Namun sesuai dengan hasil obeservasi serta wawancara yang
penulis lakukan ke siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 1 Bandar
Mataram terkait matematika menunjukan jika senilai 62,5%
peserta didik belum memiliki kesukaan terhadap matematika
secara konsisten, senilai 87,5% peserta didik yang memiliki
keyakinan terhadap matematika kategori rendah serta 52,5%
peserta didik belum memiliki kepercayaan diri terhadap matematika
secara konsisten (Muniri & Choirudin, 2022). Beberapa siswa
berkata saya kehilangan kepercayaan diri saya ketika saya ditanyai
pertanyaan yang saya tidak mengerti rumusnya (Sugianto, 2023).
Lalu selama ini pelajaran matematika di kelas XI SMK
Muhammadiyah 1 Bandar Mataram masih memakai model
pelajaran langsung, mereka hanya menghafal rumus, memasukan
angka serta menyelesaikan persoalan yang diberikan tanpa
memahami konsep matematika yang ada.
Sesuai dengan hasil observasi, pelajaran matematika kelas XI di
SMK Muhammadiyah 1 Bandar Mataram belum meraih tingkat
kesuksesan yang diharapkan. Hasil observasi menunjukan nilai rata-
rata kelas XI, baik itu kelas XI Pemasaran dan XI TKR masih belum
mancapai KKM dimana nilai rata-rata kelas XI Pemasaran dan XI TKR
masing-masing adalah 69 dan 59 sedangkan KKM untuk
pembelajaran matematika itu sendiri adalah 73 (Humaidi et al.,
2022).
Dari permasalahan tersebut mengharuskan adanya
pembelajaran yang bisa menumbuhkan kepercayaan diri peserta
didik agar hasil belajar peserta didik jadi lebih bagus (ASB Lestari et
al., 2023; BPA Maryanto et al., 2023). Pada situasi ini diperlukan
tindakan kelas, seperti memakai model pembelajaran yang asik
serta menyenangkan. Hal itu bisa didapat melalui pembelajaran PBL
(Jurotun, 2017; Nava & Park, 2021). PBL merupakan suatu pendeka-
tan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai
suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir
kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk
memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi
pelajaran (GC Pratama et al., 2023; Mustakim et al., 2023).
Dari kajian yang dijalankan oleh Andri Jaya dkk didapat hasil
kajian memperlihatkan jika rata-rata nilai rasa percaya diri dari
peserta didik di siklus 1 ialah 70,56 dan berkategori tinggi.
Sementara di siklus 2 rata-rata siswa mempunyai nilai percaya diri
senilai 80,06 dan berkategori sangat tinggi. Oleh karenanya bisa
dipahami jika ada peningkatan rasa percaya diri peserta didik
setelah diimplementasikan model PBL (Licorish et al., 2018;
Muhammad, Darmayanti, & VR Arif, 2023). Kajian yang dijalankan
oleh Dian Fitriani juga memperlihatkan model pembelajaran PBL
efektif memberi peningkatan rasa percaya diri di siswa kelas X IIS di
SMA Negeri 4 Pontianak, hal itu diberikan bukti dengan hasil uji
hipotesis yang didapat skor asymp. sig. (2-tailed) ialah senilai 0,000 <
0,05; serta model belajar PBL efektif memberi peningkatan hasil
pembelajaran peserta didik kelas X IIS di SMA Negeri 4 Pontianak,
hal itu diberikan bukti dengan hasil uji hipotesa yang didapat skor
signifikansi senilai 0,0000 lebih rendah dari nilai sig 0,05 (LM
Rachmawati et al., 2023; Ruskhan Fauza et al., 2023).
Dalam Pembelajaran PBL, peserta didik terlibat secara aktif
melalui kegiatan survei serta diskusi kelompok. Survei kelompok
bermaksud untuk menciptakan lingkungan belajar yang bermakna
serta memberi peningkatan rasa percaya diri peserta didik (Licorish,
2018). Penerapan model PBL tanpa didampingi oleh media
pembelajaran yang efektif dianggap bisa mempengaruhi
kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang rendah.
Namun, penggunaan model PBL bisa diintegrasikan dengan media
pembelajaran digital yang efektif. Suatu inovasi dari media
pelajaran yang efektif ialah media permainan yang bisa memberi
peningkatan motivasi belajar siswa serta hasil belajar mereka,
misalnya berbagai aplikasi seperti Google form, quizziz serta
kahoot. Dalam hal itu penulis bakal memakai Kahoot pada proses
pembelajaran model PBL (Cahyadi & Ariansyah, 2023; Rachmawati et
al., 2023).
Kahoot sendiri dapat diakses melalui aplikasi maupun website.
Jika melalui aplikasi bisa di download melalui google playstore dan
jika melalui website bisa diakses https://kahoot.com. Setelah itu
login menggunakan email anda, seperti gamabar 1 menunjukan
tampilan awal setelah login. Jika kita ingin membuat quiz ataupun
slide presentasi kita dapat menekan creat kahoot yang terletak
sebelah kanan. Ketika kita akan membuat sebuah question maupun
slide presentasi, Sudah ada petunjuk untuk peletakan soal dan
jawaban apabila ada gambar yang diperlukan pun kita bisa
menambahkannya. Kita juga dapat mengatur berapa detik waktu
yang diperlukan untuk menjawab soal tersebut.
Aplikasi kahoot juga merupakan media pembelajaran yang
berjenis visual yang memiliki fungsi atensi. Adapun tampilan
menarik dan membuat pusat perhatian mengarah terhadap bahan
ajar sehingga menumbuhkan konsentrasi peserta didik. Tujuan
penerapan media kahoot pada pelajaran matematika adalah untuk
menumbuhkan motivasi dan minat peserta didik, sehingga akan
mempengaruhi terhadap pencapaian akhirnya.
Sesuai dengan permasalahan yang sudah diuraikan, penulis
akan melihat (1) apakah ada pengaruh diantara model PBL
berbantuan kahoot dengan pembelajaran langsung pada
kepercayaan diri serta prestasi belajar; (2) manakah yang memberi
kepercayaan diri lebih baik diantara model PBL berbantuan kahoot
ataupun pembelajaran langsung; (3) mana yang memberi prestasi
belajarnya lebih bagus diantara model PBL berbantuan kahoot
ataupun pembelajaran langsung.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan di semester genap yakni tahun
pembelajaran 2022/2023, bertempat di SMK MUHAMMADIYAH 1
Bandar Mataram. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif
dengan desain eksperimental semu ataupun quasi eskperimental.
Dari ketiga Quasi Eksperimental Design tersebut, jenis penelitian
yang akan dipergunakan penulis yakni Nonequivalent Control
Group, Pretest- Posttest Design. Dalam desain ini pada kelas kontrol
ataupun kelas eksperimen dibandingkan, kemudian kelas itu
ditempatkan serta sudah dipilih sebelumnya. Selanjutnya masing-
masing kelas yang ada akan diberikan pretest berikutnya diberi
perlakuan serta kemudian diberi pos test (Anhar et al., 2023).
Populasi kajian ini ialah semua kelas XI yang mencakup dua
kelas yakni kelas XI Pemasaran (PM) serta kelas XI Teknik Kendaraan
Ringan Otomotif (TKRO) SMK Muhammadiyah 1 Bandar Mataram
tahun ajaran 2022/2023 yang jumlahnya 50 peserta didik. Kelas
pertama, yakni kelas XI Pemasaran (PM) jumlahnya 26 peserta didik
yang disebut kelas eksperimen memakai model pembelajaran PBL
berbantuan Kahoot. Kelas kedua, yakni kelas XI Teknik Kendaraan
Ringan (TKR) jumlahnya 24 peserta didik yang disebut kelas kontrol
memakai model pembelajaran langsung. Pada kajian ini memakai
salah satu tipe sampling probabilitas, yakni Cluster Random
Sampling, yakni salah satu cara pengambilan sampel secara random
sesuai dengan kelompok-kelompoknya. Instrumen yang
dipergunakan pada penelitian ini ialah angket kepercayaan diri
peserta didik (Skala Likert) yang dipakai guna mengukur pendapat,
persepsi serta sikap seseorang ataupun sikap kelompok mengenai
fenomena sosial serta tes prestasi belajar matematika yang mana
tes ini berupa soal-soal yang dipergunakan guna mendapat data
kuantitatif berupa hasil belajar siswa di materi logika matematika.
Validitas yang akan dilakukan pada penelitian ini ialah validitas
isi yang diberikan pada ahli serta reliabilitas yang dipergunakan
pada penelitian ini ialah Reliabilitas Alfa Cronbach. Teknik analisa
yang dipergunakan oleh penulis ialah rumus MANOVA ataupun uji
MANOVA (Multivariate Analysis of Varians) serta memakai program
olah data IBM SPSS Statistics 21. Dalam hal itu uji prasyarat yang
dipergunakan sebelum menjalankan uji MANOVA ialah uji
normalitas (multivariate) serta uji homogenitas matriks varians
kovarians (Anjarwati et al., 2023).