Volume 01
Nomor 02
Tahun 2023
Online : https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Model NHT Berbantu DAVI dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD
Martini Asmoro
1
, Deni Setiawan
2
, Edi Waluyo
3
1
Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Email: martiniasmoro@gmail.com
Received: 16/7/2023 Accepted: 25/07/2023 Publications: 01/08/2023
Salah Latar belakang dari penelitian ini adalah banyaknya siswa yang kemampuan berhitungnya masih
kurang khususnya kelas IV yang belum bisa perpikir secara mandiri dan pola pikir siswa yang masih
konkrit. Dari latar belakang masalah, rumusan masalah penelitian adalah apakah melalui model
Numbered Head Together (NHT) berbantuan Media Visual (DAVI) dapat meningkatkan hasil belajar
siswa kelas IV SDN Banyumanik 04 pada pelajaran matematika. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari
dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas II SD
Negeri Banyumanik 04 Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Alat
pengumpulan data berupa lembar soal dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan:
Keterampilan mengajar guru siklus I memperoleh 30 skor rata-rata (baik) dan siklus II mengalami
kenaikan menjadi 41 skor rata-rata (sangat baik); Aktivitas belajar siswa siklus I memperoleh 26,15
skor rata-rata (baik) dan siklus II mengalami kenaikan menjadi 30,37 skor rata-rata (sangat baik);
Kompetensi pengetahuan siklus I mencapai ketuntasan klasikal 63% dan siklus II mengalami kenaikan
mencapai ketuntasan klasikal 85%; Kompetensi keterampilan siswa siklus I mencapai ketuntasan
klasikal 74% dan siklus II mengalami kenaikan mencapai ketuntasan klasikal sebesar 88%. Simpulan
dari penelitian yaitu melalui model NHT dapat meningkatkan hasil belajar materi keliling dan luas
bangun datar pada siswa kelas IV SD Negeri Banyumanik 04 Semarang tahun 2022.
Keywords Hasil Belajar, NHT, DAVI, Media Pembelajaran.
E-ISSN: 2988-0017 Copyright © 2023 JPTK. All rights reserved
Pendahuluan
Pembelajaran matematika yang efektif dan menyenangkan adalah ketika guru
mampu mendesain pembelajaran dengan melibatkan secara aktif untuk ikut serta
selama dalam proses pembelajaran. Hal ini memungkinkan siswa untuk membentuk
pengalamannya sendiri (Anhar et al., 2023; PVDS Santiago et al., 2023), sehingga
konsep siswa akan terbentuk ketika siswa mempelajari apa makna dari setiap
kegiatan yang dilakukannya (ASB Lestari et al., 2023; LM Rachmawati et al., 2023).
Untuk mempermudah dalam hasil belajar ketika kegiatan tersebut dilakukan adalah
dengan menggunakan media pembelajaran (Fauza et al., 2023; Rachmawati et al.,
2023). Pemilihan model dan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik
(BPA Maryanto et al., 2023; Safitri et al., 2023) dan kondisi siswa akan lebih mudah
untuk membantu siswa dalam belajar serta secara tidak langsung dapat
meningkatkan hasil belajarnya.
Berdasarkan wawancara dan observasi peneliti di SDN Banyumanik 04 di kelas
IV didapatkan hasil bahwa kemampuan berhitung siswa kelas IV pada pelajaran
matematika khususnya kompetensi dasar menghitung dan menntukan keliling dan
luas daerah persegi, persegi panjang, dan segitiga serta hubungan pangkat dua
dengan akar masih rendah. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam
berhitung terutama materi keliling dan luss bangun datar. Nilai harian sebagian
ABSTRAK
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 114-123
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
115
siswa masih dibawah KKM. Guru dalam pengelolaan siswa ketika pembelajaran
masih kurang, penggunaan media konkret yang belum maksimal dan masih bersifat
informatif serta siswa hanya mendengarkan. Pembelajaran yang kurang maksimal
dan efektif akan berdampak pada hasil belajar yang rendah (GC Pratama et al.,
2023; Mustakim et al., 2023). peneliti menemukan bahwa dalam pengelolaan kelas
masih cukup kesulitan, hal ini dikarenakan faktor latar belakang siswa yang
berbeda-beda (Faridatul et al., 2023; Segara et al., 2023). Kegiatan literasi
dilakukan di pagi hari sebelum memulai pembelajaran, itupun tidak rutin setiap hari.
Persentase kelancaran membaca mencapai 80% dari jumlah 27 siswa. Minat belajar
siswa yang rendah terhadap muatan pelajaran matematika terutama keliling dan
luas bangun datar dan pembagian. Sebagian besar siswa merasa kesulitan dalam
materi keliling dan luas bangun datar dan pembagian yang menyebabkan hasil
belajarnya masih rendah. Materi keliling dan luas bangun datar dan pembagian
adalah materi yang cukup sulit untuk dipahami siswa dan merupakan materi yang
cukup lama proses penanamannya. Peneliti juga melihat masalah lain muncul yaitu
ada beberapa siswa yang kurang cepat menguasai pelajaran karena konsentrasi
mereka tidak pada materi pelajaran (Rahmah et al., 2022; Sugianto et al., 2017).
Selain itu penggunaan model dan media pembelajaran yang kurang maksimal.
Pembelajaran di sekolah hingga tahun 2018 masih belum mampu menerapkan
prinsip pelaksanaan kurikulum K13 secara maksimal. Pembelajaran di sekolah
kurang menjadikan siswa belajar secara aktif (Cahyadi et al., 2023; Darmayanti et
al., 2022). Siswa belum memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya
secara bebas sesuai dengan rasa keingintahuannya mengenai suatu materi.
Minat belajar yang rendah juga salah satu faktor dari rendahnya hasil belajar
siswa. Siswa lebih banyak bermain sendiri daripada memperhatikan penjelasan
guru di depan kelas. Ada beberapa siswa yang keluar masuk kelas dengan alasan
ijin ke kamar mandi dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Sudah ada tindakan
dari guru dengan menegur siswa namun hasilnya hanya bertahan beberapa saat.
Dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru harus lebih realitas di
kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan proses berpikir siswa kelas IV yang
masih dalam tahap pemikiran konkrit. Terutama setiap pembelajaran yang memuat
pelajaran matematika, proses pembelajarannya harus realitas terhadap kehidupan
sehari-hari yang memuat permasalahan matematis, dan dilatih untuk berpikir kritis
dalam menghadapi masalah matematika yang berhubungan dengan kehidupan
sehari-hari. Dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat bagi siswa
menjadikan hasil belajar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.
Setiap pembelajaran yang teerdapat muatan matematika harus disajikan dimana
siswa dapat bertindak langsung sehingga siswa tidak bosan dan mendapatkan hasil
yang maksimal.
Salah satu usaha mewujudkan hasil yang maksimal adalah dengan memilih
model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat
mengajak siswa aktif adalah model pembelajaran Numbered Heads Together.
Menurut (AN Vidyastuti et al., 2018; Humaidi et al., 2022; PAD Rizqi et al., 2023)
model Numbered Heads Together ini secara tidak langsung melatih siswa untuk
saling berbagi informasi, mendengarkan dengan cermat serta berbicara dengan
penuh perhitungan, sehingga siswa lebih produktif dalam pembelajaran. Siswa akan
aktif dalam berkelompok, dimana dalam setiap kelompok itu akan saling berdiskusi
dan salah satu dari kelompok yang dipanggil guru akan memaparkan hasil diskusi
di depan kelas. Siswa yang lebih aktif (Jahring, 2020; Sugianto & Darmayanti,
2021), semangat kerja disetiap pembelajaran akan meningkatkan hasil belajar.
Selain model pembelajaran yang digunakan, untuk mewujudkan hasil belajar yang
maksimal juga diperlukan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran
yang dapat digunakan yaitu dengan media visual. Menurut (Amalia & Surya, 2017;
Lestari, 2019) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat
menyajikan peran serta merangsang siswa untuk belajar.
Berdasarkan uraian di atas, perlu adanaya Upaya untuk meningkatkan hasil
belajar siswa dalam mata pelajaran matematika untuk meningkatkan prestasi siswa
secara keseluruhan. Pada penelitian ini penulis menenrapkan model pembelajaran
Numbered Head Together Berbantuan Video Visual untuk meningkatkan hasilbelajar
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 114-123
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
116
siswa kelas IV SDN BanyModel Numbered Heads Together adalah suatu model
pembelajaran dimana siswa diberi nomer kemudian dibuat suatu kelompok dan
dalam kelompok tersebut siswa mengerjakan latihan-latihan soal yang kemudian
secara acak guru memanggil siswa. Menurut (Karmila & Mawardi, 2020) model
Numbered Heads Together ini secara tidak langsung melatih siswa untuk saling
berbagi informasi, mendengarkan dengan cermat serta berbicara dengan penuh
perhitungan, sehingga siswa lebih prokdiktif dalam pembelajaran.
Menurut (Cohn, 2016) pembelajaran model Numbered Heads Together
merupakan salah satu tipe pembelajaran yang menekankan pada struktur khusus
yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk
meningkatkan penguasaan akademik. Numbered Heads Together banyak disebut
pula dengan penomoran, berpikir bersama, atau kepala bernomor merupakan salah
satu inovasi dalam pembelajaran yang bertujuan untuk melibatkan lebih
banyaksiswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan
mengecek pemahaman mareka terhadap isi pelajaran.
Pembelajaran menggunakan Numbered Heads Together melibatkan siswa
sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dengan membentuk
kelompok-kelompok kecil secara heterogen. (Amos et al., 2021) berpendapat
bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together mengajarkan kepada siswa
agar dapat bekerja sama dan selalu siap untuk memberikan jawaban terhadap
pertanyaan yang diberikan guru. Dengan hal ini maka siswa akan menjadi motivasi
dan lebih disiplin dalam mengerjakan tugas dan memperhatikan apa yang
diinstruksikan guru (Palettei et al., 2021).
Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli diatas, dapat simpulkan bahwa
pembelajaran model Numbered Heads Together merupakan tipe pembelajaran yang
menekankan pada pola interaksi antar siswa dan memiliki tujuan yang sama saat
proses diksusi berlangsung. Saat proses diskusi akan membangun kesiapan siswa
saat akan dipanggil nomor-nomornya oleh guru untuk mengecek pemahaman yang
telah mereka diskusikan secara bersama.
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom Action
Research) karena peneliti terlibat langsung dalam proses penelitian mulai awal
hingga akhir penelitian. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar
Negeri (SDN) Banyumanik 04 pada semester dua dan dilaksanakan di bulan Januari
2022 sampai dengan Maret 2022.Tahun Pelajaran 2021 2022. Peneliti mengambil
kelas ini karena mengajar biologi dikelas ini .Proses pengumpulan data dalam
penelitian ini dengan menggunakan teknik tes, wawancara, observasi dan catatan
lapangan. Secara rinci prosedur dan tahap-tahap pada penelitian yakni kegiatan
prapenelitian dan kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian ada 2 siklus, setiap siklus
ada tahap perencanaan tindakan, tindakan, observasi dan refleksi.
Hasil dan Pembahasan
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini berupa data hasil belajar konginif dan ketrampilan dan data
aktivitas belajar siswa siklus I dan siklus II. Observasi keterlaksanaan pembelajaran
setiap siklus dilakukan pada setiap tahapan pembelajaran. Persentase hasil belajar
ranah pengetahuan pada siklus I adalah 63% dan pada siklus II adalah 89%. Tabel
peningkatan hasil belajar siswa ranah kognitif dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Peningkatan Hasil Belajar Ranah Ketrampilan
Hasil
Belajar
Siklus I
Siklus II
Peningkatan
Peningkatan
Hasil Belajar
Ranah Kognitif
Siswa
73%
89%
17%
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 114-123
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
117
Setelah mengetahui hasil peningkatan hasil belajar siswa pada ranah kognitif,
maka selanjutnya adalah penting untuk mengertahui hasil peningkatan siswa dari
ranah lainnya. Berdasarkan hasil hasil belajar ranah ketrampilan siswa pada siklus I
dan siklus II, maka dapat diketahui peningkatan hasil belajar ranah ketrampilan
siswa dapat dilihat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2 Peningkatan Hasil Belajar Ranah Ketrampilan Siswa
Hasil Belajar Ranah
Ketrampilan
Siklus
I
Siklus
II
Peningka
tan
Keterang
an
Peningkatan Hasil Belajar
ranah Ketrampilan
74%
93%
19
Meningkat
Berdasarkan hasil observasi aktivitas belajar siswa terdapat peningkatan aktivitas
belajar pad asetiap siklus dan dapat dilihat pada Tabel 1.3 berikut.
Tabel 1.3 Peningkatan Aktivitas Belaajr Siswa Siklus I dan Siklus II
No.
Indikator yang diamati
Rata - rata
Siklus I
Rata rata
Siklus II
1.
Siap mengikuti pembelajaran.
3,04
3,47
2.
Memperhatikan demonstrasi media visual
yang dipragakan oleh guru.
3,19
3,29
3.
Memperhatikan penjelasan guru.
2,52
3,19
4.
Aktif bertanya.
3,02
3,30
5.
Aktif menjawab pertanyaan.
2,61
3,32
6.
Aktif dalam diskusi kelompok.
2,82
3,35
7.
Menampilkan hasil kerja kelompok.
3,00
3,45
8.
Mampu memberikan tanggapan hasil
kelompok.
3,04
3,48
9.
Mengerjakan tugas evaluasi.
2,93
3,43
Jumlah Skor
26,16
30,25
Rata rata Skor
2,91
3,36
Kategori
Baik (B)
Sangat Baik (A)
Pembahasan
Dalam proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan hal yang paling
utama. Dari proses belajar tersebut akan terjadi sebuah perubahan sebagai hasil
belajar. “Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian,
sikap, apresiasi dan keterampilan” (Fadilah et al., 2018; Rahmawati, 2017; Saima Malik
et al., 2021). Pada pembelajaran Matematika melalui penerapan model Numbered Head
Together berbantuan media visual didapatkan hasil observasi perilaku belajar siswa
meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I, rata-rata skor yang didapat adalah
26,16 dengan criteria baik. Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran sudah baik.
Namun, beberapa siswa masih belum tertib. Ada siswa yang tidak memperhatikan
demonstrasi media visual dan penjelasan guru. Pada siklus II rata-rata skor aktivitas
belajar siswa 30,25 dengan criteria sangat baik. Siswa sudah memperhatikan
demonstrasi media visual dan penjelasan guru. Siswa juga sudah tertib di dalam kelas
(Choirunnisa et al., 2022; Muniri & Choirudin, 2022). Ketercapaian indikator aktivitas
belajar siswa secara umum mengalami peningkatan.
1. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa
Peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat diuraikan
secara teoritis, praktis, dan empiris dalam uraian berikut ini.
a. Teoritis
Peningkatan rata-rata skor aktivitas belajar siswa, secara teoritis dipengaruhi
oleh model dan media yang digunakan. Dalam penelitian ini, pembelajaran Matematika
dilaksanakan melalui model Numbered Heads Together siswa aktif di dalam kelas, siswa
mampu menjawab pertanyaan sesuai nomor kepala yang ditunjuk dan berlatih
berdiskusi kelompok. Media visual membuat siswa termotivasi dalam belajar.
Hal ini sesuai dengan teori kognitif, konstruktivisme, dan beharioristik. Menurut
teori kognitif yang dikemukakan Jean Piaget bahwa dalam belajar siswa harus aktif
(Darmayanti et al., 2023; Hasanah et al., 2022), belajar lewat interaksi sosial, dan
belajar lewat pengalaman sendiri. Sejalan dengan itu menurut teori konstruktivisme,
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 114-123
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
118
belajar lebih dari sekedar mengingat. Selain itu, siswa harus mampu memecahkan
masalah, menemukan (discovery) sesuatu untuk dirinya sendiri, dan berkutat dengan
berbagai gagasan (Sugianto et al., 2022). Menurut teori behavioristik yang
dikemukakan oleh Skinner (Chaudhary & Pillai, 2019; Sundari & Fauziati, 2021) bahwa
belajar merupakan proses perubahan perilaku.
b. Praktis
Peningkatan rata-rata skor aktivitas belajar siswa karena siswa melaksanakan
serangkaian aktivitas melaluii penerapan model Numbered Heads Together berbantu
media visual. Siswa memperhatikan guru dengan mengamati demonstrasi konsep
keliling dan luas bangun datar menggunakan kertas. Peningkatan aktivitas belajar siswa
berdasarkan hasil analisis catatan lapangan disebabkan oleh perbaikan pembelajaran
yang dilakukan guru berdasarkan kegiatan refleksi. Pada pembelajaran siklus I, antusias
siswa dalam pembelajaran bagus. Siswa aktif menjawab pertanyaan yang diajukan
guru. Namun, pengkondisian siswa belum optimal. Beberapa peserta diidk tidak
memperhatikan saat pembelajaran berlangsung. Mengatasi hal tersebut makan
dilakukan perbaikan pada siklus II.
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II lebih baik daripada siklus I. hal ini
disebabkan guru mengkondisikan tempat duduk siswa. Guru juga menggunakan media
visual yang bisa dipakai oleh semua siswa. Guru juga memberikan penjelasan materi
dengan lebih baik sehingga siswa mampu mengerjakan soal evaluasi dengan mandiri.
Siswa menunjukkan peningkatan. Perilaku belajar siswa di kelas lebih baik daripada
siklus I. Siswa mengamati media visual dengan baik. Siswa juga lebih baik dalam
melakukan kegiatan berdiskusi kelompok dan menjawab pertanyaa guru. Peserta
bersemangat dalam pembelajaran karena termotivasi oleh reward yang diberika guru.
Berdasarkan uraian tersebut, maka perbaikan yang dilakukan guru pada setiap siklus
memicu peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan siklus II.
c. Empiris
Peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II secara empiris
relevan dengan penelitian sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh Destiani Pratiwi
(2017) dengan skripsi yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Siswa Kelas IV
SDN Banyumanik 04 Tahun Pelajaran 2021/2022. Dari hasil penelitian didapat dari
kesimpulan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together dalam pembelajaran
matematika dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Terbukti dengan adanya
peningkatan nilai hasil belajar siswa kelas IV pada setiap siklus yaitu siklus I ke siklus
II. Peningkatan hasil belajar rata-rata pada siklus I sebesar 24,58 dari pra siklus 54,67
meningkat menjadi 79,25 dan pada siklus II meningkat sebesar 12,22 dari 79,25dari
siklus I menjadi 91,47. Tingkat ketuntasan pada pra siklus adalah 20% pada siklus I
menjadi 53,34% dan pada siklus II menjadi 100%. Dengan demikian tingkat ketuntasan
dari siklus I ke siklus II naik 46,67%.
2. Hasil Belajar Siswa
Dalam proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan hal yang
paling utama. Dari proses belajar tersebut akan terjadi sebuah perubahan sebagai hasil
belajar. “Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian,
sikap, apresiasi dan keterampilan” (Nurvianti et al., 2014; Stotsky, 2020). Suprijono
menekankan bahwa hasil belajar didapat dari tingkah laku, nilai-nilai pelajaran,
penguasaan pelajaran, sikap selama di sekolahan, sopan santu, respon positif yang
dilakukan individu dan keterampilan siswa yang dimiliki.
1) Hasil Belajar Siswa Ranah Pengetahuan
Hasil belajar siswa ranah pengetahuan pada pembelajaran Matematika melalui
penerapan model Numbered Heads Together berbantu media visual menunjukkan
peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I, ketuntasan klasikal yang didapat
peserta diidk adalah 63%. Rata-rata yang didapat siswa adalah 65, nilai terendah adalah
30 dan nilai tertinggi adalah 100. Siswa belum tuntas sebanyak 10 siswa dan yang
sudah tuntas sebanyak 17 siswa. Pada siklus ini, hasil yang didapat siswa belum
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 114-123
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
119
mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
Pada siklus II, hasil belajar kognitif siswa menunjukkan peningkatan dari siklus
I. ketuntasan klasikal yang didapat mencapai 89% dengan rata-rata 76,30. Nilai
terendah yang didapat siswa adalah 30 dan nilai tertinggi adalah 100. Pada siklus ini,
hasil belajar yang didaptkan sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah
ditetapkan. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada
ranah pengetahuan meningkat melalui model Numbered Heads Together berbantu
media visual.
2) Hasil Belajar Siswa Ranah Keterampilan
Hasil belajar siswa ranah keterampilan menunjukkan peningkatan pada setiao
siklusnya. Pada siklus I, rata-rata nilai yang didapat siswa adalah 63 dengan persentase
ketuntasan klasikal sebanyak 74%. Pada siklus II hasil belajar siswa pada ranah
keterampilan siswa adalah 72 dengan persentase ketuntasan klasikal sebanyak 93%.
Siswa sudah menunjukkan keterampilan pada pembelajaran mata pelajaran
matematika .
Berdasarkan data tersebut, hasil belajar psikomotorik siswa meningkat melalui
penerapan model Numbered Heads Together berbantu media visual. Hasil yang didapat
siswa sudah memenuhi inidkator keberhasilan yang telah ditetapkan. Peningkatan hasil
belajar peseta didik dari siklus I, ke siklus II dapat diuraiakan secara teoritis, praktis
dan empiris.
a. Teoritis
Peningkatan hasil belajar pada setiap siklusnya didukung oleh pendapat (Pfeiffer,
2016) yang menyatakan bahwa kunci pokok memperoleh ukuran dan data hasil belajar
adalah menetapkan indikator (petunjuk adanya prestasi tertentu) yang dikaitkan
dengan prestasi yang akan diukur. Pada penelitian ini hasil belajar siswa sudah
mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Penerapan model Numbered
Heads Together berbantu media visual mampu meningkatkan hasil belajar karena siswa
mendalami mata pelajaran dengan memperhatikan media visual.
b. Praktis
Peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II dipengaruhi oleh perbaikan
pada setiap siklusnya. Pada siklus I siswa masih kesulitan dalam mengerjakan soal
evaluasi yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, guru melakukan perbaikan dengan
menjealskan materi melalui media visual dengan lebih baik. Guru juga memperbaiki
media konkret. Guru memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. guru menegur
siswa yang tidak memperhatikan saat guru menjelaskan agar siswa mampu memahami
materi dengan baik. Guru juga memberikan motivasi pada siswa. Peserta diik juga
mengamati dengan baik penjelasan guru dan media visual. Berdasarkan perbaikan yang
dilakukan pada setiap siklusnya menyebabkan hasil belajar yang dicapai siswa sudah
mencapai inidkatir keberhasilan yang telah ditetapkan. Hal ini menyebabkan hasil
belajar siswa meningkat.
c. Empiris
Peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II secara empiris
relevan dengan penelitian sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh Destiani Pratiwi
(2017) dengan skripsi yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Siswa Kelas IV
SDN Banyumanik 04 Tahun Pelajaran 2021/2022. Dari hasil penelitian didapat dari
kesimpulan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together dalam pembelajaran
matematika dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Terbukti dengan adanya
peningkatan nilai hasil belajar siswa kelas IV pada setiap siklus yaitu siklus I ke siklus
II. Peningkatan hasil belajar rata-rata pada siklus I sebesar 24,58 dari pra siklus 54,67
meningkat menjadi 79,25 dan pada siklus II meningkat sebesar 12,22 dari 79,25 dari
siklus I menjadi 91,47. Tingkat ketuntasan pada pra siklus adalah 20% pada siklus I
menjadi 53,34% dan pada siklus II menjadi 100%. Dengan demikian tingkat ketuntasan
dari siklus I ke siklus II naik 46,67%.
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 114-123
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
120
3. Implikasi Model NHT berbantu DAVI
Implikasi hasil penelitian melalui penelitian model Numbered Heads Together
berbantuan media visual yaitu adanya peningkatan keterampilan mengajar guru,
aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar pada pembelajaran matematika kelas IV SD
Negeri Banyumanik 04 Semarang dan hipotesis sudah terbukti kebenarannya. Penelitian
ini mempunyai rincian implikasi sebagai berikut:
a. Implikasi Teoritis
Menurut (Inguglia, 2019; Kusairi et al., 2019) pembelajaran model Numbered
Heads Together merupakan salah satu tipe pembelajaran yang menekankan pada
struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki
tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Numbered Heads Together banyak
disebut pula dengan penomoran, berpikir bersama, atau kepala bernomor merupakan
salah satu inovasi dalam pembelajaran yang bertujuan untuk melibatkan lebih banyak
siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek
pemahaman mareka terhadap isi pelajaran. Melalui penerapan model Numbered Heads
Together dengan media visual pada pembelajaran mata pelajaran matematika , siswa
lebih aktif dalam pembelajaran. Siswa tidak hanya mendengar dan mencatat, tetapi
juga menjawab pertanyaan dan semangat dalambelajar karena penggunaan media
visual. Hasil belajar yang didapat siswa, bukan ganya ranah pengetahuan saja, tetapi
juga ranah keterampilan.
b. Implikasi Praktis
Implikasi hasil penelitian ini secara praktis adalah guru harus menerapkan salah
satu model pembelajarn yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata
pelajaran matematika , seperti model Numbered Heads Together. Guru perlu mengikuti
pelatihan, seminar, atau workshop ilmiah tentang model pembelajaran agar mampu
menguasai model tersebut. Berdasarkan hasil observasi keterampilan mengajar guru
pada pembelajaran Matematika melalui model Numbered Heads Together berbantuan
medi visual diperoleh data bahwa keterampilan mengajar guru meningkat pada setiap
siklusnya.
Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasil belajar siswa
ranah pengetahuan pada siklus I memperoleh letuntasan klasikal sebesar 61% pada
siklus II meningkat menjadi 89%. Hasil belajar siswa ranah keterampilan pada siklus I
memperoleh nilai rata-rata 63 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebanyak
74%. Pada siklus II nilai rata-rata 72 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal
sebanyak 93%.
c. Implikasi Pedagogi
Implikasi hasil penelitian tindakan kelas ini adalah adanya peningkatan kualitas
pembelajaran matematika yang meliputi keteramppilan mengajar guru, aktivitas
belajar siswa, dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Numbered Heads
Together berbantu media visual kelas IV SD Negeri Banyumanik 04 Semarang.
Penguasaan dan pengetahuan guru tentang model Numbered Heads Together sangat
penting bagi kompetensi pedagogic guru. Guru harus melakukan inovasi dalam
menngunakan model-model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran khususnya mata pelajaran Matematika pada materi keliling dan luas
bangun datar
Kesimpulan
Sumber belajar seharusnya lebih luas dari lingkungan sekolah atau lembar kerja
siswa (LKS). Sumber belajar dapat diperoleh dari lingkungan sekitar bahkan budaya
lokal di lingkungan tersebut agar pembelajaran lebih bermanfaat.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa alat peraga
kesenian rebana memiliki nilai dalam pembelajaran matematika karena alat peraga
kesenian rebana sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Rebana terbuat dari
kayu dengan bentuk bulat dan pipih yang terdiri dari rangka dan membran. Rangka
dan membran yang dimaksud terbuat dari bahan yang mirip dengan bidang sisi
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 114-123
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
121
lengkung dengan bentuk kerucut, tabung, dan belahan untuk menyelaraskan salah
satu.
Referensi
Amalia, P., & Surya, E. (2017). Perbedaan Hasil Belajar Statistika antara Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dengan TPS. Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-
Inovatif, 8(1), 814. https://doi.org/10.15294/kreano.v8i1.7682
Amos, O., Ephrahem, G., & Bhoke-Africanus, A. (2021). Effectiveness of School Heads’
Financial Management Skills in Provision of Quality Education in Secondary School.
Journal of Education, Society and Behavioural Science.
https://doi.org/10.9734/jesbs/2021/v34i230302
AN Vidyastuti, Darmayanti, R., & Sugianto, R. (2018). The Role of Teachers and
Communication Information Technology (ICT) Media in the Implementation of
Mathematics Learning in the Digital Age. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika,
9(2), 221230.
Anhar, J., Darmayanti, R., & Usmiyatun, U. (2023). Pengaruh Kompetensi Guru Agama
Islam Terhadap Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Di Madrasah
Tsanawiyah. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(1), 1323.
https://www.journal.assyfa.com/index.php/ajis/index
ASB Lestari, Wahyono, A., Anas, K., Nurmalasari, Y., Bibi, R., & Yunus, M. (2023). Plan-
Do-See: Lesson Study-Based Differentiated Learning in Middle Schools. Delta-Phi:
Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 8592.
http://www.journal.com/index.php/dpjpm
BPA Maryanto, LN Rachmawati, Muhammad, I., & Sugiyanto, R. (2023). Kajian
Literatur: Problematika Pembelajaran Matematika Di Sekolah. Delta-Phi: Jurnal
Penelitian Tindakan Kelas, 1(2), 93106.
Cahyadi, M. R., Darmayanti, R., Muhammad, I., Sugianto, R., & Choirudin. (2023).
Rubrik Penilaian Tes Esai dari Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika.
JURNAL SAINS DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA, 1(2), 3743.
https://doi.org/10.51806/jspm.v1i2.55
Chaudhary, N., & Pillai, P. (2019). Bruner and Beyond: a Commentary. Integrative
Psychological and Behavioral Science, 53(4). https://doi.org/10.1007/s12124-019-
09486-3
Choirunnisa, A., Nurhanurawati, N., Dahlan, S., Choirudin, C., & Anwar, M. S. (2022).
Development of Islamic Value-Based Mathematics Teaching Materials to Improve
Students’ Understanding of Mathematical Concepts. Jurnal Analisa, 8(1), 1120.
https://doi.org/10.15575/ja.v8i1.17073
Cohn, N. (2016). Meaning above the head: combinatorial constraints on the visual
vocabulary of comics. Journal of Cognitive Psychology, 28(5), 559574.
https://doi.org/10.1080/20445911.2016.1179314
Darmayanti, R., Sugianto, R., Baiduri, Choirudin, & Wawan. (2022). Digital comic
learning media based on character values on students’ critical thinking in solving
mathematical problems in terms of learning styles. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan
Matematika, 13(1), 4966. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-
jabar/index
Darmayanti, R., Utomo, D. P., Choirudin, C., & Usmiyatun, U. (2023). E-MODULE
GUIDED DISCOVERY LEARNING MODEL IN THE HOTS-BASED INDEPENDENT
LEARNING CURRICULUM. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika,
12(1), 1. https://doi.org/10.24127/ajpm.v12i1.6256
Fadilah, D. N., Rais, R., & ... (2018). Pengembangan Media Taktik (Kotak Tematik)
Model Number Head Together Tema Diriku Kelas 1 Sekolah Dasar. Jurnal
Handayani Pgsd Fip ….
Faridatul, I., Afifah, A., & Nurmalitasari, D. (2023). Penerapan Media Komik Matematika
Islam Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Penelitian
Tindakan Kelas, 1(1), 2834. https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Fauza, M., Inganah, S., Sugianto, R., & Darmayanti, R. (2023). Urgensi Kebutuhan
Komik: Desain Pengembangan Media Matematika Berwawasan Kearifan Lokal di
Medan. Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 130146.
http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 114-123
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
122
GC Pratama, Waluyo, E., & Setiawan, D. (2023). Upaya Peningkatan Hasil Belajar
Matematika Menggunakan Media Musik Pada Materi Mengahafal Rumus Bangun
Datar Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 3540.
https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Hasanah, N., In’am, A., Darmayanti, R., Choirudin, C., Nurmalitasari, D., & Usmiyatun,
U. (2022). DEVELOPMENT OF AL-QUR’AN CONTEXT MATH E-MODULE ON INVERS
FUNCTION MATERIALS USING BOOK CREATOR APPLICATION. AKSIOMA: Jurnal
Program Studi Pendidikan Matematika, 11(4).
https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i4.5647
Humaidi, N., Darmayanti, R., & Sugianto, R. (2022). Challenges of Muhammadiyah’s
Contribution in Handling Covid-19 in The MCCC Program in Indonesia. Khazanah
Sosial, 4(1), 176186. https://doi.org/10.15575/ks.v4i1.17201
Inguglia, C. (2019). Associations Between Peer Pressure and Adolescents Binge
Behaviors: The Role of Basic Needs and Coping. Journal of Genetic Psychology,
180(2), 144155. https://doi.org/10.1080/00221325.2019.1621259
Jahring, J. (2020). Kemampuan Koneksi Matematis Pada Model Pembelajaran Core Dan
Nht. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 9(1), 489496.
https://doi.org/10.24127/ajpm.v9i1.2667
Karmila, B., & Mawardi, M. (2020). Meta Analisis Efektifitas Model Pembelajaran Team
Games Tournamen (TGT) dan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)
Terhadap Peningkatan Keterampilan Kolaborasi Siswa SD. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial
Dan Pendidikan), 4(4). https://doi.org/10.36312/jisip.v4i4.1495
Kusairi, S., Sanusi, N. A., Muhamad, S., Shukri, M., & Zamri, N. (2019). Financial
households’ efficacy, risk preference and saving behaviour: Lessons from lower-
income households in Malaysia. Economics and Sociology, 12(2).
https://doi.org/10.14254/2071-789X.2019/12-2/18
Lestari, T. (2019). Penggunaan Model Pembelajaran NHT untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Keliling dan Luas Lingkaran. Jurnal Pendidikan: Riset Dan Konseptual, 3(4).
https://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v3i4.161
LM Rachmawati, YWA Sah, & SN Hasanah. (2023). Newman and Scaffolding Stages in
Analyzing Student Errors in Solving Algebraic Problems. Delta-Phi: Jurnal
Pendidikan Matematika, 1(1), 0111. http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Muniri, M., & Choirudin, C. (2022). The Flow of Analytical Thinking High Cognitive Level
Students In Mathematics Problem Solving. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 14(4),
61476158. https://doi.org/10.35445/alishlah.v14i4.2413
Mustakim, A., Wawan, W., Ngaliyah, J., & Darmayanti, R. (2023). Quantum Teaching
Model: Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa MTs. Jurnal Penelitian
Tindakan Kelas, 1(1), 1018. https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Nurvianti, Y., Sabri, T., & Hasjmy, M. A. (2014). Peningkatan Aktivitas Siswa dengan
Menerapkan Teori Bruner dalam Pembelajaran Matematika Kelas III. Jurnal
Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(3).
PAD Rizqi, Darmayanti, R., Sugianto, R., & Muhammad, I. (2023). Problem Solving
Analysis Through Tests in View Of Student Learning Achievement. Indonesian
Journal of Learning and Educational Studies, 1(1), 5363.
https://jurnal.piramidaakademi.com/index.php/ijles
Palettei, A. J., Sulfemi, W. B., & Yusfitriadi, Y. (2021). Understanding of School Headers
, Teachers , and School Committees Toward Implementation of Education
Management. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 6(1).
Pfeiffer, J. P. (2016). Social Relationships, Prosocial Behaviour, and Perceived Social
Support in Students From Boarding Schools. Canadian Journal of School
Psychology, 31(4), 279289. https://doi.org/10.1177/0829573516630303
PVDS Santiago, FRV Alves, & Darmayanti, R. (2023). GeoGebra in the light of the
Semiotic Representation Registers Theory: an international Olympic didactic
sequence. Assyfa Learning Journal, 1(2), 7390.
https://doi.org/10.35316/alifmatika.2023.v5i1.21-39
Rachmawati, L. N., Wahyu, R., Sah, A., & Hasanah, S. N. (2023). Newman and
Scaffolding Stages in Analyzing Student Errors in Solving Algebraic Problems.
Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika , 1(1), 0111.
http://www.journal.com/index.php/dpjpm
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 114-123
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
123
Rahmah, K., Inganah, S., Darmayanti, R., Sugianto, R., & Ningsih, E. F. (2022). Analysis
of Mathematics Problem Solving Ability of Junior High School Students Based on
APOS Theory Viewed from the Type of Kolb Learning Style. INdoMATH: Indonesia
Mathematics Education, 5(2), 109122. https://indomath.org/index.php/
Rahmawati, N. K. (2017). Implementasi Teams Games Tournaments dan Number Head
Together ditinjau dari Kemampuan Penalaran Matematis. Al-Jabar: Jurnal
Pendidikan Matematika, 8(2). https://doi.org/10.24042/ajpm.v8i2.1585
Safitri, E., Wawan, W., Setiawan, A., & Darmayanti, R. (2023). Eksperimentasi Model
Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Kahoot Terhadap Kepercayaan
Diri Dan Prestasi Belajar. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 8090.
https://kahoot.com.
Saima Malik, Muhammad Zaheer Asghar, & Laila Khalid. (2021). Perspectives of
Headteachers, Teachers, Parents and Caregivers about Early Childhood Education
Program in Punjab: A Qualitative Study. Sjesr, 4(2).
https://doi.org/10.36902/sjesr-vol4-iss2-2021(309-316)
Segara, B., Choirudin, C., Setiawan, A., & Risnanda Arif, V. (2023). Metode Inquiry:
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Pada Materi Luas Bangun Datar.
JUrnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 1927.
https://www.journal.assyfa.com/index.php/JPTK/
Stotsky, M. T. (2020). Receiving Prosocial Behavior: Examining the Reciprocal
Associations between Positive Peer Treatment and Psychosocial and Behavioral
Outcomes. Journal of Research on Adolescence, 30(2), 458470.
https://doi.org/10.1111/jora.12537
Sugianto, R., & Darmayanti, R. (2021). Teachers in Their Perceptions and Influences on
LINU, Positive or Negative? AMCA Journal of Science and Technology, 1(1), 2024.
https://doi.org/10.51773/ajst.v1i1
Sugianto, R., Darmayanti, R., Aprilani, D., Amany, L., Rachmawati, L. N., Hasanah, S.
N., & Aji, F. B. (2017). Experiment on Ability to Understand Three-Dimensional
Material Concepts Related to Learning Styles Using the Geogebra-Supported STAD
Learning Model Abstra ct. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 205212.
Sugianto, R., Darmayanti, R., Vidyastuti, A. N., Matematika, M. P., Muhammadiyah, U.,
Jalan, M., & Tlogomas, R. (2022). Stage of Cognitive Mathematics Students
Development Based on Piaget’s Theory Reviewing from Personality Type.
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 1726.
Sundari, S., & Fauziati, E. (2021). Implikasi Teori Belajar Bruner dalam Model
Pembelajaran Kurikulum 2013. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar,
3(2). https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikandasar.v3i2.1206
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
107
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90
This is an Creative Commons License This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
108
Martini Asmoro || Model NHT berbantu DAVI dalam meningkatkan hasil belajar.
JPTK: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, v(1)n(2), 2023, 106-90