
= 61,787 > t
tabel
= 1,61 sehingga H0
ditolak. Hasil ini menunjukkan model Two Stay Two Stray efektif kepada
hasil belajar matematika peserta didik. Hipotesis kedua diperoleh hasil
thit = 5,25 > ttabel = 1,73 sehingga H0 ditolak. Hasil ini menunjukan
model Think Pair Share efektif efektif kepada hasil belajar matematika
peserta didik. Hipotesis ketiga diperoleh hasil t
hit
= -1,69 < t
tabel
= 1,67
sehingga H0 diterima. Hal ini menunjukan bahwa model TSTS sama
efektifnya dengan model TPS.
Keywords: Hasil Belajar; Think Pair Share; Two Stay Two Stray.
Pendahuluan
Salah satu dampak perkembangan globalisasi pada saat ini ialah
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) (ASB
Lestari et al., 2023; LM Rachmawati et al., 2023). IPTEK memberi
dampak pada gaya hidup dan perubahan dalam bidang pendidikan
(Fauza et al., 2023), sains (Cahyadi & Ariansyah, 2023), sosial
budaya (Muiawan, 2020; Taufiq, 2020). Hal ini menjadi suatu
rintangan sekaligus kesempatan dalam mengoptimalkan kualitas
sumber daya manusia (SDM) supaya bisa menghadapi era
persaingan global. Untuk bersaing dalam ekonomi global saat ini
(GC Pratama et al., 2023; Segara et al., 2023), sangat penting untuk
segera meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Choirudin et
al., 2022; Darmayanti et al., 2022; Mustakim et al., 2023).
Akibatnya, berinvestasi pada sumber daya manusia (SDM) yang
unggul sejak dini dan melalui pendidikan yang baik adalah mungkin
(Anwar et al., 2019; DP Utomo et al., 2023; Hasanah et al., 2022).
Sistem pendidikan nasional diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003
pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan Negara. Lebih lanjut, pendidikan merupakan suatu
usaha yang telah dirancang untuk mencapai tujuan yang diinginkan
(Boleng, 2021; French, 2020). Tujuan dari pendidikan yaitu untuk
mendewasakan diri, mengembangkan potensi diri dan ketrampilan
yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat (Choirudin et al.,
2021; Sekaryanti et al., 2023) Salah satu cara untuk mencapai
tujuan pendidikan yaitu perlu adanya pembelajaran yang
berkualitas dapat memicu tercapainya tujuan atau arah pendidikan.
Pembelajaran yaitu suatu proses yang dilakuan secara sadar
antara pendidik dengan peserta didik yang meliputi interaksi (Björn
et al., 2019; Schabas, 2023; Vedianty et al., 2023), dan pola fikir
peserta didik dalam pendewasaaan diri (Hartini et al., 2016; Karim
& Zoker, 2023). Seorang pendidik sangat berperan dalam
berlangsungnya proses pembelajaran (Partono et al., 2021; Winson
et al., 2023). Seorang pendidik juga memiliki tanggung jawab
mengelola lingkungan kelas agar selama pembelajaran sesuai
dengan rencana dan rancangan yang sudah disusun untuk
mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan (Darmayanti, 2023;
Kynigos, 2015; Makur et al., 2018; U Zahroh et al., 2023). Salah satu
muatan materi pelajaran di sekolah tidak luput dari belajar
matematika.
©
2023 Tiwi Astuti et al., (s). This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-
NonCommertial 4.0 International License.
Astuti et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 39-45, 2023
40
Matematika adalah pelajaran yang memiliki pengaruh sangat
besar dalam pelajaran yang lain dimana matematika ada di setiap
pelajaran dan diberikan disemua jenjang pendidikan (Rahmah et al.,
2022; Sugianto et al., 2017). Matematika dari istilah latin yaitu
mathematike artinya relating to learning yang berkaitan dengan
hubungan pengetahuan (MZ Mubarok et al., 2023; Pradana &
Uthman, 2023; Rahman, 2023). Kata mathematika atau mathenein
yang dalam bahasa prancis les mathematiques yang memiliki arti
belajar (Gazali, 2020; Sugianto et al., 2022) Berdasarkan asal-usul
nya matematika memiliki arti pengetahuan yang didapat dari hasil
belajar.
Hasil rapot pendidikan di provinsi Lampung khususnya pada
kabssupaten Lampung tengah menunjukan prestasi belajar
matematika kurang dari 50% peserta didik mendapatkan nilai telah
mencapai batas kecakapan minimum pada pemahaman
matematika. Pada indeks kualitas pembelajaran pendidik belum
bisa memberikan proses pembelajaran yang kondusif, dukungan
afektif dan aktivitas kognitif (Arif et al., 2023; Yeh et al., 2019).
Berdasarkan indeks refleksi pendidik berusaha ningkatan kualitas
pembelajarannya terkadang hanya untuk sekedar menyelesaikan
tugas. Pendidik masih menerapkan metode berulang untuk
melakukan pembelajaran dan tidak terlihat adanya proses reflektif
(AN Vidyastuti et al., 2018; Manapa, 2018; Septiany, 2016).
Penerapan model pembelajaran langsung berdampak pada
belum optimalnya pencapaian hasil belajar peserta didik (Harrison
et al., 2016; Humaidi et al., 2022). Pendidik masih menerapkan
model pembelajaran konvensional yaitu ceramah. Secara
keseluruhan metode ceramah mempunyai keunggulan dalam
proses pembelajaran yaitu pendidik dapat dalam waktu yang
sebentar memberika materi banyak kepada peserta didik dan
mudah karena cukup menggunakan media lisan (Kocabaş & Bavlı,
2022; Lundberg & Hellström, 2022). Sedangkan kekurangan
metode ini adalah proses belajar yang berpusat pada pendidik
sementara peserta didik cenderung pasif dan hanya menghafal
materi pelajaran, akhirnya peserta didik sulit mengingat materi
dalam jangka waktu panjang (Sugianto, 2023; Suhendra et al.,
2016).
Ada berbagai cara untuk memecahkan persoalan tersebut salah
satunya dengan adanya perbaikan dalam proses pembelajaran
yaitu dengan memberikan motivasi agar perserta didik semangat
dan aktif, dimana peserta didik sebagai subjeknya. Alternatif yang
bisa diterapkan yaitu dengan menggunakan model pembelajaran
kooperatif. Model pembelajaran kooperatif adalah strategi
pembelajaran dimana peserta didik dibuat dalam kelompok yang
memiliki kemampuan berbeda atau bersifat heterogen (P. Amalia &
Surya, 2017). Model pembelajaran kooperatif sangat beragam
beberapa diantaranya yaitu model pempelajaran think pair share
(TPS) dan model pembelajaran two stay two stray (TS-TS).
Model pembelajaran TPS ialah model pembelajaran yang
memberi waktu pada peserta didik berfikir, berpasangan dan saling
membantu (Lesi & Nuraeni, 2021; Sugiawati, 2013). Model
pembelajaran TS-TS peserta didik akan bekerja secara
berkelompok, yang mana peserta didik menyelesaikan
permasalahan dengan anggota kelompoknya, setelah itu dua
anggota kelompok bertukar fikiran dengan dua anggota yang
tinggal dari kelompok lain (Ahmed & Kumalasari, 2023; Santiago et
al., 2023). Model pembelajaran TS-TS adalah salah satu model
pembelajaran dimana pendidik memberi keleluasaan kepada
peserta didik dalam kelompoknya untuk memberikan hasil
pemikirannya dan bertukar fikiran dengan kelompok lain (Chen et
al., 2021).
Hasil penelitian sebelumnya telah menunjukan bahwa model
TPS11,12 dan model TSTS13,14 memberikan dampak yang positif
pada hasil belajar matematika. Penelitian ini dilakukan dikarena
belum pernah diterapkannya model pembelajaran tersebut di Mts
Nurul ‘Ulum Kotagajah. Dengan demikian, peneliti melakukan
eksperimentasi model TPS dan TS-TS untuk meningkatkan hasil
belajar matematika di Mts Nurul ‘Ulum Kotagajah.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keefektifan
model think-pair-share (TPS) dan each-two-stay-two-stray (TS-TS)
dalam meningkatkan pemahaman materi teorema Pythagoras
siswa kelas VIII MTs. Nurul Ulum Kotagajah. Tujuan selanjutnya
adalah membandingkan efikasi model two stay two stray (TS-TS)
dan think pair share (TPS) terhadap hasil belajar matematika siswa
kelas VIII MTs Nurul Ulum Kotagajah pada materi teorema
Pythagoras.
Metode Penelitian
Pada semester genap tahun 20222023, penelitian ini
dilaksanakan di MTs Nurul Ulum kotagajah kelas VIII. Seluruh siswa
kelas VIII MTs Nurul Ulum Kotagajah yang memiliki tiga ruang kelas
diikutsertakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian diambil
melalui cluster random sampling, dengan kelas VIIIB menggunakan
model two-stay, two-stray dan kelas IIC menggunakan metode
think-pair-share untuk mengajarkan Teorema Pythagoras.
Tabel 1. jumlah Sampel
No
Kelas
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
1
kelas VIIIB
10
20
30
2
kelas VIIIC
8
18
26
18
38
56
Rancangan pembelajarannya peneliti melakukan 6 kali
pertemuan, pada pertemuan pertama dilakukannya pretest, 4 kali
pertemuan pada pertemuan dengan topik pembahasan
pembuktian keberlakuan teorema Pythagoras, tripel Pythagoras,
teorema Pythagoras dan menerapkan teorema pythgaoras dalam
masalah kehidupan sehari-hari. Pada pertemuan ke enam peneliti
melakukan tes belajar atau posttest.
Pada model Think Pair Share (TPS) pendidik memberikan
pertanyaan atau soal yang nantinya di kerjakan oleh masing-masing
peserta didik, setalah itu peserta didik berkelompok dengan teman
sebangku untuk mendiskusikan jawabannya selanjutnya meminta
pasangannya untuk membagikan kepada teman satu kelasnya.
Dalam model Two Stay Two Stray (TSTS) pendidik menjelaskan
materi secara singkat agar dalam proses diskusi berjalan sesuai
dengan keinginan. Setelah pendidik memberikan materi, maka
pendidik menbagi peserta didik dalam kelompok, dimana tiap
kelompok beranggotakan empat peserta didik kemudian
membagikan topik untuk didiskusikan. Setelah selesai diskusi dalam
kelompok masing-masing, dua anggota dari setiap kelompok
bertamu ke kelompok lain, dua anggota bertugas untuk menerima
utusan anggota dari kelompok lain.
Instrument penilaian yang dipakai pada penelitian ini berupa
tes hasil belajar. Tes ialah sebuah alat atau metode yang pakai
untuk memahami atau menghitung sesuatu dengan langkah-
langkah dan peraturan yang telah ditetapkan (Howarth et al., 2022).
Instrument tes dipakai untuk mengetahui dan mendapatkan hasil
belajar matematika peserta didik. Tes yang dibagika sebelum dan
sehabis proses pembelajaran, bertujuan untuk menegetahui nilai
hasil belajar matematika dari kedua kelas eksperimen. Intrumen tes
yang dipakai dalam bentuk esay yang terdiri atas 5 soal yang
diberikan di setiap kelas eksperimen.
Jenis penelitian ini ialah penelitian semu dengan desain Non
equivalen Control Grup Desain dalam desain dibandingkan antara
kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, kelompok
tersebut didapat tanpa di undi (Rogerson & Gibbs, 2018). Berikut
desain penelitian Non equivalen Control Grup Desain (Abu Bakar et
Astuti et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 39-45, 2023
41
al., 2021).
Uji t independen dua sampel dan uji t sampel berpasangan
digunakan untuk menganalisis data untuk penyelidikan ini. Tahap
pertama Validasi dan uji reliabilitas harus dilakukan untuk
menentukan apakah instrumen penelitian valid dan reliabel
sebelum melakukan uji prekursor esensial dan uji analitik.
Pengujian validitas dan reliabilitas harus diselesaikan sebelum
instrumen tes dapat digunakan dalam penelitian. Uji normalitas dan
homogenitas harus dilakukan sebelum uji t dapat dilakukan.
Penelitian ini menggunakan uji sampel berpasangan atau disebut
juga dengan uji t dua sampel secara berpasangan dengan
menggunakan rumus berikut untuk menguji hipotesis pertama dan
kedua untuk menilai keefektifan model pembelajaran terhadap
hasil belajar (Chan et al., 2021).
Selanjutnya untuk hipotesis ketiga menggunakan Uji t dua
sampel independen. Uji t dua sampel independen adalah uji
statistik parametrik yang membandingkan dua kelompok
independen untuk melihat apakah terbukti bahwa rata-rata
populasi berbeda secara signifikan statistika. Setelah bahan bukti
data terkumpul diperlukan uji hipotesis untuk menentukan
hipotesis tersebut diterima atau ditolak. Uji hipotesis ketiga
memakai uji t dua sampel independen. Rumus ujit dua sampel
independen (Suteja et al., 2022).
Hasil dan Pembahasan
Hasil
Penelitian ini adalah salah satu penelitian eksperimen yang
membandingkan hasil belajar matematika peserta didik dengan
memakai model Two Stay Two Stray (TS-TS) dan model Think Pair
Share (TPS). Kelas VIIIB dengan model Two Stay Two Stray (TS-TS)
dan untuk kelas VIIIC dengan menggunakan model Think Pair Share
(TPS) pada Materi pokok Theorema Pythagoras.
Sebelum soal tes digunakan untuk pengambilan data, maka
perlu dilakukannya uji coba terlebih dahulu. Soal tes di uji
validitasnya menggunakan rumus Aiken dan uji reliabilitas dengan
teknik alpha cronbach rumus

󰇣

󰇤󰇣
󰇤. Dari hasil
perbandingan diperoleh r30 = 0,7375 sehingga instrument tes hasil
belajar matematika tersebut reliable. Penjelasan data hasil belajar
dengan model TS-TS dan TPS dapat dilihat pada tabel berikut:
Table 2. deskripsi data
TS-TS
TPS
Pretest
Posttest
Pretest
Posttest
Maksimum
65
90
50
90
Minimum
30
50
20
60
Mean
48,166
70,83
32,375
75
Variansi
64,65
99,454
117,11
70
Standar
daviasi
8, 036
9,97
10,82
8,366
Setelah diperoleh data selanjutnya dilakukan uji normalitas dan
uji homogenitas sebelum dilakukan uji t dua sampel independen.
Uji normalitas hasil belajar peserta didik menggunakan uji Liliefors
dengan taraf signifikan 0,05. Ho diterima jika Lmax ≤ Ltabel (Sun et
al., 2022).
Table 3. Rangkuman hasil uji normalitas
TS-TS
TPS
Pretest
Posttest
Pretest
Posttest
Ltabel
0,161
0,161
0,173
0,173
Lhitung
0,1333
0,1506
0,1217
0,161
Keputusan
Ho diterima
Ho diterima
Ho diterima
Ho diterima
Kesimpulan
Normal
Normal
Normal
Normal
aaa Tabel 2 menunjukkan bahwa Lhitung Ltabel,
menunjukkan bahwa H0 diterima dan setiap sampel diambil dari
populasi yang berdistribusi teratur. Uji homogenitas hasil belajar
matematika mengunakan hasil tes dari dua kelompok yaitu kelas
dengan memakai model Two Stay Two Stray (TS-TS) dan kelas yang
memakai model Think Pair Share (TPS) pada pengujian
homogenitas menggunakan uji Barletl dengan signifikansi 0,05. H0
ditolak jika x2hitung > x2tabel. Tabel 4 berikut menampilkan
ikhtisar hasil uji homogenitas.
Tabel 4. Ringkasan hasil uji homogenitas nilai pretest kelas TS-TS dan TPS
Nilai x2
Keputusan uji
Kesimpulan
x2hitung
x2tabel
Ho diterima
Homogen
- 424,92
3, 841
Tabel 5. Ringkasan hasil uji homogenitas nilai posttest kelas TS-TS dan TPS
Nilai x2
Keputusan uji
Kesimpulan
x2hitung
x2tabel
Ho diterima
Homogen
-221,86
3, 841
Berdasarkan table diatas x2hitung < x2tabel sehingga H0
diterima. Hal ini berarti dua kelompok tersebut memiliki variansi
populasi yang homogen. Kedua uji prasyarat sudah terpenuhi maka
bisa dilanjutkan uji paired sampel tes atau uji t dua sampel
perpasangan dan uji t dua sampel independen. Hipotesisi pertama,
bedasarkan perhitungan uji paired sampel tes atau uji t dua sampel
perpasangan pada model Two Stay Two Stray (TS-TS) diperoleh nilai
thitung 61,787 > thitung 1,61, artinya Ho ditolak berarti mengalami
Astuti et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 39-45, 2023
42
berubahan yang signifikan antara hasil pretes dan hasil posttest
dengan menggunakan model Two Stay Two Stray (TS-TS). Hipotesis
kedua diterapkan model Think Pair Share (TPS), menggunakan uji
paired sampel tes atau uji t dua sampel perpasangan didapatkan
hasil thitung 5,25 > ttabel 1,73 maka H0 ditolak, artinya terdapat
perbadaan hasil pretes dan postes pada kelas eksperimen 2.
Hipotesisi ketiga, dari uji-t didperoleh hasil thitung = -1,69 < ttabel
1,67. Dari perhitungan tersebut H0 diterima yang berarti tidak ada
perbedaan efek atau pengaruh antara model Two Stay Two Stray
(TS-TS) dengan model Think Pair Share (TPS).
Pembahasan
Penelitian ini merupakan analisis kuasi eksperimen terhadap
data yang dikumpulkan dari siswa kelas VIII di Nurul 'Ulum
Kotagajah yang bertujuan untuk melihat dan mendeskripsikan hasil
belajar matematika peserta didik dengan menggunakan model Two
Stay Two Stray (TSTS) dan model Think Pair Share (TPS). Model Two
Stay Two Stray (TSTS) digunakan pada kelas VIIIB dan model Think
Pair Share (TPS) digunakan untuk kelas VIIIC. Proses pembelajaran
pada kedua kelas tersebut dilakasanakan sebanyak 6 kali
pertemuan. Pertsemuan pertama dilakukan pretest untuk melihat
hasil peserta didik sebelum dikenai model pembelajaran, pada
pertemuan kedua sampai ke lima dilakukannya proses
pembelajaran dengan menggukana dua model tersebut. Pada
pertemuan keenam atau pertemuan terakhir dilakukannya evaluasi
pembelajaran berupa pemberian soal-soal posttest.
Menurut hasil tes posttest pada kelas VIIIB dengan model Two
Stay Two Stray dan kelas VIIIC dengan model Think Pair Share hasil
belajar matematika peserta didik meningkat. Analisis data memakai
uji paired sampel tes atau uji t dua sampel berpasangan
menunjukan bahwa hasil belajar matematika baik pada kelas Two
Stay Two Stray maupun pada kelas Think Pair Share menigkat (Rizki
et al., 2022; Strayhorn, 2015; Wulandari et al., 2022). Hasil ini sesuai
dengan penelitian Tri Purnomo Aji menjelaskan bahwa model Two
Stay Two Stray berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik
(Sugianto et al., 2023), serta sejalan dengan penelitian Morry Manik
dan Deny Rofika memaparkan bahwa model Think Pair Share bisa
meningkatkan hasil belajar peserta (Baiduri et al., 2020). Setelah
melakukan analisis data didapatkan hasil bahwa ada berbedaan
rata-rata antara model Two Stay Two Stray dan model Think Pair
Share (Syarif et al., 2021). Peserta didik yang diterapkan model
Think Pair Share mendapatkan hasil rata-rata lebih bagus dari hasil
belajar matematika peserta didik dengan diterapkan model Two
Stay Two Stray. Dalam proses pembelajaran peserta didik lebih
banyak interaksi antar peserta didik dan diskusi (Izzah & Qohar,
2020; Kurniawan M & Askury, 2021), berkesempatan berargumen,
melatih peserta didik dalam memecahkan masalah dan saling
bertukar pikirang dengan teman sekelompok maupun dengan
kelompok lain. Peserta didik juga memiliki rasa tanggung jawab
pada tugasnya masing-masing.
Hipotesis ketiga memakai uji-t dua sampel independen, Setelah
pengolahan data didapatkan hasil bahwa ada berbedaan rata-rata
antara model Two Stay Two Stray dan model Think Pair Share.
Peserta didik yang diterapkan model Think Pair Share mendapatkan
hasil rata-rata lebih bagus dari hasil belajar matematika peserta
didik yang diterapkan model Two Stay Two Stray (W. N. Amalia et
al., 2019; Setianingrum & Novitasari, 2015).
Berdasarkan hasil postest didapatkan rata-rata nilai kelas VIIIB
adalah 70,83 dengan standar daviasi 9,97 dan rata-rata nilai kelas
VIIIC adalah 75 dengan standar daviasi 8,36. Berdasarkan hasil uji-t
dua sampel independen diperoleh hasil belajar matematika peserta
didik dengan model Two Stay Two Stray dan kelas dengan model
Think Pair Share Sehingga uji t diperoleh thitung = -1,69 dan ttabel
= 1,67 yang berarti thitung < ttabel artinya H0 diterima. Hal ini
berarti tidak ada perbedaaan hasil belajar matematika peserta
didik. Penerapan model Two Stay Two Stray dan model Think Pair
Share memiliki tingkat keefektifan yang sama.
Melalui penerapan model Two Stay Two Stray peserta didik
belajar secara berkelompok yang berjumlah empat orang dalam
setiap kelompoknya. Pembelajaran kelompok ternyata berdampak
pada jalannya pembelajaran dimana peserta didik lebih aktif.
Peserta didik juga dapat saling membantu dalam mengerjakan soal
latihan. Metodologi Two Stay Two Stray membutuhkan lebih
banyak waktu untuk dikuasai daripada strategi Think Pair Share
(Mahyiddin, 2019; Mossayebi, 2019; Suharno et al., 2019).
Metodologi Think, Pair, Share mendorong siswa untuk mengambil
peran aktif dalam pendidikan mereka dan telah terbukti
meningkatkan kinerja akademik (Asria, 2019; Hudha et al., 2023;
Kirana, 2020). Guru dapat menggunakan informasi yang diperoleh
dari dua model untuk mendorong peningkatan partisipasi dari siswa
mereka dan memfasilitasi komunikasi di antara mereka. Hal ini
sejalan dengan penpadat paugle bahwa kemampuan komunikasi
peserta didik bisa meningkat apabila didorong dengan menjawab
pertanyaan disertai dengan argument yang relevan (Khoiriyah et
al., 2022; MM Effendi et al., 2022).
Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak ada
perbedaan hasil belajar peserta didik. Hasil yang diperoleh sejalan
dengan penelitian M. Fajri Agustian dan Harlin Darlius (Qomariyah
et al., 2023; Sah RWA et al., 2022)yang menjekaskan jika model Two
Stay Two Stray tidak berpengaruh pada hasil belajar peserta didik.
Serta penelitian (Alabdulaziz & Alhammadi, 2021; Sidiq et al., 2021)
yang mengatakan bahwa model Two Stay Two Stray dan model
Think Pair Share memiliki tingkat keefektifan yang sama. Artinya
kedua model ini sama baiknya dalam meningkatkan hasil belajar
matematika peserta didik.
Kesimpulan
Temuan dan pembahasan tersebut mengarahkan peneliti untuk
menyimpulkan bahwa terdapat perubahan hasil belajar
matematika siswa sebelum dan sesudah penerapan paradigma Two
Stay Two Stray (TSTS). Hal ini menunjukkan kemanjuran paradigma
Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan keberhasilan siswa
dalam matematika. Bedasarkan uji paired sampel tes atau uji t dua
sampe berpasangan diperoleh fhitung 61,78 > ftabel 1,61. Hipotesis
kedua terdapat perbedaan atau model Think Pair Share (TPS) tidak
efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Bedasarkan
uji paired sampel tes atau uji t dua sampe berpasangan diperoleh
fhitung 5,25 > ftabel 1,73. Hipotesis ketiga, Berdasarkan temuan
penelitian, tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik
antara pendekatan Two Stay Two Stray dengan strategi Think Pair
Share ditinjau dari hasil belajar siswa. Siswa yang menggunakan
strategi Two Stay Two Stray memiliki skor rata-rata 70,83,
sedangkan siswa yang menggunakan model Think Pair Share
memiliki skor rata-rata 75. Berdasarkan kinerja rata-rata siswa,
dapat disimpulkan bahwa kedua metode sama efektifnya. Dk = {t|t
-1,69 < 1,67} konsisten dengan pengujian data, maka H0 diterima.
Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar pada
siswa
Referensi
Abu Bakar, N., Mohd Ayub, A. F., Ahmad, N. A., & Syed Abdullah, S. I. S.
(2021). Mathematics Achievement: The Relationship between
Student Engagement, Parental Involvement, and Peer Influence.
International Journal of Academic Research in Business and Social
Sciences, 11(5), 496513. https://doi.org/10.6007/ijarbss/v11-
i5/9973
Ahmed, M. A., & Kumalasari, N. (2023). ANDIN-MU: Development of
Android-Based Descriptive Text Interactive Multimedia Materials
in High School English Subjects. Assyfa Learning Journal, 1(1), 49
59.
Alabdulaziz, M. S., & Alhammadi, A. A. (2021). Effectiveness of Using
Thinking Maps Through the Edmodo Network to Develop
Achievement and Mathematical Connections Skills Among Middle
School Students. Journal of Information Technology Education:
Research, 20. https://doi.org/10.28945/4681
Amalia, P., & Surya, E. (2017). Perbedaan Hasil Belajar Statistika antara
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dengan TPS. Kreano,
Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 8(1), 814.
Astuti et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 39-45, 2023
43
https://doi.org/10.15294/kreano.v8i1.7682
Amalia, W. N., Amir, H., & Sumpono. (2019). Studi perbandingan
kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model kooperatif
tipe take and give dan think pair square di kelas xi ipa sma negeri
1 rejang lebong. ALOTROP, Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kimia, 3(1),
814.
AN Vidyastuti, Darmayanti, R., & Sugianto, R. (2018). The Role of Teachers
and Communication Information Technology (ICT) Media in the
Implementation of Mathematics Learning in the Digital Age. Al-
Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 221230.
Anwar, M. S., Choirudin, C., Ningsih, E. F., Dewi, T., & Maseleno, A. (2019).
Developing an Interactive Mathematics Multimedia Learning
Based on Ispring Presenter in Increasing Students’ Interest in
Learning Mathematics. Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika,
10(1), 135150. https://doi.org/10.24042/ajpm.v10i1.4445
Arif, V. R., Afnan, M., Usmiyatun, U., & Lestari, C. Y. (2023). Development
of Social Studies Animation Video (S2AV) Teaching Materials on
the Material" Plurality of Indonesian Society" for Junior High
School Students. Assyfa Learning Journal, 1(1), 111.
ASB Lestari, Wahyono, A., Anas, K., Nurmalasari, Y., Bibi, R., & Yunus, M.
(2023). Plan-Do-See: Lesson Study-Based Differentiated Learning
in Middle Schools. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1),
8592. http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Asria, V. (2019). Improving concept comprehension ability in mathematics
by using mathematical model: Think-pair-share approach. Journal
of Physics: Conference Series, 1402(7).
https://doi.org/10.1088/1742-6596/1402/7/077083
Baiduri, Jamil, A. F., & Javandas, H. M. (2020). The Effect of Learning Using
Think- Pair-Share and Make a Match Models on the Students
Mathematical Communication Skills. International Journal of
Inovation, Creativity and Change, 14(2), 800816.
Björn, P. M., Äikäs, A., Hakkarainen, A., Kyttälä, M., & Fuchs, L. S. (2019).
Accelerating mathematics word problem-solving performance and
efficacy with think-aloud strategies. South African Journal of
Childhood Education, 9(1). https://doi.org/10.4102/sajce.v9i1.716
Boleng, D. T. (2021). PBL supported by think-pair-share affecting the
multiethnic student concepts understanding about biology-
subjects. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16(2), 532546.
https://doi.org/10.18844/CJES.V16I2.5632
Cahyadi, M. R., & Ariansyah, F. (2023). Analysis of Skills Using Pattern
Finding Strategies in Solving Mathematical Problems in View of
Gender Differences. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika,
1(1), 1222. http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Chan, S. W. Y., Rao, N., Cohrssen, C., & Richards, B. (2021). Predicting child
outcomes in Bhutan: Contributions of parenting support and early
childhood education programmes. Children and Youth Services
Review, 126. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2021.106051
Chen, S. Y., Tsai, J. C., Liu, S. Y., & Chang, C. Y. (2021). The effect of a
scientific board game on improving creative problem solving skills.
Thinking Skills and Creativity, 41.
https://doi.org/10.1016/j.tsc.2021.100921
Choirudin, C., Anwar, M. S., Azizah, I. N., Wawan, W., & Wahyudi, A.
(2021). Pengembangan LKPD Matematika Berbasis Kaligrafi
dengan Pendekatan Guided Discovery Learning. Jurnal Pendidikan
Matematika (JPM), 7(1), 52.
https://doi.org/10.33474/jpm.v7i1.6738
Choirudin, C., Nyoman, I., Degeng, S., Kuswandi, D., Purnomo, P., & Maba,
A. P. (2022). Career readiness among low-income Muslim
students. International Journal of Evaluation and Research in
Education (IJERE), 11(3), 14001406.
https://doi.org/10.11591/ijere.v11i3.22727
Darmayanti, R. (2023). Gema Cow-Pu: Development of Mathematical
Crossword Puzzle Learning Media on Geometry Material on
Middle School Students’ Critical Thinking Ability. Assyfa Learning
Journal, 1(1), 3748.
Darmayanti, R., Sugianto, R., Baiduri, Choirudin, & Wawan. (2022). Digital
comic learning media based on character values on students’
critical thinking in solving mathematical problems in terms of
learning styles. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 13(1), 49
66. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-jabar/index
DP Utomo, TZ Amaliyah, Darmayanti, R., Usmiyatun, U., & Choirudin, C.
(2023). Students’ Intuitive Thinking Process in Solving Geometry
Tasks from the Van Hiele Level. JTAM (Jurnal Teori Dan Aplikasi
Matematika), 7(1), 139149.
https://doi.org/10.31764/jtam.v7i1.11528
Fauza, M., Inganah, S., Sugianto, R., & Darmayanti, R. (2023). Urgensi
Kebutuhan Komik: Desain Pengembangan Media Matematika
Berwawasan Kearifan Lokal di Medan. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan
Matematika, 1(2), 130146.
http://www.journal.com/index.php/dpjpm
French, R. S. (2020). From a systematic investigation of faculty-produced
Think-Pair-Share questions to frameworks for characterizing and
developing fluency-inspiring activities. Physical Review Physics
Education Research, 16(2).
https://doi.org/10.1103/PhysRevPhysEducRes.16.020138
Gazali, M. (2020). The Comparison of Cooperative Learning Method of
Rotating Trio Exchange Type and Think Pair Share Type. Journal of
Physics: Conference Series, 1539(1).
https://doi.org/10.1088/1742-6596/1539/1/012058
GC Pratama, Waluyo, E., & Setiawan, D. (2023). Upaya Peningkatan Hasil
Belajar Matematika Menggunakan Media Musik Pada Materi
Mengahafal Rumus Bangun Datar Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian
Tindakan Kelas, 1(1), 3540.
https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Harrison, K. L., Boyden, J. Y., Kalish, V. B., Muir, J. C., Richardson, S., &
Connor, S. R. (2016). A Hospice Rotation for Military Medical
Residents: A Mixed Methods, Multi-Perspective Program
Evaluation. In Journal of Palliative Medicine (Vol. 19, Issue 5).
https://doi.org/10.1089/jpm.2015.0339
Hartini, H., Maharani, Z. Z., & Rahman, B. (2016). Penerapan Model
Pembelajaran Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Kemampuan
Komunikasi Matematis Siswa SMP. Kreano, Jurnal Matematika
Kreatif-Inovatif, 7(2), 131135.
https://doi.org/10.15294/kreano.v7i2.5009
Hasanah, N., In’am, A., Darmayanti, R., Nurmalitasari, D., Choirudin, C., &
Usmiyatun, U. (2022). Development of Al-Qur’an Context Math E-
Module on Inverse Function Materials Using Book Creator
Application. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan
Matematika, 11(4), 35023513.
https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i4.5647
Howarth, S., Handley, S., & Polito, V. (2022). Uncontrolled logic: intuitive
sensitivity to logical structure in random responding. Thinking and
Reasoning, 28(1).
https://doi.org/10.1080/13546783.2021.1934119
Hudha, A. M., Ullah, K., & Darmayanti, R. (2023). Osmosis: Chewy naked
egg, in or out? Journal of Advanced Sciences and Mathematics
Education, 3(1), 114. https://doi.org/10.58524/jasme.v3i1.193
Humaidi, N., Darmayanti, R., & Sugianto, R. (2022). Challenges of
Muhammadiyah’s Contribution in Handling Covid-19 in The MCCC
Program in Indonesia. Khazanah Sosial, 4(1), 176186.
https://doi.org/10.15575/ks.v4i1.17201
Izzah, J., & Qohar, Abd. (2020). Pembelajaran Matematika Berbasis Lesson
Study Dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Think Pair
Share (TPS) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Aljabar.
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 11(1).
https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.22547
Karim, S., & Zoker, E. M. (2023). Technology in Mathematics Teaching and
Learning: An Impact Evaluation in Selected Senior Schools in
Masingbi Town. Assyfa Learning Journal, 1(2), 6072.
Khoiriyah, B., Darmayanti, R., & & Astuti, D. (2022). Design for
Development of Canva Application-Based Audio-Visual Teaching
Materials on the Thematic Subject “Myself (Me and My New
Friends)” Elementary School Students. Jurnal Pendidikan Dan
Konseling (JPDK), 4(6), 62876295.
Kirana, C. (2020). An implementation of open-ended approach with TPS
(Think Pair Share) to improve creative thinking skills for student of
class VII-B of SMP Negeri 9 Malang. AIP Conference Proceedings,
2215. https://doi.org/10.1063/5.0000767
Kocabaş, H. U., & Bavlı, B. (2022). The montessori educational method:
Communication and collaboration of teachers with the child.
Participatory Educational Research, 9(1).
https://doi.org/10.17275/per.22.24.9.1
Kurniawan M, A., & Askury, A. (2021). Penerapan model pembelajaran
think pair share untuk meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah barisan dan deret pada siswa SMKN 5 Malang. Jurnal
MIPA Dan Pembelajarannya, 1(10).
https://doi.org/10.17977/um067v1i10p837-843
Kynigos, C. (2015). Designing constructionist e-books: New mediations for
creative mathematical thinking? Constructivist Foundations, 10(3),
305313.
Astuti et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 39-45, 2023
44
Lesi, A. N., & Nuraeni, R. (2021). Perbedaan Kemampuan Pemecahan
Masalah Matematis dan Self-Confidence Siswa antara Model TPS
dan PBL. Plus Minus, 1, 249262.
LM Rachmawati, YWA Sah, & SN Hasanah. (2023). Newman and
Scaffolding Stages in Analyzing Student Errors in Solving Algebraic
Problems. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 0111.
http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Lundberg, A., & Hellström, L. (2022). Q Methodology as an Innovative
Addition to Bullying Researchers’ Methodological Repertoire.
International Journal of Bullying Prevention, 4(3).
https://doi.org/10.1007/s42380-022-00127-9
Mahyiddin, Z. (2019). Improving Motivation and Learning Outcomes of
MTsN 2 the Great Aceh Students in Vocational Processing Subject
Through the Cooperative Learning Model Think Pair and Share.
Journal of Physics: Conference Series, 1232(1).
https://doi.org/10.1088/1742-6596/1232/1/012034
Makur, A. P., Prahmana, R. C. I., & Gunur, B. (2018). Kemampuan Berpikir
Tingkat Tinggi, Peserta Osk Matematika Tingkat Sd, Dan Strategi
Think, Talk, and Write. Jurnal Pendidikan Matematika, 12(2), 23
32.
Manapa, I. Y. H. (2018). Three dimensional space: Learning model
effectivity of think pair share (TPS) and team assisted
individualization (TAI) viewed from spatial intelligence. AIP
Conference Proceedings, 2014.
https://doi.org/10.1063/1.5054455
MM Effendi, Darmayanti, R., & In’am, A. (2022). Strengthening Student
Concepts: Problem Ethnomatmatics Based Learning (PEBL)
Singosari Kingdom Historical Site Viewed from Learning Styles in
the Middle School Curriculum. Indomath: Indonesia Mathematics
Education, 5(2), 165174. https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/
Mossayebi, F. D. (2019). Development and Student Percepetions of Think-
Pair-Share Activities in a Senior-Level Linear Control Systems
Course. Proceedings - Frontiers in Education Conference, FIE, 2019.
https://doi.org/10.1109/FIE43999.2019.9028410
Muiawan, W. (2020). Effectiveness of Biology Learning Using Cooperative
Learning Methods Type TPS (Think, Pair, Share) Against Student
Achievement. Journal of Physics: Conference Series, 1539(1).
https://doi.org/10.1088/1742-6596/1539/1/012051
Mustakim, A., Wawan, W., Ngaliyah, J., & Darmayanti, R. (2023). Quantum
Teaching Model: Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Siswa MTs. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 1018.
https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
MZ Mubarok, Mispani, M Yusuf, & R Darmayanti. (2023). Efforts to
improve tajwid learning using the An-Nahdliyah method in Diniyah
students. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(1), 99109.
Partono, P., Wardhani, H. N., Setyowati, N. I., Tsalitsa, A., & Putri, S. N.
(2021). Strategi Meningkatkan Kompetensi 4C (Critical Thinking,
Creativity, Communication, & Collaborative). Jurnal Penelitian Ilmu
Pendidikan, 14(1), 4152.
https://doi.org/10.21831/jpipfip.v14i1.35810
Pradana, M. D., & Uthman, Y. O. O.-O. (2023). Development of Aqidah
Akhlak Learning Media" Board Game Based on Education Fun on
the Theme of Commendable Morals (E-Fun A2M)" for High School
Students. Assyfa Learning Journal, 1(1), 2536.
Qomariyah, S., Darmayanti, R., Rosyidah, U., & Ayuwanti, I. (2023).
Indicators and Essay Problem Grids on Three-Dimensional
Material: Development of Instruments for Measuring High School
Students’ Mathematical Problem-Solving Ability. Jurnal Edukasi
Matematika Dan Sains, 11(1), 261274.
https://doi.org/10.25273/jems.v11i1.14708
Rahmah, K., Inganah, S., Darmayanti, R., Sugianto, R., & Ningsih, E. F.
(2022). Analysis of Mathematics Problem Solving Ability of Junior
High School Students Based on APOS Theory Viewed from the Type
of Kolb Learning Style. INdoMATH: Indonesia Mathematics
Education, 5(2), 109122. https://indomath.org/index.php/
Rahman, M. A. (2023). Professional Development in an institution through
GROW Model. Assyfa Learning Journal, 1(2).
Rizki, N., Laila, A. R. N., Inganah, S., & Darmayanti, R. (2022). Analysis of
Mathematic Connection Ability in Mathematics Problem Solving
Reviewed from Student’s Self-Confidence. Seminar Nasional
Teknologi Pembelajaran, 2(1), 111126.
http://snastep.um.ac.id/pub/index.php/proceeding/indexKeahlia
ndanPerformaPakardalamTeknologiPendidikanuntuk
Rogerson, M. J., & Gibbs, M. (2018). Finding Time for Tabletop: Board
Game Play and Parenting. Games and Culture, 13(3).
https://doi.org/10.1177/1555412016656324
Sah RWA, Darmayanti, R., & Maryanto BPA. (2022). Updating Curriculum
Through 21st-Century Learning Design. Seminar Nasional
Teknologi Pembelajaran, 2(1).
http://snastep.um.ac.id/pub/index.php/proceeding/indexKeahlia
ndanPerformaPakardalamTeknologiPendidikanuntuk
Santiago, P., Alves, F. R. V, & Darmayanti, R. (2023). GeoGebra in the light
of the Semiotic Representation Registers Theory: an international
Olympic didactic sequence. Assyfa Learning Journal, 1(2), 7390.
Schabas, A. (2023). Game-Based Science Learning: What are the Problems
with Teachers Practicing It in Class? Assyfa Learning Journal, 1(2).
Segara, B., Choirudin, C., Setiawan, A., & Risnanda Arif, V. (2023). Metode
Inquiry: Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Pada
Materi Luas Bangun Datar. JUrnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(1),
1927. https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Sekaryanti, R., Darmayanti, R., Choirudin, C., Usmiyatun, U., Kestoro, E., &
Bausir, U. (2023). Analysis of Mathematics Problem-Solving Ability
of Junior High School Students in Emotional Intelligence. Jurnal
Gantang, 7(2), 149161. https://doi.org/10.31629/jg.v7i2.4944
Septiany, L. (2016). The effect of using think-pair-share strategy on
students’ motivation and their speaking ability. Asian EFL Journal,
3, 195199.
Setianingrum, M. A., & Novitasari, D. (2015). Pengaruh Model
Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (Tapps)
Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa. Fibonacci
Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika, 1(2).
Sidiq, Y., Ishartono, N., Desstya, A., Prayitno, H. J., Anif, S., & Hidayat, M.
L. (2021). Improving elementary school students’ critical thinking
skill in science through hots-based science questions: A quasi-
experimental study. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(3).
https://doi.org/10.15294/JPII.V10I3.30891
Strayhorn, T. L. (2015). Factors influencing black males’ preparation for
college and success in STEM majors: A mixed methods study.
Western Journal of Black Studies, 39(1).
Sugianto, R. (2023). Penerapan Video YouTube “Pak Rahmad” sebagai
Sumber Belajar Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa SMA. Junal Penelitian Kelas, 1(1), 0109.
https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Sugianto, R., Cholily, Y. M., Darmayanti, R., Rahmah, K., & Hasanah, N.
(2022). Development of Rainbow Mathematics Card in TGT
Learning Model for Increasing Mathematics Communication
Ability. Kreano: Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 13(2), 221
234. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kreano
Sugianto, R., Darmayanti, R., Aprilani, D., Amany, L., Rachmawati, L. N.,
Hasanah, S. N., & Aji, F. B. (2017). Experiment on Ability to
Understand Three-Dimensional Material Concepts Related to
Learning Styles Using the Geogebra-Supported STAD Learning
Model Abstra ct. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2),
205212.
Sugianto, R., Darmayanti, R., Wahyu Arian Sah, R., & Usmiyatun, U. (2023).
Word square English learning media design assisted by the Canva
application. Bulletin of Educational Management and Innovation,
1(1), 116. https://journal.rafandhapress.com/BEMI
Sugiawati, V. A. (2013). Penggunaan strategi konflik kognitif dalam
pembelajaran TPS untuk mereduksi miskonsepsi siswa pada materi
termokimia. Jurnal Nalar Pendidikan, 1(1), 26.
Suharno, S., Sulistiawati, S., & Arifin, S. (2019). Pengaruh Metode Thinking
Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Kemampuan
Komunikasi Matematis Siswa SMP Negeri 1 Manggar. Numeracy
Journal, 6(1).
Suhendra, D., Sugianto, S., & Suratman, D. (2016). Potensi Penalaran
Adaptif Matematis Siswa Dalam Materi Persamaan Garis Lurus Di
Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran
Khatulistiwa, 1(1).
Sun, H., Lim, V., Low, J., & Kee, S. (2022). The Development of a Parental
Questionnaire (QQ-MediaSEED) on Bilingual Children’s Quantity
and Quality of Digital Media Use at Home. Acta Psychologica, 229.
https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2022.103668
Suteja, Saifuddin, Farihin, Aris, & Winarso, W. (2022). A Traditional Game-
Based Parenting Model as a Cultural-Inheritance Medium in Early
Childhood Education. International Journal of Learning, Teaching
and Educational Research, 21(3), 143165.
https://doi.org/10.26803/ijlter.21.3.9
Syarif, A. F., Mania, S., Abrar, A. I. P., Nur, F., & Suharti. (2021).
Pengembangan LKPD Berbasis Model Kooperatif Think Pair-Share
Astuti et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 39-45, 2023
45
Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar. Jurnal Penelitian
Pendidikan Dan Pengajaran Matematika, 7(2).
Taufiq, I. (2020). The Feasible Module of Geometry for Think Pair Share
Learning Based on Ki Hadjar Dewantara Teachings. Journal of
Physics: Conference Series, 1539(1).
https://doi.org/10.1088/1742-6596/1539/1/012083
U Zahroh, NI Rachmawati, R Darmayanti, & T Tantrianingrum. (2023).
“Guidelines” for collaborative learning in 21st century education
at Madrasah Tsanawiyah. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(2).
Vedianty, A. S. A., Darmayanti, R., Lestari, A. S. B., Rayungsari, M., & da
Silva Santiago, P. V. (2023). What is the need for" UBUR-UBUR
GABUT" media and its urgency in high school mathematics
learning? Assyfa International Scientific Journal, 1(1).
Winson, V. R. V, Arunkumar, V., & Rao, D. P. (2023). Exploring the
Landscape of Teaching and Learning English as a Second Language
in India. Assyfa Learning Journal, 1(2).
Wulandari, T., Nurmalitasari, D., Susanto, K., Darmayanti, R., & Choirudin.
(2022). Etnomatematika Pada Batik Daun Sirih dan Burung
Kepodang Khas Pasuruan. Seminar Nasional Teknologi
Pembelajaran, 2(1), 95103.
http://snastep.um.ac.id/pub/index.php/proceeding/index
Yeh, C. Y. C., Cheng, H. N. H., Chen, Z. H., Liao, C. C. Y., & Chan, T. W. (2019).
Enhancing achievement and interest in mathematics learning
through Math-Island. Research and Practice in Technology
Enhanced Learning, 14(1). https://doi.org/10.1186/s41039-019-
0100-9