Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, vol. 1 (1), pp. 57-61, 2023
Received 16 Feb 2023 / published 20 Mar 2023
https://doi.org/10.61650/jptk.v1i1.154
Eksperimentasi Model Pembelajaran
Problem Based Learning Berbantuan
Kahoot Terhadap Kepercayaan Diri
Dan Prestasi Belajar
Evi Safitri
1
, Wawan
2
, Agus Setiawan
3
, and Rani Darmayanti
4
1.
Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
2.
Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
3.
Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia
4. Yayasan Assyfa Learning Centre (YALC) Pasuruan, Indonesia
E-mail correspondence to:
Abstract
Dalam pembelajaran matematika, seringkali siswa mengalami rasa
kurang percaya diri saat pembelajaran berlangsung. Padahal
kepercayaan diri siswa sangat penting dalam proses pembelajaran
karena siswa harus mampu dan yakin dengan kemampuannya
mengenai pemecahan masalah dalam pembelajaran. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah ada pengaruh
antara model PBL berbantuan kahoot dan pembelajaran langsung
terhadap kepercayaan diri dan prestasi belajar; (2) mana yang lebih
percaya diri antara model PBL berbantuan kahoot atau pembelajaran
langsung; (3) yang memberikan hasil belajar yang lebih baik antara
model PBL berbantuan kahoot atau pembelajaran langsung. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen
semu atau quasi eksperimen. Data kuantitatif dianalisis oleh penulis
dengan menggunakan statistik. Rumus yang digunakan adalah rumus
MANOVA atau tes MANOVA dan menggunakan program IBM SPSS
Statistics 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat
pengaruh yang signifikan antara model PBL berbantuan kahoot dan
pembelajaran langsung terhadap kepercayaan diri dan prestasi belajar;
(2) model PBL berbantuan kahoot memberikan kepercayaan diri yang
lebih baik dibandingkan pembelajaran langsung; (3) model PBL
berbantuan kahoot memberikan hasil belajar yang baik dibandingkan
dengan pembelajaran langsung.
Keywords: Hasil Belajar; Kahoot; Model Problem-Based Learning;
Prestasi Belajar.
Pendahuluan
Pendidikan termasuk kebutuhan yang wajib dipenuhi dalam
kehidupan (Choirudin et al., 2021; Darmayanti et al., 2022;
Youmans et al., 2018). Pada era globalisasi seperti sekarang ini,
matematika termasuk suatu ilmu yang mempunyai peran penting
untuk kemajuan IPTEK. Matematika ialah suatu alat guna
mengembangkan cara berfikir (DP Utomo et al., 2023; Sekaryanti et
al., 2023). Matematika bisa tumbuh serta berkembang dari proses
berfikir. Banyak hal dalam matematika yang sifatnya abstrak serta
dekat dengan kehidupan sehari-hari. Matematika termasuk ilmu
dasar yang sangat penting serta wajib dikuasai oleh setiap individu
(Attorps, 2016; Zengin, 2017). Oleh karenanya proses pengajaran
serta pengenalan matematika harus dijalankan sejak usia dini
supaya semua peserta didik bisa mempunyai pemahaman
matematika yang baik.
Pada pelajaran matematika acap kali peserta didik muncul sifat
kurang ataupun tidak percaya diri ketika pembelajaran berlangsung
(Ramadhani et al., 2019; Uygan & Kurtuluş, 2016). Satu dari
beberapa sifat kurang percaya diri peserta didik ialah malu
bertanya, ketika pelajaran berjalan peserta didik yang belum atau
tidak mengetahui pelajaran yang disampaikan oleh pendidik tidak
berani untuk memberikan pertanyaan, didukung dengan sikap
peserta didik yang cenderung diam ataupun ramai sehingga peserta
didik tidak menguasai materi yang disampaikan. Kemudian dari
rendahnya sifat kurang percaya tersebut dapat mempengaruhi
prestasi belajar peserta didik di sekolah (Darmayanti et al., 2023;
Segara et al., 2023). Padahal kepercayaan diri peserta didik sangatlah
penting pada proses belajar karena peserta didik wajib mampu
serta yakin akan kemampuan yang dimilikinya mengenai
pemecahan permasalahan dalam belajar.
Dengan kepercayaan diri maka peserta didik menjadi lebih
semangat ketika
proses belajar, hal itu juga dapat memberi
peningkatan prestasi belajar peserta
didik untuk kedepannya.
Selain itu, rasa percaya diri bisa menciptakan tujuan untuk
mencapai
prestasi belajar yang paling baik serta membangun kekuatan
peserta
didik untuk senantiasa belajar. Keaktifannya dalam
kegiatan belajar mengajar
sangat penting bagi peserta didik guna
mencapai prestasi (Anwar et al., 2019;
Hasanah et al., 2022).
Ketika peserta didik percaya diri, maka peserta didik tersebut
bersedia memamerkan keterampilan mereka serta berpartisipasi
aktif dalam
pembelajaran tanpa takut gagal (Muhammad et al.,
2023; Wulandari et al., 2022).
Ā©
2023 Eva Safitri et al., (s). This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-
NonCommertial 4.0 International License.
Eva Safitri et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 57-61, 2023
58
Namun sesuai dengan hasil obeservasi serta wawancara yang
penulis lakukan ke siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 1 Bandar
Mataram terkait matematika menunjukan jika senilai 62,5%
peserta didik belum memiliki kesukaan terhadap matematika
secara konsisten, senilai 87,5% peserta didik yang memiliki
keyakinan terhadap matematika kategori rendah serta 52,5%
peserta didik belum memiliki kepercayaan diri terhadap matematika
secara konsisten (Muniri & Choirudin, 2022). Beberapa siswa
berkata saya kehilangan kepercayaan diri saya ketika saya ditanyai
pertanyaan yang saya tidak mengerti rumusnya (Sugianto, 2023).
Lalu selama ini pelajaran matematika di kelas XI SMK
Muhammadiyah 1 Bandar Mataram masih memakai model
pelajaran langsung, mereka hanya menghafal rumus, memasukan
angka serta menyelesaikan persoalan yang diberikan tanpa
memahami konsep matematika yang ada.
Sesuai dengan hasil observasi, pelajaran matematika kelas XI di
SMK Muhammadiyah 1 Bandar Mataram belum meraih tingkat
kesuksesan yang diharapkan. Hasil observasi menunjukan nilai rata-
rata kelas XI, baik itu kelas XI Pemasaran dan XI TKR masih belum
mancapai KKM dimana nilai rata-rata kelas XI Pemasaran dan XI TKR
masing-masing adalah 69 dan 59 sedangkan KKM untuk
pembelajaran matematika itu sendiri adalah 73 (Humaidi et al.,
2022).
Dari permasalahan tersebut mengharuskan adanya
pembelajaran yang bisa menumbuhkan kepercayaan diri peserta
didik agar hasil belajar peserta didik jadi lebih bagus (ASB Lestari et
al., 2023; BPA Maryanto et al., 2023). Pada situasi ini diperlukan
tindakan kelas, seperti memakai model pembelajaran yang asik
serta menyenangkan. Hal itu bisa didapat melalui pembelajaran PBL
(Jurotun, 2017; Nava & Park, 2021). PBL merupakan suatu pendeka-
tan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai
suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir
kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk
memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi
pelajaran (GC Pratama et al., 2023; Mustakim et al., 2023).
Dari kajian yang dijalankan oleh Andri Jaya dkk didapat hasil
kajian memperlihatkan jika rata-rata nilai rasa percaya diri dari
peserta didik di siklus 1 ialah 70,56 dan berkategori tinggi.
Sementara di siklus 2 rata-rata siswa mempunyai nilai percaya diri
senilai 80,06 dan berkategori sangat tinggi. Oleh karenanya bisa
dipahami jika ada peningkatan rasa percaya diri peserta didik
setelah diimplementasikan model PBL (Licorish et al., 2018;
Muhammad, Darmayanti, & VR Arif, 2023). Kajian yang dijalankan
oleh Dian Fitriani juga memperlihatkan model pembelajaran PBL
efektif memberi peningkatan rasa percaya diri di siswa kelas X IIS di
SMA Negeri 4 Pontianak, hal itu diberikan bukti dengan hasil uji
hipotesis yang didapat skor asymp. sig. (2-tailed) ialah senilai 0,000 <
0,05; serta model belajar PBL efektif memberi peningkatan hasil
pembelajaran peserta didik kelas X IIS di SMA Negeri 4 Pontianak,
hal itu diberikan bukti dengan hasil uji hipotesa yang didapat skor
signifikansi senilai 0,0000 lebih rendah dari nilai sig 0,05 (LM
Rachmawati et al., 2023; Ruskhan Fauza et al., 2023).
Dalam Pembelajaran PBL, peserta didik terlibat secara aktif
melalui kegiatan survei serta diskusi kelompok. Survei kelompok
bermaksud untuk menciptakan lingkungan belajar yang bermakna
serta memberi peningkatan rasa percaya diri peserta didik (Licorish,
2018). Penerapan model PBL tanpa didampingi oleh media
pembelajaran yang efektif dianggap bisa mempengaruhi
kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang rendah.
Namun, penggunaan model PBL bisa diintegrasikan dengan media
pembelajaran digital yang efektif. Suatu inovasi dari media
pelajaran yang efektif ialah media permainan yang bisa memberi
peningkatan motivasi belajar siswa serta hasil belajar mereka,
misalnya berbagai aplikasi seperti Google form, quizziz serta
kahoot. Dalam hal itu penulis bakal memakai Kahoot pada proses
pembelajaran model PBL (Cahyadi & Ariansyah, 2023; Rachmawati et
al., 2023).
Kahoot sendiri dapat diakses melalui aplikasi maupun website.
Jika melalui aplikasi bisa di download melalui google playstore dan
jika melalui website bisa diakses https://kahoot.com. Setelah itu
login menggunakan email anda, seperti gamabar 1 menunjukan
tampilan awal setelah login. Jika kita ingin membuat quiz ataupun
slide presentasi kita dapat menekan creat kahoot yang terletak
sebelah kanan. Ketika kita akan membuat sebuah question maupun
slide presentasi, Sudah ada petunjuk untuk peletakan soal dan
jawaban apabila ada gambar yang diperlukan pun kita bisa
menambahkannya. Kita juga dapat mengatur berapa detik waktu
yang diperlukan untuk menjawab soal tersebut.
Aplikasi kahoot juga merupakan media pembelajaran yang
berjenis visual yang memiliki fungsi atensi. Adapun tampilan
menarik dan membuat pusat perhatian mengarah terhadap bahan
ajar sehingga menumbuhkan konsentrasi peserta didik. Tujuan
penerapan media kahoot pada pelajaran matematika adalah untuk
menumbuhkan motivasi dan minat peserta didik, sehingga akan
mempengaruhi terhadap pencapaian akhirnya.
Sesuai dengan permasalahan yang sudah diuraikan, penulis
akan melihat (1) apakah ada pengaruh diantara model PBL
berbantuan kahoot dengan pembelajaran langsung pada
kepercayaan diri serta prestasi belajar; (2) manakah yang memberi
kepercayaan diri lebih baik diantara model PBL berbantuan kahoot
ataupun pembelajaran langsung; (3) mana yang memberi prestasi
belajarnya lebih bagus diantara model PBL berbantuan kahoot
ataupun pembelajaran langsung.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan di semester genap yakni tahun
pembelajaran 2022/2023, bertempat di SMK MUHAMMADIYAH 1
Bandar Mataram. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif
dengan desain eksperimental semu ataupun quasi eskperimental.
Dari ketiga Quasi Eksperimental Design tersebut, jenis penelitian
yang akan dipergunakan penulis yakni Nonequivalent Control
Group, Pretest- Posttest Design. Dalam desain ini pada kelas kontrol
ataupun kelas eksperimen dibandingkan, kemudian kelas itu
ditempatkan serta sudah dipilih sebelumnya. Selanjutnya masing-
masing kelas yang ada akan diberikan pretest berikutnya diberi
perlakuan serta kemudian diberi pos test (Anhar et al., 2023).
Populasi kajian ini ialah semua kelas XI yang mencakup dua
kelas yakni kelas XI Pemasaran (PM) serta kelas XI Teknik Kendaraan
Ringan Otomotif (TKRO) SMK Muhammadiyah 1 Bandar Mataram
tahun ajaran 2022/2023 yang jumlahnya 50 peserta didik. Kelas
pertama, yakni kelas XI Pemasaran (PM) jumlahnya 26 peserta didik
yang disebut kelas eksperimen memakai model pembelajaran PBL
berbantuan Kahoot. Kelas kedua, yakni kelas XI Teknik Kendaraan
Ringan (TKR) jumlahnya 24 peserta didik yang disebut kelas kontrol
memakai model pembelajaran langsung. Pada kajian ini memakai
salah satu tipe sampling probabilitas, yakni Cluster Random
Sampling, yakni salah satu cara pengambilan sampel secara random
sesuai dengan kelompok-kelompoknya. Instrumen yang
dipergunakan pada penelitian ini ialah angket kepercayaan diri
peserta didik (Skala Likert) yang dipakai guna mengukur pendapat,
persepsi serta sikap seseorang ataupun sikap kelompok mengenai
fenomena sosial serta tes prestasi belajar matematika yang mana
tes ini berupa soal-soal yang dipergunakan guna mendapat data
kuantitatif berupa hasil belajar siswa di materi logika matematika.
Validitas yang akan dilakukan pada penelitian ini ialah validitas
isi yang diberikan pada ahli serta reliabilitas yang dipergunakan
pada penelitian ini ialah Reliabilitas Alfa Cronbach. Teknik analisa
yang dipergunakan oleh penulis ialah rumus MANOVA ataupun uji
MANOVA (Multivariate Analysis of Varians) serta memakai program
olah data IBM SPSS Statistics 21. Dalam hal itu uji prasyarat yang
dipergunakan sebelum menjalankan uji MANOVA ialah uji
normalitas (multivariate) serta uji homogenitas matriks varians
kovarians (Anjarwati et al., 2023).
Eva Safitri et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 57-61, 2023
59
Hasil dan Pembahasan
Hasil
Penelitian ini memakai 2 kelas yakni kelas eksperimen serta
kelas kontrol. Penulis memberikan model belajar yang tidak sama
pada setiap kelas. Kelas eksperimen memakai model belajar PBL
berbantuan kahoot serta kelas kontrol memakai pembelajaran
langsung. Instrumen yang dipergunakan pada kajian ini meliputi tes
prestasi belajar sebanyak 5 soal essay serta angket kepercayaan diri
sebanyak 35 pernyataan.
Sebelum intrumen tersebut diberikan kepada sampel maka
intrumen itu wajib dilakukan uji coba dengan kelompok siswa yang
telah mendapat pokok bahasan itu. Adapun uji instrumen itu sampai
layak menjadi alat penelitian maka dilakukan pengujian dengan uji
reliabilitas serta validitas. Untuk membuktikan validitas instrument
pada kajian ini memakai indeks validitas aiken.
Table 1 Output reliabilitas (Tes Prestasi)
Cronbach's Alpha
N of Items
.806
5
Setelah dilakukan pembuktian validitas instrument tes prestasi
memakai indeks validitas aiken menunjukan hasil taraf kesukaran
serta daya beda diantara 0.30 sampai 0.70 yang mana butir soal
tersebut baik untuk penelitian. Begitu juga dengan hasil uji
reliabilitas, diketahui koefisien reliabilitasnya senilai 0.806 maka
instrumen tes prestasi tersebut dikatakan reliabel. Sehingga bisa
diambil simpulan jika butir soal tes prestasi layak dipergunakan
untuk instrumen penelitian.
Tabel 2 Output reliabilitas angket (Kepercayaan Diri)
Cronbach's Alpha
N of Items
.966
35
Begitu juga dengan angket kepercayaan diri, setelah dibuktikan
melalui IBM SPSS Statictics 21 dengan konsistensi internal
menunjukan hasil diantara 0.30 sampai 0.70 yang mana butir
angket tersebut termasuk butir yang konsisten. Lalu hasil uji
reliabilitas, diketahui koefisien reliabilitasnya senilai 0.966 maka
instrumen angket tersebut dikatakan reliabel. Sehingga bisa diambil
simpulan jika butir angket tersebut layak dipergunakan untuk
instrumen penelitian.
Sebelum dianalisa lebih lanjut untuk melihat pengaruh PBL
berbantuan kahoot pada kepercayaan diri serta prestasi belajar
dijalankan uji prasyarat, ialah uji normalitas multivariate, uji
homogenitas varians kovarians (Firdiansyah & Pamungkas, 2021;
Lestari, 2019). Hasil pembuktian uji normalitas kedua kelas
menunjukan diatas 0,94 dimana jika taraf sig. > 0.05 maka data
kedua kelas tersebut berdistribusi normal. Sedangkan uji
homogenitas dijalankan dengan Box’s test of equality of covariate
matrices. Hasil uji homogenitas melalui Box’s M didapat nilai sig.
diatas 0,06 dimana apabila nilai sig. > 0.05 bermakna setiap variabel
kedua kelas homogen. Sesuai dengan tes prasyarat yang sudah
dijalankan, bisa diasumsikan jika uji manova telah terpenuhi, yakni:
data bersumber dari populasi yang mempunyai distribusi normal
serta matriks varians-kovarians diantara kelompok model
pembelajaran ialah homogen (Supriadi et al., 2020). Berikut hasil uji
MANOVA memakai program olah data IBM SPSS Statistics 21.
Tabel 3 Uji MANOVA
Sig.
.000
Dari tabel 3 pengujian dengan memakai Wilk’s Lambda
memperlihatkan angka sig di bawah 0,05 sehingga H0 ditolak, oleh
karenanya diambil simpulan ada dampak yang signifikan model
pembelajaran PBL Berbantuan Kahoot pada kepercayaan diri serta
prestasi belajar matematika peserta didik.
Table 4 Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable
Sig.
Tes Prestasi
.000
Angket
.009
Tabel Tests of Between-subject Effects menggambarkan
pengujian model secara univariat. Terlihat nilai sig. untuk hasil tes
prestasi serta angket < 0,05, sehingga H0 ditolak, oleh karenanya
diambil simpulan ada dampak yang signifikan diantara model
pembelajaran PBL berbantuan Kahoot pada kepercayaan diri serta
prestasi belajar siswa (Hidayat Rahman, 2021; Nurhadianti &
Pratolo, 2020).
Sesuai dengan tabel diatas bisa dilihat jika nilai rata-rata
peserta didik baik dalam tes prestasi ataupun angket yang memakai
model pembelajaran PBL berbantuan Kahoot lebih baik dibanding
siswa yang memakai model pelajaran secara langsung.
Pembahasan
Dalam bagian ini akan dilakukan pembahasan mengenai
pengaruh implementasi model belajar PBL berbantuan Kahoot
pada kepercayaan diri serta prestasi belajar peserta didik di materi
logika matematika di kelas kontrol serta kelas eksperimen. Selama
penelitian di SMK Muhammadiyah 1 Bandar Mataram. Kelompok
pertama diberikan tindakan yang tidak sama di kelas XI PM
diimplementasikan model belajar PBL berbantuan Kahoot serta
kelompok kedua kelas XI TKR diimplementasikan model belajar
langsung (Maesaroh et al., 2020).
Model pembelajaran PBL ini melibatkan para peserta didik
untuk terlibat secara aktif pada proses belajar. Dengan PBL, peserta
didik diberikan pengaruh yang positif terhadap sikap percaya diri
mereka. Selama proses belajar, guru serta peserta didik berdiskusi
tanpa saling menyalahkan satu sama lain, melainkan lebih fokus
pada mengonfirmasi pendapat yang disampaikan sesuai dengan
sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Dalam lingkungan
seperti ini, perasaan cemas serta takut peserta didik bisa
diminimalkan (Awiria et al., 2022; Sah et al., 2023; Sugianto et al.,
2022). Salah satu kelebihan penelitian ini ialah penggunaan media
Kahoot selain model yang dipergunakan. Peserta didik
memperlihatkan keaktifan serta semangat yang lebih tinggi dalam
mengisi kuis dengan melalui kahoot. Mereka juga tidak merasakan
terbebani dalam mengisi kuis itu. Fungsinya ialah untuk membuat
pembelajaran lebih menarik serta memberi peningkatan
kemampuan peserta didik dalam berkonsentrasi (Fauza et al., 2022;
ND Safitri et al., 2023). Oleh karenanya, PBL berbantuan kahoot
sangat memengaruhi kepercayaan diri serta prestasi belajar siswa.
Eva Safitri et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 57-61, 2023
60
Hasil dari uji MANOVA mengungkapkan sig.0.000 < 0.05 oleh
karenanya š»
0
ditolak serta š»
1
diterima. Bisa disimak jika ada
perbedaan dalam tingkat kepercayaan diri serta hasil belajar
diantara kelas kontrol serta kelas eksperimen. Maka, bisa diambil
simpulan jika pembelajaran yang memakai metode PBL dengan
bantuan kahoot memberi pengaruh positif terhadap peningkatan
kepercayaan diri serta prestasi belajar siswa.
Sesuai dengan tabel 4 serta 5 hasil penelitian ini
memperlihatkan jika model pembelajaran PBL berbantuan kahoot
lebih efektif ataupun lebih baik dibanding model pembelajaran
langsung dalam hal memberi peningkatan kepercayaan diri serta
prestasi belajar peserta didik. Ini sesuai dengan kajian sebelumya,
Dian Fitriani Lubis, Mashudi, serta Khosmas mengatakan jika model
pembelajaran PBL lebih efektif dalam memberi peningkatan
prestasi belajar dibanding model pembelajaran langsung (MartĆ­n-
Sómer et al., 2021; Ntjalama et al., 2020).
Berikut tampilan Platform Kahoot yang digunakan dapat dilihat
pada gambar 1.
Kesimpulan
Sesuai dengan hasil serta pembahasan diatas, simpulan
penulis yakni implementasi model pembelajaran PBL berbantuan
kahoot memberi dampak yang signifikan pada kepercayaan diri
serta prestasi belajar peserta didik jika dibanding dengan peserta
didik yang memakai model pelajaran langsung. Pengujian dengan
memakai Wilk’s Lambda memperlihatkan angka sig 0,000 yang
mana apabila sig. < 0,05 maka H0 ditolak Hasil itu juga
menyatakan bahwasannya model pembelajaran PBL berbantuan
kahoot memberi kepercayaan diri serta prestasi belajar yang lebih
baik kepada peserta didik.
Referensi
Abidin, M. Z., Wati, R. I., & Darmayanti, R. (2023). Implementasi
Amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaâ€
TM
ah Dalam Mengatasi
Perilaku Amoral Sebagai Upaya Pembentukan Akhlak Remaja.
Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(1), 51–62.
Aditianingsih, D. (2019). Comparison of quadratus lumborum versus
continuous epidural block for laparoscopic donor nephrectomy:
Analysis of postoperative analgesia and motoric ability. Journal
of Physics: Conference Series, 1246(1).
https://doi.org/10.1088/1742-6596/1246/1/012001
Afifah, A., Darmayanti, R., Sugianto, R., & Choirudin, C. (2022). How
does Newman Analyze Student Errors When Solving BADER
Story Problems? AMCA Journal of Religion and Society, 2(2).
Anggraeni, D., & Na’imah, N. (2022). Strategi Stimulasi Perkembangan
Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Maze Karpet Covid-19.
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 2553–
2563. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2103
Aryaseta, A. W., Rosidah, I., Cahaya, V. E., Dausat, J., & Darmayanti, R.
(2023). Digital Marketing: Optimization of Uniwara Pasuruan
Students to Encourage UMKM ā€œJamu Kebonagungā€ Through
Branding Strategy. Dedikasi, 20(2), 13–23.
Asgafi, A., Anwar, M. S., & Darmayanti, R. (2023). Analysis of students’
mathematical communication ability on student learning styles.
AMCA Journal of Science and Technology, 3(2), 1–4.
Astuti, P., Anwar, M. S., Wahyudi, A., & Darmayanti, R. (2023). THE
EFFECT OF MATHEMATICAL LOGICAL INTELLIGENCE ON
PROBLEM SOLVING ABILITY IN COMPLETION OF STORY
QUESTIONS. Al-Ibda: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah, 3(2), 63–69.
Cahyadi, M. R., Darmayanti, R., Muhammad, I., & Sugianto, R. (2023).
Rubrik Penilaian Tes Esai dari Kemampuan Pemecahan Masalah
Matematika. Jurnal Sains Dan Pembelajaran Matematika, 1(2),
37–43.
Choirudin, C., Ridho’i, A. V., & Darmayanti, R. (2021). The slidesgo
platform is a solution for teaching ā€œbuilding spaceā€ in the era of
independent learning during the pandemic. AMCA Journal of
Religion and Society, 1(2), 47–52.
Hosseini, H. (2019). Learning IS child’s play: Game-based learning in
computer science education. ACM Transactions on Computing
Education, 19(3). https://doi.org/10.1145/3282844
Jayanti, E. F., Choirudin, Anwar, M. S., & Darmayanti, R. (2023).
Application of Mind Mapping Learning Model to Improve
Understanding of Mathematics Concepts in Building Space
Materials. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 43–
56.
Khairunnisa, H. (2021). Enhancing Self-Esteem using Child Centered
Play Therapy on Bullying Victims Children. AMCA Journal of
Education and ….
http://journal.amca2012.org/index.php/ajeb/article/view/97
Kourakli, M. (2017). Towards the improvement of the cognitive,
motoric and academic skills of students with special educational
needs using Kinect learning games. International Journal of
Child-Computer Interaction, 11, 28–39.
https://doi.org/10.1016/j.ijcci.2016.10.009
Matkovć, B. (2003). Influence of Training on Motoric and Functional
Abilities of Alpine Skiers with Mental Retardation. Hrvatska
Revija Za Rehabilitacijska Istrazivanja, 39(1), 57–62.
Mohammed, S. H. (2019). Concurrent anemia and stunting in young
children: Prevalence, dietary and non-dietary associated
factors. Nutrition Journal, 18(1).
https://doi.org/10.1186/s12937-019-0436-4
Pesch, M. H. (2019). Donuts on our daughters: Gender differences in
food categories on children’s apparel. Eating Behaviors, 34.
https://doi.org/10.1016/j.eatbeh.2019.101303
Pireva, A. (2017). Estimating motoric abilities with young people. Sport
Science, 10(1), 106–108.
Purwaningrat, K., Antara, P., & Suarjana, I. M. (2021). Instrumen
Penilaian Perseptual Motorik Siswa Pada Mata Pelajaran SBdP
Figure 1. Tampilan Platform Kahoot
Eva Safitri et al., Eksperimentasi Model Pembelajaran ... Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1 (1), 57-61, 2023
61
SD. MIMBAR PGSD Undiksha, 9(1).
https://doi.org/10.23887/jjpgsd.v9i2.33225
Quamme, S. H. (2022). Prevalence of child stunting in Sub-Saharan
Africa and its risk factors. Clinical Nutrition Open Science, 42,
49–61. https://doi.org/10.1016/j.nutos.2022.01.009
Rakotomanana, H. (2017). Determinants of stunting in children under
5 years in Madagascar. Maternal and Child Nutrition, 13(4).
https://doi.org/10.1111/mcn.12409
Sari, A. P., Qurotunnisa, A., Rukmana, A., & Darmayanti, R. (2023).
What are the advantages of using leftover cooking oil waste as
an aromatherapy candle to prevent pollution? Jurnal Inovasi
Dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat, 2.
Sefira, R., Setiawan, A., Hidayatullah, R., & Darmayanti, R. (2024). The
Influence of the Snowball Throwing Learning Model on
Pythagorean Theorem Material on Learning Outcomes.
Edutechnium Journal of Educational Technology, 2(1), 1–7.
Sievert, H. (2019). Effects of mathematics textbooks on the
development of primary school children’s adaptive expertise in
arithmetic. Learning and Individual Differences, 74.
https://doi.org/10.1016/j.lindif.2019.02.006
Siti Rodi’ah, I. H. (2021). Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani
Berbantu Media Book Creator Digital Dalam Meningkatkan
Kemampuan Motorik Kasar Siswa Pada Tingkat Sekolah Dasar.
Continuous Education: Journal of Science and Research, 2(2).
https://doi.org/10.51178/ce.v2i2.225
Sun, H. (2016). Impact of an active educational video game on
children’s motivation, science knowledge, and physical activity.
Journal of Sport and Health Science, 5(2), 239–245.
https://doi.org/10.1016/j.jshs.2014.12.004
Triono, T., Darmayanti, R., & Saputra, N. D. (2023). Vos Viewer and
Publish or Perish: Instruction and assistance in using both
applications to enable the development of research mapping.
Jurnal Dedikasi, 2.
Usmiyatun, Sah, R. W. A., & Darmayanti, R. (2023). Design
Development of Audiovisual Teaching Materials for Canva
Application-based Reading Skills in Early Childhood. Caksana
Journal: Early Childhood Education, 4(1), 1–12.
Watkins, H. V. (2021). Research biases create overrepresented ā€œposter
childrenā€ of marine invasion ecology. Conservation Letters,
14(3). https://doi.org/10.1111/conl.12802
Weller, L. (1977). Delayed gratification, motoric ability and school
success in the early grades. Perceptual and Motor Skills, 45(1),
155–160. https://doi.org/10.2466/pms.1977.45.1.155
Yuniwati, E. D., Darmayanti, R., & Farooq, S. M. Y. (2023). How is
organic fertilizer produced and applied to chili and eggplant
plants? AMCA Journal of Community Development, 2, 88–94.
Zahroh, U., Darmayanti, R., Choirudin, C., & Soebagyo, R. I. (2023).
Project-Based Learning Training and Assistance for Prospective
High School Teacher. Jurnal Inovasi Dan Pengembangan Hasil
Pengabdian Masyarakat, 2.