Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika E-ISSN: 2988-0696 Journal Homepage: http://www.journal.com/index.php/dpjpm Pengaruh Pembelajaran dengan Pendekatan Interkoneksi Matematika Al-Qur’an terhadap Hasil Belajar Siswa Devitri Setiawati1, Agus Setiawan2, Choirudin3*, Muniri4 1, 2, 3 Universitas Ma’arif Lampung, Lampung, Indonesia. 4 Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia. Received: 14/07/2023 Accepted: 12/08/2023 Publications: 16/08/2023 Abstrak Berbicara tentang sains, sudah jelas bahwa matematika termasuk dalam sains yang telah diceritakan diatas termasuk bagian dari Al-Qur’an, sehingga matematika bersumber dalam Al- Qur’an. Hal ini dapat dilihat bahwa al-qur’an terdiri atas bahasa verbal (tulisan) dan juga bahasa numerik (angka) yang keduanya merupakan bahasa simbol, dimana huruf mewakili bahasa bunyi dan angka mewakili bahasa bilangan, apa yang dilakukan anak-anak atau orang dewasa pada saat belajar membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an mereka diberi pemahaman tentang adanya angka atau bilangan, salah satunya dengan penekanan atau pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pembelajaran dengan pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian dengan populasi quasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP TMI Raudlatul Qur’an Metro, yaitu kelas VII A kelas VII B. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara acak, kelas A berjumlah 26 sebagai kelas eksperimen dan kelas B berjumlah 26 sebagai kelas kontrol. Analisis yang digunakan adalah uji Anava satu jalur, dengan uji prasyarat berupa uji normalitas diperoleh hasil berdistribusi normal dan uji homogenitas diperoleh hasil bahwa sampel bersifat homogen. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa Hasil belajar matematika siswa kelas VII TMI Raudlatul Qur’an Metro yang diajar dengan pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an termasuk dalam kategori baik. Selanjutnya Terdapat pengaruh signifikan pada pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an terhadap hasil siswa pada materi himpunan di kelas VII TMI Raudlatul Qur’an Metro. Keywords—Pendekatan Interkoneksi, Matematika Al-Qur’an, Hasil Belajar Pendahuluan Ilmu pengetahuan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama Islam. Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan ilmiah (sains). Bahkan para ilmuwan, pengajar, pelajar dan kegiatan belajar mengajar mendapat tempat terhormat dalam Islam serta merupakan peluang besar untuk meraih pahala dan rahmat ilahi (Hanna Djumhana Bastaman, 2005). Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur‟an surah Al Mujadilah ayat 11, yang berbunyi: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: Devitri Setiawati, et al. || Pengaruh Pembelajaran … Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, v(1)n(2), 2023, 183-190 “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Kementrian Agama, 2018).” (QS. Al-Mujadilah: 11). Berdasarkan ayat Al-Qur’an di atas, sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk menuntut ilmu, ayat ini memotivasi orang-orang beriman untuk menuntut ilmu dan menjadi orang-orang berilmu, karena Islam sangat memuliakan ilmu. Orang yang berilmu akan mendapat tempat di lingkungannya dan Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu. Berbicara tentang sains, sudah jelas bahwa matematika termasuk di dalam sains dimana sains tersebut telah diceritakan di atas termasuk bagian dari Al-Qur’an sehingga matematika juga bersumber dari Al-Qur’an. Hal ini dapat dilihat bahwa Al- Qur’an terdiri atas bahasa verbal (tulisan) dan juga bahasa numerik (angka) yang sebenarnya keduanya itu juga merupakan bahasa simbol, dimana huruf mewakili bahasa bunyi dan angka mewakili bahasa bilangan. Apa yang dilakukan oleh anak- anak atau orang dewasa pada saat belajar membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an adalah bagian dari upaya untuk memahami simbol-simbol, agar dapat membaca (huruf-huruf) sehingga dapat mengerti dan memahami pesan dari Al- Qur’an tersebut. Pada saat yang bersamaan, mereka juga diberi pemahaman tentang adanya angka atau bilangan, salah satunya dengan penekanan atau pengalaman bahwa sesungguhnya: 1) Rukun iman ada enam, 2) Rukun Islam ada lima, Shalat fardhu lima kali dalam sehari semalam sejumlah rakaat yang tertentu pada setiap waktunya (Abdul Halim Fathani, 2011). Matematika adalah pola pikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang mendefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide dari pada mengenai bunyi (Suherman E, 2013). Matematika merupakan mata pelajaran yang wajib pada jenjang pendidikan di Indonesia dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, materi dan bahan ajarnya disesuaikan dengan tahap perkembangan dan pertumbuhan peserta didik. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang dewasa ini, matematika bisa dikatakan sebagai dasar dari berbagai ilmu pengetahuan. Berbicara tentang sains, sudah jelas bahwa matematika termasuk dalam sains yang telah diceritakan diatas termasuk bagian dari Al-Qur’an, sehingga matematika bersumber dalam Al-Qur’an. Hal ini dapat dilihat bahwa al-qur’an terdiri atas bahasa verbal (tulisan) dan juga bahasa numerik (angka) yang keduanya merupakan bahasa simbol, dimana huruf mewakili bahasa bunyi dan angka mewakili bahasa bilangan, apa yang dilakukan anak-anak atau orang dewasa pada saat belajar membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an mereka diberi pemahaman tentang adanya angka atau bilangan, salah satunya dengan penekanan atau pengalaman (Fathani, 2012). Sejarah menunjukan bahwa matematika sangat dibutuhkan manusia, matematika tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Begitu juga tanpa matematika, manusia tidak dapat membuat tempat untuk berteduh, tidak dapat membuat alat komunikasi, tidak bisa membuat alat transportasi dan sebagainya. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative 184 Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License Devitri Setiawati, et al. || Pengaruh Pembelajaran … Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, v(1)n(2), 2023, 183-190 Sehingga dalam hal pendidikan memadukan matematika dengan Al-Qur’an sangat efektif untuk digunakan. Matematika sering disebut sebagai “The Queen of Science”. Matematika dapat memperjelas dan menyederhanakan suatu keadaan atau situasi untuk suatu studi ataupun pemecahan masalah. Hampir setiap segi kehidupan berkaitan dengan matematika, karenanya kita layak untuk belajar matematika (Alit Rahmat Priyanto, 2009). Keseimbangan dan keserasian pada tiap cabang ilmu pengetahuan dalam dunia Islam. Begitu pula karena elemen ini berada dalam pandangan kerohanian Islam, menjadikan umat Islam tertarik kepada cabang-cabang ilmu matematika sejak awal dalam sejarah Islam, dan memberikan begitu banyak sumbangan kepada ilmu pengetahuan matematika selama hampir seribu tahun (Afzalur Rahman, 2000). Berangkat dari fakta yang telah dipaparkan, maka penulis ingin menawarkan pendekatan Interkoneksi matematika Al-Qur’an. Pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an adalah cara yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan menghubungkan Al-Qur’an dengan matematika, sehingga peserta didik mengetahui bahwa semua ilmu yang ada berkaitan dengan Al-Qur’an. Belakangan ini masih ada beberapa orang yang tidak mengetahui bahwa Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang juga berbicara tentang prinsip-prinsip dasar matematika, misalnya mengenai konsep himpunan, konsep bilangan, konsep statistik semuanya ada dalam Al-Qur’an. Namun belakangan ini, masih ada beberapa orang yang tidak menyukai matematika, bahkan ada yang menganggap tidak penting, setidaknya ada 3 faktor penyebabnya yaitu (Abdussyakir, 2007): pertama adanya anggapan bahwa matematika dikembangkan oleh non-muslim, hal ini menyebabkan gaung perkembangan matematika lebih keras terdengar dari dunia barat yang mayoritas non-muslim. Sedangkan tidak mengetahui bahwa sebenarnya islam adalah pelopor pengembangan sains terlebih dahulu. Adapun faktor yang kedua adalah sebagian umat islam tidak mengetahui bahwa Al-Qur’an banyak berbicara tentang matematika. Serta faktor yang ketiga adalah umat islam menyalah artikan pendapat imam Al-Ghozali tentang mempelajari ilmu umum adalah fardlu kifayah, sehingga menyebabkan mereka menyampingkan ilmu umum. Karena merebaknya paradigma tersebut, sehingga menyebabkan kemunduran bagi umat islam dibidang sains termasuk matematika. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya hasil belajar siswa. Dan terkadang masih banyak siswa yang merasa matematika tidak terlalu menarik untuk dipelajari, bahkan ada yang merasa takut dengan matematika. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembelajaran yang bermakna, yang dapat merubah paradigma mereka terhadap matematika. Dengan menggunakan bahan pengajaran yang bermakna ini, siswa akan mengetahui matematika mempunyai arti penting bagi dirinya. Paradigma ini tidak hanya ada dalam masyarakat saja, namun sudah menyebar ke sekolah - sekolah khususnya sekolah yang berasaskan islam, hal ini dapat dilihat dari rendahnya hasil belajar siswa. Masih banyak siswa yang merasa bahwa matematika tidak terlalu menarik untuk dipelajari, bahkan banyak siswa yang takut dengan matematika, terbukti dari rendahnya hasil belajar siswa yang terjadi dilapangan bahwa hasil belajar matematika siswa/i di Indonesia menduduki peringkat 64 dari 65 negara dengan skor 375. Kurang dari 1 persen siswa tidak memiliki kemampuan bagus di bidang matematika. Hal ini disebabkan karena siswa merasa bahwa matematika tidak memilki arti penting untuk dipelajari, dan This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative 185 Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License Devitri Setiawati, et al. || Pengaruh Pembelajaran … Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, v(1)n(2), 2023, 183-190 matematika juga tidak memilki kaitan apapun dengan bidang ilmu lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pembelajaran yang bermakna yang dapat merubah paradigma mereka terhadap matematika. Dengan menggunakan bahan pembelajaran bermakna maka siswa akan mengetahui matematika mempunyai arti penting bagi dirinya. Berangkat dari fakta yang telah dipaparkan, maka penulis ingin menawarkan pendekatan Interkoneksi matematika Al-Qur’an. Pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an adalah cara yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan menghubungkan Al-Qur’an dengan matematika, sehingga peserta didik mengetahui bahwa semua ilmu yang ada berkaitan dengan Al-Qur’an Dalam melakukan observasi pada saat peneliti terjun ke lokasi penelitian di SMP TMI Raudlatul Qur’an Metro bahwa ditemukan adanya siswa yang cenderung kesulitan dalam pembelajaran alqur;an tepatnya siswa kelas VII. Melihat hal tersebut penulis ingin melakukan penelitian pada siswa kelas VII SMP TMI Raudlatul Qur’an Metro (Observasi di SMP TMI Raudlatul Qur’an Metro). SMP TMI Raudlatul Qur’an Metro merupakan sekolah yang mengajarkan ilmu-ilmu sains termasuk matematika, juga mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan sebagian besar dari siswa sangat kental dengan pembelajaran Al-Qur’an, terbukti dari hasil observasi bahwa Siswa di SMP TMI Raudlatul Qur’an Metro memiliki kegiatan untuk menghafalkan Al-Qur’an yang akan di laporkan setiap minggu kepada guru sebagai bukti dari hafalan. Sebagai lembaga pendidikan yang background islam tentu sangat menjunjung tinggi nilai – nilai islam apalagi sekolah tersebut di lingkungan pondok pesantren yang sudah sangat dikenal di kota metro bahkan propinsi lampung, salah satu kebijakan yang diambil adalah pemisahan antara kelas putra dengan putri. Hal ini juga berlaku bagi siapa saja yang ingin melakukan penelitian. Kelas VII merupakan kelas tingkat awal yang harus dilalui dengan sebaik-baiknya. Pada tahap ini siswa akan beradaptasi dengan model-model pembelajaran di sekolah, berdasarkan hasil observasi siswa cenderung lebih tertarik ilmu keagamaa terutama kegitan menghafal Al-Qur’an dibandingkan belajar matematika. Menurut mereka matematika pelajaran yang sulit, dan tidak begitu penting untuk dipelajari (Observasi di SMP TMI Raudlatul Qur’an Metro). . METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampelnya berupa random, pengumpulan datanya merupakan instrumen penelitian, analisis datanya bersifat kuantittif/ statistika dengan tujuan mengujihipotesis yang telah ditetapkan (Sugiono, 2016). Berdasarkan dari jenis permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen yaitupenelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiono, 2016). Sesuai dengan permasalahan yang ada dalam judul penelitian, maka penulis menggunakan jenis penelitan eksperimen yaitu untuk melihat pengaruh perlakuan Interkoneksi matematika Al-Qur’an terhadap hasil belajar siswa. Pada penelitian ini diambil 2 This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative 186 Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License Devitri Setiawati, et al. || Pengaruh Pembelajaran … Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, v(1)n(2), 2023, 183-190 kelas sebagai sampel yang terdiri dari 1 kelas menjadi kelas eksperimen, dan 1 kelas kontrol. Peneliti melakukan tindakan dengan memberikan perlakuan berbeda pada kelas eksperimen dankelas kontrol. Peneliti ingin melihat seberapa tinggi hasil belajar siswa pada kelas eksperimen setelah diberi perlakuan pendekatan interkoneksi matematika-Al-Qur’an dibandingkan dengan hasil belajar siswa dari kelas kontrol. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Indra Jaya, 2015). Daerah populasi pada penelitian ini adalah SMP TMI Raudhlatul Qur’an Kota Metro. Peneliti memilih populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP TMI Raudhlatul Qur’an Kota Metro. Pemilihan daerah populasi di kelas VII adalah siswa yang masa perkembangannya merupakan transisi dari masa anak-anak menuju masa remaja, dimana pada fase ini siswa sudah mampu berfikir logis tentang gagasan abstrak. Selain itu pada masa ini kemampuan menalar alamiah siswa juga muncul serta wawasan berfikir siswa juga meluas. Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Indra Jaya, 2015), sehingga sampel adalah objek yang difokuskan peneliti dalam melakukan penelitian. Pada penelitian ini digunakan sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiono, 2016). Adapun Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMP TMI Raudhlatul Qur’an Kota Metro, khususnya kelas VII.A yang berjumlah 26 anak sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.B berjumlah 26 anak sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas terdiri atas variabel perlakuan yaitu menerapkan pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an. Sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika siswa. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Pada analisis deskriptif ini digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat generalisasi. Analisis dekriptif berbentuk penyajian data melalui tabel, grafik, perhitungan mean, median, modus, desil persentil, standar deviasi, dan perhitungan persentae. Sedangkan analisis statistik inferensial ini digunakan untuk pengujian hipotesis yang dilakukan uji prasyarat pembuktian hipotesis antara lain uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis (t). HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum memberikan perlakuan terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol, penulis memberikan pre- test sebanyak 5 soal untuk mengukur kemampuan awal siswa, dari hasil pre- test diperoleh rata – rata pada kelas eksperimen adalah 41,1153 dan pada kelas kontrol adalah 42,53. Sebelum melakukan pembelajaran terlebih dahulu peneliti membuat RPP, elanjutnya peneliti melakukan pembelajaran dengan perlakuan yang berbeda. Pada kelas akhwat sebagai kelas eksperimen diberi perlakuan dengan pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an, dan kelas A sebagai kelas kontrol diberi perlakuan dengan metode konvensional. Proses This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative 187 Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License Devitri Setiawati, et al. || Pengaruh Pembelajaran … Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, v(1)n(2), 2023, 183-190 pembelajaran di kelas eksperimen dan di kelas kontrol dilaksanakan sebanyak 6 jam pelajaran (3 x pertemuan). Pada kelas B (eksperimen) pemilihan pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah interkoneksi matematika Al-Qur’an dengan strategi pembelajaran study group of integrated interconected (SYGI) agar dapat membantu siswa untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Dengan strategi pembelajaran study group of integrate interconected (SYGI) siswa dapat belajar dengan bantuan lembar diskusi secara berkelompok, berdiskusi untuk menemukan dan memahami konsep- konsep secara berkelompok dengan sesama anggota kelompok. Setiap kelompok akan diberi tugas (kuis), kemudian hasil belajar kelompok dibandingkan dengan kelompok lain. Sedangkan media yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah buku dan Al-Qur’an, sehingga contoh-contoh dan kuis yang diberikan kepada siswa diambil dari buku bacaan dan ayat Al-Qur’an yang disesuaikan dengan materi himpunan dan disusun berdasarkan indikator yang telah ditentukan. Sedangkan di kelas kontrol, perlakuan yang diberikan adalah metode konvensional, dan siswa belajar tidak secara berkelompok melainkan individual. Pada kelas kontrol media yang digunakan hanya buku pelajaran saja, sedangkan untuk contoh soal dan kuis yang diberikan kepada siswa diambil dari latihan yang ada di buku bacaan. Di kelas (eksperimen) pembelajaran yang dilakukan dengan pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an disambut antusias oleh siswa, hal ini dapat terlihat pada gambar diskusi kelompok di bawah. Siswa merasa bahwa pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan Al-Qur’an adalah suatu hal yang baru, artinya sebelum pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an diterapkan kegiatan belajar mengajar masih terfokus oleh guru yang menjelaskan, dan pada akhirnya siswa tidak memaknai materi yang disampaikan sehingga menyebabkan kejenuhan bagi siswa dalam mengikuti pembelajaran. akan tetapi setelah diterapkan pembelajaran dengan pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an untuk kelas eksperimen pembelajaran lebih aktif, dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dengan beberapa faktor, diantaranya adalah siswa telah menyadari bahwa adanya keterkaitan Al- Qur’an dengan matematika khususnya pada materi Himpunan, sehingga siswa lebih semangat belajar dengan adanya pembelajaran dengan pendekatan interkoneksi matematika Al –Qur’an. Gambar 1. Siswa melakukan diskusi kelompok secara aktif This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative 188 Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License Devitri Setiawati, et al. || Pengaruh Pembelajaran … Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, v(1)n(2), 2023, 183-190 Setelah melakukan proses pembelajaran sebanyak 6 jam pelajaran (3 kali pertemuan) di kelas eksperimen dan 6 jam pelajaran (3 kali pertemuan) di kelas kontrol, maka peneliti memberikan 5 soal post-test yang sama kepada siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengukur hasil belajar siswa. Pada soal nomor satu dan nomor dan nomor 4 adalah soal yang disusun berdasarkan indikator pertama yaitu menyatakan dan menjelakan himpunan dan mendata anggotanya, dan soal nomor dua disusun berdasarkan indikator kedua dan ketiga yaitu mengetahui himpunan semesta, himpunan kosong, dengan menggunakan masalah kontekstual dan mengetahui dan memahami konsep himpunan dalam Al-Qur’an, sedangkan soal nomor empat disusun berdasarkan indikator kedua. Dari hasil post-test terlihat bahwa hasil belajar siswa meningkat sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan hal ini terlihat dari rata-rata dikelas eksperimen sebesar 76,15 dan rata-rata kelas kontrol sebesar 56,73, dengan demikian bahwa hasil belajar dikelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata rata hasil belajar di kelas kontrol, dengan selisih rata – rata 19,42. Dengan demikian untuk menjawab hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat atau tidak pengaruh interkoneksi matematika Al-Qur’an terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas VII SMP TMI Raudlatul Qur’an Metro, maka dilakukan pengujian hipotesis dengan uji T. Berdasarkan perhitungan dengan uji T, didapatkan 𝐹 𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 7,77 dan 𝐹 𝑇𝑎𝑏𝑒𝑙 = Selanjutnya dengan membandingkan harga 𝐹 𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dengan harga 𝐹 𝑇𝑎𝑏𝑒𝑙 bahwa 𝐹 𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝐹 𝑇𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 76,3 > 2,0054 pada tara siknifikan α = 0,05. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh pembelajaran dengan pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an terhadap hasil belajar siswa, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas VII SMP TMI Raudlatul Qur’an Metro. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa Hasil belajar matematika siswa kelas VII TMI Raudlatul Qur’an Metro yang diajar dengan pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an termasuk dalam kategori baik. Selanjutnya Terdapat pengaruh signifikan pada pendekatan interkoneksi matematika Al-Qur’an terhadap hasil siswa pada materi himpunan di kelas VII TMI Raudlatul Qur’an Metro. REFERENSI Abdul Halim Fathani, Matematika Hakikat dan Logika, Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2012 Abdussyakir, “Ketika Kiyai Mengajar Matematika, Malang: UIN Press, 2007. Afzalur Rahman, ed., Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan, Jakarta: Rineka Cipta, 2000. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative 189 Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License Devitri Setiawati, et al. || Pengaruh Pembelajaran … Delta-Phi: Jurnal Pendidikan Matematika, v(1)n(2), 2023, 183-190 Alit Rahmat Priyanto, Segi Enam Pada Sarang Lebah Madu Dalam Sains Dan Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2009. Asrul dkk, Evaluasi Pembelajaran, Medan : Ciptapustaka Media, 2015. Fathoni, A H. Matematika Hakikat dan Logika. Yogyakarta: Ar-Ruzz. 2012. Hanna Djumhana Bastaman, Integrasi Psikologi dengan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005. Indra Jaya, Statistik Penelitian Untuk Pendidikan, Medan: Cita Pustaka, 2010. Kementrian Agama, Al-Quran dan Terjemahannya, Bandung: Citapustaka Media, 2018. Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2016. Suherman, E.. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA. 2013. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative 190 Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License